
sesampai nya ifa dan aida di kantor mereka segera menuju ke ruangan rehan. tapi tidak melihat rehan dan arya di ruangan.
lalu ifa pergi keluar untuk bertemu rima.
"Rima, rehan dan arya ada di mana?" tanya ifa
"tuan ada di ruang rapat " kata rima
"lalu, kenapa kamu tidak ikut? kamu kan sekretarisnya" kata ifa dengan sedikit kesal.
"tidak mbak, tuan meminta saya di sini. karena sudah ada tuan arya" kata rima
lalu tidak lama kemudian rehan dan arya datang.
"ada apa..?" tanya rehan
"tidak ada.." kata ifa dengan cuek dan langsung menuju ke ruangan rehan
"ifa, di mana mereka??" tanya aida
"neraka" kata ifa dengan jutek
lalu rehan dan arya masuk ke ruangan.
"udah selesai meting nya ?" tanya aida
"sudah. kamu gak capek apa..?" tanya arya
"nggak mas" kata aida
"rehan, untuk kuliah mu bagaimana?" tanya rehan
"aku sudah urus semua nya.. 3 hari lagi kita berangkat k Amerika, sekalian nunggu papa pulang" kata rehan
ifa duduk diam di dalam kamar ruangan rehan karena setiap ifa melihat rima, serasa hati nya terbakar.
"sana temui dulu istri kamu" kata arya
"gak ah, aku tau dia lagi nangis.. kalau aku masuk ke dalam ending nya makin riweh.. "
"bisa bisa aku di bunuh sama dia.." kata rehan
"hahahhahah.. kalian berdua inu sama sama bringas.." kata arya dengan tertawa
"ngak.. masuk lah, ifa tidak akan membunuh mu.. tapi, mungkin akan menggantung mu di rumput" kata arya dan seketika membuat rehan melotot.
"lah, bukan nya masuk malah melotot" kata arya
"lah kamu tadi bilang, apa?" tanya rehan
"aku cuman bercanda bodoh.." kata arya.
"ya sudah, aku masuk dulu. tapi kamu di sini aja, ini selesaikan " kata rehan dan langsung bergegas pergi.
"mas, mau aku buatkan kopi?" tanya aida kepada arya
"gak usah sayang, terimakasih" kata arya
"kalau gitu aku mau mas ajarin aku ngurus kantor juga dong.. biar kayak ifa" kaya aida
"ya sudah ayo sini." kata arya dan langsung menduduk kan aida di pangkuan nya.
•
•
lalu rehan masuk di kamar ruangan nya dan melihat ifa sedang duduk, dan menatap ke arah luar jendela.
"ifa..?" sapa rehan
tapi, ifa tidak merspon dan masih saja melamun.
"iffaaa" sapa rehan sekali lagi sambil memegang pundak ifa.
dan membuat ifa terkejut.
"eh. ada apa?" tanya ifa
"seharus nya aku yang tanya ada apa.??" tanya rehan
"gak, aku tidak apa apa" kata ifa yang murung.
"kalau gak ada apa apa kenapa wajah mu murung gitu.?" tanya rehan
"gak,, aku cuman lagi mikir.. " kata ifa
"mikir apa.?" tanya rehan langsung jongkok dan memegang tangan ifa
"gak tau, aku cuman mikir.. apa aku sudah menjadi istri yang baik.?" kata ifa
"dengarkan aku, kamu itu segalanya buat aku.." kata rehan
"tapi.., aku masih belum menajalan kan berbagai kewajiban ku.
mulai dari-" kata ifa dan langsung di potong oleh rehan.
"sshhhuuutt.. gak usah di pikir.." " dengarkan aku, aku siap menunggu samapai kamu siap.. aku gak akan maksa lagi.." kata rehan.
"tapi,-" kata ifa yang sekali lagi di potong rehan karena rehan langsung mencium ifa
"kenapa, kau selalu mencium ku??" tanya ifa
"ya, karena kamu istri ku.." kata rehan
"huh.. dasar.." kata ifa dengan kesal.
"bilang saja kamu menikmati nya kan..?" goda rehan.
