
Grece, menjelaskan perlahan kepada Lobelia tentang pertemuanya dengan mantan kepala pelayan mansion atas.
Nama dari mantan kepala pelayan itu adalah Elvern, yang saat ini mereka juluki dengan sebutan 'si putih'.
#Flashback On
"Hum... sepertinya lebih tenang jika saya membaca di kuil," gumam Grece.
Saat Grece tengah membaca panduan buku kenaikan tingkat spiritual, dia tiba tiba menghadap ke atas kuil itu yang berbentuk seperti piramida.
"Di sana seperti ada yang tinggal. Saya seperti melihat seseorang di balik jendela yang tengah melihat ke arah saya." Ucapnya dalam hati.
Grece, berjalan selangkah demi selangkah menaiki anak tangga kuil suci melian. Auranya terasa begitu 'dingin mencekik' saat telah mendekati pintu kuil hingga, membuat Grece tidak melanjutkan langkahnya lagi.
Di hari kedua Grece kembali, dan melihat ke dalam kuil, tapi tidak ada siapapun di sana.
"Mungkin kemarin itu hanya perasaan saya saja," gumamnya.
Saat Grece membalikan arah untuk keluar kuil, dia melihat ke sisi kiri yang terlihat seperti ruangan ritual. Dalamnya berisikan pilar yang membentuk segi 5, dan terdapat patung bunga di atasnya pilar tersebut.
Patung bunga yang dia lihat adalah patung bunga sakral diantaranya teratai timur, basil suci, mistletoe, peyote dan pohon yew. Mereka berlima saling berhadapan satu dengan yang lain.
"Kenapa di dalam kuil ada tempat seperti ini?" tanyanya dalam hati.
Grece, saat ini sedang melihat lihat sekeliling mengamati patung-patung itu satu persatu.
"Kau sedang apa di sini!!!"
Teriak seorang pria putih yang menghampirinya.
"Hah! Kau siapa?" tanyanya.
"Harusnya saya yang bertanya, kau siapa? Mengapa kau masuk kuil tanpa ijin."
"Kuil ini milik mansion atas. Jadi, seorang murid pun di perbolehkan masuk."
Grece, menjawabnya dengan berani yang kala itu masih belom sadar siapa yang ada di depanya sekarang.
"Apa penanggung jawab gunung belum mengatakan kepada kalian, jika tidak ada yang di perbolehkan mendekati kui suci melian."
"Itu, kau! yang saya tahu hanya perintah untuk jangan pergi ke kuil karena ada Elvern 'si putih'.
Lalu kau siapa?"
Elvern, tidak menjawabnya dia hanya menatap Grece dengan tatapan dingin.
"Oh, kau!! jangan jangan kau, Elvern?"
"Hmm... apa kau takut?" balasnya.
"Heh!!! Saya tidak pernah takut dengan siapaun walaupun, harus terbunuh oleh mu di sini, " ungkapnya.
"Ha ha ha... nyalimu besar juga nona. Silahkan kau pergi dari tempat ini. Saya yang menjaga kuil suci melian atas nama Dewa kehidupan, berhak menyuruh kau untuk meninggalkan tempat ini."
"Apa? jadi, kau benar Elvern yang menjadi pembunuh 1 tahun lalu, " tanya Grece, memastikan.
Grece, yang mengatakanya dengan spontan saja langsung membungkam mulutnya dengan cepat.
"Hei, nona! kuil ini cukup jauh dari pafiliun, tapi kau bermain sampai kemari. Memang saya telah menjadi seorang pembunuh, dan itu bukan kehendak saya maka, jagalah perkataan kau dengan baik di sini nona."
Grece bengong, menatapnya dengan perasaan yang tidak karuan tapi, dia benar benar ingin tahu tentang tempat apa ini sebenarnya.
"Pergi! "
"Saya tidak akan pergi, jika kau mampu mengalahkan saya sekarang," jawabnya lantang.
"Benar benar... wanita bernyali besar."
