
Benua Selatan
Di benua Selatan kini pertempuran sudah terjadi , kurang nya kekuatan membuat semua pasukan berusaha mati matian untuk mempertahankan benteng.
Ashura dan pasukan lain nya membuat sebuah rencana untuk mempersulit pergerakan musuh dengan cara melemparkan pasir pasir ke udara .
Kembali ke benua Utara ,
Prajurit "Lapor musuh berhasil menembus pertahanan ."
Raja Xio bie "kamu pergilah dan sampaikan pesan ku ke benua selatan kalau benua Utara sudah di tembus."
Prajurit "tapi.!"
Raja Xio bie "cepat pergi."
Setelah mendengar itu prajurit tersebut segera pergi dengan penuh air mata , perlahan prajurit tersebut menghilang dari kejauhan.
Xio bie pun mengalihkan pandangannya ke arah ribuan sosok musuh di depan nya dan melesat ke dalam pertarungan.
Disisi lain Eras sedang bertarung melawan dewa laut ,kini Eras benar benar tidak berdaya yang terpaksa ia harus melarikan diri,."aku tidak peduli dibilang pengecut asal kan masih hidup aku harus lari." Gumam Eras
Kembali ke benua Selatan,
Setelah bertahan 2 hari penuh kini dengan berbagai cara kini Benteng selatan sudah hampir roboh akibat serangan Tanpa henti selama 2 hari .Raja Qin Huang juga menerima kabar kalau Benua Utara berhasil ditembus ,Raja Qin yang mendengar kabar ini kini hanya bisa menarik napas panjang dan berusaha untuk bisa menerima keadaan.
Di langit langit benua selatan terlihat sosok sedang melesat terbang dengan kecepatan tinggi yang tidak lain Ashura yang sedang menebas setiap musuh yang ditemui nya ,jubah emas Ashura terlihat berwarna merah akibat darah dari musuh yang dibunuh nya .
Ashura melesat ke arah monster raksasa yang dikirimkan oleh kaisar dewa , tidak berapa lama Ashura dengan mudah membunuh raksasa tersebut , karena ia tahu semua kelemahan jenis monster yang digunakan kaisar dewa.
Disisi lain Terlihat Ratusan kapal melesat ke arah benua Utara dan benua selatan untuk mengirim bantuan secepatnya,kapal kapal itu yang tidak lain dipimpin oleh Louren .
Di benua Utara terlihat Raja Xio bie sudah berlumuran darah dan luka dimana mana ,dewa laut membiarkan xio bie mati secara perlahan karena semangat nya berjuang .
Dewa laut "dia memang pria yang kuat dan bijaksana ,aku menghargai seperti itu."
Xio bie "kalau mati seperti ini ,maka itu adalah suatu kehormatan besar dalam hidupku ."
Perlahan Xio bie mencoba untuk bangkit dengan bertumpu di pedang yang menancap di tahan,
"Seperti nya aku harus membuatmu mati lebih cepat ,dan itu agar tidak menyiksa mu ."ucap dewa laut sambil mengayunkan Tombak samudera nya.
Beralih ke Eras yang sebelumnya lari ke benua selatan ,namun waktu dia di benua selatan melihat aman aman saja ia memutuskan untuk ke pusat 3 kerjaan.
"Louren akhirnya kamu datang , cepat ke benua timur Yang lain Sangat membutuhkan ."ucap Eras sambil mengatur nafas .
Louren " baiklah ."
Louren pun mengalihkan pandangannya ke ratu laut "bibi bawalah sebagian pasukan ke benua Selatan."
Ratu lebah "baiklah ,kamu hati hati jangan terluka."
Louren "Eras istirahat lah ke kapal."
Eras "baiklah,aku serahkan sisanya kepada mu."
Setelah mengatakan itu Louren langsung melesat lebih dulu ,dan diiringi kapal di belakang nya .
Disisi lain ,benua timur kini terlihat kaisar dewa berdiri.
