
setelah bel berbunyi ifa langsung menemui ayah nya yang sudah menunggu di gerbang.
ifa langsung memeluk ayah nya itu sambil menangis..
"ifa sudah lah tenang,, ayah sudah tau apa yang ingin kamu bicarakan" kata ayah ifa sambil mengelus rambut panjang ifa.
"kenapa ayah biarkan ini semua terjadi.?" tanya ifa dengan suara serak nya
"nak.. biarkan rafi bersekolah di sini.. " kata ayah ifa sambil memegang pipi ifa
"tapi, ayah.. ifa takut kalau rafi juga seperti ayah nya. bukan kan kata pepatah.. buah jatuh tidak jauh dari pohon nya." kata ifa dengan kesal
"ifa sayang tidak semua buah yang jatuh rasanya akan sama" kata tuan masundra
"iya tuh.. emang masalah nya apa sih.. dengan ada nya rafi sekolah di sini.. gak akan bikin sekolahan ini runtuh kan.." kata rehan dengan kesal..
"ifaa.. sudah ya kamu jangan khawatir.. rehan tolong jaga ifa ya.." kata ayah ifa sambil menatap rehan
"siap ayah.." kata rehan dengan manis..
"tapi lihat saja nanti, kalau dia berani macam macam dengan aku.. aku akan bunuh dia.." kata ifa dengan kesal.
dua orang paruh baya itu hanya bisa tertawa melihat kelakuan ifa..
"sudah kalian berdua pulang saja.. " kata tuan masundra
•
•
•
Setelah mobil rehan pergi. aditya dan masundra pun ikut pergi meninggalkan sekolahan itu..
"masundra.. aku takut, dengan apa yang di kata kan ifa.. selama ini ifa tidak pernah bermain main dengan ucapan nya." kata aditya dengan gelisah
"sudahlah adit.. kamu tenang saja... untuk sementara waktu kita pantau saja apa yang akan terjadi.." kata masundra
•
•
•
•
sesampai nya ifa dan rehan di rumah. ya, seperti biasa mereka berdua berebut kamar mandi. hingga membuat para pembantu mereka tertawa tak henti henti..
sesudah nya ifa mandi.. ifa turun ke dapur dan mencari buah di kulkas..
"nona muda cari apa?" tanya mbok ina
"saya pengen makan buah mbok.. tapi, tidak ketemu" kata ifa dengan murung
"nanti biar simbok yang bawa kan ke kamar nona saja.." kata mbok ina
ifa langsung masuk ke dalam kamar. dan melihat rehan memakan buah kiwi.. sontak membuat ifa geli dan merasa aneh..
"ngapain lo di situ..? sini.." kata rehan sambil memakan buah kiwi.
"gak ah.. cepetan lo habis in buah itu.. "kata ifa dengan berkedik ketakutan.
ifa sudah merasa panas dingin. dan merasa lemas, seperti baru lari maraton saja..
"nona ini buah yang nona minta.."kata mbok ina sambil membawakan piring berisi kiwi..
"mbok apakah selain kiwi tidak ada??.." tanya ifa dengan menahan rasa pusing. karena bau buah kiwi itu..
"memang nya kenapa non.. apakah nina muda tidak suka buah kiwi. " tanya mbok ina
"maaf mbok.. saya alergi dengan kiwi.." kat aifa sambil menuju kamar mandi..
ifa langsung muntah muntah karena tidak tahan dengan buah kiwi itu..
"mbok bawa buah nya turun saja." kata rehan
"baik tuan" kata mbok ina sambil menutup pintu kamar rehan
ketika ifa keluar dari kamar mandi ifa sangat lemas.
"kenapa lo gak bilang kalau lo alergi dengan buah kiwi?" tanya rehan sambil memberikan minyak balsam ke pada ifa
"lo juga gak tanya.." kata ifa dengan kesal..
•
•
•
malam nya ketika ifa masih memakai lotion. dia mendengar rehan sedang muntah muntah di kamar mandi..
ifa langsung menuju ke kamar mandi, dan membantu rehan
setalh itu ifa membawa rehan ke kasur untuk beristirahat..
"lo tunggu di sini dulu, gw ambil in air hangat" kata ifa..
tidak lama kemudian ifa kembali. dan membawa secangkir teh panas..
"nih minum dulu. pelan pelan" kata ifa sambil membantu rehan meminum teh nya
"ifa lo gak jijik apa ngerawat gw?" tanya rehan..
"kenapa gw harus jijik?? lo suami gw, dan gw istri lo.. jadi lo adalah tanggung jawab gw juga.." kata ifa sambil menarik selimut. dan menyelimuti rehan.
"makasih ya sayang ku.." kata rehan dengan usil
"sekali lagi lo. pangil gw sayang gw tabok lo" kata ifa dengan kesal
malam itu, ifa tidak tidur dengan nyenyak.. karena setiap beberapa jam rehan merasa mual.. dan ifa pun ikut terbangun..
pagi nya ifa sudah bersiap siap dengan memakai baju seragam nya..
lalu ifa membangun kan rehan dan membantu rehan membersihkan diri..
ifa tidak mengizinkan rehan mandi. jadi, ifa membersihkan rehan menggunakan handuk dan air hanggat..
setelah selesai.. ifa menyuapi rehan.. dengan sangat telaten
"lo mau berangkat jam berapa.. jangan sampek lo telat gara gara gw.." kata rehan
"santai aja.. masih pagi.." kata ifa dengan santai..
ifa pergi kesekolah dengan mengendarai mobil nya..
pagi itu ifa terlambat 20 menit. dan ifa harus di hukum membersihkan halaman belakang sekolah..
