
Mobil X-6 silver milik Gaga sudah terparkir di pekarangan rumah Gaga yang inti ia tempati. Rumah ini tak kalah mewahnya dengan rumah Nadine. Hanya saja rumah Gaga lebih besar, mungkin karena anggota keluarganya lebih banyak dibanding Nadine.
"Assalamu'alaikum" salam Gaga dan Nadine yang sudah masuk rumah.
"waalaikum salam.." jawab Riana sembari terlihat sedikit terkejut karena Gaga dan calon menantunya sengaja mampir.
"Ehh kakak sayang, bawa neng Nadine.." ucap Riana sambil tersenyum cipika-cipiki kepada keduanya dan menuntun keduanya masuk dan duduk di sofa.
"Kalian abis main yah? Tumben banget nih Gaga pengen main ke Anyer" ucap Riana.
"Emangnya gaboleh ya mah Gaga main?.." ucap Gaga sambil menjatuhkan badannya di sofanya yang empuk.
"Mamah kan tanya? Kamu tuh jangan judes judes gitu dong" ucap Riana merajuk. Gaga hanya mendengus. "Kamu capek enggak sayang?" kini Riana mengarahkan pandangannya kepada calon menantunya.
"Ahh enggak kok tanteu" ucap Nadine sembari tersenyum dan menatap Gaga. Gaga hanya bisa menatap dingin kepada Nadine.
"Yasudah kamu istirahat lah dulu. Tanteu cari bi surti dulu yah buat siapin kamar buat kamu.."
"Kita gakan lama kok mah.. udah ini juga kita balik.."
"Kok cepet banget sih? Kamu gak kangen mamah sama Gania gitu?" ucap Riana lagi-lagi dengan nada sedih.
"Bukan gitu mah, Nadine harus siapin acara pertunangan kan.." ucap Gaga sambil mengotak-atik ponselnya
"Yaudah kalian pulang kalau udah abisin minum yang mama buat ya kalo gitu... wait a minute" ucap Riana sambil berlalu menuju dapur.
"heh. kamu gak akan repost story aku yang kemarin?" ucap Gaga.
"Gak tahu." ucap nadine datar sambil menyandarkan tubuhnya di sofa itu dan memejamkan matanya.
"Repost!.." ucap gaga ngotot
"Kenapa sih.. mau banget ya aku repost?.." ucap nadine sambil membuka ponselnya dan merepost story Gaga
"apa ruginya kalo merepost story aku?" ucap Gaga terkekeh. Nadine berdecak kesal saat Gaga terus menatapnya.
"Ya ya ya, aku repost!" ucap nadine.
Riana kembali membawa dua gelas jus mangga, itu adalah minuman kesukaan Gaga. Di tengah obrolannya, Riana menceritakan masa-masa kecil Gaga, kebiasaan buruknya Gaga seperti contohnya jarang mandi. Nadine puas menertawai Gaga yang kini salah tingkah dan sedikit malu.
Dua jam telah berlalu dan Gaga dan Nadine berpamitan untuk pulang. Saat itu Gania sang adik sedang tidak ada karena masih jam sekolah dan pak Bobi masih dikantor. Nadine menitip salamnya pada calon ayah menantu dan adik ipar itu, lalu Gaga dan Nadine pun melanjutkan perjalanannya menuju Bandung.
🦋🦋🦋
Dimeja nomer 12 ini sangat ramai. Dilingkari oleh orang-orang team dari Amel's eo dan diatas meja ada banyak kertas berisikan katalog dan kopi juga camilan.
"Teman-teman, aku harap kita bisa bekerja sama dan sukses diacara tanggal 28 yaa". ucap nadine sambil mengangkat minumannya. Sedangkan Gaga masih menjadi lelaki yang mageran, mentang-mentang masih diliburkan oleh ayahnya. Ia hanya memainkan ponselnya seharian dirumah bermain game yang menjadi candu untuk mengejar tier menjadi Mytic.
"Berarti besok kita fiting baju ya nad. temanya warna cream elegan kan? dengan sentuhan moca?" ucap Amel sang lead wo tersebut.
"Iya mel. aku percaya sama kamu yah. jangan lupa ini cuma tunangan kok hihi" ucap Nadine. Amel adalah teman Nadine dari saat Nadine masuk kuliah dan Amel adalah partner Nadine. Nadine membantu Amel dari eo yang masih kecil hingga besar dan terkenal seperti sekarang. Nadine banyak membantu Amel, banyak sekali. Bila ada acara ulang tahun, acara perusahaan ayahnya, atau lain sebagainya, nadine selalu menggunakan jasa event rganizer nya Amel.
Nadine menelfon Gaga yang waktu itu Gaga sedang berperang di land of dawn. Gaga mematikan telfon dari Nadine karena calon istrinya itu sangat amat mengganggu. Nadine kesal dan akhirnya mengirim pesan singkat.
