LOVE MY SELF

LOVE MY SELF
kedatangan bi Iyem



"sayang, mama bilang nanti mau kesini bersama bi Iyem" kata rehan yang duduk di sebelah ifa


"benarkah??" tanya ifa


"kalau begitu aku akan siapkan kamar untuk bi Iyem menginap di sini" kata ifa dengan bahagia


tidak lama kemudian mobil kedua orang tua ifa pun datang, dan bersama bi Iyem


ifa begitu merindukan bi Iyem dan langsung memeluk bi Iyem seperti ibu nya sendiri


"aku tidak mau tau, nanti bi Iyem harus menginap di sini" kata ifa memaksa bi Iyem


"tenang lah sayang, bi Iyem akan selalu menemani mu" kata mama ifa dengan tersenyum


"bi Iyem akan tinggal bersama mu mulai sekarang, kau tidak boleh kecapekan lagi.." kata ayah ifa dan seketika ifa tersenyum sambil melihat bi Iyem


"kalau begitu aku akan menunjukan kamar bi Iyem" kata ifa dan langsung menarik tangan bi Iyem dan segera pergi bersama bi Iyem


"aku heran, semenjak dia hamil yang ke dua ini. dia lebih manja daripada yang pertama " kata rehan dengan pelan dan tanpa ia sadri ayah ifa mendengarkan nya


"itu biasa sayang, biasa nya setelah memasuki bulan ke 6 kau akan lebih kualahan lagi" kata ayah ifa dan rehan langsung tersenyum malu.


lalu mereka bertiga segera membuntuti ifa dan bi Iyem yang sudah duluan pergi.


"dimana rima?" tanya mama ifa


"seperti nya di kamar" kata rehan dengan cuek.


"oh baiklah" kata mama ifa dan tiba tiba rima datang.


"eh nyonya, tumben pagi pagi sudah datang"sapa rima kepada mama ifa


"ini rumah putri dan menantunya. tidak seharusnya kau bertanya seperti itu kepada mertuaku" kata rehan dengan ketus


lalu mama ifa mengelus pelan pundak rehan agar rehan bisa sedikit tenang.


"sudah ayo" kata mama ifa dan langsung tersenyum kecil ke arah rima


"rehan..!" teriak ifa


"ada apa?" tanya rehan dengan khawatir


"di mana kunci kamar ini?" tanya ifa dengan wajah murung


"astaga sayang,aku kira ada apa.. sebentar aku akan mengambilkan nya" kata rehan dan langsung mengambil kunci kamar


"ini sayang" kata rehan sambil memberikan kunci kamar untuk ifa.


ifa langsung menerima nya dan langsung membuka pintu kamar itu.


"ini kamar untuk bibi.. bagaimana bibi suka kan?" tanya ifa dengan senang


"ya tuhan. non kamar ini besar sekali..! mana bisa bibi tinggal di kamar ini" kata bi Iyem yang masih tidak menyangka jika akan mendapat kamar besar dan mewah.


"sudah lah bi.. ini satu satu nya kamar yang tersisa" kata rehan


"ini rezeki dari tuhan! tidak baik jika di tolak" sambung rehan dengan tersenyum


lalu mama ifa tersenyum ke arah Iyem agar Iyem mau menerima nya.


"sayang, ayah harus pergi dulu. ada urusan penting yang harus ayah urus." kata ayah nya


"baiklah, besok hari jumat aku ingin Rohan menginap di sini" kata ifa


"baiklah, kalau begitu kami berdua permisi dulu" kata mama ifa


"jaga diri mu baik baik" kata mama ifa kepada rima yang berada di belakang rehan


"bagaimana bisa? dia memberikan. kamar sebagus ini kepada pembantu nya ini" gumam rima sambil melirik sinis ke arah pembantu ifa


"bagaimnaa bibi suka bukan? " tanya ifa


"tentu saja bibi sangat suka non" kata bi Iyem


"bibi pasti lelah.. istirahat lah, bibi bisa mulai bekerja besok pagi" kata rehan sambil merangkul ifa dari belakang.


"baiklah, jika bibi. tidak mau menurut. aku akan marah pada mu" kata ifa dengan memanyungkan bibir nya


"bukan nya bibi menolak, tapi bolehkan bibi langsung bekerja setelah bibi selesai beberes?" tanya bi Iyem sambil meminta izin


"baiklah jika itu yang bibi mau. aku akan mengizinkan nya" kata ifa


"eum boleh bibi tau siapa wanita itu?" tanya bi Iyem


"ah saya istri pak rehan" kata rima dengan gesit.


"a..a.. aden menikah lagi??" tanya bi Iyem dengan terbata bata


"dia mengaku istri ku, tapi aku bukan suami nya.. aku hanya ingin menyelamatkan bayi yang dia kandung. padahal dia bukan anak ku" kata rehan dengan ketus


"bi nanti bisa kau temani kau jalan jalan?" tanya ifa


"bisa non." mata bi Iyem


"ya sudah kalau begitu aku pergi dulu" kaya ifa dan lekas pergi dari kamar bi Iyem


"siapa kau?" tanya rima dengan ketus setelah kepergian ifa dan rehan


"saya pembantu di rumah non ifa " kata bi iyem


"seharusnya kamar ini menjadi milik ku, bukan milik mu.." kata rima dengan ketus


"tapi, nona ifa sendiri yang memberikan nya" kata bi Iyem.


"dasar- !!" teriak rima dan langsung di potong oleh bi Iyem


"jika anda macam macam dengan saya. saya akan melaporkan anda pada den rehan" ancam bi Iyem dan rima langsung pergi begitu sjaa


"sialan! dia berani membantah ku!" kata rima dengan kesal.


"apa kau kira dengan mengancam bi Iyem kau akan mendapatkan posisi mu?" tanya rehan dari belakang rima


"be.. bukan begitu..!" kata rima dengan terbata bata setelah melihat rehan


"dasar wanita ular" kata rehan dan langsung berlalu meninggalkan rima


ifa duduk sendirian di sofa ruang tamu sambil mengelus pelan perutnya yang sudah mulai membesar.


"sayang, apa yang kamu lakukan di situ?" tanya rehan


"oh, tidak apa apa.. aku hanya sedang duduk " kata ifa dengan tersenyum


"biarkan aku yang memanjakan anak kita" kata rehan dan langsung duduk di sebelah ifa dan langsung mengelus perut ifa dengan lembut.


tiba tiba rima datang dan duduk begitu saja, di sofa sebelah rehan


"pak, anak mu ini juga ingin di manja!" kata rima dengan tiba tiba


"siapa yang menyuruhmu ke sini?" tanya rehan dengan ketus


"sudah berapa kali aku katakan, dia bukan anak ku" kata rehan dengan kasar


"tapi, dia butuh kasih sayang dari seorang ayah" kata rima yang mata nya sudah berkaca kaca


"salah siapa ayah nya kau bunuh" kata ifa tanpa ada niat melirik ke arah rima


"jika aku tega pada mu. aku sudah menghabisi mu bahkan membuang mu! tapi, karena mama ku lah aku menikah dengan mu" kata rehan dengan kesal


"kalian berdua hanya merusak suasana hati ku saja" kata ifa dengan kesal dan langsung pergi meninggalkan rehan dan rima


lalu rehan hendak mengikuti ifa tapi lengan nya di tahan oleh rima,


"pak aku mohon berikan anak ku kasih sayang dari mu juga.." kata rima dengan memohon


lalu rehan menepis tangan rima dengan kasar lalu pergi meninggalkan rima begitu saja


bersambung...