
Pertempuran benua Timur 2 (Eras)
Jendral "ini baju pedang dan senjata ."
Eras "aku tidak membutuhkan nya , menggunakan itu hanya mengunci pergerakan ku saja."
Jendral "baiklah,kalau kamu mati aku tidak tanggung jawab."
Eras "Ya."
Perlahan di langit pasukan dewa bergerak untuk mengambil posisi siap perang , terlihat satu sosok yang paling menonjol berjalan ke depan ratusan ribu pasukan .
Jendral Dewa "Hai kalian manusia makhluk rendahan hari ini adalah kematian kalian semua."
Mendengar itu eras tersulut emosi nya "Rendahan ya , apakah seorang dewa harus melawan Ras Manusia yang rendahan ini ,Hina sekali." Ejek Eras dengan ucapan jiwa.
Jendral "Tutup mulutmu makhluk rendahan."
Eras "ingin menutup mulut ku ,ambil dulu mayat ku dewa ."
Jendral "Tampak dewa."
"DUARRR."
Eras Terlempar menghantam bangunan ,semua prajurit yang melihat Itu mengira kalau eras sudah tewas . Perlahan suara terdengar "ternyata dewa juga bisa emosi ya ."ucap eras sambil berbangung .
Eras di dunia bawah dijuluki Pendekar kematian ,dengan prestasi nya ia sudah memenangkan turnamen tak terhitung jumlahnya nya .

"Serang."Teriak jendral dewa
Jendral Benua timur "Pasukan Bentuk barisan pertahanan."
Eras "jangan ada yang maju , serahkan gelombang pertama kepada ku ."
Mendengar ucapan Eras semua prajurit benua timur tidak melakukan pergerakan namun dalam posisi siap ,Eras pun perlahan melayang di Kehampaan "Raja Kematian ."teriak eras.
Di langit-langit benua timur Aura Pembunuh memenuhi seluruh wilayah Banteng Benua timur ,aura itu tidak lain yang di perlihatkan Eras .
Eras pun mengalihkan pandangannya ke arah ratusan ribu Prajurit dewa yang melesat ke benteng Utara ,"kegelapan jiwa ku ." Teriak Eras sambil melesat terbang ke arah ratusan ribu musuh sendirian.
"Tebasan Jiwa Penghancur neraka." Teriak Eras sambil mengayunkan senjata nya ,"DUARRR." Dalam satu gerakan 1000 pasukan tewas Seketika ,"kurang ajar ,akan ku bunuh kau ." Ucap Jendral dewa .
Melihat kedatangan Jendral dewa Eras melemparkan sabit nya ke arah Pasukan Jendral ,
Eras "baiklah akan kutunjukkan apa itu kekuatan."
"Matilah kau ."teriak Jendral , Eras langsung menggunakan Segel "Tembok api ." Dalam sekejap tembok api keluar dari kehampaan membuat Jendral dewa menghentikan langkah nya .
Disisi lain Sabit Kematian Eras berputar putar di Langit membunuh satu persatu pasukan dewa ,"setidaknya nya aku mengurangi musuh sebanyak banyaknya ."gumam Eras sambil bertarung melawan Jendral dewa .
Melihat senjata sabit nya tidak di dekat nya Eras memunculkan sebuah pedang di tangan nya , Jendral dewa langsung melesat ke arah Eras "Tapak dewa ." Sebuah tapak besar ,"Aaaaaaaaa siksaan 7 gerbang ." Teriak eras sambil mengayunkan pedangnya .
"DUARRRRR ."suara Ledakan terdengar keras ,Eras yang berada di samping Jendral dewa segera memutar badan nya "siksaan 7 gerbang." "DUARRRR ." Suara Ledakan terdengar lagi , jendral dewa Terlempar Ratusan meter .
Jendral Dewal "semua pasukan gunakan formasi ." Setelah mendengar ucapan jendral dewa semua pasukan membentuk barisan Formasi .
Eras "Sampai kapan kalian menonton ,cepat gunakan formasi perlindungan kalian ."ucap Eras ke arah Pasukan benua timur , pasukan benua timur pun segera membentuk formasi pertahanan .
"Kuat sekali ."gumam Eras sambil menatap formasi serangan dari dunia dewa .
di atas langit terlihat sebuah Tapak raksasa yang siap di lancarkan ,sedangkan pasukan benua timur membentuk formasi yang memunculkan sebuah perisai Putih berukuran besar.
"Apakah kalian bisa menahan nya?" Ucap Eras , Jendral benua timur pun menjawab pertanyaan Eras "tidak yakin."
Eras "apa ."
Jendral dewa "sekarang."
Melihat tapak besar mengarah ke benteng Eras langsung melesat untuk membantu menahan serangan dewa,"DUARRR." Setelah ledakan benteng memang tidak Hancur namun Eras terlempar sangat jauh dan banyak prajurit tewas seketika,Eras segera bangun dan melesat ke arah benteng .
Eras "cari pasukan bantuan,aku akan menahan mereka sementara."
Setelah mengatakan itu Eras dan pasukan benua timur langsung melesat ke arah langit ,pertempuran antara dua kubu akhirnya pecah . Eras melihat kalau pertempuran ini memang berat sebelah ,dia berencana untuk mengurangi jumlah pasukan lawan dengan cepat.
Bersambung