LOVE MY SELF

LOVE MY SELF
di keroyok



pagi hari nya ifa memaksa ingin berangkat ke sekolah. karena ifa sudah sangat bosan jika harus berada di rumah.


"IFAA.." teriak aida yang langsung memeluk ifa.


"eh.. jangan sembarangan meluk.. perut gw masih sakit." kata ifa yang bahagia melihat semua teman teman nya.


"minggir minggir beri jalan.. umi mau lewat.." kata zayan yang bertingkah seperti bodyguard saja.


semua teman teman ifa bahagia bisa melihat ifa sekolah lagi.


"ifa.. kenapa lo waktu itu mau ninggalin kita sih?" tanya ica dengan manja.


"hah?" tanya ifa yang kebingungan.


lalu rehan menyenggol ica agar tidak bertanya tentang hal itu kepada ifa.


"oh ya fa.. gw hari ini kan lagi bahagia bangat nih.. nanti istirahat gw traktir ya.." kata lita


"gw juga mau Lit.." kata ayan


"enak aja.. gw cuman mau teraki ifa doang.." kata lita sambil memegang lengan ifa.


ifa hanya tersenyum melihat teman teman nya ikut tersenyum.


"eum.. sudah lumayan" kata sabrina dengan tiba tiba sambil memegang pipi ifa.


"lo kenapa bin?" tanya ica


"gak apa apa" kata sabrina yang tersenyum ke arah ifa


"luka lo udah sembuh bin?" tanya ifa sambil memegang lengan kanan sabrina.


"udah. tinggal nunggu bekasnya aja " kata sabrina.


"trus tu perut lo masih sakit ?" tanya sabrina.


"masih sih.. terkadang kalau terlalu kecapekan atau terkena barang dengan keras darah nya bisa ngalir." kata ifa sambil bertopang dagu.


"besok juga sembuh kalau lo mau ikutin semua perintah dokter" kata rehan sambil mengacak acak pelan rambut ifa.


"eh.. lo tau gak, si ketua pas di rumah sakit penampilan nya keren banget loh "kata ica


"hah.. mksud lo?" tanya ifa yang kebingungan


"yaa,penampilan nya tuh gak kayak gini.


kaca mata breng*** itu juga gak di pakai.. pokoknya penampilan nya itu ala ala bed boy gitu" kata ica dengan tersenyum senyum.


"ngomong aja lo suka kan??" goda yanto..


"kalau boleh, buat ica aja fa." kata ica seketika membuat tatapan tajam ifa mengarah ke arah ica.


"ambil aja noh.. toh kalau dia nya juga mau ama lo" kata ifa seketika membuat semua teman teman nya tertawa.





setelah istirhat ifa hendak menuju kamar mandi karena ingin membasuh wajah nya.


ifa tidak mau di temani oleh siapa pun.


walaupun semua teman teman nya memaksa.


"mau kemana lo fa?" tanya aida yang melihat ifa hendak pergi.


"mau cuci muka.. gerah gw" kata ifa.


"gw temenin ya" kata aida.


"gak usah.. gw gak lama kok" kata ifa


"lah.. gak papa lah " kata aida yang masih memaksa.


"nggak usah ai.. gw bisa sendiri" kata ifa yang bergegas pergi..


ketika ifa hendak melewati lorong menuju kamar mandi. lengan ifa tiba tiba di tarik seseorang.


"oh.. ini cewek nya si rehan?" kata seila sambil menatap ifa.


ifa tidak menjawab seila karena menurut ifa itu hanya akan membuang waktu nya saja.


"ih.. sok bangat sih lo.. " kata rena


"pakek pelet apa lo sampek si rehan mau ama lo" tanya hani


"pelet ikan lele" kata ifa dengan sewot.


"lo ngajak ribut ha?" tanya seila yang mencekik leher ifa.


namun ifa masih belum melawan karena menurut ifa mereka belum terlalu keterlaluan.


