
hingga pada suatu saat...
ketika ifa pergi ke Bar bersama aida dia tidak pamit dengan rehan. karena dia tau bahwa jika bicara dengan rehan itu akan memperburuk keadaan..
waktu sudah menunjukan pukul 11 malam. rehan menunggu ifa di ruang tamu tapi tidak melihat tanda tanda kepulangan ifa.
ketika ifa sudah sampai di depan rumah, dia merasa was was ketika ingin masuk.
bagaimana ini? masuk tidak masuk tidak? ah aku binggung!
lalu ifa mengambil nafas panjang dan masuk ke dalam rumah dengan pelan pelan.
prrookk.. prrookk... prrookk.. (suara tepuk tangan rehan)
"bagus, seorang wanita di jam segini baru pulang.! "kata rehan sambil beranjak berdiri
"dari mana saja kamu ha.? kau pergi tidak memberi tau aku sama sekali.! istri macam apa kau?" kata rehan yang sudah mengeras kan rahang nya.
"oooh.. atau kau bermain dengan laki laki lain di belakang ku?" tanya rehan sambil menatap tajam ifa
"silahkan.. kau boleh tuduh aku susuka mu.!" kata ifa dengan amarah dan hendak menuju ke kamar tapi, tangan nya di tahan oleh rehan
"aku belum selesai bicara.!" kata rehan yang menggenggam erat tangan ifa
"lepaskan tangan ku.m!" teriak ifa yang merasa kesakitan.
"aku curiga, kau pergi ke bar malam malam seprti ini.. ah. aku tau. siapa yang kau layani hari ini ha?" kata rehan yang tambah menggenggam lebih kuat tangan ifa
oh ya tuhan . rehan setidak nya kau dengar kan aku dulu.
"demi apa pun. aku belum pernah di sentuh siapa pun bahkan kau sendiri suami ku belum pernah menyentuhku" kata ifa yang sudah menangis.
"ooo. begitu kata mu baik la!" kata rehan sambil menarik ifa ke dalam kamar
lalu rehan melepar ifa Hinga jatuh di atas kasur, ifa hanya bisa menangis karena melihat rehan begitu sangat berbeda.
"kau tadi bilang apa..? aku belum menyentuh mu? baiklah hari ini aku akan menyentuhmu!" kata rehan yang masih sembari melepas kancing baju nya
ifa begitu ketakutan. hingga ia,, berusaha kabur namun usaha nya sia sia saja.
kekuatan rehan lebih kuat dari ifa.
malam itu menjadi malam yang panjang untuk rehan. rehan puas sudah menjadikan ifa milik nya lahir batin.
tapi, di satu sisi ifa terus menangis karena dia sudah tidak suci lagi.
ya ilah ifa tidak suci karena suami itu sudah biasa. apa kau lupa?
tapi, bukan itu yang ifa tangisi.
flashback
malam itu rehan sangat ganas seperti predator yang tidak menemukan mangsa.
rehan tidak memberi celah ifa untuk bergerak
dia bukan nya membuat ifa senang tapi malah menyakiti ifa.
malam yang sunyi bisu menjadi saksi ke ganasan rehan.! sekaligus menjadi saksi bisu tangisan ifa
falshback off
pagi nya rehan sudah bangun dan melihat ke arah ifa, dia melihat ifa sejenak. dan sedikit merasa kasihan dengan ifa.
"dia berkata jujur pada ku. dia masih menjaga kesucian nya hanya untuk ku." kata rehan sambil melirik sinis ke arah ifa
"hah.. tapi, aku tidak boleh percaya begitu saja.. aku akan mencari tau" kata rehan dan langsung menuju kamar mandi.
pagi ini ifa bangun sangat telat karena dia masih merasa kesakitan. ifa bangun di jam 10 pagi sedangkan rehan sudah berangkat ke kantor sejak jam 8 pagi tadi.
ketika ifa bangun ifa merasa tubuhnya sangat sakit dan tidak terkendalikan.
dan ifa lebih terkejut ketika dia melihat di cermin kamar mandi. dia melihat banyak bekas merah yang di tinggal kan rehan di beberapa tempat.
ifa menangis karena dia tidak menyangka jika akan sesakit ini.
