Louren The Goddess Of War

Louren The Goddess Of War
Kesedihan Ashura



Berangkat ke dunia Baru


Di Pagi hari dunia kecil kini terlihat banyak orang sedang berkumpul ,


Louren "hari ini aku akan mengantarkan kalian yang akan tinggal di dunia dewa,aku harap kalian bisa teratur memasuki pintu dimensi ."


Setelah memberitahu semua orang ,pintu dimensi perlahan muncul di hadapan mereka semua ,melihat itu semua orang bergegas masuk ke pintu dimensi . Louren sambil melihat semua orang masuk dia bergumam "ikut saja,aku juga penasaran bagaimana isi dunia dewa ."gumam Louren.


Setelah beberapa saat "Semua nya aku pergi dulu ."ucap Louren sambil melambaikan tangan nya ,"apa ,bukan nya kamu tinggal disini ." Ucap Ashura .


Louren "aku hanya melihat lihat ."


Eras "kalau begitu aku akan ikut ."


Huatan , ratu lebah ,dan lain nya segera ikut mengunjungi dunia dewa .


Tidak lama kemudian mereka akhir nya tiba di dunia dewa ,


Eras "wah indah sekali,aku harap disini disediakan arak ."


Louren "indah nyaaaa."


Ratu lebah "sedikit berbeda dengan dunia ku dulu ."


Ashura "aku sudah bosan dengan tempat ini." Sambil mengingat semua keluarga nya yang sudah dibunuh Kaisar dewa,wajah sedih Ashura Perlahan terlihat .


Ratu lebah "nak ,ayo perkenalkan tempat ini kepada temanmu."


Mereka pun segera berjalan mengelilingi pusat kota sambil melihat ke kanan dan ke kiri,"akhirnya kalian datang ."ucap Guru Woh.


"Bagaimana pertempuran sebelum nya ?" Ucap Louren


Guru Woh "mudah saja , menghadapi satu lawan dan membujuk semua orang."


Ratu lebah "membujuk buka mengancam?"


Guru Woh "aku melihat wajah sedih dari semua penduduk dunia dewa , mereka juga sangat Kecewa dengan kaisar maka dari itu aku berhasil membujuk mereka."


Ratu lebah " luar biasa , keberuntungan berpihak kepada kita."


Guru Woh " ayo masuk terlebih dahulu."


Setelah mendengar itu mereka semua segera masuk ke dalam istana dunia dewa, tidak lama kemudian mereka tiba di aula pertemuan , terlihat beberapa sosok pejabat pejabat dunia dewa sebelum nya sedang berdiri menyambut mereka.


Guru Woh "semua nya , mereka adalah dari dunia kecil.",


"Nak kemarilah "ucap guru Woh Kepada Ashura yang menggunakan jubah dengan penutup kepala nya, Perlahan Ashura berjalan melangkah menuju tempat guru Woh berdiri.


Di balik penutup kepala kini air mata Ashura mengalir deras,Rasa sedih nya sangat membuat nya tak mampu menahan air mata.Namun wajah Ashura yang ditutupi penutup kepala dari jubahnya membuat tak satu orang pun mengenali nya kecuali orang orang dari dunia kecil.


Guru Woh "Perlihatkan lah dirimu ."


Setelah mendengar itu Ashura membuka penutup kepala nya ,


Pejabat 1 "Pangeran ."


Guru Woh "sekarang apa keputusan mu , apakah kamu akan memimpin Dunia Dewa?"


Seketika semua orang yang berasal dari dunia dewa menunggu jawaban Ashura ,


Ashura "Aku ,Aku tidak bisa ."


Penjabat 1,2,&3… " kenapa pangeran ."


Perlahan Ashura Menarik napas nya dan membuka mulut nya ,


Ashura "Apa kalian tau Pikirkan ku hah? ,Apa kalian tau hari hari ku bagaimana ?,Apa kalian tau perasaan saat semua keluarga ku di hukum penggal di hadapan ku ?,Kalian tidak tau apa apa ,Aku tidak ingin menjadi Raja Di Dunia dewa dan Bawa mayat ku kalau kalian memaksa ."Ucap Ashura dengan Nada marah .


Semua orang di aula terdiam tanpa mengatakan sepatah kata apapun ,kini suasana aula terlihat mencekam .


Ashura "aku lebih memilih teman teman ku ,dan satu lagi Aku pangeran terakhir dunia dewa menunjukkan Louren untuk memimpin dunia ini."


Setelah mengucapkan itu Ashura pergi meninggalkan aula pertemuan ,"Ashura ." Ucap Louren ,"biarkan dia sendiri." Ucap ratu lebah menahan Louren.


Guru Woh "Louren kemarilah ."


Louren pun berjalan menuju guru nya , tatapan semua pejabat dunia dewa mengalihkan pandangannya ke arah sosok cantik dengan tongkat di tangan nya .


Louren "guru ."


Guru Woh "apakah kamu bersedia ,?"


Louren "emm itu ,tapi ?"


Guru Woh "aku akan membantumu ."


Louren "baiklah guru ."


Guru Woh "mulai sekarang aku umumkan Louren menjadi pemimpin dunia dewa ."


Louren "tapi aku akan tinggal di dunia kecil."


Guru Woh"tidak apa nak serahkan semua pada ku."


Perlahan semua orang membungkuk memberi hormat kepada Louren,


Penjabat 1 "hormat yang mulia ."


Penjabat 2 "hormat yang mulia ."


Huatan "hormat tuan putri ."dengan bercanda


Eras " jangan lupa tuan putri arak ku ."sambil memberi hormat


Kabar Louren menjadi pemimpin dunia dewa kini telah menyebar ke seluruh dunia dewa.


Bersambung