
Setelah Phylos dan Sera sering bertemu, sahabatnya yang mengetahui hal itu berniat untuk menyatukan keduanya dengan hubungan yang lebih dari sekedar teman.
Lobelia, hari ini kembali menuju mansion bawah yang tanpa sengaja bertemu dengan Ellgar di tempat cuci jemur. Suasana ramai seperti biasanya itu membuat Lobelia merasa seperti di rumah yang dia idamkan.
"Nona...!" seru Ellgar, menyapa.
"Ah..! kau si pandai besi yang waktu itu," ucap Te Heya.
"Iya, ada perlu apa kau datang ke tempat cuci jemur kami?" tanya Ellgar.
"Oh, itu...saya kebetulan ingin berkunjung ke mansion bawah, dan sekalian mengambil beberapa pakaian yang saya pesan beberapa hari yang lalu," jawabnya.
"Oh... begitu ya."
Lobelia, menjawabnya dengan senyuman dan di ikuti oleh Ellgar.
"Kau setelah ini mau ikut dengan saya." Ajak Ellgar.
"Hem...kemana?" tanya Lobelia.
"Berkeliling mansion bawah," jawabnya.
"Boleh, tapi saya ambil pakaian dulu."
"Iya, silahkan. Saya tunggu," jawab Ellgar.
Selang beberapa menit Lobelia keluar membawa pakaianya lalu berkata, "Sudah... saya pergi dulu ke pafiliun setelah itu kembali menemui mu." Tatapan dari matanya itu, seolah olah berirama dengan setiap kata lembut yang dia lontarkan.
Ellgar menjawabnya dengan senyuman, dan wajahnya tampak memerah. Ini baru pertama kalinya, dia mengajak seorang wanita untuk jalan berdua denganya.
"Tuan...!" Lobelia menyapa Ellgar setelah kembali dari pafiliun. "Bagaimana? jadi mengajak saya berkeliling." Sambungnya bertanya kepada Ellgar.
"Hemm...Ok."
Mereka berdua berjalan menuju beberapa tempat, dan Lobelia merasa di sini lebih terasa nyaman di tambah lagi bersama dengan Ellgar.
Ellgar, mengajaknya pergi ke dapur mansion bawah.
"Nona, silahkan coba roti isi ini," sodornya mempersilahkan.
Lobelia mencicipinya, dan merasakan rasa yang berbeda dari roti isi yang sering di buat oleh pelayan di mansion atas.
"Gimana?" tanya Ellgar.
"Enak, sangat enak. Berbeda dari buatan pelayan kami," jawabnya.
"Hehe...Oh, iya nona. Tombak yang kau minta sudah hampir selesai, dan sekarang sedang di kerjakan oleh kawan kawan saya di tempat pembuatan senjata. Nanti jika sudah selesai akan kami kirim, sekalian dengan pedang kebajikan milik nona Te Heya."
"Emm... Ok," balasnya.
Phylos dan Sera, yang sedang berjalan jalan tanpa sengaja bertemu dengan mereka.
Mansion bawah, adalah tempat yang luas lebih luas dari mansion atas, dimana berdekatan dengan hutan Melian. Mansion bawah juga di penuhi oleh pepohonan serta tanaman untuk penghijauan.
"Hmm." Kedua mata itu saling bertemu, dan menatap satu sama lain.
"Hahaha....!!!" suara ketawa dari keduanya yang tidak menyangka bisa bertemu dengan membawa wanitanya masing masing.
"Kau disini rupanya?" ucap Phylos, bertanya.
"Oh, haha! Kau juga," saling bertatapan.
"Ho...kenalkan, Ini Sera."
Phylos, sangat percaya diri mengawalinya dengan memperkenalkan Sera.
"Kenalkan juga, dia namanya Lobelia," balas Ellgar.
Mereka selanjutnya saling berkenalan, dan bahkan tanpa 2 sahabat itu sadari Lobelia dan Sera, malah asik mengobrol sendiri.
"Jadi, itu wanita pilihan kau," seru Phylos yang bertanya tentang Lobelia di hadapanya.
Ellgar, hanya menjawabnya dengan sebuah senyuman, lalu melanjutkan menatap Lobelia dari jarak mereka yang sedikit jauh.
"Kau yakin? bukankah dia nona dari pafiliun atas." Tanya Phylos.
"Jika iya, memang kenapa? apa ada larangan atasnya," balasnya balik bertanya
"Tidak tahu juga."