"kita buat pelajaran ke dia.. toh juga dia habis sakit, gak mungkin bisa ngelawan kita. habis itu ntar kita kurung di kamar mandi biar mati busuk di sana" kata seila dengan tertawa.


tiba tiba kedua tangan ifa di pegangi oleh rena dan hani.


seila menampar ifa hingga beberapa kali hingga membuat hidung dan bibir ifa bercucuran darah segar.


ifa masih belum melawan. karena ifa tidak mau mencelakai mereka bertiga.


seila yang hendak menampar ifa kembali. ifa langsung menarik tangan rena dan menempatkan kepala rena di depan wajah ifa. sehingga yang terkena tamparan adalah rena.


lalu ifa bisa melepaskan diri dari rena dan hani. seila yang hendak menarik rambut ifa dari belakang langsung di sambut oleh tendangan ifa dengan keras.


karena hani kesal. hani dengan sengaja memukul dengan keras perut ifa yang masih terluka dan bekas operasi nya belum lama itu.


seketika ifa merasa kesakitan dan kesal akhirnya ifa menarik rambut hani dan seila. ifa menarik nya dengan cara mengulung rambutnya dulu di kepalan tangan nya lalu di tarik ke belakang.


rena langsung memegangi tangan ifa dan hendak memukul ifa kembali.


tiba tiba murid murid lain menyaksikan hal itu. hingga membuat keramaian dan kerumunan yang cukup besar.


aida yang melihat ifa hendak menyelamatkan ifa namun, aida malah terkena cakaran kuku hani.


tiba tiba dari kerumunan rehan dan yang lain datang. rehan memeluk dan menahan ifa. sedangkan seila, rena, dan hani di pegang i oleh teman teman rehan.


mereka bertiga masih menatap tajam ke arah ifa.


"lo seila.. lo kalau mau si rehan noh.. ambil aja.. orang pasaran kayak rehan banyak di pasar.." kata ifa dengan kesal


"dan kalian bertiga.. sekali lagi lo nampak in muka lo, lo, lo.. gw bakal habisin kalian semua.. " kata ifa sambil menunjuk ke arah rena,seila, dan hani.


"dan lo seila.. jangan lo anggap gw habis dari rumah sakit trus gw gak bisa melawan b****** kayak lo?.. lo salah besar.. kalau lo mau gw tadi udah bunuh lo hanya dengan 1 kali pukulan" kata ifa dengan amarah yang meluap luap.


rehan masih menahan ifa agar ifa tidak melawan lagi.


ica melihat tangan kanan ifa sudah penuh dengan lumuran darah karena tangan nya menahan rasa sakit di perut bagian kanan nya.


"astaga.. abi.. lo lihat perut umi.. itu berdarah " kata ica dengan terkejut.


lalu rehan melihat ke arah tangan ifa dan merasa kalau tangan rehan pun ikut basah. ternyata itu darah ifa yang bercucuran.


"bawa mereka bertiga ke ruang pak umam" kata rehan dengan keras.


ifa langsung melepaskan diri dari rehan dan bergegas ke ruangan pak umam


padahal ifa tidak di suruh ke ruangan pak umam.


pak umam sudah tau semua nya lewat cctv. jadi ifa di nyatakan tidak bersalah. dan langsung di bawa aida ke uks.


rehan mengoleskan salep luka untuk di wajah ifa yang sedikit lebam di dekat mata kiri nya.


dan sifa membersihkan perut ifa dan Mengganti perban nya.


"gw gak nyangka. umi yang nyerang paling banyak tapi, mereka gak ada bekas luka sama sekali." kata zayan dengan sedikit tertawa.


"nah itu yang bikin gw binggung. gimana lo bisa nyerang mereka tanpa lo ninggalin luka buat mereka." tanya aida dengan heran.


