
Instrumen Huatan

Sebelum nya Louren sudah membagi 3 bagian dari pasukan, Huatan ke timur, Eras Utara, Ashura Selatan.
Di atas benteng terlihat sosok pria sedang duduk dengan busur panah di belakang nya , Perlahan Huatan memejamkan mata nya dan saat itu juga terdengar Suara kecapi yang indah .
Kini benteng pertahanan bagian Timur Seketika hening semua pasukan dari kedua kubu menikmati permainan kecapi Huatan , Alunan melodi yang indah Membuat pikiran semua orang menjadi tenang .
Semua prajurit dunia dewa dan dunia Awal memejamkan mata mereka untuk menikmati alunan melodi yang keluar dari kecapi Huatan.
Saat semua orang memejamkan mata Ribuan anak panah menusuk jantung prajurit dunia dewa , prajurit yang terkena serangan anak panah perlahan menghilang menjadi butiran cahaya ,dan hal ini tidak diketahui oleh siapapun kecuali Huatan sendiri .
Suara kecapi pun akhir nya berhenti ,semua orang membuka mata mereka dan memberikan tepuk tangan meriah ,"Anak muda Maukah kamu mandi saudara ku,dan ikut aku ke dunia dewa ."ucap dewa angin
Huatan "maaf tuan sepertinya anda bermimpi ."
Dewa angin "kata kata mu mampu melumpuhkan ku, Dari Manakah kamu berasal ?"
Huatan "aku berasal dari dunia 7 warna , seperti nya dewa angin yang agung mengingat nya ."
Dewa angin "Sayang sekali nak ,aku sangat mengingat nya dan seperti nya kamu ingin membalas dendam mu disini."
Huatan "dewa angin sangatlaj bijak sehingga mampu mengetahui tujuan ku ."
Dewa angin "kalau begitu kita mulai saja pertempuran ini ."
Huatan "apakah tidak terlalu cepat ,atau mungkin dewa angin ada sedikit pesan untuk ku ?"
Dewa angin "tidak ada ."
Dewa angin pun memerintahkan semua pasukannya untuk menyerang,kini dewa angin tidak menunggu perintah dari kaisar dewa .
Huatan "pasukan pemanah ."
Dalam sekejap Pasukan pemanah berbasis di depan benteng dan menarik busur panah mereka , setelah beberapa saat pasukan dewa mulai mendekati benteng pertahanan "Formasi pelindung ."ucap Huatan sambil memainkan kecapi nya , Prajurit yang berada di benteng langsung membuat formasi pelindung untuk menahan serangan prajurit dewa . "prajurit tempur Maju lah ."ucap Huatan sambil memainkan kecapi nya ,dari dalam formasi ribuan sosok melesat ke medan pertarungan .
Kini benteng benua timur sudah terjadi Pertempuran,
Kaisar "apa ,sialan kenapa dia tidak menunggu perintah."
Penasihat "mungkin keadaan nya berbeda."
Kembali ke benteng pertahanan terlihat Huatan sedang berdiri "pergilah dan beritahu Louren dan ratu lebah kalau di benteng benua timur sudah terjadi pertumpahan darah."ucap Huatan kepada salah satu prajurit .
Dewa angin "aku akan membunuhmu , ikut lah dengan orang orang mu."
Huatan "aku akan membalaskan dendam semua orang."
Huatan pun langsung melesat ke arah dewa angin , pertarungan dua orang terkuat di benteng timur pun terjadi .
Dewa angin "angin penghancur." Perlahan Puluhan pusaran angin terbentuk dan melesat ke arah Huatan ,Huatan yang melihat itu langsung mempercepat gerakan nya
Huatan "kuat sekali ."
Huatan pun langsung melesat kan anak panah ke langit "Panah langit 1x Kamatian Dunia." Setelah mengeluarkan jurus panah besar muncul dari kehampaan dan langsung mengarah ke dewa angin , disisi lain Kilatan petir melesat ke arah Huatan .
"DUARRR ." Huatan terlempar menghantam benteng pertahanan ,"Licik sekali ."ucap Huatan sambil menahan rasa sakit , di sisi lain dewa angin yang mendapat serangan berusaha menahan serangan panah besar yang membuat nya terlempar ratusan meter .
Dewa petir "langkah petir ."
Melihat dewa petir melesat ke arah Huatan ,Huatan Segera Merapalkan sebuah jurus " Tubuh panah menjadi satu ." ,2 kilatan cahaya pun beradu di atas benteng bagian timur.dewa angin yang melihat dewa petir bertarung sengit ,ia pun segera melesat untuk bergabung di pertarungan itu.
5 jam berlalu , Huatan mulai terdesak namun dengan kecepatan yang ia memiliki mampu menghindari Beberapa serangan dua lawan di depan ny .
"2 Vs 1." Ini buruk ucap Huatan ,di dalam pertarungan Huatan Berusaha menahan mereka berdua sebisa mungkin.
"Panah langit Hujan Panah ." Teriak Huatan ,ribuan anak panah kini menghujani dua dewa tersebut , melihat dewa angin dan dewa petir terdesak Huatan Langsung merapat jurus kedua nya "bintang jatuh." .
"DUAARRRR." Ledakan keras terdengar ,2 dewa yang berhadapan yang terkena serangan bintang jatuh terlempar dan memuntahkan seteguk darah .
Melihat Kedatangan dewa petir rasio kemenangan mereka menjadi tidak mungkin , Pertempuran yang tidak seimbang telah terjadi .Dewa angin mendapatkan bantuan secara instan dari kaisar dewa untuk mengirim dewa petir dan pasukan ke benteng Timur.
