Look at me, please

Look at me, please
#31 - SUAMI ISTRI



Happy reading🥰


****************************


Gaga pulang dengan satu kilo gram buah lemon yang ia beli di supermarket. Dengan muka yang ia kontrol karena mood nya yang dirusak mantan kekasih sialannya tadi sore, membuat dirinya harus meredam dan melupakan kejadian itu dirumah karena ia tak mau membuat Nadine bertanya-tanya sedangkan dirinya hanya ingin mencoba pendekatan pada Nadine.


Nadine membuka buku tulisnya yang berisikan tentang "bila aku menjadi". Disana ia tuliskan beberapa rencana bila dirinya berperan sebagai apapun yang ia harapkan. Banyak judul seperti 'bila aku menjadi polisi', bila aku menjadi dokter', bila aku menjadi guru' dan lain sebagainya. Nadine membuka bagian kertas yang berjudul 'bila aku menjadi istri'. Ia membaca impian konyolnya pada saat dirinya memasuki SMA itu. Dengan konyolnya juga dari beberapa daftar yang ia inginkan, ia akan menerapkan beberapa didalam kegiatan sehari-harinya sebagai seorang istri. Ia sudah berencana untuk melakukan sun tangan pada Gaga ketika Gaga pulang, menyiapkan teh hangat, menyiapkan air hangat untuk mandi dan menyiapkan baju tidur yang akan Gaga pakai nanti.


Pukul 21.30, Nadine sudah menyiapkan makan malam satu jam yang lalu dan sekarang ia tengah menunggu suaminya pulang di ruang televisi. Suara samar mobil Gaga yang semakin mendekat dari luar rumah, membuat Nadine tersadarkan bahwa suaminya sudah hampir sampai. Ia buru-buru pergi ke dapur untuk menyiapkan teh manis buatan tangannya sendiri. Gaga masuk kerumah tanpa salam dan langsung duduk di sofa.


"Nadine.... " panggil Gaga kepada istrinya sembari membuka jas dan kancing ujung kemejanya. Nadine menghampiri dengan secangkir teh manis. Meletakkannya di meja dan menggapai tangan suaminya yang kekar itu. Gaga tercengang dengan sikap aneh istrinya ini. Ia merasa dirinya seperti pulang kerumah ibunya setelah berada di luar negeri pada waktu itu ibunya melakukkan hal yang sama hanya saja ibunya langsung memeluknya.


"Biasain Assalamu'alaikum dulu kalau mau masuk rumah .. " ucap Nadine lembut. Gaga masih bengong, sepersikan detik kemudian ia sadar.


"Ahh.. iya Nad. Maaf " ucap Gaga


"Ini teh nya diminum dulu yaa.. Mau langsung mandi atau mau rebahan dulu? " ucap Nadine dengan lembut dan mengambil jas Gaga.


"Sa saya.. mau langsung mandi.. " ucap Gaga yang baru sedikit mengangkat pantatnya namun terurungkan karena perkataan Nadine yang membuatnya tercengang lagi.


"Oh.. yaudah tunggu ya biar aku siapin air angetnya *ucap Nadine berlalu menuju kamar utama, menggantungkan jas Gaga yang ia bawa dan langsung ke kamar mandi menyalakan keran. Gaga masih bengong sampai Nadine kembali lagi.


"Lima menit, udah keisi kok. Minum dulu tehnya " ucap Nadine sembari melontarkan senyumannya dan duduk di sisi Gaga. Gaga mencoba relex dengan suasanya yang hangat ini, selain ia terpesona akan dandanan Nadine wlaupun memakai piama navy, make up polos mungkin skincare dan rambut terurai bebas. Gaga benar-benar tak mengerti keadaan apa sebenarnya yang ia alami sekarang.


"Aku tadi sama Fitri masak sayur sop sama perkedel jagung buat makan malam, kalau mau makan nanti abis mandi ya ... " ucap Nadine lagi-lagi dengan senyuman manis. Gaga hanya mengangguk pelan seakan masih bingung dengan sikap istrinya yang manis ini. Bahkan ia sempat berfikir bahwa Nadine ada 'mau'nya. Gaga meneguk tehnya dan ia rasa teh manis biasa ini sangat enak, ntah lah mungkin karena Nadine yang buat.


