Louren The Goddess Of War

Louren The Goddess Of War
Pintu dimensi di paksa terbuka



Persiapan Perang


Setelah beberapa hari kemudian,semua orang mengadakan rapat dadakan di karenakan salah satu mata mata Datang memberikan kabar kalau pintu dimensi akan dibuka secara paksa oleh dewa. Louren juga memerintahkan untuk mengevakuasi semua penduduk dunia dewa di pindahkan ke dunia kecil untuk sementara ,dan juga Louren menyuruh salah satu Jendral untuk menyiapkan semua pasukan serta peralatan perang,medis,dan pil penyembuhan.


Wajah semua orang di pertemuan menjadi suram saat mendengar kabar dari mata mata tersebut , disisi lain pasukan ras hewan juga ikut membantu mempersiapkan perlengkapan perang .


"mungkin ini pertempuran terakhir kita ,dan apapun hasilnya kita harus berjuang." Ucap Louren sambil menatap ke semua pasukan di depan nya.


Disisi lain terlihat 3 orang sedang duduk sambil menikmati sebotol arak,"ini akan menjadi pertempuran yang sulit,dan kalah di antara kita ada yang gugur maka jangan bersedih." Ucap Huatan sambil meminum segelas arak ,"kalau kita mati di Medan pertempuran jangan lupa untuk bertemu lagi di kehidupan selanjutnya ." Ucap Ashura,


Eras "ayo kita bersulang ."


Mendengar itu 3 sosok tersebut segera bersulang untuk menikmati minuman mereka.


Di kehidupan sebelumnya mereka telah gugur diKarenakan Array permohonan Tingkat langit yang harus mengorbankan nyawa Sendiri, kalau itu terjadi lagi maka jiwa mereka akan ikut terbakar dan mati sepenuhnya.


Masa lalu tidak akan bisa merubah masa depan ,dan mereka harus menghadapi kenyataan dua kali, waktu terus terulang .


Mungkin dari perang ini akan menciptakan sungai darah, lautan mayat,dan jiwa jiwa yang terbengkalai setelah mati.


Kembali ke dunia kecil ,


Di dunia kecil Louren sedang duduk di atas tempat tidur "aku harus meningkatkan kekuatan ku lagi pula hanya bibi yang bisa mengatur semua pasukan ."gumam Louren, perlahan Louren memejamkan mata nya .


Tidak lama kemudian Louren bermeditasi kini memperlihatkan 2 energi keluar dan membungkus seluruh tubuh nya ,dua energi tersebut terus menerus meningkatkan kekuatan Louren . Perlahan simbol gunung api terlihat di dahi Louren seiring meningkatnya kekuatan .


Disisi lain ratu lebah sedang mempersiapkan pasukan ,


"Atur barisan " ucap ratu lebah sambil mengamati semua prajurit ,"seperti nya semua sudah siap sekarang aku harus menyiapkan sumber daya dan obat obatan "gumam tahu lebah.


Setelah memikirkan sesuatu ratu lebah menuju tempat lain nya untuk memeriksa persediaan "kamu disini ?"ucap ratu ,guru Woh pun mengalihkan pandangannya ke arah ratu lebah lalu berkata "ratu ,aku sudah mengumpulkan Sumberdaya dan semua bahan obat."ucap guru wah .


Ratu lebah "terimakasih sudah membantuku ."


Guru Woh "tidak apa lagipula ini pekerjaan kita semua ."


Ratu lebah "oh iya dimana Louren ."


Guru Woh "dia sedang meningkatkan kekuatan nya ."


Ratu lebah "lalu Lu Sian dan Lou yang ?"


Ratu lebah"baiklah ,aku akan pergi dulu dan bertemu di makan malam nanti ."


Setelah mengatakan itu ratu lebah segera pergi ke istana untuk beristirahat sebentar .


Di bawah pohon halaman belakang istana terlihat 3 sosok sedang berkultivasi untuk meningkatkan kekuatan mereka,3 sosok itu tidak lain adalah Eras , Ashura,Dan Huatan.Aura yang dikeluarkan mereka bertiga membuat angin di sekitar menjadi sedikit kacau, Tidak lama kemudian mereka membuka mata .


Huatan "aku tidak fokus , Perut ku terus berbunyi ."


Eras "bagaimana bisa ,aku selalu diganggu oleh nyamuk nyamuk ini."


Ashura " aku juga tidak fokus karena 2 orang di sebelahku terlalu berisik."


Eras "kamu menuduhku ."


Huatan "iya ,kamu menuduhku ."


Ashura "aku tidak menyebutkan nama kalian." Ucap Ashura sambil memalingkan wajahnya.


Setelah mendengar kata kata Ashura ,Eras dan Huatan memalingkan wajah mereka dan mereka tidak menyangka akan dibungkam seperti ini.


bersambung


A


A


A


A


A


A


A


A


A