
pagi nya ifa memberikan rima rumah baru yang letak nya juga lumayan jauh dari rumah ifa.
Awalnya rima mengira akan di berikan rumah bak istana seperti yang di tinggali ifa, tapi tidak. rima hanya mendapatkan rumah sederhana seperti pada umumnya di desa nya
rima begitu kesal karena tidak bisa tinggal di dalam istana ifa, bahkan rima mempunyai rencana lebih gila dari awalnya.
tiba lah saat nya untuk ifa, aida, dan sabrina untuk berlibur. tapi ifa tidak meminta izin kepada rehan tentang diri nya yang ingin berlibur ke Dubai.
mereka bertiga benar benar menghabiskan waktu untuk berlibur. mulai dari shoping, dan perawatan lain nya.
bahkan tidak tanggung tanggung mereka menginap di hotel nya para sultan. yang tentu nya sangat mahal.
"kenapa orang orang di sini memelihara hewan sangat tidak lazim?" tanya aida dengan heran
"iya ya, biasa nya orang melihara kucing. anjing, lah ini mereka malah melihara nenek nya kucing" kata sabrina dengan heran pula.
"maklum lah. mereka kan ingin mencoba sensai berbeda dari hewa hewan ini" kata ifa dengan tersenyum manis.
"belum juga kena ngap. sekali kena ngap putuslah urat nya" kata sabrina dengan kesal
"ya, kalau kena ngap ya tinggal ngep kali" kata aida dan langsung memicu tawa mereka bertiga.
"eum hallo" sapa seseorang dari belakang mereka
lalu mereka bertiga menoleh bersamaan.
"apa kau nona arifa anindya?" tanya lelaki itu
"iya saya ifa? ada apa?" tanya ifa dengan heran
"beruntung nya saya bisa bertemu anda di sini" kata lelaki itu
"perkenalkan saya, Saleem " kata Saleem sambil mengulurkan tangan nya
ifa langsung membalas uluran tangan Saleem dan mempersilahkan Saleem duduk bersama
"aku benar benar tidak menyangka anda berada di sini " kata Saleem yang terus memasang senyum bahagia
"ada apa anda mencari saya?" tanya ifa
"saya ingin meminta bantuan anda, " kata Saleem
"bantuan apa?" tanya ifa
"waktu itu anda bisa menemukan tuan raez di sini ketika dia melarikan diri dari anda. dan mungkin anda juga bisa menemukan calon istri ku. dia tengah mengandung anak ku" kata Saleem
"ah apa maksud mu?" tanya ifa
"aku bukan oranga asli Dubai, tapi aku datang ke Dubai untuk bekerja di sini. tapi sebelum nya aku sempat datang di kota anda untuk menemui calon istriku.. -
kata Saleem yang belum terselesaikan dan langsung di potong oleh sabrina
"apa maksud mu calon istri, dan mengandung?
apa kau menghamili nya dulu?" tanya sabrina
"iya, dia memaksa ku untuk menghamili nya. jadi, karena aku belum siap untuk bertanggung jawab. jadi aku pergi ke Dubai untuk bekerja di sini" kata Saleem.
"siapa nama nya?" tanya aida
"rima chalysta" kata Saleem dan seketika membuat mereka bertiga terkejut.
"siapa tadi? rima?" tanya ifa untuk memastikan perkataan Saleem tadi.
"iya, rima dia berasal dari desa yang sama dengan ku" kata Saleem
"baiklah, berikan nomor mu.. tapi, sekarang aku ada urusan. kalau sudah ada kabar aku akan menghubungi mu secepatnya" kata ifa
dan setelah nya, saleem segera pergi dan ifa memasang senyum cerah di wajah nya.
"kini aku sudah tau kebusukan nya" kata ifa dengan tersenyum lebar.
