LOVE MY SELF

LOVE MY SELF
kehilangan



lalu tanpa pikir panjang arya langsung pergi keluar dan pergi begitu saja..


sesampai nya arya di kantor rehan dia langsung menuju ke ruangan rehan dan membuka pintu nya dengan kasar.


arya langsung mengangkat kerah baju rehan dan berteriak keras kepada rehan.


dia hendak memukul rehan tapi, dia tidak sanggup melakukan nya karena dia adalah suami adik nya sendiri..


"apa yang udah kamu lakukan sama ifa ha?" tanya arya dengan berteriak sembari mengangkat keras kerah baju rehan


"aa.. aa.. aku tidak tau apa apa" kata rehan


"kenapa kau membawa rima ke rumah mu. hingga membuat adik ku dan calon keponakan ku terluka" tanya arya


"a.. apa maksud mu? terluka?" tanya rehan yang dia tidak tau apa apa


lalu arya melepaskan tangan nya dan langsung menceritakan semua nya kepada rehan


"aa.. aa.. aku sungguh tidak tau, aku sendiri tidak sadar kalau aku tiba tiba ada di kantor" kata rehan yang memegangi kepalanya


flashback


ketika rehan ke dapur sebentar, rima menaruh obat di dalam minuman rehan. yang mengakibatkan reaksi emosi bagi yang meminum nya.


"ini pasti akan berhasil" kata rima dengan yakin


lalu setelah nya. rima segera pergi dan bersikap seolah tidak terjadi apa apa


flashback off


"lebih baik kita segera ke rumah sakit.." kata arya yang sudah sedikit tenang





sesampai nya mereka di rumah sakit, mereka sudah melihat orang tua mereka ada di sana.


termasuk mbok ina.


mama ifa sudah tidak bisa membendung air mata nya kembali karena dia sangat khawatir pada ifa.


****


tidak lama kemudian dokter keluar.


"dokter bagaimana keadaan istri saya dan anak saya?" tanya rehan dengan cemas


"istri anda sudah melewati masa kritisnya.. tapi-..


"tapi, apa dok?" tanya rehan yang sudah mulai gelisah


"tapi, anak anda tidak bisa kami selamatkan..


bak di sambar petir, rehan langsung tertuduk ketika dokter mengatakan bahwa anak nya tidak bisa di selamatkan.


"andaikan saja, anda membawa istri anda lebih cepat lagi kemungkinan besar dia masih bisa selamat.


" tapi, karena kondisi nya sudah benar benar lemah, dan ketubanya juga sudah pecah. dia tidak bisa di selamatkan.." kata dokter panjang lebar.


rehan menangis, dan merasa bersalah.. arya pun hanya bisa dia mematung dia tidak bisa membayang kan bagaimana jika ifa mengetahui hal ini.




setelah beberapa jam akhirnya mereka di perbolehkan masuk ke dalam ruangan ifa.


mereka semua melihat perut ifa yang semula besar kini benar benar sudah mengecil.


rehan menangis sembari mendekati ifa dan mengelus pelan pipi ifa.


ifa terbangun dan dtentunya dia langsung merasakan hal aneh pada perutnya.


dia merasa tidak ada beban. tapi, hanya rasa sakit yang dia rasakan.


"d.. dd.. dimana anak ku?" tanya ifa sembari memegangi perutnya


"sayang,, a.. aku minta maaf" kata rehan sambil berusaha menenangkan ifa .


"dimana anak kita ha?" tanya ifa yang sudah benar benar menangis


"anak kita tidak bisa di selamatkan ifa." kata rehan dan langsung membuat hati ifa hancur.


sedangkan arya hanya bisa diam mematung karena dia sangat tidak tega melihat kondisi ifa.


lalu arya lebih memilih untuk keluar dari ruangan ifa untuk menenangkan diri nya


"apa.?" tanya arya dengan ketus


"terimakasih kau sudah memberikan aku seorang teman, dia sangat tampan seperti ayah nya.. aku akan menjaga nya " kata Chiko dan kemudian pergi.