"Yah, ini saatnya saya menguji kemampuan saya." Tutur Grece dalam hati.
"Wuush... "
Grece, memulainya terlebih dahulu terbang ke arah Elvern.
"Nona! pelatihan kau masih di tahap menengah, tapi kau sungguh berani melawan saya." Serunya melawan balik
"Sudah saya katakan, jika saya tidak takut dengan siapa pun," tetap melanjutkan serangan.
"Sejujurnya saya tidak ingin bertarung, tapi kau begitu keras kepala. Sekali lagi saya hanya menjaga kuil dari serangan luar," sambungnya melanjutkan.
Dalam pertarungan keduanya Grece, di pukul mundur oleh Elvern karena, Grece mengalami luka dalam akibat terkena pukulanya. Selanjutnya Elvern mengobatinya di kuil suci, dan dari sanalah keduanya saling mengenal serta Grece sering pergi menemuinya.
"Kau setiap hari mendatangi kuil."
"Ha... itu karena saya tengah berlatih spiritual," timpalnya.
"Bukankah sudah ada batu spi... "
"Itu karena kau suka minum teh hijau, dan roti isi jadi, sekalian saya membawakanya untuk kau makan di sini," potongnya cepat.
"Huuft...! duduklah dan katakan apa maunya kau," helaan napas panjang yang meminta penjelasan.
"Oh, tidak! hanya itu."
"Katakan!" tegasnya.
"Sa... saya sebenarnya ingin tahu tentang ruangan yang sempat saya temui 1 minggu yang lalu," balas Grece.
"Sudah saya duga, ternyata kau memang tengah menyelidiki sesuatu di kuil," jawabnya curiga.
"Tidak! tidak, tidak! "
"Saya hanya penasaran saja, sungguh. Saya berjanji tidak akan mengatakanya pada siapapun."
"Jika memang benar, kau harus melakukan sesuatu untuk saya!"
"Apa itu?"
"Datanglah ke tempat Lysandra, dan carilah resep obat ini. Ingat! kau harus selesaikan dalam 2 hari saja, lalu kembalilah," menyodorkan resep.
"Ini... ini resep tanaman obat langka," jawabnya terkejut.
"Jika kau tidak dapat menemukanya di tempat Lysandra, maka kau harus mencarinya di hutan melian atau dengan turun gunung."
"Itu sangat beresiko," balasnya.
"Terserah kau saja."
#Flashback Off
"Saya sudah berjanji tidak akan mengatakanya pada siapapun! maaf Lobelia," tutur Grece dalam hati.
"Jadi, hanya karena kau menggangunya saja," ujar Lobelia.
"Hmm... tidak hanya itu, saya juga telah melukainya. Apa kau mau membantu saya mencari tanaman obat di resep ini?"
"Ini tanaman yang terisisa kurang 7 tanaman lagi. Saya sudah mengumpulkan 5 tanaman yang sesuai," jawab Grece.
"Ok baiklah."
Di tempat lain : Mansion bawah.
"Kau kenapa sangat keterlaluan, Inggrit." Suara marah dari paman Baron.
Inggrit, tidak membalasnya dan hanya terdiam.
"Sudah, paman sudah. Kau lebih baik beristirahatlah, hari ini cukup melelahkan untuk kita semua," timpal Ellgar.
"Maafkan saya yang tidak bisa mendidiknya," sambung bibi Wani.
"Katakan! apa yang membuat kau melakukanya?" tanya Baron, tegas.
"Tidak ada, saya hanya tidak menyukai kedekatan Sera dengan Phylos," jawabnya santai.
"Ha...! jadi kau menyukai sahabat saya?" tanya Ellgar, kepo.
"Em...!" angguknya.
"Lalu, kenapa kau tidak mengatakanya?" tanyanya lagi.
"Saya tidak punya keberanian itu karena, dia tidak pernah berdekatan dengan wanita lain, dan saya takut menggangunya." Ungkap Inggrit pada Ellgar.
