
"Saya akan menjelaskan semuanya pada, putri."
Lysandra, menjelaskan tentang Elvern kepada mereka tetap dengan tatapan dingin.
"Jadi Grece, kau harus berhati hati jangan dengan mudah percaya olehnya, dia pasti tengah merencanakan sesuatu dan memperalat kau. Ingat, dia pernah menjadi tersangka pembunuhan di gunung melian setahun yang lalu hingga, dia harus di penjara."
"Tapi, dia tidak terlihat seperti itu," jawabnya.
"Dia saat ini menjadi penjaga kuil atas ijin dewa, jadi wajar jika kau menilainya berbeda dari penilaian kami."
"Memang semua itu benar, sebagian saja."
Suara pria dari arah belakang mereka.
"Elvern!"
Seru dari Lobelia, Lysandra, dan 2 pelayan Lysandra.
Grece, hanya terdiam melihat pemandangan itu sambil menatap dalam pada Elvern.
"Salam hormat putri."
"Kenapa bisa? kau...kau kenapa ada di sini dan bukan di kuil?" tanya Lobelia, terkejut.
"Maaf, jika saya memotongnya dan mengganggu mu putri."
"Katakan, apa maksut semua ini!"
"Saya tidak pernah ada maksut jahat atau membuat kerusakan di gunung melian. Saya juga tidak pernah berniat memperalat kawan anda putri, tapi ini semua saya lakukan karena ingin mengetahui tentang tujuan utama Grece mendekati saya."
"Lobe..." timpal Grece
"Lanjutkanlah, Elvern." Ujar Lobelia.
"Saya mana tega memperalat gadis kecil, apalagi gadis seperti Grece, dia sangat manis dan tekadnya yang kuat membuat saya merasa kagum."
"Lalu, mengapa kau menyuruhnya mencari tanaman-tanaman langka ini?" tanya Lobelia.
"Putri, tidak perlu mencarinya lagi. Saya sudah memiliki semua tanamanya, dan itu di berikan langsung oleh Te Heya atas ijin dewa kehidupan."
"Lalu, kenapa kau menyuruh saya?" tanya Grece.
"Saya hanya ingin memberitahu kau bahwa, kuil melian bukan tempat sembarangan yang bisa di masuki, dan di acak acak atau di ketahui orang lain kecuali, orang orang yang memang memiliki hak istimewa. kau, jika ingin berdoa bisa melalui vihara bawah tidak perlu ke kuil suci melian yang di sakral kan para dewa."
Grece terdiam.
"Saya juga ingin memberitahu kau, seorang murid memiliki batasan-batasan tertentu. Kau tidak perlu mengkorek informasi yang seharusnya tidak perlu kau cari tahu dari awal."
"Tapi, saya tanpa sengaja memasukinya," balasnya berkaca kaca.
"Saya sudah memperingati kau dari awal, hanya saya kau cukup keras kepala. Saya hanya ingin memberikan kau penjelasan mengenai bagaimana sulitnya mencari tahu apa yang kau inginkan. Tekad yang kau miliki cukup kuat jadi, saya ingin mengujinya tapi tidak sesuai dugaan, ternyata kau mampu menggabungkan kinerja mansion atas dan bawah sekaligus."
"Saya hanya tidak ingin ingkar janji"
"Itu cukup membuktikan jika kau lebih mementingkan status mu dari pada kualitas dirimu sampai kau lupa bahwa kau tengah berbohong pada banyak orang."
Mata dan telinga menyimak penjelasan.
"Pilar batu bunga segi 5 tidak dapat kau spelekan, dia juga tidak dapat kau aktifkan begitu saja. Jika ingin tahu tentangnya, kau harus mengumpulkan 12 tanaman obat langka dan 5 bunga spiritual dunia."
Semuanya masih menyimak dengan baik.
"Tapi, saya tetap kagum padamu, kau dapat mempengaruhi begitu banyak orang untuk bekerja sama, sepertinya saya tidak salah memilih kau dari awal."
