
Kemunculan Sosok Misterius
Di Dunia dewa terlihat Loren melawan dua sosok yaitu Kaisar dewa dan Dewa petir , Disisi lain Masih terlihat pasukan dunia kecil melakukan pertarungan dan Di kapal Ratu lebah masih mengamati pertempuran tersebut.
Di Ruang dan waktu terlihat ada pertarungan hebat , kemunculan sosok misterius dari dunia lain membuat guru woh terpaksa menggunakan kekuatan nya .
"Prajurit kalian pulang lah dan beritahu kalau jalur dimensi dunia akan hancur namun satu yang tidak penghubung dunia kecil dan dunia dewa, semua orang ini biar aku sendiri yang melawan mereka."
Ucap guru woh dengan keren.
"Satu lagi beritahu Louren, mungkin aku tidak kembali ke dunia kecil untuk sementara karena kerusakan jalur dimensi ."ucap guru woh dengan wajah percaya diri.
Prajurit "siap , kalau begitu kami semua segera pergi."
Guru woh "oke."
Kembali ke dunia Dewa , Louren bertempur habis-habisan melawan dua sosok kuat di depan nya yang tidak lain adalah dewa petir dan kaisar dewa.
Kaisar dewa "Louren , bakat mu sungguh mengerikan."
Dewa petir "kita harus membunuh nya ."
Louren hanya diam tanpa mengatakan apapun, kini ia sangat ditekan oleh kedua sosok tersebut , Louren juga harus membunuh dewa petir untuk bisa melancarkan rencana yang sudah diatur sebelum nya.
"Tubuh jiwa Tingkat surga,"rapal kaisar dewa , setelah merapalkan tubuh jiwa sosok tubuh kaisar menjadi besar ,Loren Yang melihat itu Langsung berdiri dengan waspada untuk menghadapi serangan yang akan datang .
"Tombak petir ." Teriak dewa petir lalu melemparkannya ke arah Louren , Loren yang melihat tombak melesat ke arah nya lalu merapalkan sebuah Jurus "Dinding Es ,"teriak Loren , setelah merapalkan jurus tembok res tercipta di depan nya dan menahan tombak dari dewa petir .
"DUARR." Ledekan kembali terdengar , setelah ledekan kaisar dewa yang tubuh nya membesar seukuran 3x gunung melesat ke arah Louren sambil mengayunkan pedangnya , Loren yang melihat akan ada bahaya ia pun langsung melemparkan tongkatnya ke langit "Cangkang kura kura." "DUARR." ledakan membuat sekitarnya rata dengan tanah .
"Berbahaya mereka mulai menggunakan kekuatan penuh ,aku harus menarik semua pasukan ."gumam ratu lebah , lalu setelahnya perintah mundur diturunkan oleh ratu lebah.
"Prajurit dunia dewa sudah sangat kacau sebaiknya kalian kembali kedunia kecil."ucap ratu lebah ,lalu semua prajurit masuk ke pintu dimensi.
Kaisar dewa yang melihat ratu lebah menurunkan perintah ia pun berkata "tarik mundur pasukan ,dan kau yang di sana (ratu lebah) ternyata strategi menakutkan ini dibuat oleh mu ya ." Ucap kaisar dewa lalu melesat ke arah ratu lebah sambil mengayunkan pedangnya .
"DUARR." Ledakan di depan kapal yang ditempati ratu lebah terjadi ,lalu suara pria terdengar
"Kaisar dewa , apakah kamu mau menambah musuh lagi ." Ucap Lou Yan / Ayah Louren ."Lou Yan menang aku akui kalau kamu adalah pendekar terkuat di dunia 3 Warna , Tapi sebagai pendekar yang bijak kamu harus nya tidak ikut campur ."ucap Kaisar dewa.
"Kaisar dewa ,Asal kamu tau siapa Louren ?"ucap Lou Yan ,
"Nama anakku adalah Loren Dan nama Leluhur ku Adalah Louren ,satu tubuh 2 Jiwa , Sekarang apakah kamu mengerti?"