[Fiting baju besok bareng aku. kalo emang kamu mau tunangan :) - Nadine]
Untungnya pertarungan 5vs5 tersebut berakhir singkat, Gaga langsung membaca pesan Nadine dan menelfon Nadine tapi Nadine mematikan telfonnya.
[Aku jemput jam 9 pagi. - Gaga]
Nadine hanya membaca pesan itu. Lalu Nadine melanjutkan perbincangan bersama teman-temannya.
Selama ini sebenarnya banyak sekali telfon dan pesan dari Elsa. Tapi Gaga enggan untuk membalas atau mengangkat telfonnya. Tetapi Elsa tidak menyerah begitu saja dan setelah sekian kali Gaga menolak, ia memutuskan untuk mengangkat panggilan yang ia benci itu.
"Gaga? Are you okay? I miss you" ucap Elsa sungguh merdu. Dulu, saat Gaga masih sangat mencintai Elsa. Perkataan itu sungguh menenangkan hatinya dan pasti ia akan membalasnya dengan kata-kata yang lebih meluluhkan lagi. Namun kali ini sepertinya perkataan itu terkesan busuk dan dusta.
"I'm fine. "
"Ga, I'm sorry. Forgive me please. Ya?" Ucap Elsa dengan nada memelas. Gaga hanya diam tak membalas, kejadian malam itu merubah lelaki yang asalnya lembut dan luluh, menjadi lelaki yang tidak perduli. IDGAF pada mantan kekasihnya itu.
"Aku maafin kamu El. Dan jangan hubungi aku seperti ini lagi, karena aku tahu semua isinya akan tidak penting. Aku mohon, aku akan bertunangan. Jangan ganggu aku!" ucap Gaga dan buru-buru dirinya mematikan panggilan sepihak.
Gaga hanya bisa menghela nafas panjang, bersandar di bantal dan meletakan tangan di dahinya. menatap langit kamar dan melamun. lalu dia menelfon teman perempuannya Rika yang saat itu ia bawa ke Caffe Benne.
"Rik, dimana?"
"Home, kenapa?.."
"Gue bete nih dan masih di Bandung, temenin gue lah nongkrong" ucap Gaga sambil bangun dari rebahannya itu
"Ahh kagak mau! Tuh si Elsa jadi ngambek sama gue gara-gara gue main sama lo waktu itu. sekarang gue sama dia jadi gaakrab lagi!" ucap Rika dengan nada kesal
"Please rik, gue pingin cerita.."
"Yaudah cerita di telfon aja"
"Gue pengen diluar. gue jemput lo sekarang!"
"Oke tapi gue ajak Jo. "
🦋🦋🦋
"Jadi lu mau cerita apa Ga?.."
"Gue mau nikah dan hari minggu ini gue tunangan.." ucap Gaga sambil menyedot rokoknya.
"Ohh ya baguslah akhirnya lo minang cewek itu juga, jadi nanti si elsa ga cemburu-cemburu lagi liat gue sama lo kalo ngobrol atau ketemu" ucap Rika cuek yang juga ikut-ikutan menyesap lintingan kecil tembakau itu.
"Ceweknya.. bukan dia" ucap Gaga
"Apa?!.. trus sama siapa?" ucap rika terkejut melebarkan matanya.
"Gue mau nikah sama orang sini " ucap Gaga kalem
"Kok gua gak tahu sih?"
"Karena gue baru cerita sekarang dan lo tau sendiri, kita sama-sama sibuk dan beda kota juga. "
"Oke oke lanjut."
"sebenernya mau gue putus atau enggak sama Elsa, gue bakal tetep nikah sama ni cewek.."
"kok bisa?" ucap Rika. Kemudian Jo datang membawa baso aci dari restorannya.
"Tumben nih si Rika bisa keluar, ga kerja lu?"
"Kerja tapi udah beres kerjaan gue. Capek sih, tapi ni orang maksa yang lagi.. gatau lah"
"Eh kenapa nih.."
"Telat!! Ayo lanjut Ga.." ucap Rika. Jo pun hanya bisa diam dan duduk sambil membuka makanan yang ia bawa.
"Dulu keluarga gue sama keluarga cewek ini deket banget, Kakek gue meninggal watu umur gue kurang lebih tiga tahun gue sering banget dititipin ke keluarga cewek ini. Mama gue sibuk ngejar karir bantu ekonomi keluarga jadi salah satu penjahit butik dan papah gue sibuk sama bisnis keluarga karena kakek gue yang udah gaada. Gue ga merasa kehilangan kasih sayang, malahan gue nyaman dan udah anggap tanteu yang suka gue panggil tanteu nisa ini ibu kedua gue sampe dia hamil gue sering banget ciumin perutnya, ngerasain pergerakan bayi sampe akhirnya dia lahir. Gue sayang banget sama bayi ini sampe gue tiap pulang TK gue selalu tengokin dia "
"....."