"kok lo baru masuk kelas sih.." tanya aida..
"laah.. rehan di mana?" tanya bu mita
"maaf bu, rehan nya sedang sakit.." kata ifa
"ciieee... ciieee.." soarakan teman teman kelas nya
ifa langsung melirik ke sumber suara itu.. lirik an ifa sungguh seakan akan ingin mencekik mereka satu persatu..
•
•
•
•
"mbok gimana keadaan rehan?" tanya ifa
"tuan muda tambah panas non.. " kata mbok ina dengan khawatir
"ya udah mbok. minta pak zaki siapin mobil.. kita bawa rehan ke rumah sakit.." kata ifa. dan ifa bergegas ke kamar.
ifa memegang jidat rehan. dan itu sangat panas..
"ke rumah sakit aja ya.. gw siapin baju lo dulu" kata ifa sambil beranjak menuju almari..
rehan tidak menjawab ifa, karena rehan sangat lah lemas..
•
•
•
sesampai nya di rumah sakit. ifa langsung menelfon nyonya masundra
("hallo mama.. ma,, mama kapan pulang ke sini?") tanya ifa dengan gelisah
("ini mama masih dalam perjalanan nak.. paling nanti malam mama sudah sampai") kata mama ifa dengan santai
("ma.. rehan masuk rumah sakit..") kata ifa sambil ber uraian air mata
("hah.. kok bisa, rehan sakit apa sayang?") tanya mama rehan dengan terkejut
("kata dokter, rehan terkena gejala demam berdarah ma") kata ifa yang masih menangis .
("ya sudah nanti mama langsung ke rumah sakit saja..") kata mama rehan dan mengakhiri panggilan nya..
•
•
•
•
•
sesampai nya orang tua rehan di rumah sakit..
mereka terkejut melihat ifa menangis.. seakan akan ifa lah yang bersalah..
"sayang,," pangil mama rehan sambil mengelus rambut ifa.
"mama.. maafin ifa.. karena ifa tidak bisa menjaga rehan" kata ifa dengan penuh penyesalan..
"tidak apa apa.. ini bukan kesalahan kamu sayang.." kata mama rehan..
"apakah rehan sudah siuman? " tanya papa rehan
"belum pa.." kata ifa
"maaf nona muda.. lebih baik sekarang nona muda makan dulu.. nona muda belum makan sejak pagi" kata mbok ina dengan khawatir
"gak mbok.. saya tidak lapar" kata ifa
"sayang kamu harus makan.. pergi lah sama papa.. beli makanan dulu.. biar mama yang jaga rehan" kata mama ifa
ifa hanya bisa menurut dengan kata kata nyonya masundra
ketika mama rehan masuk ke kamar di mana ruangan rehan di rawat.. ia melihat putra nya itu sudah sedikit siuman..
lalu mama rehan membelai halus tangan putra semata wayang nya itu..
"ifa di mana ma?" tanya rehan dengan suara lemas nya
"ifa baru saja mau makan.. " kata mama rehan sambil mengelus jidat putra nya itu
"ma,, mama sama papa memang tidak salah mencarikan aku seorang istri sperti ifa.. " kata rehan dengan sedikit tersenyum..
"ha..?" tanya mama rehan dengan heran
"ifa merawat rehan dengan baik.. ma.. dia bahkan membantu rehan setiap kali rehan mual.. dia sampai rela tidak tidur.. demi menjaga rehan" kata rehan dengan wajah bahagia
"syukurlah.. jika pilihan mama dan papa tepat untuk kamu.. yang penting kamu juga bisa menjaga ifa dengan baik dan penuh i dia kasih sayang yang melimpah.." kata mama rehan dengan lembut.
rehan hanya mengangguk pelan..
ketika ifa kembali.. ifa langsung memeluk rehan yang sudah sadar kan diri..
"kenapa lo bikin gw mau mati ha..?" tanya ifa dengan kesal sambil menangis..
"gw, minta maaf gara gara gw.. lo jadi telat ke sekolah. dan lo di hukum" kata rehan dengan nada pelan
"lo tau dari mana?" tanya ifa
"tadi seila yang kasih tau gw.. seila itu yang ngasih hukuman ke lo tadi pagi.. dia salah satu skertaris gw.." kata rehan..
ifa hanya memasang wajah kesal..
mama dan papa rehan hanya menatap mereka berdua dengan tersenyum..
setelah 1 minggu di rawat di rumah sakit
rehan akhirnya di perbolehkan pulang..
pagi hari nya ifa dan rehan berangkat bersama..
rehan bertanya sesuatu kepada aida tanpa sepengetahuan ifa..
bersambung.....
jangan lupa dukung author dengan cara like, komen, dan vote sabanyak banyak nya..
terimakasih
selamat membaca