
ketika rafi menampar ifa untuk yang terakhir kali nya...
membuat ifa terjatuh dari kursi. ifa benar benar tidak berdaya malam itu. tubuh ifa lemah. di tambah ifa yang belum makan, dan selalu mendapat tamparan keras oleh rafi.
malam itu salah satu bodyguard rehan ada yang mengawasi dan selalu melaporkan setiap kejadian yang dia dengar kepada rehan.
setelah rafi menampar ifa hingga membuat ifa pingsan dan tidak sadarkan diri.
bodyguard rehan langsung melapor kepada rehan.
karena rehan sudah tidak bisa menahan emosinya. ia ingin segera menyusul ifa. namun di hentikan oleh tuan aditya.
"aku sudah tidak tahan, istriku terbaring lemah di sana. dia juga di siksa oleh ba****** itu. aku harus segera menyusul nya. " kata rehan dengan amarah yang meledak ledak
"nak kau jangan gegabah. jangan memperburuk keadaan." kata tuan aditya
"sabarlah.. jangan merusak rencana yang sudah kita susun tadi" kata tuan masundra sambil menepuk pelan pindah rehan
"lalu bagaimana ini.. jangan sampai terjadi apa apa dengan menantu ku" kata nyonya masundra yang masih menenangkan mama ifa, yang menangis sejak tadi.
•
•
•
•
#kediaman sabrina
malam itu, sabrina kepikiran dengan keadaan ifa.
lalu sabrina memutuskan ingin pergi ke rumah tuan masundra sendirian.
tiba tiba sabrina di bawa pergi oleh seseorang.
dan di bawa ke tempat di mana ifa di sekap.
•
•
•
•
•
("tuan, saya melihat tuan rafi membawa seseorang wanita lagi..") lapor salah satu bodyguard rehan kepada tuan masundra
"hah.. maksud mu. rafi membawa wanita lain?" tanya tuan masundra
("iya tuan") kata bodyguard itu
"bagaimana ciri ciri nya..?" tanya tuan masundra
("dia tinggi nya hampir sama dengan nona ifa, rambut nya panjang, memakai baju warna hijau tosca. dia mengenakan gelang kaki berwarna silver. dan anting anting berbentuk hati") jelas bodyguard itu
"tunggu.. itu seperti ciri ciri nya sabrina" kata rehan secara tiba tiba.
lalu rehan menelfon rumah sabrina.
("hallo maaf tante apakah sabrina ada di rumah?") tanya rehan
("tadi sabrina bilang ingin ke rumah papa mu nak") kata ibu sabrina
("baiklah terimakasih tante") kata rehan sambil mengakhiri panggilan nya.
rehan langsung menceritakan hal itu kepada orangtua nya.
malam itu menunjukan pukul 9 malam.
•
•
•
•
•
rafi masuk ke dalam gudang dan membawa sabrina.
sabrina di letak kan di sebelah ifa.
ketika ifa tersadar, ifa melihat sabrina ada di sebelah nya.
ifa melihat ke sekitar dan memastikan bahwa rafi tidak ada di gudang itu.
lalu ifa mencoba membangun kan sabrina dengan menyenggol tubuh sabrina. karena tangan mereka berdua di ikat satu sama lain..
"brin.. bina.. bangun bin.." teriak ifa sambil menyenggol nyenggol sabrina
akhirnya sabrina bangun, dan terkejut dia berada di gudang tua dan kotor.
"lah.. kok gw ada di sini..
umi lo kenapa,? kenapa wajah lo lebam semua? itu ada darah di wajah lo.. sini gw bersihin" kata sabrina karena panik. lalu sabrina menyadari bahwa tangan nya di tali dengan kuat.
"lo kok bisa di bawa ke sini gimana ceritanya bin" tanya ifa
"tadi, gw niat nya mau pergi ke rumah papa nya rehan untuk nanyain keadaan lo. tapi pas gw lagi jalan keluar untuk nyari taxi tiba tiba ada orang nyekap gw dari belakang.. dan habis itu gw gak ingat lagi." kata sabrina
"yang bawa lo kesini itu rafi bin.. " kata ifa. membuat sabrina terkejut.
