Louren The Goddess Of War

Louren The Goddess Of War
Perang Dunia I



Perang Dunia I


Dari kejauhan di dunia dewa kini terlihat Pertempuran 2 kubu yang saling berimbang ,dua kubu itu yang tidak lain adalah Dunia kecil melawan dunia dewa . Guru Woh dan Lou Yan sedang berada di dunia kecil untuk menunggu waktu melancarkan serangan mendadak ,dan Lu Sian Sedang menjalankan Semua tim medis beserta obat obatan


Di awal Pertempuran ini yang paling menonjol adalah Ashura yang Bertarung dengan penuh emosi dan dendam nya saat melihat Dewa Naga ,


Ashura "aku akan membunuhmu lebih dulu ."


Dewa Naga "coba saja ."


Setelah mendengar itu Ashura langsung melesat ke arah Dewa Naga " Pedang Langit membelah Gunung ,"teriak Ashura Setelah Merapalkan jurus Puluhan pedang besar Menghujani Dewa naga yang membuat ia terlempar Ratusan meter .


"Brengsek kau bajingan " teriak dewa Naga kesal , setelah beberapa saat dewa naga Merapalkan sebuah jurus nya "Tubuh Emas .", Teriak dewa naga langsung melesat ke arah Ashura .


"Cakar Langit ." Teriak Dewa naga, perlahan Cakar besar mengarah ke Ashura . Ashura yang melihat itu tidak tinggal diam ia langsung Memutar badan nya lalu berkata "Badai Pedang ." .


"DUARRR ." Suara Ledakan terdengar ,2 kekuatan Saling Beradu saat ini. Prajurit yang di dekat mereka langsung menjauh untuk tidak terkena dampak dari pertarungan Ashura dan Dewa Naga .


Setelah beberapa saat Ashura langsung melesat ke arah dewa naga dengan kecepatan penuh ,dewa naga yang melihat Ashura akan mengadu kekuatan nya ia pun langsung mengeluarkan Pedang nya yang bercorak naga .


"TANGGG." Suara benturan senjata memecahkan telinga ,


"Aku akan membalasnya ."teriak Ashura sambil Beradu pedang bersama dewa naga ,"Mimpi sekali ,aku yang akan membunuhmu." Sambil menahan serangan Ashura .


Dewa Naga memutar tubuh nya lalu merapalkan sebuah jurus "Pedang Naga Utara ." Perlahan pedang dewa naga diselimuti energi besar ,Ashura yang melihat akan ada serangan ia merendahkan kan kuda kuda nya "Pengoyak Langit Tebasan Kekecewaan ." … "DUAARRRR ." Guncangan energi dari dua pedang membuat Kehampaan terbelah menjadi beberapa bagian .


"Seperti nya dia akan Mengamuk ."ucap Eras yang mengalihkan pandangannya .


Setelah Suaranya memecahkan telinga ,2 sosok yang bertarung sengit melesat seperti benang benang di langit .


"Pedang Tingkat 5 Tebasan Penghancur Awal." Teriak Dewa Naga, "Pengoyak Langit Tebasan Kekecewaan tingkat Akhirnya." Teriak Ashura , setelah merapalkan Jurus dua sosok tersebut langsung melesat satu sama lain dan pertarungan terjadi kembali.


"ibu ku ,ayah ,semua keluarga ku Aku akan membalaskan dendam Kalian ." Gumam Ashura sambil mencoba menyerang Dewa Naga .


Disisi lain Ratu lebah sedang mengamati pertarungan ,ia melihat kalau pasukan masih Berimbang saat ini itu diKarenakan kekuatan manusia jauh berbeda dengan para dewa.


"Apa yang harus aku lakukan saat seperti ini ."gumam ratu lebah sambil memikirkan rencana.


Setelah beberapa saat kemudian ratu lebah melihat ke arah Huatan lalu berkata "turunkan hujan Panah mu ", Huatan yang mendengar itu langsung merapalkan jurus "Hujan Panah." Perlahan ribuan anak panah Turun dari Kehampaan dan menekan semua prajurit musuh.


"Ini akan membantu semua pasukan ."Gumam ratu lebah sambil duduk melihat jalan nya perang.


Kembali ke Ashura yang masih beradu pedang ,di antara mereka berdua pun tidak memperlihatkan ada yang kalah dalam pertarungannya.


"Pedang langit ." Perlahan pedang besar keluar dari kehampaan secara tiba tiba yang membuat raja naga tidak sempat menahan serangan dadakan dari Ashura.


Bersambung