
Perang Dunia II
4 Hari berlalu kini dunia dewa sudah terlihat porak-poranda akibat pertempuran Ashura dan Prajurit yang dipimpin nya ,
Ashura yang membawa 100 juta pasukan kini tersisa 60 juta pasukan , Sedangkan Dewa naga yang awal nya membawa 130 Juta pasukan sekarang tersisa 50 Juta pasukan itu semua di karena kan Jurus "Hujan panah" dari Huatan yang sebelumnya diperintahkan oleh ratu lebah .
Di langit langit dunia dewa terlihat 2 sosok yang sudah berlumuran darah di antara mereka berdua ,luka terlihat di badan Ashura dan Dewa Naga .
Kedua sosok itu berdiri di kehampaan sambil mengatur nafas mereka ,"Aku akan Membunuhmu."teriak Ashura dengan penuh dendam , "mati saja bersama keluarga mu ." Ejek Raja naga .
Perlahan di antara kedua nya Merapalkan sebuah jurus terkuat "pedang Leluhur ."ucap Ashura pelan , setelah mengucapkan jurus nya lingkungan besar tercipta di langit langit ,Perlahan dari lingkaran tersebut sosok pedang seukuran gunung keluar secara perlahan.
Dewa Naga yang melihat Ashura Merapalkan jurus yang begitu kuat ia langsung merubah wujudnya menjadi sosok naga berwarna emas , Setelah beberapa saat kedua nya mulai terlihat saling melancarkan serangan terakhir nya .
"Matilah ." Teriak Ashura sambil Melesatkan me arah Dewa Naga, Disisi lain dewa naga yang sudah merubah bentuk nya menjadi seekor naga langsung melesat untuk menahan serangan dari Ashura.
"DUARRR."ledakan yang begitu kuat terdengar menggema ke seluruh dunia dewa, setelah beberapa saat terlihat Dewa Naga tewas mengenaskan .
Kaisar "bajingan ,bunuh pemuda itu. "
Ratu lebah yang melihat kaisar dewa memerintahkan pasukannya langsung mengangkat tangan nya "Lou Yan ." Teriak ratu lebah, setelah mengucapkan nama Lou Yan terlihat beberapa sosok muncul di Kehampaan lalu berkata "Ingin membunuh anak ini maka langkahi mayat ku."ucap Lo Yan.
" Kembali ." Ucap kaisar menyuruh pasukannya ,Lou Yan dan pasukan nya pun segera menghilang dari Kehampaan sedangkan Ashura segera berbalik ke dekat Ratu lebah.
Ratu lebah "kembali lah lebih dulu dan sembuhkan semua luka mu. "
Ashura "baiklah .".
Ashura dan pasukan nya yang terluka segera kembali untuk di rawat di dunia kecil, perlahan sosok mereka satu persatu memasuki pintu dimensi yang berasal di kapal.
"Luka anak itu terlalu parah ,namun dia masih bisa berdiri."gumam ratu lebah yang sambil melihat jalanya perang .
Kini beralih ke Huatan yang kehabisan energi Akibat jurus Huajan panah sepanjang waktu perang pecah,"aku lelah sekali ." Ucap Huatan pelan sambil mengatur nafas sendat nya.
"Pegang itu ."ucap Louren sambil menahan serangan Kaisar dewa dengan kaki nya." lalu mengeluarkan pedang langit nya .
"Baiklah ."ucap Huatan , "tunggu sebentar bagaimana cara menggunakan tongkat ini ." Gumam Huatan bingung .
Dewa Pasir "Berani sekali melamun bodoh ,Jurus Tombak pasir ."
Setelah mendengar itu Huatan mengalihkan pandangannya ke arah Dewa pasir "Bagaimana ini ."gumam Huatan , setelah beberapa saat Huatan Melesatkan tongkat menggunakan anak panah Nya .
Setelah Melesatkan Huatan melihat tingkat Louren berubah menjadi panah yang begitu besar "Luar biasa pantas saja Louren tidak terkalahkan "ucap Huatan sambil melihat Tongkat Louren yang berubah menjadi panah besar .
"DUARRR ." Ledakan terdengar keras ,"Senjata apa ini ."ucap Dewa pasir bingung.
Setelah benturan ledakan tongkat Louren berubah menjadi sosok Louren Dan segera Melesat ke arah Dewa pasir ,"Ini benar benar menarik tongkat itu berubah seperti diriku dan aku tinggal membidik dewa pasir sialan itu "ucap Huatan dengan penuh semangat .
"Kena kau."ucap Huatan Dingin , setelah mengucapkan itu Huatan Melesatkan panah api nya ke arah dewa pasir ,dewa pasir yang sedang bertarung dengan tongkat Louren segera berucap "Tubuh pasir ." .
Panah Huatan menembus badan Dewa pasir namun tidak melukai nya sama sekali ,Huatan yang melihat itu berkata "bagaimana bisa orang ini begitu kuat ." Gumam Huatan lalu ia mencoba Melesatkan panah kedua nya ke arah dewa pasir ,namun hasil nya sama saja.
Disisi lain Tongkat Louren yang sebelumnya berubah menjadi sosok Louren sekarang berubah lagi menjadi Sebuah pedang berbentuk bulan sabit dan beberapa Lukisan muncul di langit "月牙剑 "yang artinya Tebasan Bulan sabit rapal jurus tongkat Louren "DUARRRR." Dewa pasir terlempar ratusan meter dan memuntahkan seteguk darah segar .
"Senjata itu sangat aneh , dia mampu menyerang jiwa ku ."gumam Dewa pasir .
Huatan yang melihat itu ternganga "itu kan jurus tebasan yang membentuk bulan sabit."gumam Huatan , perlahan Huatan teringat kalau jurus itu tidak hanya menyerang fisik namun juga menyerang jiwa lawan, sedangkan panah Huatan yang dilesatkan hanya berdampak pada fisik nya .
"Aku mulai mengerti sekarang ." Ucap Huatan sambil memperlihatkan aura pembunuh nya ,di sisi lain Dewa Pasir mulai terlihat panik lalu berkata "apakah aku harus itu ."gumam dewa pasir .
"DUARRRRR ." Ledakan terdengar. dewa pasir baru saja berdiri namun terlempar lagi ratusan meter, "dia mengetahui kelemahanmu ," gumam dewa pasir.
Bersambung