"trus kenapa wajah lo bisa lebam semua gitu mi?" tanya sabrina sambil melihat ifa dari atas Hinga bawah
"tadi, gw sempat di tampar rafi berkali kali. hingga gw pingsan" kata ifa
"ya tuhan.. tuh mau nya apa sih" teriak sabrina..
tiba tiba rafi datang dan melihat mereka berdua sudah siuman..
"waah.. kalian sudah bangun..? oh ya sayang. aku bawa sabrina untuk menjadi saksi pernikahan kita nanti" kata rafi sambil tersenyum devil ke arah sabrina
"apa..? nikah?.. tungu tunggu ifa kan udah nikah sama rehan" kata sabrina seketika membuat rafi marah.
"lo dengerin gw baik baik, ifa hanya milik. gw. dan tetap jadi milik gw.. pahami itu" kata rafi sambil mencekram lengan sabrina.
karena ifa kesal. ifa menendang rafi dengan sangat keras. .
"jangan sekali kali lo sakitin temen gw. sat" kata ifa sambil menendang rafi.
karena rafi tidak terima akhirnya rafi kembali menampar ifa, dan entah itu tamparan yang keberapa kali nya.
sabrina yang melihat hal itu. tidak bisa berbuat apa apa.
"dasar manusia ba******.." teriak sabrina
lalu rafi menampar sabrina.
sabrina yang hanya terkena 1 kali tamparan rafi langsung terkapar begitu saja.
"dan kamu. dengarkan aku.. kamu hanyalah milik ku.. camkan itu" kata rafi sambil mencekram lengan ifa.
ifa tidak bisa menjawab apa apa karena ifa merasa sangat kesakitan karena tamparan rafi..
ifa dan sabrina menangis se jadi jadi nya.
ketika waktu sudah menunjukan pukul 11 malam.
ifa melihat rafi sudah tertidur pulas di kursi depan.
lalu sabrina teringgat bahwa ia membawa ponsel di saku celana nya.
lalu sabrina meminta ifa untuk mengambilnya.
ifa langsung meminta sabrina untuk memegang i ponsel sabrina agar ifa bisa menghubungi rehan.
•
•
•
•
tiba tiba ponsel rehan berbunyi
"pa.. sabrina menelfon.." kata rehan sambil menunjukan ponsel nya kepada papa nya
lalu rehan segera mengangkat panggilan nya. itu dan dia terkejut ketika ifa berbicara dengan suara yang serak.
"hallo ehan.. tolong jangan berisik.. dengarij gw.." kata ifa yang masih menahan rasa sakitnya.
"ifa.. " teriak rehan membuat semua anggota keluarga nya langsung mendekat.
"dengar rafi sudah tertidur. tapi gw sama sabrina tidak bisa keluar karena rafi mengikat gw dan sabrina dengan kencang.. " kata ifa yang berusaha menahan rasa sakit nya.
tiba tiba rafi terbangun dan mendekati ke arah ifa.
"jangan matikan ponsel lo." kata ifa sambil menyembunyikan ponsel sabrina.
lalu rafi mendekati ifa..
"sayang,maafkan aku karena aku, kamu tersakiti.." kata rafi..
ifa hanya memalingkan wajah nya dari rafi
"lo itu manusia apa iblis sih.. berani bangat lo mukul cewek. lo lihat ifa, dia udah sampek kayak gitu.. lo emang gak pantas di pangil manusia.. bahkan sebutan setan terlalu bagus untuk memanggil lo." kata sabrina seketika membuat rafi menampar sabrina untuk kedua kali nya
"gw bilang jangan sakitin teman gw.. apa lo budek apa??" kata ifa seketika membuat rafi pun menampar ifa kembali.
karena rehan belum mematikan panggilan nya, rehan mendengarkan semua yang terjadi di gudang itu..
lalu rehan dan yang lain nya segera menjalan kan rencana yang sudah di rancang..
ketika rehan pergi.. sabrina langsung mendekati ifa, dan berusaha menenangkan ifa.
akhirnya sabrina berusaha melepaskan ikatan ifa dan itu berhasil.
mereka berdua bisa keluar dari gudang tapi, rafi melihat mereka berdua.
ifa berusaha melindungi sabrina. tapi, sabrina terkena goresan pisau di lengan nya.
tiba tiba tubuh ifa terasa lemas. dan waktu itu Chiko masuk ke dalam tubuh ifa dan mencoba mengendalikan tubuh ifa
ketika sabrina mencoba melawan rafi, rafi hendak menikam sabrina menggunakan pisau yang ada di tangan nya
tapi, chiko langsung mengambil alih tempat sabrina tentunya dengan mengendikan tubuh ifa. chiko mendorong sabrina ke arah samping dan membuat sabrina terjatuh ke tanah.
lalu pisau itu bukan nya menikam sabrina, malah menikam ifa.
tiba tiba ada suara pistol yang keras terdengar.
sebuah peluru mendarat di bagian pundak rafi. lalu rafi mencabut pisau dari perut ifa, dan mendikap ifa dengan erat.
