
Hallo readers..
Mau ngingetin aja nih kalau nama tempat, kampus, jalan dan perusahaan di cerita ini hanya nama saja dan tidak bermaksud untuk menyudutkan atau menjelekkan sesuatu didalamnya☺️
Bila ada saran masukkan atau menurut kalian tidak baik untuk disebutkan, komen aja dibawah yaa..
Dan jangan lupaaa klik like nya biar saya semakin semangat buat up nya😍😍
Happy reading..
Nadine memakai baju sisanya disini. Walaupun memang sudah ia bawa semua, tapi ada beberapa baju dilemari ayahnya yang terbawa. Gaga juga memakai baju sang ayah mertuanya itu.
Pasutri itu sepakat untuk bermalam di rumah Nadine saat sebelum menikah. Mereka tidur di kamar Nadine yang sedikit polos karena sudah tidak dihuni oleh pemiliknya. Namun ada beberapa bingkai foto, buku di rak, lampu hiasan dan beberapa benda lain yang masih setia.
Nadine dan Gaga masing-masing sudah membersihkan diri. Sudah merebahkan badan juga diatas ranjang bekas Nadine. Masing-masing memegang ponselnya dan menatap layar. Gaga yang mengecek grup kantor dan hal lain yang penting, sedangkan Nadine ia mengecek youtube anak bandnya, chat bersama teman grupnya dan melihat stagram.
Membuka stagram membuat Nadine sedikit sedih karena teringat kembali ulah Elsa kemarin-kemarin yang membuat Nadine dikasihani oleh beberapa netizen. Ia menatap pada Gaga, masih dengan pandangan yang sama bahwa Gaga tak peduli apapun tentang perasaannya. Nadine hanya mendesah pasrah akan kecuekan suaminya ini. Jangankan peduli pada sakitnya postingan itu, perasaan Gaga pada Nadine saja, Nadine tak tahu menau bahkan tak berani menanyakannya karena takut perkataan Gaga membuatnya ia luka dan menjadi istri yang salah.
Nadine mengunci ponselnya hingga membuat layar di ponsel menjadi hitam dan meletakkannya di atas nakas. Nadine menarik selimut, memejamkan matanya dan berbaring menyamping menghadap suaminya yang masih berkutik bersama ponsel.
Gaga menyadari bahwa Nadine memutuskan untuk tidur, iapun mengikutinya dan meletakkan ponselnya diatas nakas. Hingga mereka sekarang saling berhadapan. Gaga menatap mata Nadine teduh, entah mengapa Gaga mengakui bahwa ia sayang pada istrinya sekarang. Perasaan ini tumbuh karena sudah ada rasa kepemilikan atas dirinya dan istrinya. Ntah kenapa Gaga merasa tenang melihat Nadine begitu damai disampingnya.
Perlahan Gaga menyusupkan lengan kirinya ketengkuk Nadine agar Nadine tidur di atas tangannya. Menenggelamkan kepala Nadine ke dada bidang suaminya lalu Gaga mengelus lembut rambut Nadine yang wangi gingseng itu.
Nadine bukan wanita ***** (nempel molor) jadi ia belum tidur. Nadine juga merasakkan ke hangatan. Ia menikmati- bukan, ia sangat menikmati aroma tubuh suaminya dan perlakuan suaminya detik ini. Nadine seolah mengeratkan pelukannya.
"Kak.." ucap Nadine yang masih tenggelam di dada suaminya. Gaga menjawab dengan dehaman berat.
"Aku.. gak jadi kontrakin rumah ini" ucap Nadine tenang. Gaga membalasnya dengan elusan lembut.
"Aku.. aku biarin rumah ini ditempatin bi ani aja. " ucap Nadine kembali. "Aku fikir, aku masih cukup punya beberapa aset dari ayah dan kiriman uang dari ayah." Sambungnya.
"Jangan lupa dari aku juga.. " ucap Gaga. Kini Gaga memegang pipi kiri Nadine dan menatapnya damai. Mereka saling bertatapan.
"Aku udah kirimin kamu uang ke rekening kamu.. aku mutusin buat kasih kamu nafkah tiap bulan. Dan aku juga lagi proses buat kartu kredit baru buat kamu dan atm lain untuk uang tambahan" ucap Gaga yang masih mengelus pipi Nadine dengan lembut. Mata Nadine menatap tak percaya, ia seolah sangat beruntung mendapat suami sebaik Gaga. Bukan tentang besar uangnya, namun keinsiatifan suaminya membuatnya terkesima.
"Makasih kak" ucap Nadine menggapai tangan Gaga dan tersenyum manis ke arahnya. "Sudah kewajiban aku kok, kalau kurang bilang aja yaa" ucap Gaga dianggukki oleh Nadine, lalu ia mengecup khidmat kening Nadine. Menenggelamkan muka Nadine kembali kepada pelukannya dan tidur dengan kedamaian bersama menuju mimpi yang selalu tuhan beri sebagai bunga tidur.
🦋🦋🦋
Hari sudah mulai pagi. Mentari siap melakukkan tugasnya untuk menyinari bagian belahan dunia yang kini siap juga untuk menyambut datangnya hari.
