
Di kota Kabut darah terlihat semua orang sedang melakukan pesta karena sudah berhasil memperluas wilayah dengan cara menyerang desa yang di tinggali orang tua Wei jin.Malam pun tiba semua orang berkumpul di acara pesta
"Ayo kita minum,dan rayakan kemenangan ini." Ucap Salah satu pemimpin pasukan .
Disisi lain Wei jin melesat cepat ke arah kota dengan ribuan panah mengikuti nya , Pandangan Wei jin di sambut Gerbang kota dan kembang api .
Wei jin berhenti di kehampaan sambil melihat orang yang sedang merayakan pesta , Salah satu prajurit menyadari kedatangan Wei Jin lalu memberi tahu Kepada walikota .
"Lapor ada seseorang yang mencari anda, seperti dia memiliki dendam." Ucap prajurit
Walikota pun langsung keluar mengikuti prajurit tersebut,
Mendengar ada keributan Lin si ikut keluar untuk melihat .
"Wei jin ,kamu kembali ."ucap suara lembut Lin si
"Wai jin Selamat Datang." Ucap walikota
"Aku Kesini untuk membalas dendam kematian kedua orang tua ku."teriak Wei Jin
"Apa yang kamu katakan ..!" Ucap Walikota
"Kedua orang tua ku , Tinggal di desa kecil yang bernama desa embun ."ucap Wei Jin
"Wei Jin tenangkan pikiran mu ,ayo kita bicarakan di dalam."ucap Lin Si
"Apakah aku harus tenang setelah mengetahui orang tua ku dan orang di desa ku kalian bunuh."teriak Wei Jin
"Wei jin Ini hanya kesalahpahaman,dan kalau kamu ingin menghancurkan kota maka aku akan melupakan hubungan dekat kita ."ucap wali kota
"Wei Jin,aku selalu menunggu mu .mari kita bicarakan di dalam ."ucap Lin Si
Wei Jin "Lin Si maafkan aku ,aku tidak bisa memiliki hubungan dekat dengan orang yang sudah membunuh kedua orang tua ku ,aku harap kamu jangan ikut campur."
Di tengah perdebatan mereka walikota memanggil salah satu prajurit "Siapakan semua pasukan untuk berperang." Bisik walikota .
Setelah beberapa saat Ratusan prajurit datang dengan membawa senjata ,"Menyerah lah Wei jin ."Ucap walikota .
Setelah mendengar ucapan Wei Jin walikota memerintahkan 500 pasukan untuk menangkap nya ,Wei Jin segera melancarkan panah panah nya ke arah semua prajurit "langkah angin."Wei Jin langsung melesat ke arah Walikota , walikota pun langsung melancarkan serangan ke arah Wei jin .
Disisi lain ribuan panah melayang di Udara melawan semua prajurit yang dikerahkan ,sedang kan Lin si hanya terdiam membisu Tanpa mengatakan sepatah kata apapun .
2 Jam berlalu kini api membakar bangunan di pusat kota yang menghiasi malam , keadaan kota semakin mencekam ,di tambah sosok pria menembakan panah nya secara membabi buta "ini pembalasan yang telah kalian lakukan ." Teriak Wei Jin .
Lin si yang melihat kesedihan Wei Jin tidak bisa menahan air matanya ,400 lebih prajurit tewas di tangan Wei Jin .
Sambil melesat ke arah prajurit Walikota muncul secara tiba tiba di belakang Wei Jin , walikota pun menodongkan Pedangnya ke jantung Wei Jin , disisi lain Lin Si yang melihat Ayah nya ingin membunuh Wei Jin ia langsung melesat yang membuat pedang di tangan ayah nya menembus jantung Lin Si .
"Lin Si, Apa yang telah aku lakukan." Ucap walikota
Wei Jin yang menyadari itu langsung mundur Beberapa langkah ,"Wei Jin aku akan benar benar membunuhmu." Ucap walikota .
Wei Jin meneteskan air mata sambil melihat Lin si tergeletak tak bernyawa " aku masih menyayangimu , selamat tinggal."gumam Wei Jin, Wei jin pun langsung menatap Dingin ke arah Walikota ,tampa mengatakan apa pun Wei jin langsung melesat ke arah Walikota "Tendangan ganda ." "Panah Naga." "Jurus ke 10." Perlahan lingkaran besar muncul di belakang Wei Jin , Walikota yang sudah tak berdaya berusaha berdiri .
"Takdir atau bukan hasil pertarungan ini Mati." Ucap Wei Jin
Lingkaran besar pun mengeluarkan 1 buah anak panah besar dan melesat ke arah Walikota , walikota terseret anak panah yang melesat "Duarrr." Gerbang kota hancur akibat serangan yang dilancarkan Wei jin ,Di dekat Benteng terlihat pria yang sudah tak bernyawa yaitu Walikota.
Kini kota itu menjadi kota kematian, tidak ada orang yang Selamat dengan tragedi ini , Bangunan terbakar dimana mana .
Wei jin perlahan berjalan ke arah Lin si yang sudah tak bernyawa ,lalu ia mengangkat mayat Lin si dan menguburkannya di tengah kota.
"Selamat tinggal , aku akan merindukanmu." Ucap Wei Jin sambil meneteskan air mata, Wei jin pun perlahan berbalik pergi meninggalkan kota . Selanjutnya Wei jin memutuskan untuk mencari sungai untuk membersihkan darah dari tubuh nya .
Setelah beberapa saat terbang pandangan Wei Jin terarah ke matahari pagi , dari kejauhan Wei jin melihat sungai dan langsung kesana.
"Pikiranku sangat kacau saat ini ." Gumam Wei Jin sambil mengganti pakaian .
"Setelah ini aku kembali ke sekte saja." Gumam Wei Jin .
Setelah membersihkan diri Wei jin memutuskan untuk kembali ke sekte Yang , karena iya hanya memiliki keluarga disana.
Bersambung