Grece tidak fokus, "Elvern...saya berkata jujur. Saya tidak akan mengingkari janji, tapi saat ini kau tiba tiba muncul di hadapan kami semua."
"Saya sangat berterimakasih, atas janji yang kau pegang penuh tapi atas dasar apa hingga membuat kau berani berbohong, kau bukan murid saya tapi kau murid Te Heya."
"Saya... saya..."
"Kekaguman saya pada kau juga dari hal tersebut, di balik dirimu yang memandang ststus, kau juga dapat menepati tutur kata kau sendiri."
"Sebenarnya kau ingin apa?" tanyanya.
Semuanya masih memperhatikan dengan seksama.
"Kau berhentilah menemui saya dan berhentilah mencari tahu tentang pilar batu bunga segi 5. Tempat itu adalah penjagaaan suci untuk kehidupan."
"Sa,saya..."
"Jangan keras kepala, saat ini gunung melian adalah satu satunya gunung yang tersisa di dataran ini. Pilar-pilar itu akan berfungsi jika sudah waktunya," jelas Elvern.
"Maaf"
"Putri, saya mewakilinya untuk memohon maaf pada kau karena, telah membuatnya berbohong." Ujar Elvern.
"Iya, telah saya maafkan."
"Saya mohon undur diri dulu."
"Tunggu!"
"Ada apa lagi?"
"Kau sungguh tidak sedang merencanakan kerusakan di bumi?" tanya Lysandra.
Elvern tersenyum, "tidak nona Lysandra."
"Apa secepat itu, untuk kau berubah?" tanyanya lagi.
"Silahkan bertanya pada Te Heya, saya sudah terikat kontrak darah denganya."
Lysandra, terdiam!
"Kau cukup sigap dan perhatian," senyumnya pada Lysandra.
Lysandra, terdiam!
Grece, segera memberhentikan perbincangan mereka berdua.
"Elvern!"
"Ya"
"Nanti malam, apakah saya di perbolehkan untuk minum teh dengan kau?" tanya Grece.
"Gadis kecil..."
"Saya tidak akan lagi menanyai tentang pilar batu bunga segi 5," sahutnya.
Elvern tersenyum, "silahkan berkunjung."
"Heeh...cinta bertepuk sebelah tangan." Bisikan Phylos pada Ellgar.
"Seperti kau," jawabnya.
"Hah!"
Ellgar membalas dengan senyuman.
"Maksutnya?" sambung Phylos, bertanya.
"Kau lihat nanti, hahahaha... "
Ahkirnya mereka memberhentikan pencarian tanaman langka tersebut.
Saat Sera, Phylos, dan Ellgar berjalan menuju mansion bawah paman Baron menghampiri mereka.
"Saya ingin berbicara pada kau, Phylos."
"Iya, paman."
Sera dan Ellgar menuju arah lain.
"Kau temuilah Inggrit sebentar."
"Dia, ingin berbicara empat mata dengan kau."
Phylos, menunjuk ke arah diri sendiri.
"Hufft... baiklah! sekarang ada dimana dia?" tanya Phylos.
"Dia saya hukum untuk menulis 1.000 lembar kertas atas kesalahanya di rumah lumbung."
"Baik! saya akan pergi." Jawab Phylos.
Tepuk Baron pada pundak Phylos.
Bertepatan dengan hal itu pula Sera, mendengar percakapan wanita pekerja lumbung yang sedang ke tempat pembuatan pakaian. Mereka berkata bahwa melihat Phylos menemui Inggrit di rumah lumbung.
"Kenapa kau ingin bertemu dengan saya?" tanya Phylos.
"Saya ingin mengatakan yang sebenarnya," jawabnya.
"Apa?"
"Saya menyukai kau, Phylos."
Sera, yang bersembunyi di balik tumpukan padi kering terkejut mendengar pernyataan cinta Inggrit padanya. Dia tetap bertahan di tempatnya karena, ingin tahu apa yang akan di jawab oleh Phylos.
"Maaf, saya tidak bisa menerima kau."