"ada beberapa jurus yang tahun lalu gw pelajari.. jurus itu jika untuk bertahan diri sangat good. memang tidak ada bekas luka yang gw tinggalkan tapi rasa sakit di dalam nya yang akan buat mereka kesakitan." kata ifa.


"gw gak nyangka tuh rambut rontok di lantai" kata yanto dengan heran


"gimana gak rontok sekali di tarik di genggam dulu" kata zayan


"baru kali ini gw bangga dengan rambut gw" kata yanto yang di angguk i oleh yang lain.


"nah ini sudah selesai.. nanti setelah pulang di bawa kedokter, perban ini hanya sementara. dan mencegah pendarahan lagi pada luka mu" kata sifa.


"thanks ya" kata ifa dengan tersenyum..


"apa guna nya lo berantem ha??. mau tenar lo" tanya rehan dengan kesal.


"lo mau tau jawaban gw.. kalau lo mau tau. tuh lihat di cctv nya aja toh.." kata ifa dengan cuek.





tidak lama kemudian ifa pergi dan menemui seila, hani, dan rena di ruang pak umam.


"gw minta maaf. karena gw, lo jadi kena masalah" kata ifa.


"kenapa lo minta maaf. seharus nya gw yang minta maaf" kata rena.


"tidak perduli siapa yang meminta maaf. karena dengan meminta maaf orang tidak akan menjadi tinggi maupun rendah.. dan orang yang mau memaafkan pasti hati nya sangat mulia" kata ifa dengan lembut.


"gw mintaa maaf ifa.. gw di suruh.." kata seila sambil memegang kaki ifa.


"lo gak boleh kayak gini" kata ifa sambil membantu seila bangun


"membantu seseorang dalam keburukan itu lebih buruk dari memakan bangkai manusia sekalipun." kata ifa


"sudah lupakan saja.." kata ifa


"ifa maafin gw gara gara gw, lo jadi gini" kata rena sambil menatap ke arah luka ifa


"sudah sudah.." kata ifa sambil menepuk pelan pundak seila.


"ifa.. tolong bantu kami.. kami di berihukuman keluar dari sekolah. kami ngk mau.. " kata hani yang sudah menangis.


ifa langsung berbicara dengan pak umam.


dan pak umam mau meringan kan hukuman mereka bertiga


akhirnya mereka bertiga di skors selama 22 hari.






setelah pulang sekolah ifa langsung di bawa rehan ke rumah sakit dan mengobati luka ifa.




karena kecapek an ifa tertidur pulas ketika perjalanan pulang kerumah.


sesampai nya di rumah. rehan menggendong ifa ke kamar mereka berdua. rehan memebaringkan ifa di ranjang dengan sangat lembut.


rehan langsung bergegas membersihkan diri. dan segera ke kantor tuan masundra karena ada urusan mendadak


"mbok nanti kalau ifa bangun bilang saya ke kantor papa" kata rehan yang bergegas pergi


"baik tuan" kata mbok ina.


ketika ifa bangun ifa mencari cari rehan tapi tidak ketemu.


lalu mbok ina melihat ifa yang sudah kesal itu


"nona ifa mencari tuan muda ya?" tanya mbok ina.


"iya mbok" kata ifa dengan kesal


"tuan muda ada urusan mendadak di kantor tuan besar. karena tadi nona masih tidur tuan muda tidak berani membangunkan nona" kta mbok ina.


ifa hanya mengambil nafas panjang dan membuangnya dengan kasar.


"non. ini sudah waktu nya nona minum obat, lebih baik nona segera membersihkan diri dan biar simbok yang menyiapkan makanan dan obat nona" kata mbok ina


ifa langsung menuruti kata kata mbok ina dan langsung bergegas mandi.


bersambung....


jangan lupa dukung author dengan cara, like. komen. dan vote author sebanyak banyak nya. ya.. agar author juga semakin semangat dalam membuat cerita nya .


selamat membaca..