-gak cuman aku nikmati, tapi aku juga ketagihan.. tapi, aku sendiri gengsi jika harus yang mulai duluan.
"kenapa melamun lagi..?" "atau.. mau lagi..?" tanya rehan dengan menggoda
"sudah diam lah kau.. "kata ifa yang sudah tersipu malu.
lalu rehan segera keluar ruangan, dan menemui arya yang masih mengerjakan tugas nya, sambil mengajari aida.
"ehumm.." sindir rehan
"apa..?" tanya arya
"illah, jangan mancing aku dong ." kata rehan
"bagaimana lancar..? jelas lancar tuh aja sampek lupa tirai gak di tutup" kata arya dengan tertawa devil.
lalu rehan melihat ke arah kamar nya, dan dia langsung menepuk jidat nya.
kenapa aku begitu bodoh, aku tidak ingat kalau tirai nya gak aku tutup
"jadi, kamu lihat..?" tanya rehan
"ye ille, kamu pikir saya bodoh apa..? jelas jelas tirai ke buka kayak gitu.. mana kaca nya gak buram lagi.. jelas jelas kami lihat lah.." kata arya dan langsung membuat rehan malu.
"sudah lah, santai saja.." kata arya dan sedikit membuat rehan lega.
"aida, lo temanin ifa aja sana.. toh kalau kalian berdua ngantuk tinggal tidur aja." kata rehan lalu aida langsung masuk Dan menemui ifa.
"ifa bilang apa??" tanya arya
"dia, cuman mikir apa dia sudah jadi istri yang baik buat aku?" kata rehan
"aku tau apa yang sedang ifa pikirkan.. tapi, cepat atau lambat kamu sendiri gak bakalan bisa menahan hasrat kamu sendiri.." kata arya
ya.. yang di maksud itu kemauan kamu itu egep.. masa iya mau nunggu lagi, mau nunggu berapa lama..??? toh sekalian nunggu ifa lulus kuliah sekalian aja..
"kamu itu dewasa lah sedikit." kata arya
"aku tau, kamu menginginkan ifa.. tapi, kamu tersekak oleh janji mu sendiri..." kata arya
"iya, jujur aku tidak tahan. di tambah setiap malam kandang ifa memakai pakaian yang sexy, dan membuat aku tidak bisa apa ap" kata rehan.
"aku punya cara gimana biar ifa mau.." kata arya.
"hah cara apa..? atau jangan jangan cara ini juga yang kamu pakai pas kamu malam pertama..?" tanya rehan dan seketika membuat arya tersenyum.
"ya mudah saja, sini aku bisikin." kata arya dan rehan langsung mendekat.
"-hah.. kamu gila apa..?" tanya rehan
"itu cara yang jitu.. nyata nya, aida bisa" kata arya
"ok.. aku akan pakai cara mu itu, setelah ifa berumur 20 tahun.. " kata rehan
"haha... yang sabar nungguin 1 tahun lagi." kata arya..
lalu arya dan rehan masuk kedalam kamar dan melihat ifa dan aida Sudh tertidur..
"mereka berdua tidur gep.." kata rehan sambil melihat ifa
"iya, aku juga tau.. toh aku juga punya mata" kata arya
"terus mau gimana..??" tanya rehan
"bangun in aja " kata rehan
"kayak gak tau ifa aja, ifa kalau tidur terus sengaja di bangunin karena hal tidak penting, dia akan menjelma menjadi singa yang kelaparan.." kata rehab dengan ngeri.
"iya, aku tau.. aku pernah ganguin dia tidur.. dan endingnya dia marah sama aku selama 1 minggu" kata arya dan membuat rehan tertawa.
"rasain loh.." kata rehan yang masih tertawa..
"sayang, ayo kita pulang.." kata arya sambil membangunkan aida dengan pelan.
"eumm.. mas, aku ngantuk.." kata aida yang tidak berniat membuka mata nya
"ya sudah ayo sini mas gendong" kata arya dan langsung mengangkat aida.
