Louren The Goddess Of War

Louren The Goddess Of War
Barisan pasukan Musuh ***



Barisan pasukan


Dunia Asal ,


Hari demi hari telah berlalu , perlahan dari langit satu persatu pasukan musuh mulai terlihat ,kapal kapal mulai membentuk sebuah barisan memanjang , terlihat juga pasukan berbasis membentuk persegi ,dan Sebagian pasukan berlabuh di kehampaan sambil menunggu perintah kaisar dewa.



Di aula pertemuan terlihat 3 raja dan jendral utama pasukan sudah berkumpul ,strategi yang sebelumnya dibuat akan mulai dijalankan oleh mereka.


Semua penduduk sudah di pindahkan ke dunia kecil ,kini hanya tersisa pasukan yang akan bertempur habis habisan.


Disisi lain Sebagian pasukan Rasa hewan dan Dunia Asal disatukan untuk menyerang dunia dewa selagi kekuatan utama mereka berada di dunia Asal.


Di atas hutan terlihat Seekor elang yang pernah bertemu Louren sebelum nya ,namun mereka terpisah ketika bentrokan melawan kaisar dewa. Raut wajah elang tersebut memperlihatkan kesedihan mendalam saat dia melihat begitu banyak pasukan dewa yang datang,dan berharap Louren menjemput nya.


Kubu pasukan dewa ,


Jendral utama dewa " Lapor , Pasukan musuh sudah terlihat berbaris di atas benteng pertahanan."


Kaisar dewa "baiklah ,jangan bergerak sampai menunggu perintah dan biarkan mereka menikmati sisa hidup mereka.


Setelah Mendengar itu jendral yang tadi segera memberi hormat dan berbalik pergi,"sebentar lagi aku akan mendapatkan Dunia Asal."gumam kaisar yang memperlihatkan senyuman licik.


Di dunia kecil .Louren mendapatkan laporan kalau pasukan musuh sudah terlihat di perbatasan ,Louren yang mendengar itu segera keluar untuk menggerakkan semua pasukan nya .


Louren "bibi kendali pasukan akan ku serahkan kepada mu ,aku akan pergi lebih dulu untuk melihat situasi."


Ratu lebah "baiklah,hati hati jangan sampai terluka."


Setelah mendengar itu Louren memeluk ratu lebah dan berbalik pergi menuju Dunia Asal, setelah beberapa saat kemudian Louren tiba di perbatasan.Louren mengalihkan pandangannya ke arah langit,mata Louren disambut dengan ratusan juta pasukan dan puluhan ribu kapal terbang .


Kini semua pasukan dewa mengadakan pesta sebelum melakukan peperangan. Setelah melihat itu ,salah satu prajurit penjaga yang mengenal Louren perlahan menghampiri dia.


Prajurit "nona lama kita tak bertemu ."


Louren "maaf , sekarang aku lagi tidak bisa membuat obrolan dan yang terpenting kita bertemu lagi."


Prajurit "aku tahu apa yang nona pikirkan."


Louren " hmmmm,kalau kamu mengetahuinya katakanlah?"


Prajurit "itu pasti berhubungan dengan perang ini ,dan aku ada pesan buat nona sebelum aku pergi berperang ."


Louren "katakan ?"


Setelah mengatakan itu prajurit tersebut meninggalkan Louren ,Louren terdiam sesaat mendengar ucapan prajurit tersebut .


"Dia tidak memiliki kekuatan seperti pendekar lain nya ,namun jiwa nya melebihi dari segala nya ."gumam Louren sambil melihat prajurit itu pergi.


Louren pun segera berbalik ke arah hutan untuk membuka pintu dimensi dunia kecil , Setelah beberapa saat ia tiba di hutan .


Saat tiba di hutan Louren melihat seekor Elang besar berdiri di atas ranting pohon ,Louren pun segera menghampiri nya .


Louren "akhirnya kita bertemu lagi ."


Elang "tuan kemana saja dirimu ."


Louren "ayo ikut aku ,aku akan menceritakan nya nanti."


Louren pun segera membuka pintu dimensi dan mengajak hewan peliharaan nya kedunia kecil, tidak lama kemudian mereka tiba di dunia kecil .


Di aula pertemuan terlihat Louren dan hewan peliharaan sedang mengobrol bersama ,Louren menceritakan semua perjalanan nya sesudah di tangkap oleh kaisar dewa .


Perlahan Guru woh ,ashura eras,dan buatan menghampiri Louren yang sedang duduk di samping elang nya.


Louren "ibu,ayah,guru ,ashura,eras ,huatan ."


Guru woh "Louren bagaimana keadaan dunia Asal?"


Louren "sekarang musuh sudah terlihat dan mereka berlabuh di perbatasan pertahanan."


Eras "seperti nya tidak lama lagi."


Guru woh "aku harap kalian jangan putus asa ,kita pasti bisa melewati semua ini "


Ashura "benar ,kita tinggal menjalankan rencana perang ."


Ibu Louren/Lu Sian"bagaimana ayah?"


Ayah Louren / Lou Yan "kita akan maju setelah baris depan hancur."


Guru woh "tujuan kita adalah bagian terlemah mereka."


Mereka pun melanjutkan pembicaraan tentang rencana perang, di sisi lain ratu lebah sedang mengatur barisan pasukan.


bersambung