Louren The Goddess Of War

Louren The Goddess Of War
19 formasi dunia kecil




Mengumpulkan seluruh Sekte



Dunia Kecil dihebohkan perang besar akan segera datang ,


Di Singgasana Terlihat Seorang wanita sedang duduk sambil memegang tongkat nya ,


"Setelah mengaturnya sumber daya ,langkah selanjutnya mengumpulkan Seluruh sekte,klan atau aliansi."ucap Loren sambil melihat Gulungan yang diberikan ratu lebah sebelum nya.


"Maaf yang Mulia ,kalau kita merekrut mereka dalam pasukan tempur apa tugas mereka?" Ucap Jendral utama bertanya


"Melatih mereka menggunakan 19 Formasi , setiap 1 Formasi terdiri 19 orang ,jadi kalau 19 formasi berapa ya?" Ucap Louren bingung


"361 orang yang berada ditingkatkan elit untuk berperang ."ucap ratu lebah menambahkan


"Ya benar ."ucap Louren sambil tertawa kecil .


"Aku mengerti ."ucap jendral utama yang diikuti semua orang di aula pertemuan.


"Baiklah sepertinya semua sudah mulai mengerti maka dari itu beritahu seluruh sekte dunia kecil untuk berpartisipasi dalam perang ini."ucap Louren


"Pertemuan selesai,nanti malam Jangan lupa datang makan bersama."ucap Louren dan segera berbalik.


Setelah beberapa saat kabar perintah Louren sudah diketahui oleh seluruh wilayah , kebetulan ada 19 sekte besar yang ikut dalam 19 Formasi .


8 jam kemudian ,


"Lapor semua sudah diberitahukan ,dalam 1 bulan mereka semua akan tiba di pusat kerajaan mereka akan datang."ucap Jendral utama


"Terima Kasih paman , sebaiknya paman istirahat dulu."ucap Louren


"Baiklah yang mulia."jawab Jendral utama.


Tidak terasa matahari sudah mulai tenggelam ,semua orang sudah terlihat duduk di meja makan , setelah beberapa saat sosok cantik keluar dari kamarnya dan segera berjalan menuju meja makan .


"Yang mulia akhir nya datang ."ucap pemimpin kapal


"Maaf menunggu lama."ucap Louren


Setelah beberapa saat Loren tiba beberapa pelayanan pun datang mengantarkan makanan ke meja mereka,"ayo habiskan." Ucap Louren pelan.


Sambil menikmati makanan pandangannya semua orang terlihat ke pintu masuk aula ,di pintu masuk terlihat 3 sosok berdiri lalu salah satu mereka Berkata "sudah lama kita tidak bertemu ,dan kamu tidak mengajakku makan ."ucap Eras .


"Eras, Huatan, Ashura kalian akhirnya sudah sembuh ." Ucap Louren sambil menjemput mereka yang di depan pintu untuk makan bersama.


Setelah beberapa saat Mereka bertiga akhirnya menikmati makan bersama dengan yang lain, "Yang Mulia,kalau boleh tau siapa mereka ?" Tanya Pemimpin Assassin yang belum mengetahui identitas Eras , Ashura dan Huatan.


"Anda masih belum cocok mengetahui identitas saya ."ucap Eras sombong , pemimpin Assassin pun merasa kesal dengan jawaban Eras lalu ia Berkata "Maaf tuan, sekarang kita di istana andai saja tidak tuan tidak akan hidup lagi."ucap pemimpin assassin ,Eras pun mengerutkan dahi nya lalu berkata "Seperti nya kami menantang kami ya ."ucap Eras ,"sudah sudah selesai kan makan dulu baru kalian bertarung di luar."ucap Louren tegas.


Mendengar itu semua orang terdiam tak mengatakan apapun. Setelah beberapa saat suara terdengar "Saudaraku bagaimana kabar mu "ucap Ashura ,"aku baik baik saja ,aku juga menunggu kalian kembali."ucap Louren ,lalu Huatan menambahkan "dan bagaimana pertempuran kemarin?" Tanya Huatan ,Loren pun menjelaskan semuanya sambil menikmati Makanan dan juga rencana musuh akan menyerang dunia Kecil.


"Ini buruk ,Bibi apakah sudah ada persiapan ?" Tanya Ashura ,"aku sudah menyiapkan semua nya dan mereka telah membantuku selama kalian tidak ada ."ucap ratu lebah sambil memperkenalkan mereka satu persatu.


"Hai kamu , maaf kan aku telah membuat kamu tersinggung dan perkenalkan nama Ku Eras dan Nama lain ku Pendekar Api Hitam ."ucap Eras memberi hormat kepada Pemimpin Assassin .


"Tidak apa ,aku juga minta maaf atas kata kata ku ."ucap pemimpin Assassin .


"Semuanya perkenalkan aku Huatan nama lain ku pemanah mata angin."ucap Huatan sambil memberi hormat kepada semua orang.


"Aku Ashura dari dunia dewa nama lain ku penghianat dewa ."


Satu persatu orang memperkenalkan diri mereka ,lalu suara lembut terdengar "Kita semua disini adalah saudara,maka dari itu hidup dan mati bersama di Medan perang."ucap Louren sambil menikmati makanan.


Setelah beberapa saat akhirnya semua makanan sudah habis dan mereka semua pun segera berbalik ke kediaman masing masing , sedangkan Eras Ashura dan Huatan memutuskan untuk tidur di penginapan agar bisa menikmati arak.


bersambung