
Hampir Mati
Huatan berdiri sambil mengambil nafas ,kini dirinya sangat kelelahan setelah pertarungan melawan begitu banyak musuh,Huatan mencoba mengulur waktu untuk menunggu kedatangan Eras dan Ashura ,demi menghemat energi Huatan hanya menghindari Serangan yang datang .
Orang orang seluruh benua selatan Berdiri di atas tanah yang berlumuran darah ,
Raja Sam "dia terdesak ."
Raja Mo Yin si "seperti nya begitu, bagaimana ini ."
Raja Rabitin "sebelum nya dia mengatakan tetap disini ."
Wei Jin "aku yakin 3 sosok lain nya akan datang."sambil berdiri di samping Rin Yu
Beralih di atas langit sebagai orang melakukan jurus Gabungan untuk menghancurkan Gelembung pelindung benua selatan ,Sebuah bola energi yang sangat besar Tercipta ,wajah Huatan langsung pucat lalu ia langsung berbalik untuk menahan serangan besar itu.
Di atas langit Huatan berdiri sambil melihat Bola energi yang begitu besar ,Bola energi Siap untuk menghancurkan Benua selatan dalam satu kali serang .
Perlahan Huatan berbalik Menatap orang orang di benua selatan ,dan pandangan mengarah Ke Wei Jin "Murid Ku jumpa kembali di kehidupan selanjutnya ." Ucap Huatan menggunakan kekuatan jiwa,semua orang benua selatan mendengar itu jantung mereka berdetak dengan kencang .
Wei Jin "kakek ." Air mata keluar dengan deras mengalir di pipi Wei jin."
Huatan mempertebal gelembung energi untuk melindungi Benua selatan dari ledakan yang akan terjadi ,Di Sisi lain Jurus gabungan Yang dari beberapa Dunia Lain Melesat mengarah Ke Huatan , Huatan perlahan menutup mata Nya.
"Panah Suci Berubah lah ." teriak Huatan , perlahan Panah Suci Pecah menjadi beberapa bagian dan membentuk Armor Emas Bersimbol Kuda Terbang di dadanya .
Lonjakan Energi keluar Dari tubuh Huatan , Udara sekitar Menjadi Sangat panas .
Perlahan Bola Energi besar Menyentuh Armor Huatan ,
"Aaaaaaaaaaaaaaaaa." Teriak Huatan sambil menahan Bola energi ,"Retak,retak." Terdengar Armor Yang digunakan Huatan Pecah seiring Bole energi menghilang perlahan .
Di atas langit terlihat Huatan melayang jatuh ke tanah tak sadarkan diri ,panah Suci yang membentuk Armor pun Telah hancur akibat serangan gabungan .
Raja Yin yang duduk Di depan Gerbang dimensi "Pertunjukan luar biasa,Tapi sayang dia kalah."
Disisi lain Wei Jin yang melihat Huatan jatuh dari kehampaan segera melesat untuk menyambut nya , setelah beberapa saat Wei Jin berhasil menyambut Huatan dan segera membawanya ke ruang perawatan .
"Perketat Ruang medis ." Ucap Wei Jin ,semua prajurit pun memperketat ruang perawatan .
Disisi lain Jutaan Musuh dari beberapa Dunia Lain Menatap ke Arah Benua selatan ," Serang Ucap masing masing Raja dari beberapa Dunia ."
Wajah semua langsung pucat melihat ini ,Wei Jin memegang erat busur panah nya .
Semua orang dari dunia lain Menyerang Benua selatan Secara bersamaan kecuali 3 dunia Yang hanya duduk menonton ,Namun setelah beberapa Langkah .
Setelah Pedang besar seperti Gunung pencakar langit, Awan Yang tadi mendung berubah warna Menjadi Merah , seluruh langit Kini dipenuhi api dan perlahan suara Pria terdengar .
"Berani sekali kalian menginjakan kaki di dunia Ini,Badan dan jiwa ku sudah Gatal untuk membunuh ."ucap Eras Dingin
Semua orang mendengar ucapan Eras ,namun ia tidak tau suara itu berasal dari mana, setelah beberapa saat 2 sosok berjalan di udara , gelombang kejut dari langkah kaki mereka membuat gelombang kejut yang sangat kuat.
Eras yang terlihat Berjalan sambil di selimuti api .
Ashura yang menggunakan Jubah Emas dengan Sayap di punggung nya .
"Eras Dan Ashura ."ucap Wei Jin
"Sepertinya ada yang menyebut nama kita ."ucap Eras
"Sudah ,dia Murid Huatan ."Ucap Ashura
"Ou , ternyata murid si bodoh itu ya." Ucap Eras
Disisi lain di depan istana benua Selatan ,
Tetua Yang "Eras dan Ashura , mereka akhirnya tiba."
Eras mengalihkan pandangannya ke arah benua selatan
"Hei kalian semua , apakah kalian melihat seorang Wanita cantik yang bernama Louren?"
Jantung semua orang di benua selatan bergetar hebat saat mendengar Nama Loren , perlahan Wei Jin berkata
"Maaf ,Loren Belum Tiba."ucap Huatan hati hati.
"Apaa ,dimana bocah itu ,emmm apa Mungkin setelah perang itu dia Tersangkut di Dunia Lain."ucap Eras
"Mungkin saja ,dia bisa merasakan kebangkitan kita , berarti dia pasti akan datang." Ucap Ashura
Ashura dan Eras mengalihkan pandangannya ke jutaan musuh yang tersisa .
Perlahan Api di tubuh Eras semakin Kuat ,dan Pedang Besar Ashur tercabut melayang di kehampaan seperti siap membelah dunia Asal.
Ashura " kamu bagian kanan dan aku begini kiri ."
Eras "oke baiklah ."
Bersambung