Love In The Last Holy Mountain

Love In The Last Holy Mountain
Pengobatan Lobelia



"Apa yang tengah terjadi di sini?"


Wanita itu keluar dari ruangan Ratu dengan anggun. Matanya yang tertutup kain nan putih bersih seolah dapat menuntunya kemanapun dia berjalan. Sayap putihnya yang indah itu menyatu dengan kain putih yang ia kenakan. Sehingga, tampak seperti gaun yang elegan.


"Penasihat," seru Sila.


"Ada apa? apa yang terjadi," ungkapnya bertanya pada para garda depan itu.


"Ini adalah ulahnya! dia memaksa untuk masuk ke dalam ruang pribadi Ratu Pheesa. Saya telah mengatakan bahwa Ratu sedang sakit," jawab Sila.


"Iya itu benar penasihat Qin,'' sambung Soni dan Grek.


"Apa yang membuat kau ingin masuk ke dalam nona," tanya Qin Perak.


"Saya hanya menawarkan bantuan pengobatan. Saya memiliki pengalaman yang cukup sehingga mengerti tentang penyakit pada makhluk hidup."


"Baik. Saya persilahkan masuk, tapi hanya untuk Lobelia saja."


"Apa kau yakin penasihat Qin,'' ucap Soni.


"Iya... saya memiliki keyakinan padanya, dan juga Putri Belle pasti akan mengijinkanya."


"Baik, jika memang begitu." Jawab Soni, memberi jalan pada Lobelia.


Soni, Sila, dan Grek mempersilahkan masuk Lobelia ke dalam ruangan Ratu bersama dengan penasihat Qin, dan Ellgar tetap menunggunya di luar dalam pantauan mereka bertiga.


Pada saat Lobelia memasuki kamar Ratu Pheesa, dia terkejut melihat kondisinya yang terbaring lemah di atas tempat tidur. Tanpa basa basi, Lobelia segera mengecek denyut nadi Ratu pada pergelangan tanganya.


"Apa sebelumnya Ratu telah mengalami hal yang sama seperti ini," tanya Lobelia pada yang tinggal di seisi ruangan itu.


"Iya. Dahulu dia memiliki riwayat yang sama, dan sedang kritis hingga mendekati pada ujung kematianya." Jawaban dari Qin Perak.


"Apa Ratu sering mengalami batuk berdarah?"


"Iya... kau benar nona," jawab penasihat Qin.


"Apa? kenapa kau bisa tahu." Timbal Belle, yang sedari tadi sedang menatap kakaknya terbaring lemah.


"Dari gejala-gejala yang terlihat Ratu sedang terkena penyakit menular yang cukup mematikan. Tapi, entah bagaimana Ratu dapat bertahan hidup sampai dengan hari ini."


"Apa yang kau ketahui tentang penyakit ini? katakan kepada kami. Maka kami akan mengatakan yang sebenarnya terjadi," ucap penasihat Qin dengan anggukan dari Belle.


"Penyakit ini adalah penyakit menular yang di sebabkan oleh infeksi bakteri jahat. Bila seseorang terkena penyakit ini akan berujung pada kematian, dan jika itu pada peri dia akan merusak organ dalam tubuh yang membuat kering seperti kayu pada kematianya. Salah satu gejalanya di tandai dengan batuk berdarahnya, penyakit ini di namai tabes biasa menyerang pada manusia. Itulah mengapa kaum peri belum bisa menemukan penyebab dan obatnya."


"Tabes...?"


"Iya, Putri. Saya akan membuatkan obat untuk penanganan lebih lanjut, dan kemungkinan untuk sembuh memang cukup kecil karena sepertinya penyakit ini telah menjalar pada sebagian organ dalam Ratu. Obat yang saya buat akan membantu penyembuhanya paling lambat 11 bulan dari sekarang."


"Itu adalah waktu yang sangat lama."


"Iya, Putri. Itu karena penyakit ini sudah cukup parah. Dan satu lagi, Putri tolong himbau yang lain untuk tidak sering-sering berkunjung menengok Ratu dalam keadaan seperti ini. Apabila memang di perlukan mohon menggunakan tudung kepala sebagai penanganan pertama agar tidak tertular dengan penyakitnya. Jangan sentuh apapun dari tubuh Ratu termasuk air liur, ingus, bahkan pada saat batuk berdahaknya keluar."