Ntah mengapa malam ini Nadine tidur sangat nyenyak. Mungkin karena efek ia sedang berada di kamar lamanya, atau mungkin karena Gaga yang memeluknya dengan tulus. Entahlah, Nadine sangat bahagia pagi ini dan tak memikirkan atau mungkin lebih tepatnya tak mengingat masalah-masalah yang mengganggunya akhir-akhir ini.
Nadine mendudukkan diri dengan tangan Gaga yang masih bertengger di pinggangnya. Menatap wajah Gaga yang damai dan polos, ia mengusapkan jari jemarinya kepada kening san rahang lelaki itu. Senyum indah terbit dari wajah Nadine dan Gaga merasa ada yang meraba-raba di mukanya, ia langsung bangun dan menatap keatasnya ternyata istrinya sudah bangun duluan. Gaga tersenyum dan menggapai tangan Nadine lembut. Memejamkan matanya kembali merasakan kenyamanan yang tak bisa ia nilai.
"Bangun yuk.. " ucap Nadine lembut. Namun Gaga hanya semakin memeluk bagian bawah Nadine erat. Nadine tersenyum geli melihat tingkah suaminya yang manja.
Tak lama dari drama indah bangun tidur pasutri itu, suara getaran ponsel milik Gaga terdengar nyaring ditelinga Nadine. Nomor tak dikenal terpapar di ponsel pintar keluaran terbaru itu. Gaga membelinya karena ponselnya yang dulu sudah rusak layarnya.
"Kak.. ada telfon tuh" ucap Nadine menepuk pipi suami
"Angkat aja.. bilang akunya lagi di kamar mandi" ucap Gaga yang masih memejamkan mata. Nadine mengiyakannya dan menggapai ponsel Gaga. Mengklik tombol hijau dan menempelkan ponsel tersebut ke telinganya.
"Sayaaang!! Kapan pulang!!! Cepet dong temuin akunya udah gasabar nih" ucap wanita dari seberang sana. Nadine sedikit kaget sehingga matanya membulat. Nadine tak mau berbicara apa-apa dan ia juga masih gagu untuk mengeluarkan suara.
"Hey.. Gagaaaa! Katanya mau temuin aku sepulang dari Bandung.. gimana si" ucap wanita itu. Kini Nadine menyadari bahwa yang sedang berbicara itu adalah Elsa. Nadine marah sekarang, mukanya memerah dan giginya rapat. Ia langsung memutuskan telfon itu sepihak. Menyimpan ponsel tersebut kembali di atas nakas.
"Siapa?" Ucap Gaga. Gaga sama sekali tak takut akan terror Elsa sang mantan kekasihnya itu karena ia yakin semua akses sudah ia blokir. Nadine hanya diam tak membalas perkataan suaminya. Tak lama ponsel Gaga bergetar lagi dan kini Gaga memutuskan untuk mengangkatnya sendiri. Gaga tak melihat layar ponsel terlebih dahulu, ia langsung mengangkat saja karena ia tak takut apapun atau siapapun yang menelfonnya terlebih Gaga juga tak menghindari penagih hutang karena kebanyakkan orang lain yang berhutang padanya.
"Gagaaa ko dimatiin sih" ucap Elsa mengeluh. Dengan spontan, Gaga membuka matanya lebar lebar dan duduk. Ia masih diam dan menatap Nadine yang mukanya sudah sebal.
"Hey.. ayo ketemu" bujuk Elsa.
"Tunggu. Saya masih di Bandung" ucap Gaga lalu dia memutuskan telefonnya sepihak. Kini dirinya menatap kepada istrinya dalam.
"Dia ngomong apa aja sama kamu?" Ucap Gaga. Nadine hanya menggeleng dan tak membalas tatapan Gaga.
"Hey.." ucap Gaga. Nadine yang tadinya bahagia pagi ini, moodnya berubah menjadi suram dan dingin. Nadine menarik nafas dalam dan mengeluarkannya, ia mencoba menstabilkan dirinya. Kini Nadine menatap suaminya dalam.
"Bangun yuk. Saya mau kehomecare siang ini" ucap Nadine santai. Gaga tak yakin bila Elsa tak mengatakkan sesuatu karena Gaga bisa melihat perubahanmood Nadine yang turun.
Saat Nadine hendak menapakkan kaki dari ranjang ke ubin, tangan Nadine ditarik oleh Gaga. "Bilang.. dia ngomong apa tadi?" Ucap Gaga.
"Gak ngomong hal penting kok." Ucap Nadine.
"Bohong.. masa kamu langsung bete gini" ucap Gaga kekeuh
"Udahlah.. intinya dia lagi tungguin kamu di jakarta" ucap Nadine dan langsung buru-buru beranjak ke kamar mandi dan membersihkan diri. Nadine mengunci pintu dari dalam. Sedangkan Gaga masih berfikir di atas ranjang, pasti Elsa mengucapkan hal tak mengenakan bagi istrinya.
*
Like dong ah!!! Biar semangat saya nulisnya☹️