Perlahan sosok tua menghampirinya Huatan yang berdiri di Kehampaan "maafkan aku terlambat nak Aku tetua dari sekte naga angin,dewa angin serahkan kepada ku ."ucap tetua sekte, "baiklah tetua ." Jawab Huatan .
Perlahan Jubah emas muncul dari kehampaan dan langsung berpasangan di tubuh Huatan , pandangan semua orang terlihat kepada sosok pria yang memegang busur panah .
"Siapa dia sebenarnya. " Ucap salah satu prajurit.
Dewa petir " seperti nya kamu sudah memperlihatkan kekuatan mu ya ."
Huatan "tidak perlu banyak bicara. "
Huatan langsung melesat dengan kecepatan tinggi ke arah dewa angin ," Tombak Petir tingkat 9" dewa petir langsung melempar tombak nya arah Huatan .Huatan yang melihat tombak petir dengan kekuatan besar ia langsung Merapalkan sebuah jurus "Panah Langit pengguncang surga." Teriak Huatan .
"DUARR." Suara Ledakan memecahkan telinga ,semua pasukan yang bertarung di Sekitar hauatan dan tetua sekte angin langsung berusaha pergi meninggalkan tempa itu secepat mungkin.
Di atas benteng timur petir terus terlihat menyambar secara membabi buta ,Huatan yang melihat itu terbang dengan kecepatan tinggi untuk mengindari semua petir petir yang mengarah kepadanya.
Dewa petir "kamu cuma bisa lari ."
Huatan terus melesat terbang dan tidak menjawab ocehan dewa petir , disisi lain Tetua naga angin bertarung dengan dewa angin .Dari peraturan itu dewa angin memperlihatkan tubuh jiwa yang begitu besar , sedangkan tetua sekte naga angin memperlihatkan jiwa naga nya .
Langit langit di benteng benua timur kini terlihat sosok tubuh jiwa dan Jiwa Naga berada di kehampaan . Huatan menyuruh semua pasukan untuk meninggalkan tempa ini secepat mungkin , karena akan ada ledakan besar terjadi.
Setelah mendengar Ucapan Huatan ,semua Jendral Dunia Asal memerintahkan pasukan untuk mundur .
Disisi lain Pusat 3 kerjaan melihat sosok naga dan Tubuh Jiwa menjulang ke langit ,
Sedangkan di bagian utara terlihat kobaran api hitam terlihat ,api itu berasal dari Kekuatan Eras .
Di selatan juga terlihat sosok Pedang besar menancap di atas permukaan bumi ,kini pertempuran sudah terjadi di sana .
Dari atas kapal ,di pusat 3 kerjaan terlihat sosok cantik mengamati jalanya pertempuran saat ini ,"bagaimana ini ."ucap Louren sambil mengalihkan pandangannya ke arah Ratu lebah , "kita tidak bisa bertahan ,karena kaisar dewa masih belum melakukan sesuatu."ucap ratu Lebah.
Kembali ke benteng timur ,2 sosok terlihat melancarkan serangan terkuat mereka yang tidak lain adalah tetua sekte naga angin dan Dewa angin .
Setelah semua prajurit dari dua kubu mundur "DUARRR."ledakan keras menggema keseluruhan benua Timur.Huatan mengalihkan pandangannya ke arah tetua naga angin yang terlihat pucat akibat terkena ledakan tersebut.
Huatan " tetua bertahan lah ,aku akan menyelamatkanmu ."
Tetua naga angin " tinggalkan aku disini kamu dan lain nya segera pergilah ."
Huatan "setidaknya nya aku harus mengurangi Jumlah pasukan mereka untuk pertempuran di masa depan."
Huatan pun berdiri membelakangi tetua naga angin untuk melindungi nya dari serangan dewa angin selanjutnya .
Dewa angin "seperti nya kamu juga akan mati ."
Dewa petir "ayo kita bunuh saja dia."
Huatan "meski aku mati,aku tidak akan membiarkan kalian berbuat seenaknya."teriak Huatan ,ia pun memegang erat busur panah nya dan langsung mengarah kan ribuan anak panah secara membabi buta .
5 jam berlalu,kini Huatan terlihat berdiri membelakangi Tetua naga angin dengan Jubah emas yang sudah setengah Hancur ,Huatan juga sudah menelan banyak pil energi dan sekarang ia mengeluarkan pil energi lagi .
Setelah beberapa saat Huatan tersenyum Dingin ,di pertarungan sebelum nya ia memerintahkan pasukan mundur dan sebenarnya adalah untuk membuat formasi perangkap secara tidak langsung .
Dewa angin "mau mati saja kamu masih bisa tersenyum ."
Dewa petir "dia gila."
Dewa angin pun langsung melesat ke arah Huatan ,namun saat hampir kesempatan Huatan tubuh nya tidak bisa bergerak .panah besar muncul di atas kepala dewa angin ,dan Huatan segera membuka pintu dimensi lalu menggendong tetua naga angin untuk kabur .
Namun saat Huatan ingin melangkah ke pintu dimensi sebuah tombak Petir Melesat ke arah Huatan ,Tetua naga biar yang masih bisa membuka mata nya berusaha bergerak untuk memberitahu Huatan namun semua itu sia sia ,pada akhirnya tombak petir Menancap di dada Huatan.
"AAAAAA." TERIAK Huatan meringis kesakitan "Aku tidak harus mati disini."gumam ,sambil menggendong tetua naga angin dan melangkah memasuki pintu dimensi .
(Pertemuan benua Timur ,Huatan dan semua prajurit terpaksa mundur karena kedatangan dewa petir beserta pasukannya .)
bersambung