"Gue masuk SD juga gitu, tetep ngelakuin hal yang sama, pulang sekolah langsung nengokin dia. Gue yang ajarin dia ngomong, suapin makanan dia, sampe belajar jalan gue ajarin dan saat dia empat tahun, ibu dan ayahnya kecelakaan. ayahnya selamat tapi ibunya enggak. Dia meninggal di kejadian, sedangkan cewek kecil ini lagi tidur sama gue dirumah gue karena udah malam banget ibunya gamau anaknya ikut pergi. Yang gue inget ibunya bilang ke gue "Gaga sayang jagain Aya ya..". "
"......."
"Ntah lah orang tua dia mau pergi kemana, yang gue saksiin itu pasti urgent banget makanya orang tuanya bela-belain tengah malem pergi.." ucap gaga panjang lebar
"Hmmm. jadi keluarga lo memang udah jodohin lo dari kecil yaa?.."
"Dijodohin sih enggak. Cuma mama gue yang merasa punya hutang budi sama tanteu nisa karena udah jagain gue tiap mama gue pergi jadi mama sama gue jagain anaknya. Tapi pada akhirnya mereka pindah ke Dubai, negara asal pak Graha. Ntah tujuannya mau apa, yang pasti ayahnya menghindar dari sesuatu sampe gue nangis-nangis dan akhirnya gue makin dewasa dan gue makin lupa sama rasa kehilangan itu.." ucap gaga
"........"
"Eh padahal bukan hal ini yang mau gue ceritain haha.."
"Siapa yang dijodohin coy?" Ucap Jo bingung. Rika hanya menatap horor kepada Jo dan Jo merasa takut jadi dia hanya bisa diam dan mendengarkan semuanya.
"Tapi gapapa kok ga. berarti cinta pertama lo balik lagi ke lo sendiri.." ucap Rika sambil tersenyum kepada Gaga
"Iya sih.. tapi untuk sekarang.. gue masih sayang sama Elsa.."
"Nah tuh.. ya gimana yaa. Gue gabisa bantu lebih sama lo tapi apapun keputusan lo, lo harus mantapkan dari hati lo ga.." ucap Rika dengan memegang tangan Gaga. Rika dan Gaga memang sahabat dekat dari semenjak mereka masuk kuliah.
"sayangnya.. Elsa selingkuh.." ucap Gaga sambil menatap Rika dengan kesedihan
"Apa?! si elsa yang selalu posesif sama lo itu???" ucap rika. Jo hanya menyimak keduanya karena Jo sudah lebih dulu tau daripada Riska.
"Gue juga gatau kenapa.. waktu gue minta penjelasan dia malah alibi dan nyalahin gue balik gara-gara gue deket sama lo makanya dia mau bales haha" ucap Gaga dengan kebohongan sikapnya seolah baik-baik saja, padahal hatinya sakit.
"Hadeuh kenapa si tu cewek. Padahal kalo lo bawa dia ke gue, dia tuh baik sama gue dan seolah minta gue jagain lo kalo lo lagi sama gue. Ehh dia malah cemburu sama gue, paling males nih kalo gini kesannya gue jadi pengen sengaja aja buat dia cemburu" ucap Rika dengan nada kesal.
"Ya tetep aja rik. di kamus cinta gue gaada yang namanya kata maaf buat orang yang khianatin gue" ucap Gaga dengan tegas sambil menyeruput minumannya.
"Yaudah fix lo harus nikahin cewek masa kecil lo. nama dia siapa??" tanya rika
"Nadine.. dia baru lulus tahun ini..." ucap gaga
"Ohh jadi cewek yang lu bawa kerestoran tuh yang sekarang lagi lo ceritain.." ucap Jo dan Gaga mengiakan nya
Lalu rika mulai stalking sosial medianya Nadine. Rika terkagum-kagum karena perempuan ini punya karisma, status, bakat yang baik dan muka yang sangat cantik
"Inimah lebih cantik dan lebih aduhay dari elsa ga" ucap rika kegirangan. Gaga hanya tersenyum nanar mendengarnya. Memang benar, tetapi hati dan perasaan Gaga belum sepenuhnya pada perempuan keturunan Arab-Indo itu.
"Memang! Tadinya gue mau tanya-tanya tentang si nadine. Eh ke gaet duluan!!" Ucap Jo sambil bercanda.
"Eh tapi lo nikahin dia bukan sebatas pelarian kan??" tanya Rika. Gaga hanya termenung dengan apa yang ditanyakan oleh Rika. ntah lah perasaannya sangat tak karuan dan bingung.
***
Tbc-