
Bantuan datang
Di benteng Benua timur sudah 2 hari pertempuran berlanjut,kini keadaan prajurit benua timur sangat terdesak . Formasi kuno yang digunakan Ras dewa memunculkan 3 sosok naga , sekarang 3 sosok naga tersebut sedang Bertarung dengan Eras .
Disisi lain Jendral benua timur melawan jendral dewa , jendral benua timur tidak kalah dalam seni bertarung maka dari itu ia mampu mengimbangi gerakan Jendral dewa .
Beralih ke pasukan musuh yang terus mendesak prajurit benua timur ,namun kekompakan prajurit Benua timur membuat pertahanan mereka sulit ditembus .
Eras "naga Sialang aku akan memotongmu menjadi ribuan bagian ."
Eras dibuat terdesak oleh ketiga naga tersebut ,namun dengan kecepatan Eras berhasil menghindari semua serangan.

Di waktu genting ini semua orang benua di timur Termasuk Eras berusaha mengulur waktu sampai bantuan tiba .
Disisi lain dunia kecil terlihat Sosok wanita berusia 20 an keatas yang tidak lain adalah Louren ,ia sedang melatih kekuatan jiwa dan fisik nya sebelum terjun ke medan perang.
Di bawah bimbingan Guru Woh ,Louren berkembang sangat banyak , bahkan sumber penyimpanan energi meningkat pesat dan kekuatan jiwa.
Guru Woh " jiwa adalah adalah tuan nya ,dan tubuh sebagai senjata itulah yang harus kamu gunakan saat di medan pertemuan."
Louren "kalau jiwa lemah tapi tubuh fisik nya kuat ?"
Guru Woh "percuma saja ,jiwa kuat akan membuat orang itu menjadi kuat , Jiwa lemah akan membuat yang kuat menjadi lemah ."
Louren "terimakasih Guru aku mengerti ."
Guru Woh "dalam kehidupan ini gunakan jiwamu, Hati,Raga, Pikiran kalau semua itu berhasil digunakan dengan baik tanpa ada lubang sedikitpun maka kamu mencapai puncak dasar kehidupan mu."
Louren "emmm , baiklah guru ."
Beralih di benteng perbatasan benua timur .7 Hari berlalu akhirnya pasukan bantuan telah datang ,wajah semua prajurit yang pucat kini berangsur membaik.
Melihat bantuan datang semangat prajurit benua timur berapi-api,"sudah datang ya ."gumam Eras sambil menghindari serang ke 3 Naga.
Pasukan bantuan Langsung melesat ke Medan pertemuan ,Eras yang melihat semangat prajurit benua timur tersenyum dan berkata "baiklah aku akan menggunakan kekuatan penuh ku."
"Segel Langit terbuka lah." Teriak Eras , perlahan langit yang tadi cerah sekarang menjadi mendung , perlahan Eras mengangkat kepala nya dan menatap dingin ketiga naga di depan nya .
Eras "ayo kita bertarung habis-habisan." Setelah mengatakan itu Eras langsung menghilang dari tempat nya ,Di langit badan Eras perlahan membesar seukuran 3 naga di hadapan nya ,Eras mencengkram salah satu Leher naga tersebut dan membanting nya .

Disisi lain semua prajurit benua barat yang melihat kekuatan Eras semangat bertarung mereka menjadi jadi ,"meski aku mati itu lebih bagus daripada tidak bertarung hari ini." Ucap salah satu prajurit benua Barat.
"DUARR." "Ting ,Ting , Ting ." Suara pertarungan terdengar jendral Benua barat melawan jendral dewa ,kedua sosok itu terlihat sudah sangat kelelahan dengan pakaian yang serba hancur akibat sabetan pedang mereka.
Beralih Ke Dunia Dewa di aula Istana , beberapa Sosok dewa terkuat menonton pertempuran di dunia manusia.
Dewa "dia juga kunci di pertemuan ini."
Dewa laut " jurus yang digunakan adalah jurus dari Dunia bawah."
