
100 Tahun berlalu setelah peperangan besar terjadi banyak sekali misteri janggal terjadi, bahkan tidak ada yang tahu siapa pemenang dari kedua belah pihak, dari dunia dewa dan ras manusia heboh dengan misteri yang telah terjadi, rapat pertemuan selalu di lakukan di era Baru ini.
Pelantikan jabatan kerjaan di lakukan dengan cepat di berbagai benua, raja baru, nama baru, generasi baru, era Baru.
Peperangan 100 tahun yang lalu hanya menjadi misteri yang tercatat di sejarah 5 kerajaan, tidak ada yang tahu kemana orang orang saat peperangan itu, dan tiba tiba menghilang.
Generasi Sekarang di namakan Era Baru Dimana Kultivator Memiliki basis Kultivasi Standar, waktu terus berlalu sehingga merubah pola pikir makhluk hidup semakin maju,begitu juga monster hutan yang semakin kuat.
Di rumah tua terlihat seorang kakek duduk sambil menikmati teh hangat, dia adalah Huatan sang Legenda, kini usia Huatan 101tahun dan rambut nya terlihat putih bersih.
“Sudah lama aku tidak menikmati teh ini, dimana kalian loren, ashura, eras aku merindu kalian saat ini. “gumam Huatan sambil menatap ke arah langit
“hai kakek aku pergi ke kebun dulu. “ucap anak muda, anak muda tersebut adalah tetangga dari Huatan saat ini.
“baiklah bocah, hati hati. “ ucap Huatan
“tenang saja kakek tidak ada yang berani menganggu ku. “
Perlahan sosok pria muda menghilang dari kejauhan, Huatan yang menatap pemuda tersebut sambil bergumam “bocah, ceria sekali kamu. “
Saat ini Huatan tinggal di desa terpencil yang bernama Desa Yin putih yaitu desa terpencil dadi kekaisaran Sau, Huatan pergi ke halaman belakang.
“kambing kecil ini makanan buat mu. “ucap Huatan ke hewan ternak nya
Kambing itu menatap Huatan dengan penuh semangat, sambil melihat anak kambing makan rumput Huatan berkata “aku akan pergi sebentar, kami akan ku titipkan bersama Wei Jin. “
Huatan pun kembali ke dalam rumah kecil nya dan menuju Tempat tidur, Huatan duduk bersila Dan mencoba mengeluarkan sedikit energi kehidupan nya.
Perlahan tubuh Huatan diselimuti energi yang cukup mendominasi sehingga membuat udara di ruangan menjadi hampa.
“tidak bisa, setelah pertempuran itu semua pintu semesta tertutup rapat, portal dimensi seperti nya mengalami kerusakan energi. “ gumam Huatan
Huatan pun segera berdiri menuju teras rumah nya, 2 jam berlalu Huatan duduk sambil menikmati teh merah daun terlihat sosok pemuda pulang dari kebun.
“kamu sudah pulang, bagaimana dengan kebun mu?” tanya Huatan
“Hasil nya bagus sekali. “ucap pemuda itu
“bagaimana dengan latihan mu wei jin? “
“mmm itu, hehehe aku sedikit melupakan nya.”
“sekte besar di ibu kota kekaisaran sedang mengadakan turnamen, hadiah yang sangat besar Apakah kamu tidak mau ikut?”tanya Huatan sambil mengelus jenggotnya
“aku akan ikut, setelah ini aku ingin latihan. “
Wei Jin pun langsung berbalik menyiapkan alat latihan nya, sedangkan Huatan pergi ke halaman belakang untuk menunggu wei jin.
“aku datang kek. “ucap wei jin
“akan ku jelaskan pertama adalah tingkatan kekuatan. “ucap Huatan dengan tegas sambil meletakkan panah nya ke atas batu besar
“tingkatan terbagi menjadi 9 dan yang paling rendah adalah tingkat Sau,
-Sau
-Sau di
-Sau di ji
-Rau
-Rau di ji
-bumi
-bumi di
-Langit
-Surga
“kalau boleh tau kakek sekarang di tingkatan apa? “Tanya Wei jin
“suatu saat nanti kamu pasti mengetahuinya bocah, yang terpenting sekarang adalah latihan mu. “ ejek Huatan
“woho baiklah, aku akan menjadi kuat. “
Mereka pun memulai latihan nya, Huatan menulis jurus jurus nya di kitab suci yang bernama “Panah 4 Arah Mata Angin,jurus yang dimiliki Huatan sudah berada di tingkat tertinggi.
“dengarkan aku, latihan cukup 1-2 jurus saja yang terpenting tingkat penguasaan dalam jurus itu. “ucap Huatan
“jurus jurus ini terlalu sulit kakek. “ucap wei jin sambil mengeluh
“Ah, pelajari saja 1 dulu wei jin. “balas Huatan
Wei Jin pun mulai melakukan gerakan nya lagi, Huatan duduk di atas batu dengan busur panah nya sambil mengamati wei jin latihan.
Bersambung….