Louren The Goddess Of War

Louren The Goddess Of War
Perang Dunia V



Perang dunia V


Di dunia dewa Terlihat 2 kekuatan besar sedang berada , kekuatan itu tidak lain petir putih yang dilancarkan oleh dewa petir dan pusaran api hitam menjulang ke langit.


Semua orang yang melihat 2 kekuatan beradu segera meninggalkan tempat tersebut , mereka tidak mau mati akibat pertempuran tersebut.


Ratu lebah juga memerintahkan prajurit dunia kecil untuk meninggalkan tempat tersebut dan melakukan perlawanan di daerah lain, Louren yang menyadari itu mengalihkan pandangannya ke arah 2 kekuatan besar tersebut.


"Seperti nya tidak lama lagi perang ini usai."gumam Louren sambil menahan serangan kaisar dewa .


Beralih ke pertarungan Eras dan Dewa Petir ,dewa petir mengeluarkan kekuatan penuh nya .


Jubah emas berselimut Petir tombak emas yang berselimut petir putih dan rambut hitam nya perlahan berubah keemasan ,"Hari ini aku dewa petir akan membunuhmu dengan tanganku sendiri ."teriak Dewa Petir ,"Setelah mengucapkan itu dewa petir langsung menarik ribuan Petir nya dan melesat terbang ke arah eras .


"Sambaran Tanpa jeda." Teriak dewa petir perlahan petir di tubuh nya menyambar nyambar secara membabi buta ,"terlalu kuat ."gumam eras sambil bersiap bertarung "Raja Iblis Api Langit ."ucap Eras, setelah itu api hitam menyelimuti tubuh Eras .


Pertarungan di antara kedua nya pun terjadi , ledakan dan Lonjakan energi terus terlihat seiring pertarungan kedua orang itu, Ratusan gerakan sudah dikeluarkan .


Setelah beberapa saat dewa petir berhasil menancapkan ke jantung Eras ,saat itu juga suara teriakan kesakitan menggema keseluruhan dunia dewa "aaaaaaaaaaaaaa." Terak eras . Semua orang yang mendengar itu langsung menghentikan pertarungan mereka .


"Eras ." Ucap ratu lebah sambil menjatuhkan gulungan di tangan nya .


"Setelah perang ini Carikan aku Tubuh baru ."Bisik Eras kepada Louren Dengan pesan mental ,"Jurus terakhir "pelepasan jiwa "ucap Eras pelan .


Perlahan Jiwa Eras keluar dan langsung melesat pergi meninggalkan pertarungan, disisi lain semua orang mengira Eras sudah mati .


"Apakah benar Eras belum mati ."gumam ratu lebah sambil berpikir, setelah beberapa saat ratu lebah mengalihkan pandangannya ke pertempuran .


Di pertempuran kini sudah terlihat banyak korban berjatuhan , jumlah prajurit dari kedua kubu sudah mulai berkurang , tidak hanya di situ prajurit dunia dewa lebih banyak yang tewas ,hasil ini membuat dunia kecil lebih mengendalikan perang ini.


Disisi lain dunia kecil guru woh merasakan ada yang berusaha menerobos pintu dimensi secara paksa ,dan guru woh beserta pasukannya langsung pergi menyusuri pintu dimensi dan hasilnya nya ia melihat kelompok berjubah hitam .


Guru woh yang melihat itu langsung berkata "siapa kalian dan untuk apa masuk secara paksa ke dunia kami."ucap guru woh,namun kelompok itu hanya diam dan langsung menyerang guru woh beserta pasukannya .


Sebelum berangkat untuk memeriksa ruang waktu guru woh memerintahkan Lou Yan Untuk menjaga dunia kecil selama ia pergi , sedangkan Lu Sian sibuk merawat semua prajurit yang terluka.


Kembali ke ruang dan waktu kini terlihat pertempuran hebat di antara kedua nya ,"bisakah kau membuka mulut bodoh ." Ucap guru woh kesal , namun sosok itu hanya diam dan menyerang.


Guru woh mengalihkan pandangannya ke arah pakaian mereka dan terlihat gambar ikan paus bertanduk ,"Aku tidak tau mereka berasal dari mana ?"gumam guru woh .


Sekali lagi guru woh bertanya kepada sosok misterius itu "dari mana kalian orang orang tuli." Teriak Guru woh .


"bos mungkin mereka tidak tuli ,namun tidak mengerti bahasa kita."bisik prajurit di samping guru woh .


"Benar juga ya ," ucap guru woh sambil tertawa-tawa kecil .


"Kalau begitu , semuanya ayo kita hajar mereka ." Ucap guru woh mengeluarkan perintah , pertempuran pun terjadi di dalam ruang kehampaan tanpa dasar yaitu ruang dan waktu.