"aku duluan ya han.." kata arya dan langsung meninggalkan rehan dan ifa yang masih tertidur.
lalu rehan mengambil kursi dan duduk di sebelah ifa, sambil merapikan rambut ifa.
boleh kah aku jujur?? ini pernikahan macam apa anying?
"ifa, yang di katakan arya tadi ada benar nya juga, sampai berapa lama lagi aku bisa menahan hasrat ini..??" kata rehan sambil merapikan rambut ifa.
"jujur saja, hanya dengan menatap mu aku benar benar tergoda.." kata rehan sekali lagi sambil mengelus pipi ifa.
lalu tiba tiba ifa membuka mata, dan terkejut melihat ada rehan.
"auu.. kamu kok di sini..?" tanya ifa dengan kerkejut
"aida mana?" tanya ifa
"aida dan arya sudah pulang.. kamu mau pulang sekarang??" tanya rehan
"huumm.. tapi, aku masih benar benar mengantuk.. nyawa ku masih berkeliaran di mana mana" kata ifa dengan lemas.
"ayo aku gendong.." kata rehan dan langsung mengangkat tubuh ifa.
ifa menyembunyikan wajah nya di dada bidang rehan yang sangat mempesona itu.
siapa coba yang tidak terpanah dengan rehan.. yang benar saja, ketika di sekolahan rehan memang berpenampilan culun ternyata agar tidak ada wanita yang terpanah dengan nya.
inilah yang di nama kan suami idaman.
semua karyawan melihat rehan yang keluar sambil mengendong ifa.
ada salah satu karyawan baru yang bertanya tanya kenapa bos nya itu membawa wanita dari ruangan nya.
"siapa wanita itu.." tanya wanita itu
"dia istri tuan rehan. " kata rima
"bukan nya, bos itu umurnya masih sangat muda. tapi kok sudah punya istri?" tanya sekali lagi.
"aku tidak tau tentang itu, sudah lah nanti kalau ada yang dengar bisa bahaya.. kita bisa di pecat.." kata rima
•
•
•
rehan melajukan mobil nya, dan setelah sampai di rumah, rehan terkejut melihat orang tua ifa, dan orang tua nya ada di rumah nya.
rehan begitu malu karena orang tua mereka berdua melihat rehan mengendong ifa, dan parah nya lagi.. ifa masih saja tertidur pulas.
"kamu sudah pulang nak.?" tanya mama ifa
"sudah ma.. eumm rehan bawa ifa ke kamar dulu ya.." kata rehan dan langsung membawa ifa ke kamar.
setelah itu rehan kembali turun dan menemui orang tua nya..
"jadi, kalian berdua kapan ke amerika..?" tanya mama rehan
"rencana nya 3 hari lagi ma.." kata rehan
"kapan kamu mau kasih cucu ke ayah.??" tanya ayah ifa
"hah..?" tanya rehan dengan sangat terkejut.
nah toh, mertua mu saja sudah mau minta.. masa kamu gak mau kasih..
"iya, kapan kamu mau kasih papa cucu??" tanya papa rehan
"ayah, papa bukan nya rehan menolak.. tapi kan, ifa masih 19 tahun.." kata rehan
"memang nya kenapa??" taya ayah ifa
"ayah gak ingat?? ifa sendiri yang minta kalau dia belum mau di sentuh sebelum umur 20 an kan.." kata rehan
"iya.. ayah ini bagaimana sih..?" kata mama ifa
huh.. untung saja mama mertua ku ini menolong ku.
"tapi, ayah sudah pengen nimang cucu dari ifa.." kata ayah ifa
"ayah, harus sabar ini juga demi kebaikan ifa juga kan.." kata mama ifa
lalu tiba tiba rohan datang, dengan wajah mengantuk.. ternyata Rohan baru saja bangun tidur.
"kakak ipar sudah pulang..?" tanya rehan
"sudah.. kamu baru bangun tidur ya..?" tanya rehan
"kakak, tadi aku bermimpi ayah mengendong bayi kecil." kata Rohan dan seketika membuat rehan terkejut.
"aham.. benarkah??" tanya rehan yang berusaha membuat dirinya tidak salah tingkah.
bersambung....