LOVE MY SELF

LOVE MY SELF
pertengkaran



malam itu selepas rehan pulang dari meting. rehan mengajak rima untuk ke rumah. hanya untuk sekedar mampir dan beristirahat saja.


karena rima tau ifa juga tidak ada di rumah.


sesampai nya mereka di rumah, rehan mengajak ifa masuk ke dalam dan hendak membuatkan minum untuk rima.


"pak, saya ingin ganti baju kamar mandi nya di mana ya?" tanya rima yang tengah melihat rehan membuat 2 gelas teh


"kau ganti pakaian di kamar tamu saja, letaknya nya di lantai 2. " kata rehan yang tidak menoleh ke arah rima


lalu rima segera bergegas menuju ke lantai 2 yang di situ ada 2 kamar tamu dan 1 kamar milik rehan dan ifa.


karena rima memiliki niat buruk, jadi rima sengaja tidak masuk ke dalam kamar tamu. tapi, malah masuk ke dalam kamar ifa dan rehan.


ketika rima masuk ke dalam nya. dia sangat terkejut sekaligus terkesan karena dekorasi kamar rehan dan ifa sangat lah mewah dan istimewa.


di tambah ada nya piano, dan etalase pedang yang sudah di tempatkan lagi pada tempatnya.


lalu rima berjalan ke arah rak etalase yang berisi koleksi perhiasan, aksesoris dan koleksi jam ifa yang benar benar mahal.


dia ternganga karena dia melihat salah satu jam ifa yang hanya ada 1 di dunia. dia tidak bisa menyentuhnya karena berada di dalam etalase. selain itu rima menyusuri setiap inci kamar rehan dan ifa.


"waw.. kamar ini benar benar sangat istimewa. di tambah dengan semua barang barang mahal ini. " kata rima yang masih sangat terkesan.


"lihat ini.. boneka ini benar benar besar, aku punya 1 di desa saja tidak sebesar ini" kata rima sambil memegang i boneka buaya favorit ifa.


"pemandangan di sini juga sangat bagus." kata rima sambil memandangi halaman sekitar dari jendela.


"kalau saja, aku bisa menjadi nyonya di sini. pasti hidup ku akan sangat menyenangkan.." kata rima di dalam benak nya sekaligus memikirkan cara yang sangat brilian.


setelah rima selesai ganti baju dia segera turun kembali.


dia mendengar rehan tengah menganggar telfon dari orang tua ifa.


"owh ternyata nona ifa akan pulang malam ini.." gumam rima dan langsung kembali menuju kamar rehan dan ifa.


dia memberantakan kasur dan di buat seolah olah setelah melakukan sesuatu.


lalu rima sengaja meninggalkan gelang dan kalung nya di dekat bantal dan juga di tengah kasur.


***


#ifa


"ma, ifa pulang dulu ya.. " pamit ifa kepada orang tua nyaa sebelum masuk ke dalam mobil.


lalu mobil ifa di lajukan untuk segera pulang. di tambah ifa juga sudah sangat rindu dengan rehan.


#rumah rehan


setelah rima menyelesaikan pekerjaan nya dia segera turun dan bergegas pulang.


ketika rima sampai di depan gerbang, dia melihat mobil milik ifa tengah ingin memasuki gerbang.


rima semakin tersenyum karena dia berfikir rencananya pasti tidak akan gagal.


ketika ifa sudah sampai di depan kamar nya, dia melihat pintu kamar nya tidak tertutup rapat. dan dia melihat rehan yang baru saja berganti baju dan semakin menyulut api amarah ifa.


"apa apaan ini?" tanya ifa dengan berteriak.


"haahh?? maksud mu?" tanya rehan yang kebingungan


"oh. ternyata ketika aku tidak di rumah, kau selalu membawa wanita ****** itu pulang ke rumah ini" kata ifa dengan berteriak karena dia sudah ke ha bisa kesabaran nya


"siapa yang kau maksud?" tanya rehan yang kebingungan


lalu ifa berjalan pelan pelan ke arah kasur yang berantakan dan menemukan gelang dan kalung milik rima.


"ini apa?- tanya ifa sambil menunjukan gelang dan kalung yang dia temukan.


"ohh aku paham sekarang.. kau tidur bersama nya bukan?" tanya ifa yang tanpa sadar air. mata nya sudah membanjiri hingga membuat pipinya basah karena air mata nya.


"apa yang kau katakan.. aku bahkan tidak pernah tidur dengan siapa pun kecuali dengan mu" kata rehan yang kini dia juga sudah mulai kesal.