Kaisar dewa "benar ,tapi yang membuat ku bingung kenapa dua ada disini ."
Dewa angin "apakah ini bantuan dari dunia bawah."
Kaisar dewa "Dunia bawah sangat lah kuat, dan mereka tidak akan mungkin ikut campur dalam peperangan. "
Dewa petir "namun apa sebenarnya tujuan mereka?"
Kaisar dewa "Kita lihat saja ,dan sebagian dari kalian selidiki kasus ini."
Setelah beberapa saat semua orang pergi meninggalkan Aula pertemuan di istana dewa.
1 hari pertempuran setelah bantuan pasukan datang ke benteng Benua timur , situasi perlahan mulai berubah .
Pasukan benua timur yang awal nya tertekan kini berhasil menekan balik pasukan dewa, disisi lain Eras sudah berhasil menghabisi 2 sosok naga kini tinggal 1 yang terkuat di hadapan nya.
"Naga busuk apakah kalian lupa dengan pengorbanan leluhur manusia untuk menyelamatkan kalian ,dan sekarang kalian berkhianat ."teriak Eras sambil mengayunkan pedangnya .
Eras pun tersenyum licik ke arah naga tersebut ,
"Hukuman Langit Rantai kematian." Teriak Eras , perlahan rantai besar langsung Mengikat ke 4 kaki naga di depan nya.
Di pertarungan sebelum Eras secara diam diam memasang segel perangkap untuk mengunci pergerakan 1 naga yang tersisa,dan hasil nya sekarang iya berhasil menangkap naga tersebut dengan jebakan nya .
Eras " Akhir aku menangkapmu , itulah akibatnya kamu terlalu meremehkan ku."
Perlahan Eras mendekati naga tersebut dan memotong bagian ekor nya "Ini pembalasan kamu telah Berani mengkhianati manusia." Suara teriak kesakitan dari naga tersebut menggema ke seluruh Medan pertemuan .semua prajurit mengalihkan pandangannya ke arah suara raungan dari naga tersebut , terlihat naga yang terikat dengan rantai besar dan Eras yang sedang menguliti kulit naga tersebut .
"Dunia Asal tidak pernah berani mengganggu dunia dewa ,Tapi kalian dari dunia Dewa berani datang untuk mengibarkan bendera perang."ucap Eras Dingin , setelah itu suara raungan naga terdengar lagi kini Eras mengeluarkan isi perut naga tersebut "apakah sakit? Kalian menginginkan perang maka kalian harus siap menerima yang seperti ini ."ucap Eras dengan tatapan membunuh.Perlahan Air mata keluar dari naga tersebut Eras yang melihat itu berkata "sudah lah ,aku akan membuatmu mati lebih cepat daripada aku terus menyukaimu ."ucap Eras.
"10 Pedang hukuman Langit ." Teriak Eras ,10 pedang langsung muncul di atas tubuh naga dan menusuk secara bersamaan .
Semua prajurit dua belah pihak yang melihat perbuatan Eras bergetar ketakutan , sekarang Eras terlihat seperti dewa kematian .Setelah naga itu mati Eras mengalihkan pandangannya ke arah pasukan dewa ,
"Sekarang Giliran kalian ."ucap Eras dengan tatapan membunuh , setelah mengucapkan itu Eras langsung melesat ke arah Jenderal dewa "Hukuman Langit ." Dalam sekejap rantai muncul mengikat Jendral dewa .
Jendral dewa "dasar licik berani sekali menyerang dari belakang.
Eras "tidak peduli ,siapa lengah itu yang mati ." Setelah mengucapkan itu siksaan yang dilakukan Eras terulang lagi ,raut wajah prajurit dewa menjadi pucat dan segera memutuskan untuk lari.
Eras "kejar dan bunuh mereka ." Teriak Eras , pasukan benua timur pun langsung melesat membunuh semua prajurit dunia timur yang berusaha melarikan diri.
Bersambung