Kembali ke benua Utara ,
"DUARRR." Ledakan secara tiba tiba terdengar yang membuat tombak dewa laut terlempar,dewa laut mengalihkan pandangannya ke arah Tingkat emas berselimut es dan api Menancap di tanah .
Louren "paman tidak apa , istirahatlah dan kembali kepal ."
Xio bie "terima kasih nak."
Louren memerintahkan tim medis untuk menjemput Raja Xio bie untuk segera dirawat , setelah itu Louren mengalihkan pandangan ke arah ke sosok dewa laut dan Berkata "aku yang akan membunuhmu ."ucap Louren sambil mengambil tongkat emas nya .
Dewa laut "seperti nya ada 1 lagi lawan ku ."
Setelah mendengar itu Louren langsung melesat ke arah dewa laut sambil memutar tubuh nya yang diiringi tongkat nya terayun "Rasakan pukulan ini , Pembelah Lautan ." Teriak Louren .
*DUARRRR." Retakan dari kehampaan terlihat , energi es yang dikeluarkan Louren membuat kehampaan membeku . Setelah nya dewa Laut mundur satu langkah dan berbalik memutar tombaknya ke arah Louren "gelombang Kejut." ,Louren yang melihat serangan mematikan "Tongkat , berubah perisai ." "DUARRRRR." Kini kehampaan robek kedua kalian nya dari benturan dua kekuatan .
Dalam hitungan detik Louren langsung menyerang balik "Tebasan bulan sabit ." Ucap Louren dingin,dalam setengah detik Louren menghilang dari tempat nya berdiri dan muncul di hadapan dewa laut ,"gerbang samudra ." Teriak dewa laut.
*DUARRR."ledakan kembali terdengar ,
Dewa laut Terlempar dan memuntahkan seteguk darah,Louren berdiri di Kehampaan sambil mengatur nafas.
Louren " aku tidak akan mengampunimu meskipun tunduk kepada ku."
Dewa "aku tidak butuh pengampunan."
Setelah mendengar itu Louren langsung melesat ke arah dewa laut ,dan pertarungan kembali pecah di antara dua sosok kuat tersebut.
Semua pasukan di benteng menghentikan pertarungan mereka , karena saat ini tidak mungkin bagi mereka untuk bertarung di dekat kedua sosok itu.
1 hari berlalu ,saat ini malam hari di benteng benua Utara terjadi pertarungan sengit .
Terlihat dewa laut sedang mengeluarkan Jurus terakhirnya
"Segitiga Bermuda."
Louren yang melihat itu langsung mengeluarkan salah satu jurus terkuat nya "Pedang Tingkat langit ."
Guncangan hebat terasa ke seluruh Benua Utara,dan juga bisa dirasakan ke benua Selatan,
Dewa laut " matilah kau ."
Louren " Langit yang akan mengatur matiku ."
"Aaaaaaaaaaaaaaaaa."teriak dewa laut sambil melancarkan segitiga Bermuda
"Aaaaaaaaaaaaaaaaa." Teriak Louren sambil mengayunkan pedang langit nya .
Tidak ada suara ledakan antara kedua kekuasaan tersebut ,namun waktu terhenti selama 3 detik.
Dari atas benteng terlihat Dewa Laut yang tak sadarkan diri jatuh dari ketinggian,dan di sisi lain Terlihat Louren berdiri di Kehampaan sambil memegang sebuah Padang .
Perlahan Louren mengalihkan pandangannya ke semua prajurit yang sudah tewas ,kini terlihat air mata mengalir di pipi nya . setelah melihat sekeliling Louren berbalik menuju kapal besar dengan simbol gunung berapi,Tanpa mengatakan apapun Louren melangkah berjalan memasuki kapal.
Prajurit "dia sangat kuat ,tapi sepertinya dia tidak tenang saat ini.",
Prajurit "benar."
"Menang atau kalah ,yang dinamakan perang tidak ada yang saling menguntungkan." gumam Eras
Bersambung