
2 bulan berlalu begitu dengan cepat.
dan dalam waktu 1 bulan itu pula ifa tidak bisa keluar karena rumah nya di jaga sangat ketat oleh penjaga yang rehan sewa.
hari ini ketika ifa bangun dia sangat merasa pusing dan mual.
lalu dengan cepat, ifa ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya. padahal ifa belum makan apapun.
di tambah, ifa yang sangat mual. tapi, tidak bisa mengeluarkan isi perutnya
karena rehan mendengar hentakan kaki ifa yang berlari lalu rehan bangun dan segera mengintip ifa dari pintu kamar mandi yang tidak di kunci ifa.
ifa berdiri di depan wastafel dengan wajah pucat nya. Lalu dia membasuh muka nya ketika ia sudah merasa sedikit lebih baik
"kenapa??" tanya rehan yang melihat wajah ifa sangat pucat.
"tidak apa.. aku hanya mual. palingan aku hanya masuk angin" kata ifa yang menyepelekan hal itu.
setelah itu rehan bergegas mandi dan langsung pergi ke kantor.
@arifa ("arya. hari ini aku merasa sangat aneh pada diri ku")
@arya ("aneh bagaimana??")
@arifa ("punggung ku terasa sangat sakit. kepala ku juga pusing.. ")
@arya ("palingan kamu cuma mau datang bulan")
@arifa ("tapi, aku belum datang bulan. padahal sudah jatuh tempo sejak 2 minggu yang lalu")
@arya ("apa kau mual?")
@arfia ("aku hanya mual sedikit. paling efek karena aku masuk angin")
@arya ("baiklah segeralah minum obat dan istirahat lah.")
lalu arya tersenyum senyum sendiri dan langsung pergi menemui rehan.
Tookk.. tokk..
"rehan apa kau sibuk..?" tanya arya yabg sudah masuk ke ruangan rehan
"tidak, aku tidak sibuk sama sekalim" kata rehan dengan santai
"aku ingin bertanya sesuatu padamu" kata arya dengan tersenyum
"silahkan" kata rehan
"apa kau sudah menyentuh ifa?" tanya arya dan langsung membuat rehan terkejut.
"apa kau gila?" tanya rehan yang masih terkejut dan belum memahami apa yang di tanyakan oleh arya.
"ifa merasa pusing dan mual. lebih baik kau bawa dia ke dokter. aku tidak mau terjadi apa apa pada dia" kata arya yang berusaha membuat rehan pulang ke rumah
"baiklah aku akan pulang.." kata rehan dan langsung pulang.
•
•
•
sesampai nya di rumah, rehan langsung masuk dan menemui ifa. yang tertidur di kamar
"apa kau masih sakit?" tanya rehan
"aku hanya masih pusing, dan di tambah pinggang ku sangat sakit" kata ifa dengan suara lemah nya.
lalu rehan menelfon dokter pribadi nya untuk mengecek keadaan ifa.
setelah beberapa lama dokter mengecek ifa, hingga berkali kali. untuk memastikan nya dia langsung tersenyum
"berani sekali kau tersenyum melihat istri ku sakit" teriak rehan karena melihat dokter itu tersenyum.
astaga rehan berhentilah bercanda..
"maaf tuan, saya punya kabar baik.." kata dokter
"heumm apa itu?" tanya rehan dengan kesal.
"istri anda hamil tuan. dan usia kehamilan nya 4 minggu " kata dokter
"benarkah itu??" tanya rehan untuk memastikan nya sekali lagi.
"benar tuan.. " kata dokter untuk memperjelas sekali lagi.
"baiklah kau boleh pergi" kata rehan
"tuan, ini vitamin dan obat tambah darah" kata dokter dan segera bergegas pergi.
lalu rehan mendekati ifa dan memegang telapak tangan ifa
"benarkah kau hamil.? aku tidak percaya aku akan menjadi ayah" kata rehan dengan sangat bahagia.
ifa tidak berkata apa apa.. dia bahkan hanya diam sambil mengelus perut nya
"nak. papa akan selalu melimpahkan kasih sayang untuk mu.. mulai sekarang aku akan sering sering di rumah" kata rehan sambil mendekatkan wajahnya ke perut ifa.
lalu rehan menelfon kedua orang tua mereka dan memberi taukan kabar baik ini.
seketika setelah kabar kehamilan ifa, rehan menjadi sangat jinak.
"kau makan dulu. dan langsung minum obat" kata rehan yang membawakan satu mangkuk bubur
"aku tidak mau makan.. perut ku sangat mual" kata ifa yang menjauhkan wajahnya dari suapan rehan
"setidaknya jangan biarkan anak ku kelaparan.. ayo buka mulut mu" perintah rehan dan langsung di turuti ifa.
karena ifa tidak tahan. ifa langsung turun dari ranjang dan berlari menuju kamar mandi.
"aku sudah tidak mau makan lagi.. perut ku menolak semua makanan itu" kata ifa yabg sudah lemas.
"ya sudah kalau begitu sekarang minum obat mu" kata rehan yang mengambilkan beberapa butir obat.