"Atau... jangan jangan kau suka padanya sehingga, kau tidak suka jika sahabat mu ini dekat denganya." Ellgar membalasnya dengan sedikit candaan.
"Hee. . apa apaan kau! saya sudah ada Sera. Dia wanita yang baik dan anggun, hubungan kami juga semakin dekat," balas Phylos.
"Hahahaha... iya."
Di kesempatan itu, mereka berempat bertemu dengan bibi Wani yang mengatakan jika Sera sedang di suruh untuk ke mansion atas oleh murid pafiliun bangau emas, yaitu Grece.
"Hei...! Kalian berdua, apa kalian melihat Sera?" tanyanya.
"Dia disana bibi, bersama Lobelia." Jawaban dari Phylos yang menatap ke arah Sera, di ikuti dengan bibi Wani yang kemudian menghampirinya.
"Sera, kau sebaiknya segera pergi ke mansion atas. Ada murid dari pafiliun bangau emas yang sedang mengeluhkan pekerjaan mu."
Sera pun bergegas pergi, etelah mendengarkan perintah yang di sampaikan oleh bibi Wani. Lobelia, yang mendengarnya pun mengikuti Sera yang juga di ikuti oleh Phylos dan Ellgar.
Suara wadah pakaian yang di jatuhkan dengan keras oleh Grece di depan pintu kamar nya.
"Apa begitu pekerjaan kalian, kenapa bisa pakaian saya tidak sesuai dengan pesanan yang di buat," seru Grece, ketus.
"Hei, kau! perempuan jawablah, jangan pura pura tuli." Ucap Liona yang murka bersiap untuk menyakitinya
"Saya, saya tidak mengerti. Saya hanya mengantarkanya saja nona, " jawabnya.
"Pembohong..!" timpal Liona yang kemudian terdengar suara, "Cetak....!!!"
"Hah, kenapa kau malah mencambuknya?" tanya Grece, marah pada Liona.
"Grece, dia memang harus di beri pelajaran agar bisa lebih sopan pada kita."
"Tapi ini bukan yang kau bicarakan tadi."
"Apa yang kalian bicarakan!" seru Lobelia menghampiri mereka.
"Putri..." jawab keduanya menunduk.
"Putri?" gumam Sera.
"Kenapa kau mencambuknya?" tanya Lobelia.
"Saya lah saat ini yang menjadi penanggung jawab atas gunung melian, kenapa kalian melakukan hal itu. KATAKAN!" murka Lobelia.
"Putri...putri ini, ini kesalahan saya. Saya sebelumnya tidak tahu pakaian apa yang mereka pesan, dan saya hanya mengantarnya saja." Sera, memberikan penjelasan padanya, saat dia menyadari bahwa orang yang sedari tadi bersamanya, adalah penanggung jawab gunung melian.
Ellgar dan Phylos, yang sedang memantau mereka dari kejauhan.
"Ha... Kau berkenalan dengan seorang putri?" tutur Phylos, bertanya pada sahabatnya.
"Saya pun tidak tahu. Sebelumnya, dia tidak mengatakan apa apa. Bukanya penanggung jawabnya bernama Te Heya." Respon dari Ellgar, yang kemudian balik bertanya. Mengingat Phylos yang pertama kali bertemu dengan Te Heya.
"Saya juga tidak mengerti. Kau lebih baik bertanya padanya nanti. Sepertinya kedepanya akan lebih sulit," bisik Phylos.
"Kenapa kau bisa membawa pakaian yang tidak tahu asalnya?" tanya Lobelia pada Sera.
"Itu awalnya adalah tugas rekan saya, dan dia meminta tolong pada saya untuk menggantikanya," jawabnya.
"Siapa namanya?" tanyanya Lagi.
"Namanya Inggrit, putri."
Sera menjawabnya dengan ketakutan juga berlinang air mata, tubuhnya gemetaran karena menahan sakit dari cambukan Liona.
"Kalian berdua yang bersembunyi di sana! panggil pelayan mansion bawah yang bernama Inggrit kemari." Seru Lobelia pada Ellgar dan Phylos, yang sedari tadi memperhatikan.
"Ah, Baik." Jawaban dari keduanya terkejut karena ketahuan oleh Lobelia.
Saat mereka bergegas pergi Phylos berkata, " Sejak kapan dia tahu kita ada di sana?" kemudian di jawab Ellgar dengan sebuah gelengan kepala.