"Baik."


"Tapi sepertinya jika ini menyerang para peri, dia tidak akan memiliki efek yang terlalu tinggi. Coba Putri cari tahu, apa yang telah di konsumsi oleh Ratu kenapa dia bisa terkena penyakit langka ini."


"Baik, akan saya kerjakan itu. Tapi, bagaimana kau bisa tahu tentang itu?"


"Saya telah mengatakan bahwa saya bersama Ellgar telah berkelana, dan saya memiliki bakat


"Terimakasih, Lobelia."


"Ini belum saatnya, kita bisa liat perkembanganya nanti. Dan satu lagi saya akan melakukan pengobatan pada kalian yang tinggal di ruangan ini dari kemarin sampai dengan hari ini. Nanti kalian semua konsumsilah secara rutin obat dari saya untuk pencegahan dari dalam."


"Baik Lobelia," jawab mereka semua bersamaan."


"Penasihat Qin, tadi mengatakan akan bercerita pada saya tentang yang terjadi," ungkap Lobelia.


"Biar saya saja," timbal Belle.


"Baik Putri," ujar Qin Perak.


"Kakak dapat bertahan hidup sampai dengan saat ini karena mendapat energi kehidupan dari Mutiara Starseed. Saat ini mutiara itu menghilang sehingga, membuat Ratu terbaring lemah kembali."


"Hilang...! apa kau ingat bagaimana kejadian terakhirnya?"


"Saya tidak tahu. Saya selalu di luar untuk melaksanakan tugas. Ratu hanya bersama para pelayan, dan kesaksian dari mereka bahwa, Ratu tiba-tiba pingsan di singgasananya kemudian demam tinggi."


" Kapan itu terjadi?"


"Sekitar 3 hari yang lalu."


"Jadi, begitu... satu lagi. Tadi, Sila mengatakan bahwa Ratu telah di rawat oleh Marlos dan yang lain."


"Itu benar," seru Penasihat Qin Perak.


"Iya, saya saksinya bersama para pelayan di sini." Ujar Belle


"Apakah saya boleh melihat resep obat darinya?"


"Iya... boleh Lobelia. Kalau begitu mari semuanya keluar dari ruangan Ratu, dan mohon di ingat pesan dari Lobelia."


"Baik, Putri."


Semuanya telah meninggalkan ruangan Ratu Pheesa. Penasihat Qin pergi menghampiri Lobelia yang telah memegang resep obat milik Marlos.


"Bagaimana nona?"


"Saya akan mengeceknya lagi. Besok saya akan kembali kemari dan memberikan obat untuk Ratu beserta yang lain."


"Baik. Berhati hatilah di jalan."


"Terimakasih..."


Lobelia, dan Ellgar menuju ke rumah. Sesampainya di rumah Lobelia membuka obat tersebut yang sontak membuatnya kaget karena obat tersebut tidak seharusnya di konsumsi oleh Ratu. Seketika itu, Lobelia makin yakin dengan dugaanya selama ini pada kakak beradik itu.


"Sepertinya kita akan di jadikan kambing hitam oleh kakak beradik itu," ujar Lobelia duduk di samping Ellgar.


"Sesuai dugaan, tidak ada yang berbuat baik pada kita selain mereka. Lalu menurut mu, bagaimana dengan Putri Belle adik dari sang Ratu."


Keduanya saling bertatapan, tanda segera menyelesaikan misi di tempat itu.


Di istana kerajaan terlihat gerak gerik dari Sila yang mencurigakan, dan ternyata dia tengah membuntuti Belle yang baru saja keluar dari ruangan Ratu dengan menggunakan tudung kepala sambil membawa beberapa kain yang di rasa Sila begitu mencurigakan. Saat dia mengikuti Belle sampai ke pekarangan istana, dia terkejut dengan apa yang dilakukan Belle. Sila, melihat Belle memendam barang-barang berharga milik Ratu Pheesa dengan sembunyi sembunyi, termasuk juga dengan gaun yang biasa di pakai oleh Ratu. Di balik semak semak dia bersembunyi, matanya menatap Belle dari kejauhan. Dalam suasanya itu dia berucap


"Apakah secepat ini Putri Belle ingin mengambil alih Kerajaan peri hutan."