"Chiko.. Chiko.. kembalikan dia.." kata arya sambil berteriak dia meremas rambutnya karena dia kesal pada dirinya sendiri dia tidak bisa menjaga ifa dengan baik.


"kembalikan keponakan ku.." kata arya sambil menangis dan memasang raut penuh penyesalan.


sedangkan di dalam ruangan ifa, ifa tampak menangis histeris atas kepergian anak nya.


semua orang berusaha menenangkan ifa.


lalu tiba tiba ifa menepis rehan dengan kasar.


"pergi kamu,.. kau sudah membunuh anak ku.. pergi" teriak ifa secara tiba tiba


"apa yang kamu maksud sayang.. ?mana mungkin aku membunuh anak kita" kata rehan


"andaikan saja, kau tidak membawa rima ke rumah maka, hal ini tidak akan pernah terjadi.." kata ifa dengan penuh amarah.


karena dokter tau kalau ifa tengah marah marah. dokter langsung masuk ke d lama ruangan ifa. dan menyuntikan obat tidur kepada ifa agar ifa bisa tenang kembali.


rehan hanya bisa menangis melihat ifa yang mulai tertidur sembari meminta anak nya kembali.


"memang nya ada kejadian apa sebelum hal ini terjadi?" tanya papa rehan


lalu arya menceritakan semua nya dan, syukurlah yang lain bisa memahami rehan. tapi, mereka juga masih tidak percaya jika rima melakukan hal itu.





selama 2 minggu ifa di rawat, akhirnya hari ini dia di perbolehkan untuk pulang.


tetap saja, ifa masih mendiam kan rehan dan menganggap rehan lah yang menyebabkan anaknya tiada.


ifa bahkan tidak mau berbicara sedikitpun kepada rehan.


rehan tidak tau harus apa. karena ketika ifa sudah marah maka cara membujuknya pun sangat susah.


"sayang, aku mohon maafkan aku" kata rehan sembari memegang tangan ifa namun segera di tepis oleh ifa dengan ksar.


lalu ifa lebih memilih untuk berbaring karena dia masih benar benar belum bisa menerima kalau anaknya sudah tiada.


"arya bagaimana ini? aku tidak sanggup untuk melihatnya" kata rehan sembari menutup pintu kamar nya


"aku sendiri juga tidak tau harus bagaimana.." kata arya


"semoga saja ifa tidak membencimu " kata aida


"maksud kamu?" tanya arya


"apakah kalian tidak ingat dengan kasus rafi?" tanya aida kembali.


lalu mereka mengingat semua nya dan berharap kalau ifa tidak membenci rehan.


"untuk beberapa hari biar mama yang menemani ifa di sini ya." kata mama rehan


"iya ma, ifa mungkin juga butuh teman untuk sementara waktu" kata rehan


sedangkan ifa di dalam kamar, menenggelamkan wajah nya di bantal dan menangis sesenggukan..


dia berharap anaknya bisa kembali lagi namun itu sudah mustahil.


dia melemparkan bantal, boneka, selimut dan semua barang yang ada di dekat nya sebagai pelampiasan nya.


"aaaa.a... kenapa tuhan tidak adil pada ku?


"kenapa dia mengambil anak ku??


"kenapaa...? " teriak ifa sambil menangis.


"kenapa kau tak ambik nyawa ku saja.?


"tapi, kenapa kau malah mengambil nyawa bayi ku?


"teriak ifa dengan kesal


bersambung...


pesan author, jika kalian yang masih mempunyai ibu. bahagiakan lah dia. sayang i dia, hormatilah dia.


sebagai seorang wanita tidak mudah menjalan kan semua nya. banyak kesulitan yang harus dia hadapi setiap hal nya.


dan untuk oara lelaki, jangn pernh sakiti wanita.