Sera, tersenyum ringan dan tetap diam di tempat.
"Apa itu karena, Sera?"
"Siapapun itu, tidak ada hubunganya dengan kau dan tidak perlu mencari tahunya."
Sera, terdiam!
'' Tapi... "
"Saya tidak akan menjawab siapa dia, tapi jelasnya saya sudah memiliki wanita yang saya sukai sejak lama."
"Berati bukan karena dia?" tanya Inggrit, memastikan.
Phylos tidak menjawabnya dan hanya diam.
"Lebih baik kau selesaikan hukumanya dengan baik," timpal Phylos.
Sera, yang mendengarkan semuanya pun ikut kecewa karena, Phylos telah menyukai wanita lain. Entah sejak kapan dia mulai menyukai Phylos.
Phylos, meninggalkan rumah lumbung.
"Hmmh...! kau mendengarnya sendiri."
Seru Inggrit, yang tiba tiba berada di belakang Sera.
"Ah, kau! itu tidak ada hubunganya dengan saya."
"Jika memang begitu, untuk apa kau kemari?"
"Saya... saya hanya ingin mengecek lumbung padi."
"Itu bukan tugas kau!"
"Itu juga bukan urusan kau!" jawabnya.
"Hmmh!" seringai, Inggrit.
Di tempat lain : Pafiliun awan
Liona, yang lama tinggal di pengasingan mulai mengaktifkan telepatinya untuk menghubungi Te Heya yang sedang di nirwana.
#Duduk bersila, telepati aktif#
"Senior."
"Ada apa?"
"Maaf senior, saya mengganggu waktu pelatihan kau."
"Ada apa?"
"Liona, ingin memberikan info mengenai gunung melian."
"Katakan!"
"Mansion atas sedang tidak terjaga dengan baik."
"Ceritakan semua."
"Yang pertama: Putri kecantikan Lobelia, sedang menjalin kasih dengan pandai besi mansion bawah, Ellgar."
Te Heya terkejut, "lanjutkan!"
"Yang kedua : Grece, menyukai Elvern dari kuil suci melian, dan mereka sering bertemu bahkan, Grece sempat di suruh olehnya untuk mencari 12 tananaman obat langka untuk pilar batu bunga segi 5."
"Lancang! lanjutkan!"
"Yang ke tiga : Lysandra, mulai memata matai pergerakan dari Elvern, dan juga mansion bawah saat ini dapat dengan mudah untuk keluar masuk pafiliun kami atas ijin, Lobelia.
"Lalu, kemana perginya para tetua pafiliun?"
"Mereka sibuk dengan urusan masing masing sampai melupakan gunung melian."
"Sudah cukup! sampai sini saja, saya akan segera tiba."
#Duduk bersila, telepati selesai#
"Lobelia, apa yang sedang kau pikirkan." gumam Te Heya.
#Di tempat Liona
"Hmh...! baiklah semua, mari kita liat bagaimana hadiah besar yang telah saya persiapkan untuk kalian semua." Seringai, Liona.
Lysandra, yang tengah mandi dan melepaskan bajunya di bantu oleh para pelayan.
Ternyata dia adalah seorang lelaki tampan yang bersembunyi di balik identitas wanitanya.
"Tuan, apa yang harus kita lakukan selanjutnya?"
"Tunggu dia bergerak!"
"Baik tuan."
"Sudah 3 kali saya bertemu dengan kau, Grece. Kenapa kau membawa Lobelia ke dalam masalah yang besar," gumamnya.
"Tuan.."
"Lakukan dengan baik saat menyelidiki Elvern. Jangan sampai terlewat."
"Baik."
"Dia akan segera datang."
"Baik tuan."
"Lobelia, kenapa kau menyukai pria itu?"
Tuturnya dalam hati yang masuk ke dalam air di bak mandinya.
.
.
.
Haii.... kakak kakak semua sudah sampai di bab 13 nii... tetep standby ya dan jangan lupa like, komenya sangat membantu author untuk semangat updatenya 🤗