"rafi lepaskan putri ku.. aku mohon" kata ayah ifa.
rehan begitu terkejut melihat ifa yang penuh dengan darah, wajah ifa lebam, dan tubuh ifa terlihat sangat lemah.
"rafi, cepat lepaskan ifa atau aku akan menembak mu.." ancam arya.
"coba saja tembak.. siapa yang akan terkena pelurunya terlebih dulu?" kata rafi dengan angkuh.
mereka semua langsung terdiam dan melihat ke arah ifa.
"tembak saja.. aku tidak akan apa apa.." kata chiko
"apa kau gila sayang, kau akan mati" kata rafi sambil menghadap ifa
"aku sudah mati, dan aku tidak bisa mati kembali..
semua perbuatan mu harus di bayar setimpal.. " kata Chiko dan langsung menusuk paha rafi menggunakan pisau yang ada di sebelah kanan ifa.
Chiko langsung membungkukkan badan ifa. lalu polisi menembak rafi. polisi itu awalnya ingin menembak pada bagian tangan rafi, tapi malah meleset hingga membuat puru itu mendarat di kepala rafi.
rafi meninggal di tempat..
arya dan yang lain langsung mendekati ifa,
"kamu tidak apa apa Chiko?" tanya arya
"saya tidak apa apa.. tapi, ifa" kata Chiko
lalu arya menghampiri sabrina dan berusaha membangun kan sabrina.
"kamu sebenarnya siapa ?" tanya rehan yang masih memeluk ifa.
"jangan tanya kan hal ini sekarang, biarkan arya yang menjawab nya. sekarang bawa ifa ke rumah sakit.." kata Chiko.
lalu rehan dan yang lain membawa ifa ke rumah sakit.
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
"bagaimana keadaan mu nak?" tanya tuan masundra kepada sabrina
"aku sudah tidak apa apa om.. aku hanya terluka sedikit saja.." kata sabrina..
"syukurlah jika kamu tidak apa apa.." kata nyonya masundra
lalu orang tua sabrina datang, dan menghampiri sabrina.
lalu sabrina menceritakan semua yang telah terjadi terhadap sabrina dan ifa.
orang tua sabrina bersyukur tidak terjadi apa apa dengan putri nya itu.
malam itu, orang tua sabrina meminta agar sabrina bisa di rawat terlebih dahulu. sabrina hanya bisa menurut dengan permintaan orang tua nya.
semua orang yang ada di situ, sangat khawatir dengan kondisi ifa.
karena ifa tadi sempat terkena tusukan pisau nya rafi.
tidak lama kemudian..
arya, kembali dan membawa beberapa botol air mineral.
arya meminta semua orang untuk minum dulu, dan memperbayak doa.
"ifa akan sangat sedih jika melihat kalian semua seperti ini.. " kata arya
"lebih baik sekarang kita semua perbanyak doa.. agar ifa baik baik saja.." kata arya.
"dan kau usil.. cepat lah tidur di pangkuan kak arya.. ini sudah terlalu larut malam.. " kata arya sambil memngekus puncak kepala adik ifa.
"nanti kalau kakak Sudah bangun. bangun kan aku.. ya.. aku ingin mengajak nya bermain.." kata Rohan..
"baiklah.. usil.. sekarang cepat lah tidur.." kata rehan sambil mencubit pipi gembul Rohan
"arya, Chiko itu siapa? dan kenapa ifa berbicara kalau dia sudah mati?." tanya rehan secara tiba tiba..
arya, langsung mengambil nafas panjang..
"Chiko adalah...
bersambung..
jangan lupa dukung author dengan cara like, komen dan vote author sebanyak banyak nya. .
supaya author lebih semangat lagi untuk up setiap harinya ..
SELAMAT MEMBACA