"lalu ini apa? dan kau.. kau apa kau tidak lihat?" tanya ifa dengan terbata bata


"akku tengah hamil anak mu.. lalu kau seenak nya sendiri membawa pulang wanita lain dan kau tidur dengan nya... "


"hah.. bagus sekali" prokk prokk (suara tepuk tangan ifa)


"terserah kau ingin menuduhku sesuka mu..


lalu rehan bergegas pergi meninggalkan kamar, dan ifa memegangi lengan rehan namun di tepis dengan kasar oleh rehan


"aku belum selesai biacara-" kata ifa sambil memegangi lengan rehan. namun di tepis oleh nya hingga membuat ifa terduduk di lantai dengan kasar.


rehan tidak memperdulikan ifa dan dia langsung bergegas pergi karena dia tidak tahan jika dia harus di rumah. mungkin ini juga bawaan sang bayi, yang membuat nya juga menjadi orang yang pemarah.


rehan sudah berlalu pergi. ifa merasa ada yang aneh dengan perutnya. dia mencoba berdiri dan berjalan tapi, ketika dia sampai di depan pintu kamar di tidak sengaja menabrak meja dinding di sebalh pintu kamar nya.


lalu ifa hendak menuruni anak. tangga.


ketika dia kurang 2 langkah lagi. dia langsung terjatuh hingga membuat benturan keras mengenai perutnya.


dia mengalami pendarahan dan ifa hanya bisa kesakitan.


dia melihat banyak bercak darah di daerah nya. dia juga merasakan nyeri yang hebat pada perut nya.


dia memegangi perutnya karena rasa sakitnya begitu luar biasa.


lalu ifa perlahan lahan mengapai telfon rumah yang ada di depan nya.


dia mengetik nomor dengan menahan rasa sakit nya. di tambah nafasnya yang sudah tidak bisa di kondisikan. keringat dingin bercucuran begitu deras dan darah keluar tanpa henti.


"a.. aida.. tolongin aku" kata ifa dengan nafas tersenggal senggal.


("kamu kenapa ifa? kok seperti nya kamu kesakitan gitu") tanya aida yang kebingungan


"bicara nya nati saja.. sekarang kamu kesini dulu.. aku sudah tidak tahan.." kata ifa sembari menahan rasa sakit nya.


lalu aida mengakhiri panggilan nya.dan segera memanggil arya


"mas ifa kesakitan di rumah seperti nya. kita harus segera kesana" kata aida dengan panik.


"dia kenapa memang nya?" tanya arya


"mana aku tau lebih baik kita segera kesana sebelum terjadi apa apa" kata aida yang sudah panik.


lalu tidak lama arya dan aida sampai di rumah ifa, dan mereka berdua benar benar terkejut melihat keadaan ifa.


"ifa kamu kenapa? kok bisa gini?" tanya aida yang masih terkejut melihat keadaan ifa


"akan ku ceritakan nanti.. " kata ifa yang benar2 sudah tidak tahan


"mas kitaa harus bagaimana ini?" tanya aida


"ya bawa ke rumah sakit lah. masa iya bawa ke penangkaran hewan" kata arya dengan kesal dan langsung menggendong ifa.


ifa berada di belakang bersama aida. ifa terus saja merintih kesakitan sembari menagis.


aida yang tidak tau harus apa dia hanya bisa mengelus ifa saja


"bisa kan kamu cerita sedikit sama kita biar kita tau" kata aida sembari memegang erat tangan ifa


"tadi- ifa menceritakan semua nya dan seketika membuat arya langsung marah besar.


"laki laki macam apa dia.. berani sekali" kata arya dengan kesal.


"lalu dia pergi ke mana?" tanya aida


"aku tidak tau" kata ifa dengan nafas tersenggal senggal.


"sudah mas, marah nya nanti saja. " kata aida yang sembari menenangkan arya


sesampai nya di rumah sakit, rehan langsung mengendong ifa dan membawa nya masuk.


"SUSTER,, CEPAT BAWA ADIK KU" teriak rehan sembari mengendong ifa


lalu ifa segera di bawa oleh susuter dan beberapa dokter terbaik di rumah sakit itu.


arya dana ida menunggu di depan ruangan. arya duduk di bawah dengan terpojok. fia juga menangis karena melihat keadaan ifa.


setelah aida mengabari keluarga rehan dan ifa, aida segera mendekati arya dan menenangkan arya.


"mas, rehan ada di kantor " kata aida dengn tiba tiba


lalu tanpa pikir panjang arya langsung pergi keluar dan pergi begitu saja..


bersambung....