"ternyata aku salah.. dambaan yang aku ingin kan selama ini hancur.! dia bahkan melukai aku! " gumam ifa pada diri nya sendiri sambil menangis
setelah ifa selesai mandi, ifa menuju ke tempat meja rias nya dan berusaha menutupi bekas merah itu. tapi sia sia.
bekas merah itu sangat banyak dan jika harus di tutupi mengunakan make up sekalipun akan membuat dia merasa aneh.
lalu ifa memakai switer panjang, untuk menutupi bekas nya,dan memakai syal untuk menutupi bagus lehernya.
tidak lama kemudian aida datang dan membawakan ifa makanan buat mbok ina.
"ifa, ini dari ibu.. kita makan bersama ya" kata aida
"ifa kamu kenapa? kok kamu pucet banget.?" tanya aida sembari melihat wajah ifa
"aku tidak apa apa.. ayo masuk" kata ifa sambil mempersilahkan aida masuk.
setelah mereka berdua selesai makan.
aida baru sadar bahwa pipi ifa sedikit lebam.
"astaga, ya tuhan ada apa dengan pipi mu itu.?" tanya aida sambil mengusap pipi ifa.
"tadi, aku terpeleset di kamar mandi" kata ifa yang mencoba mencari alasan.
"aku sedikit heran padamu. kenapa kau sangat aneh.. tumben sekali kau memakai switer dan syal. padahal ini bukan musim salju ataupun musim dingin" kata aida yang sudah heran melihat ifa.
"aku hanya kurang enak badan saja ai, kau tidak perlu mencemaskan aku" kata ifa yang berusaha meyakinkan aida.
"baik lah kalau begitu aku akan ambilkan air es untuk mengompres luka nya agar sedikit lebih baik" kata aida dan langsung ke arah dapur.
tak lama kemudian aida kembali dan membawa semangkuk air es dan handuk untuk mengompres luka ifa.
"haruskah aku bilang kepada mas arya?" tanya aida sambil mengompres luka ifa
"tidak perlu. aku tidak mau membuat dia khawatir hanya karena aku" kata ifa yang menahan rasa sakit nya
•
•
waktu sudah menunjukan pukul 3 sore
"kalau begitu aku pamit dulu. sebentar lagi mas arya pulang" kata aida yang beranjak dari tempat duduk nya
"baiklah, aku akan mengantar mu sampai depan" kata ifa yang hendka beranjak pula.
"tidak usah.. kau istirahat saja" kata aida
"kalau begitu aku pamit dulu" kata aida dan langsung bergegas pergi.
lalu ifa segera memasak untuk rehan, dan tidak lama rehan pun pulang
rehan melihat ke arah ifa dengan tersenyum devil. dia merasa dia sudah menang.
malam nya rehan makan sendirian di meja makan. sedangkan ifa pergi kekamar untuk membersihkan diri.
ketika ifa di meja rias nya dia melihat dari kaca, bahwa luka nya sudah sedikit membaik.
lalu rehan masuk ke kamar dan mengerjakan tugas kantor.
ifa sudah merasa lebih baik dan segera tidur. dia bahkan tidak memperdulikan rehab yang masih sibuk dengan laptop nya ..
•
•
hari ini adalah hari sabtu, rehan libur ke kantor dan di rumah dan juga sedang menunggu orangtua nya yang janji akan ke rumah hari ini.
sesampai nya di rumah rehan mama dan papa rehan langsung beristirahat di ruang keluarga sambil mengobrol dengan rehan dan ifa.
ifa hanya dia membisu karena dia masih mengingat kejadian malam itu. tangisan serta sdhn rehan masih terngiang di telinga nya.
ifa serasa menjadi gila karena hal itu. bahkan ifa berfikir dia tidak akan mengulangi hal itu lagi.
dia bertekad tidak ingin memberikan rehan hal itu lagi.
"ifa, kamu kenapa?" tanya mama rehan
" ah.. tidak ma.. ifa hanya melamun" kata ifa yang sedikit terkejut.
"apa kau menjaga istri mu dengan baik?" tanya papa rehan
"tentu saja, dia juga menjaga ku dengan baik. bahkan dia selalu membuat aku puas dengan diri nya" kata rehan sambil melirik dan tersenyum devil ke arah ifa
bersambung...