"apa maksud mu?" tanya Sabrina
"sudahlah.. nanti akan aku jalanan bagaimana kalau kita ke hotel dulu?" kata ifa dan mereka langsung menuju hotel untuk beristirahat.
ifa memutuskan malam nya untuk bertemu dengan Saleem dan menyusun rencana baru.
ifa sudah 1 minggu di Dubai dan langsung memutuskan untuk pulang.
"kata mu ingin ke Uzbekistan?" tanya sabrina
"tidak jadi, aku ingin pulang" kata ifa dengan semangat
sesampai nya di rumah ifa langsung menuju ke kamar dan melihat ada nya rehan dj kamar yang tengah duduk di tepi ranjang.
"dari mana saja kau 1 minggu tidak pulang?" tanya rehan dengan cuek
"bukan urusan mu" kata ifa dengan cuek pula
"apa yang kau katakan? bukan urusan ku? kau ini masih istri ku! jadi apa pun hak itu masih tetap manjadi urusan ku!" kata rehan dengan kesal
"bukan kah aku sudah bilang. kau kehilangan hak mu untuk ikut campur dalam urusan ku lagi" kata ifa dengan penuh penekanana
"sudah aku capek aku mau istirahat" kata ifa yang bergegas menuju kamar mandi untuk bersih bersih.
"aku belum selesai bicara" kata rehan yang menarik tangan ifa dan membuat ifa mendarat di pelukan rehan
lalu tanpa ba bi bu rehan langsung mencium ifa dan membuat mata ifa terbelalak.
inilah yang selama ini aku rindukan gumam ifa. semabari menikmati permainan rehan
ifa bahkan tidak menolak karena dia juga merindukan sentuhan suami nya itu.
setelah rehan rasa ifa kehabisan nafas, rehan langsung melepaskan nya dan membiarkan ifa bernafas walaupun dengan tersenggal senggal
"aku mohon ifa, dengar kan penjelasan ku dulu" kata rehan dengan memohon
"aku tidak tidur dengan rima, dan aku juga tidak tau bagaimana bisa rima hamil.." kata rehan berusaha meyakinkan ifa
ifa tidak melirik sedikitpun ke arah rehan dan langsung pergi menuju ke kamar mandi tanpa memperdulikan rehan yang masih berbicara kepada ifa
ketika ifa di kamar mandi, dia menatap wajah nya di cermin sambil tersenyum manis. sembari mengontrol nafas nya.
"aku memang tau kau tidak bersalah, tapi aku ingin membuktikan nya" kata ifa di hadapan cermin besar
"biarlah hari hari berlalu tanpa cinta" kata ifa dan langsung membasahi diri nya dengan air shower
karena tiba tiba ifa teringat dengan rima ifa memukul tembok dengan keplan tangan nya.
ifa selalu marah ketika mengingat rima, hanya dengan satu pukulan sjaa. itu sudah membuat luka di tangan ifa, tangan ifa berdarah dan ifa merasakan rasa sakit yang begitu terasa di tukang tulang jari nya.
"ini masih belum seberapa dengan rasa sakit hidup ku" kata ifa yang menyiram darahnya dengan air, darahnya menyatu berlalu dengan air dan hilang dengan iringan arus air.
ketika ifa keluar dari kamar mandi, dia hendak mengambil baju di almari. ifa hanya mengenakan piyama dan tentu saja menggoda hasrat rehan.
lalu dari belakang tampak rehan memeluk ifa dengan erat ifa yang sempat memberontak meminta di lepaskan kini menjadi lukuhbsetelah ciuman manis menyentuh pipi manis nya.
malam itu. rehan menuntaskan hasrat nya walaupun awalnya ifa menolak. tapi, kekuatan rehan lebih besar dari ifa sehingga membuat ifa tidak bisa melawan.
ketika ifa tidur ifa tersenyum senyum manis, dan rehan yang melihat hak itu langsung ikut tersenyum.
"tuhan segeralah berikan aku 1 kali kesempatan lagi untuk menjadi orang tua. aku tidak akan menyia nyia kan kesempatan lagi jika kau memberikannya lagi" kata rehan sambil merapikan rambut ifa.
bersambung...