"Tidak mungkin ?"ucap kaisar
"Anak ku Loren hampir di bunuh semua orang karena memiliki garis keturunan leluhur,Di saat itulah Leluhur ku bangkit dan jiwa nya berdampingan dalam satu tubuh." Ucap Lou Yan Dingin .
"Seperti nya kaisar dewa sudah mendengar nya ,"ucap Louren dingin ,
Setelah mendapat suara Louren Kaisar dewa mengepalkan tangannya lalu bergumam "seperti nya aka lebih rumit kalau Lou Yan ikut bertarung.
Lou Yan adalah sosok terkuat di dunia 3 Warna ,namun ia tidak bisa mengeluarkan kekuatan nya di wilayah dunia manusia .1 langkah kaki menggunakan kekuatan nya maka Dunia yang diinjak akan hancur dalam satu langkah, Karena kekuatan mengerikan nya lah ia tidak bisa sembarang menggunakan atau ikut pertempuran .
Sedangkan Guru woh adalah pendekar paling diburu oleh dunia 9 bintang , itu semua karena kitab tertinggi di tangan nya.
Kembali ke pertempuran , Louren berdiri di kehampaan sambil menahan beberapa serangan dari dewa petir.
Kaisar dewa memutuskan untuk membunuh Louren sebelum kekuatan leluhur nya bangkit ,"pedang surga ." Teriak kaisar dewa ,loren yang melihat itu langsung merapalkan jurus "tebasan bulan sabit. " Loren langsung melesat seperti bintang jatuh ke arah pedang raksasa kaisar dewa.
"DUARRRR." 2 Senjata bertabrakan membuat kehampaan robek seketika ,dari sisi kanan dewa petir melesat ke arah Louren sambil menodongkan tongkat petir nya ke arah Louren .
Louren yang tidak sempat menghindar membuat nya terlempar menghantam bangunan , kaisar dewa yang melihat Loren tidak siap ia langsung melancarkan serangan berikutnya "Pedang surga hukuman mati ." Setelah merapalkan jurus pedang surga muncul di atas kepala Louren dengan ukuran yang sangat besar besar ,"loren langsung berbalik dan menahan pedang besar tersebut dengan pedang langit nya .
"Matilah kau louren."ucap Kaisar dewa dingin ,wajah Louren menjadi semakin pucat sekarang ia dalam posisi telentang sambil menahan pedang besar dengan tongkat nya .
"Buruk , apakah aku akan mati ."gumam Louren , melihat Loren masih bisa bertahan kaisar dewa menyuruh dewa petir meminjamkan kekuatan nya.
"Aaaaaaaaaaaaaa ."teriak kaisar dewa sambil berusaha menekan pedang nya ke tanah , perlahan pedang besar itu diselimuti Petir Putih .
"Trak Trak Trak ." Suara retakan terdengar , Louren mengalihkan pandangannya ke arah tongkat nya lalu berkata "jangan hancur sekarang ." Teriak Louren , suara jiwa tongkat Louren pun terdengar di pikirannya "tuan ,aku sudah berusaha semampuku." Ucap Roh tongkat tersebut ,dan setelah itu tongkat tersebut hancur berkeping keping.
"DUARRR."
Louren terus terdorong paksa oleh pedang besar masuk ke dalam tanah "aku akan mati ,aku tidak akan mati." Teriak Louren pasrah, perlahan Armor emas berlapis giok muncul lalu terpasang tubuh nya, perlahan muncul ukiran bunga es dan bunga api di mata Louren , tidak hanya di situ sayap es dan api muncul di punggung nya .
Setelah beberapa saat akhirnya pedang besar itu berhenti mendorong Louren masuk ke dalam tanah , kaisar dewa pun mencabut pedang nya yang tertancap penuh di bumi dewa.
Ratu lebah bergetar hebat saat melihat Lubang besar akibat , semua orang terdiam melihat hasil pertemuan .
Bersambung