Louren The Goddess Of War

Louren The Goddess Of War
Rasa Persaudaraan



Sebuah Rasa Persaudaraan


Di pagi hari terlihat semua orang berkumpul di pusat 3 kerjaan , Louren dan yang lain nya segera juga bersiap untuk pulang Ke Dunia kecil .


Ratu lebah " semua sudah bersiap ."


Louren "baiklah bi ."


Louren segera menuju ke bagian depan kapal dan perlahan Merapalkan sebuah jurus "Ruang dan Waktu ."ucap Louren , perlahan Pintu dimensi muncul dari kehampaan .


Louren "pintu Dimensi semua orang di persilahkan untuk memasuki."


Setelah mendengar itu ,semua orang dari dunia awal perlahan memasuki pintu dimensi.


Eras "akhirnya aku bisa istirahat juga ."


Ashura " sangat lelah ,aku tidak istirahat cukup lama ."


Huatan "setelah pulang aku ingin tidur ."


Louren "setelah pulang aku akan memasak untuk kalian ."


Ratu lebah "benarkah itu ?"


Lu Sian "nanti ibu bantu."


Lou Yan "aku akan menunggu saja "


Setelah beberapa saat semua orang dunia asal sudah memasuki pintu dimensi,kini giliran Louren dan pasukan .


Ratu lebah "pasukan segera lah kalian memasuki pintu dimensi."


Jendral "siap ."


Setelah mendengar itu jendral singa memerintahkan pasukan untuk memasuki pintu dimensi,tidak berapa saat semua Ras hewan sudah masuk dan sekarang giliran Louren dan orang terdekat nya.


Eras "aku duluan ."


Huatan "bisakah menunggu ku ."


Ashura "jangan rebutan."


Louren "semua nya ayo ,dan Elang ku ayo masuk."


Perlahan pintu dimensi menghilang dari Kehampaan ,semua orang di dunia asal Kini telah menghilang .


Jendral "Lapor ." Semua orang di dunia asal tidak ada."


Kaisar "bagaimana bisa ,kemana mereka ."


Jendral "dan juga kita tidak bisa membuat pintu dimensi dunia dewa ."


Kaisar " sial ,Louren ?bocah itu aku akan membunuhnya di masa depan ."


Kini dunia kecil terlihat ramai ,


Louren "selamat datang di dunia kecil,aku akan memperlihatkan daftar prajurit dunia asal yang tersisa dan prajurit yang jatuh di medan pertempuran ."


Perlahan Gulungan besar muncul ,di saat itu juga Suara sorakan dan tangisan terdengar.


Louren terdiam sesaat , perlahan ia membuka mulutnya .


"Maafkan aku ,maafkan aku yang tidak bisa menyelamatkan dunia asal , maafkan aku yang sudah membuat kalian berpisah dengan keluarga kalian ."ucap Louren sambil terlihat murung.


Perlahan sosok tua berjalan maju "Tuan putri ,saya kehilangan anak saya tapi semua itu sudah terjadi dan saya harap anda jangan bersedih ."ucap kakek dari dunia asal


Louren "terima kasih Paman."


"Aku kehilangan suamiku ,dan aku sangat berterima kasih tuan putri sudah menyelamatkan ku ."ucap perempuan


Qin Huang "Tuan putri aku raja dari benua selatan ,mewakili seluruh Benua selatan mengucapkan terimakasih sudah menyelamatkan kami semua."


Wei su "Tuan putri ,aku Raja Benua Utara mengucap terimakasih atas semua pengorbanan tuan putri dan semua orang dunia kecil."


Xio bie " Aku raja benua Timur mengucapkan terimakasih atas semua bantuan besar ini."


Eras " Nona cantik ,aku sangat berterima kasih kamu sudah membunuh Dewa Laut dengan begitu kesal ku terelakkan."


Saat Eras mengatakan itu semua orang yang mendengar nya ternganga tak menyangka ,sosok cantik yang terlihat lemah ternyata sosok menakutkan .


Louren " semuanya dengarkan aku ,Aku Louren Mengucapkan Terimakasih kepada Ratu lebah dan semua pejuang disini."


"Ratu lebah ,siapa dia ?"ucap salah satu orang dunia asal .


Louren "Semua keberhasilan kita hari ini sebelum nya diatur oleh ratu lebah ."


Setelah ucapan Louren sosok Ratu yang begitu cantik menggunakan mahkota perlahan berjalan ke tempat Louren berdiri .


Ratu lebah " Semuanya perkenalkan aku bini Louren,senang bisa bertemu dengan kalian ." Ucap Ratu lebah sambil tersenyum .


Louren "bibi , mungkin bibi ada sepatah kata yang ingin disampaikan kepada mereka ."


Mendengar itu ratu lebah menganggukan kepala,


"Kita berbeda darah, Berbeda dunia, Bahkan kita berbeda pikiran,namun satu hanya satu yang sama ?yaitu kalau kita semua adalah makhluk hidup yang perlu saling melindungi dan menyayangi ."ucap Ratu lebah .


Setelah mendengar ucapan Ratu lebah,semua orang meneteskan air mata . Terlihat juga saling memeluk sama lain .


Wei su "kita adalah saudara."


Qin Huang "benar sekali ."


Xio bie " kalian berdua juga Saudara ku."


Bersambung