"aku tidak mau.. kau sendiri tau aku tidak suka obat" kata ifa dengan kesal
"minumlah obat ini, maka mual mu akan berkurang.." kata rehan dan membuat ifa terpaksa meminum obat.
awalnya ifa ingin muntah kembali, tapi masih bisa ifa tahan karena efek obat itu.
"gantilah pakaian mu.. aku tidak suka melihat mu memakai pakaian itu" kata ifa dengan kesal.
"apa..? ini baju yang kau belikan bukan??" kata rehan dengan kesal pula.
astaga, rehan sudah mulai ingat kembali..
"intinya aku tidak suka.. cepat ganti baju mu" kata ifa sekali lagi yang benar benar kesal.
lalu dari arah pintu terdengar suara gelak tawa orang tua mereka yang melihat kelakuan lucu ifa dan rehan.
"istrimu sedang mengidam sayang.." kata mama rehan yang menuju mendekati ifa dan rehan
"hah mengidam??" taya rehan dengan heran
"iya, waktu kau di dalam perut mama. mama selalu ingin melihat wajah papa mu setiap saat. bahkan mama ikut ke kantor bersama ayah mu" kata mama rehan dan seketika membuat rehan tidak percaya
"kalau ifa dulu. dia semenjak di dalam kandungan ku sampai 6 bulan dia hanya mau makan yang pedas saja.. dan yang asam" kata mama ifa dengan gelak tawa.
"tentu saja, aku sampai kewalahan untuk memetikan buat mangga muda untuk nya" kata ayah ifa dan langsung membuat semua nya tertawa
lalu ifa merasa mual kembali karena melihat baju suami nya itu dan kembali berlari ke kamar mandi.
lalu rehan menyusul ifa kembali.. dan membantu ifa.
"aku mohon.. ganti baju mu, aku tidak tahan" kata ifa yang masih lemas di depan wastafel.
"kenapa sayang?" tanya mama ifa
"aku tidak tau, dia menyuruh ku Menganti pakaian ku. padahal seinggatku ini baju favorit yang dia belikan untuk ku ketika masih di amerika" kata rehan tanpa ia sadari
"apa kau sudah ingat semua nya?" tanya papa rehan
"entah lah.. aku mengingat segalanya yang pernah aku lakukan dengan ifa. tapi, aku sedikit ragu karena aku belum melihatnya dengan jelas" kata rehan yang masih memilih baju
"baiklah besok papa akan bawa kamu ke dokter lagi" kata papa rehan
"masih belum selesai mencari baju nya?" tanya mama ifa
"aku binggung ma harus pakai yang mana..? aku taku salah pakai lagi". kata rehan dengan khawatir dan membuat semua orang tertawa.
lalu ifa yang baru keluar dari kamar mandi, dan melihat rehan masih saja memakai baju berwarna coklat hitam itu. dan sontak membuat ifa mual kembali.
"baiklah kau Pakai ini saja.." kata mama rehan yang memilihkan. baju untuk rehan.
"baiklah.." kata rehan dan langsung menuju ke ruang ganti dan segera Menganti pakaian nya.
setelah ifa keluar, ifa langsung menuju ke ranjang kembali.
"aku mohon jangan buat aku memuntahkan isi perut ku ini.. aku sudah merasa tidak ada lagi yang tersisa " kata ifa dengan lucu dan membuat yang lain tertawa.
"mama aku ingin makan kiwi" kata ifa seketika membuat yang lain terkejut termasuk rehan
"bukan kah kau alergi dengan buah kiwi?" tanya rehan
"tidak.. aku ingin buah kiwi.." renggek ifa dan seketika ia menangis..
"sayang jangan menangis.. mama akan ambilkan buah kiwi untuk mu.m" kata mama ifa yang sembari memeluk tubuh ifa yang sudh sangat lemas.
"tidak mau, aku hanya mau ayah yang mengambilkan nya" kata ifa yang masih menangis.
"baiklah.. ini memang tugas ku selalu mengambilkan buah untuk para orang hamil" kata ayah ifa dengan sedikit kesal
"mama malam ini menginap di sini ya?" pinta ifa
"iya syaang," kata mama ifa sambil mengelus rambut ifa
"aku ingin tidur bersama ayah dan mama malam ini" kata ifa dengan sedikit tersenyum..
dan membuat yang lain tertawa.
oh ya tuhan jangan buat istri ku ini mengidam hal hal yang aneh.. semoga aku sanggup memenuhi semua keinginan istri ku ini.
•
•
•
pagi nya aida, arya dan mbok ina datang ke rumah untuk menjengguk ifa.
"bagaimana keadaan mu?" tanya aida
"aku sudah merasa lebih baik.m" kata ifa
lalu aida mengajak ifa ke taman untuk mencari angin.
"ifa, bukan nya kamu pakai KB kab?" tanya aida
"waktu itu aku melepasnya.. karena aku tidak than" kata ifa..
"kenapa tidak memberi tau aku?" tanya aida dengan kesal.
"saja.." kata ifa dengan singkat.
bersambung...