"Dan kau Liona, kenapa murid pafiliun venus bisa di tempat bangau emas?" tanya Lobelia, tegas.
"Saya... kenapa saya tidak boleh, sedangkan kau di perbolehkan keluar masuk ke pafiliun lain." Terangnya tidak mah kalah.
"Saya memiliki wewenang lebih atasnya."
"Tapi, bukan berati kau bisa sering datang ke pafiliin venus."
"Sebenarnya kau sedang apa, Grece kenapa kau bersama dia. Ini tidak seperti kau yang biasanya. Kenapa kau marah sebesar ini hanya karna sebuah pakaian."
"Putri, seharusnya pakaian yang saya pesan adalah gaun yang indah bukan baju biasa seperti ini, sedangkan nanti malam saya..." Grece menghentikan ucapanya.
"Kenapa berhenti, lanjutkan!" tegas Lobelia.
Liona, yang mengetahui hal itu segera mencoba membujuknya, akan tetapi usahanya gagal.
"Liona, Grece, tetap di tempat. Kalian tidak boleh pergi kemana mana. Pelayan, panggil senior Agaphi dari pafiliun venus kemari." Pintanya dengan tegas.
Lobelia, ingin segera menyelesaikan masalah ini sekarang juga. Dia tidak ingin para murid mansion atas semena mena dengan mansion bawah.
"Kalian jangan pergi!!! selangkah pun tidak di perbolehkan, sembari menunggu kedatangan Inggrit dan senior Agaphi," tegas Lobelia pada Liona dan Grece.
Lobelia, sangat ingat bahwa Liona telah mencambuk Sera hingga terluka. Dia merasa ada yang di sembunyikan Grece karena, itu bukan sifat dia yang sebenarnya. Grece, biasanya tidak akan marah sebesar itu hanya karena sebuah pakaian yang salah kirim saja. Sembari menunggu mereka semua, Lobelia menyebuhkan lukanya Sera yang terkena cambuk Liona dengan kemampuan penyembuh dari spiritualnya.
"Kau setelah ini, mintalah tanaman obat di pafiliun kehijauan agar lukanya tidak berbekas," pinta Lobelia pada Sera.
"Tapi apakah saya di perbolehkan, putri?" tanya Sera.
"Bawa token suci milik saya untuk mengambilnya, setelah selesai kau bisa mengembalikanya pada saya," jawabnya.
"Terimakasih, putri."
Rencana Liona kali ini gagal. Belum lama ini Liona selalu memperhatikan gerak gerik Lobelia yang sering kali datang ke mansion bawah, dan melihat kedekatan mereka berempat. Dia melihat Inggrit yang ternyata tidak menyukai Sera karena kedekatanya dengan Phylos, lalu Liona berniat memisahkan mereka berempat agar dapat menambahkan beban tanggung jawab Lobelia. Awalnya dia berencana akan menghadapi Lobelia karena, dia merasa lebih kuat di bandingkan Lobelia, yang setahu dia masih di tingkat awal manusia suci. Akan tetapi, rencananya gagal karena tiba- tiba Lobelia memanggil Agaphi juga. Lobelia, yang telah menyadari sejak awal bahwa Liona tidak menyukainya karena, kedekatanya dengan Agaphi segera mengambil tindakan. Sedangkan seperti yang di ketahui bahwa, Agaphi mendekati Lobelia karena dia menyukai gurunya, Te Heya.
"Grece...! jika kau perlu apa apa silahkan bertanya pada saya. Bukankah kau telah menganggap saya sebagai saudara," seru Lobelia.
"Saya, maafkan saya. Saya tidak bermaksut melawan mu, saya pun tidak bermaksut menyakiti dia," balasnya.
"Setelah kejadian ini, saya tidak akan menghukum kau tapi, tolong lebih percayalah pada saya kedepanya. Guru saat ini sedang pergi, kita jangan sampai terpecah belah, kau juga jangan dengan mudahnya termakan hasutan orang lain. Di gunung ini, sesuai aturanya tidak di perbolehkan saling melukai satu sama lain, jangan melupakan hukum yang berlaku." Sindir Lobelia pada Liona yang melupakan aturan gunung Melian.
Lobelia, kali ini telah dewasa dan menjadi bijaksana, tetapi dia juga berpikir apakah yang dia lakukan juga salah karena, telah menyukai Ellgar, dia mengingat janji yang pernah dia ikrarkan kepada Dewa Kehidupan.