"Sudah, berhenti kalian! Inggrit, kau saya beri hukuman untuk menulis sebanyak 1.000 lembar kertas atas kesalahan yang kau buat. Jika suatu hari nanti kau melakukanya lagi, kau terpaksa di keluarkan dari sini," tegas Baron.
"Tidak! tidak paman! tolong, biarkan saya tinggal. Saya salah dan tidak akan mengulanginya."
"Kau pegang itu."
"Paman, saya punya permintaan."
"Apa itu?"
"Ijinkan saya bertemu dengan Phylos, sekali saja. Saya ingin berbicara sebentar, " pintanya.
"Ya, nanti saya sampaikan."
Grece dan Lobelia, sedang mengunjungi pafiliun kehijauan untuk mencari obat yang tersisa, mengingat kesempatanya tinggal malam ini saja.
"Salam hormat putri"
Ucap salam dari seluruh pafiliun kehijauan untuk Lobelia, membungkuk.
"Bangunlah semuanya. Nona Lysandra, tolong bantu kami mencari tanaman obat ini," sodornya pada Lysandra.
"Baik putri," jawabnya.
"Ah...ini bukanya resep yang kemarin lalu dia bawa, kenapa dia kemari lagi dengan membawa putri. Ternyata dia tahu kelemahan saya," tutur Lysandra dalam hati.
"Grece, kau sudah kemari sebelumnya," ujar Lysandra memastikan.
"Iya."
"Katanya kurang 7 tanaman lagi," sambung Lobelia.
"Pafiliun kehijauan hanya memiliki 5 bahan saja dari resep obat ini, 2 bahan yang lain bisa di cari di hutan melian, putri."
"Nona, putri! saya bisa membantu," sahut Phylos.
"Phylos," seru Lobelia.
"Putri..." sapa Phylos dan Sera, membungkuk.
"Ah, iya! kalian sedang mengambil obat untuk luka Sera, saya hampir melupakan itu," balas Lobelia.
"Putri... kau begitu dekat dengan mereka?" tanya Lysandra penuh hangat.
"Iya, nona Lysandra."
"Kau sungguh baik dan cantik, tidak hanya itu kau sangat perhatian pada semuanya. Apakah saya juga bisa mendapatkanya, putri?"
"Kau bicara apa, kaupun bisa dekat denganku," jawabnya 'tersenyum manis'.
"Terimakasih, putri."
Lysandra begitu mendambakan kedatangan Lobelia, tapi kali dia ternyata datang dengan Grece, yang mencurigakan gerak geriknya.
"Saya akan membantu putri, 2 pelayan saya akan ikut membantu," Lysandra memberikan bantuanya.
"Terimakasih banyak."
"Semakin banyak yang membantu maka, hasilnya dalam pencarian semakin cepat." Ujar Sera.
Lobelia, tersenyum kepada Lysandra. Para pelayan yang mengikutinya sangat bahagia, jika Lobelia berkunjung karena, tuanya dapat 'tersenyum lebar'.
Phylos dan Sera, yang melihatnya sedikit kaget, karena yang mereka ketahui sedari kemarin adalah sosok yang dingin tetapi sekarang menjadi 'penuh hangat'.
.
.
.
Q & A
A : Kira-kira kenapa Elvern menyuruh Grece. mencari tanaman obat, ya?
N : Dan apa Grece dapat di percaya?
A : Mungkin karena dia keras kepala.
N : Au ah! Tapi apa rencana keduanya?
Y : Ha! jangan-jangan mereka ada niat buruk!
N : Hust! jangan suudzon.
B : Oey, oey. Kira-kira di episode ini pertemuan pertama itu buat siapa?
A : Ah! iya juga.
N : Apa rencana Elvern, kenapa dia tiba tiba percaya pada Grece... arghhh!!!!
A : Elvern apa mau berbuat kerusakan!??
Y : Huaaaa.... niat jahat. Apa ada musuh dalam selimut di gunung?!
B : Pertemuan pertamanya siapa? 😑