Sedangkan Nadine merasakan jantungnya berdegup kencang. Ia sangat takut melakukan kesalahan, ia takut Gaga tak nyaman diperlakukan seperti yang Nadine inginkan sebagai seorang istri. Ia takut Gaga malah ilfeel atau mengartikan sikapnya yang ada 'mau'nya.


"Saya mandi dulu ... " ucap Gaga beranjak pergi ke kamar utama. Nadine mengangguk pelan dan menonton punggung Gaga yang tegap berjalan ke arah kamar hingga menghilang dibalik pintu. Nadine menghela nafas dalam dan menghembuskannya dengan perasaan lega.


🦋🦋🦋


Gaga menguarkan aroma maskulin dari badannya yang kekar. Ia keluar kamar mandi dan menatap baju yang sudah terlipat rapi dipinggir wastafel. Ia melihat piama kotak-kotak merah hitam, dirinya berfikir lagi bahwa Nadine sudah menyiapkannya. Tanpa berfikir yang tidak-tidak, Gaga langsung menyambar piama itu dan mengenakannya. Mencoba mencari Nadine diluar kamar, ternyata Nadine ada di dapur sedang memotong lemon yang akan ia olah bersama madu untuk minuman herbal.


"Kamu butuh lemon buat apa? " ucap Gaga yang menyugar rambutnya. Nadine sedikit terkejut dengan suara bariton itu membuat jantungnya kembali berdegup kencang.


"ohh.. ini buat minuman diet aku.. kak " ucap Nadine bernada pelan. Gaga mengangguk mengerti dan ia kembali bingung mau berbicara apalagi pada istrinya.


"Ahh iya, mau makan? " ucap Nadine membalikan badannya. Mendapati Gaga yang super tampan dengan baju piamanya dan rambut yang masih kelimis.


"Saya sudah makan diluar sama papa tadi.. maaf ya besok saja saya makannya " ucap Gaga. Nadine mengiyakan dan langsung berbalik kembali memasukkan lemon kedalam botol kaca dan memasukkan madu kedalamnya. Tak lupa meletakkan minuman tersebut kedalam cangkir dan menyimpannya didalam lemari es. Ia meminumnya.


"Aku.. tidur duluan ya kak " ucap Nadine pamit. Di jawab anggukkan singkat dari Gaga. Nadine tidak peduli sekarang akan sikap dingin Gaga yang mungkin terkejut akan perubahan sikan Nadine. Yang penting Gaga tak mengikutinya masuk kekamar.


Keesokan harinyaNadine melakukkan hal yang sama. Dan akhirnya setelah mereka makan malam bersama, Nadine mencuci piring dan langsung berpamitan untuk tidur duluan. Namun tangan Gaga dengan tepat menggenggam tangan kiri Nadine. Langkah Nadine terhenti dan ia menoleh ke arah Gaga.


"Saya akan tidur di kamar utama" ucap Gaga, diangguki Nadine yang ingin melangkahkan kaki namun ditarik oleh Gaga "bersama kamu" ucap Gaga. Jantung Nadine berdegup kencang, kali ini sangat kencang dan membuat badannya sedikit bergetar. Gaga yang merasakan getaran itu, tak terlalu memperdulikannya. Nadine hanya terdiam tak menjawab.


"Boleh? ,," ucap Gaga sedikit mendekatkan wajahnya tertunduk ke wajah Nadine. Nadine masih saja diam, ia bingung sekaligus merasakan perubahan dadanya yang saat itu mengembang kempis tak karuan.


Mereka sudah berada diatas ranjang king size sekarang. Didalam selimut yang sama di ruangan yang minim cahaya.


Gaga mendekat ke arah Nadine dan jantung Nadine berdegup kencang kembali merasakan pergerakan Gaga yang mendekatinya. Gaga menarik dagunya Nadine sehingga posisi muka Nadine sekarang saling bertatapan.


"Saya minta maaf soal malam itu telah bicara yang tidak enak sama kamu .. " ucap Gaga dengan suara yang menenangkan. Nadine hanya mengangguk pelan mengiyakan suaminya itu. Gaga yang ikutan jantungnya berdegup kencang melihat bibir Nadine yang pink natural seolah menarik bibir gaga untuk mengecupnya.


"A aku juga.. minta maaf soal pagi itu .. " ucap Nadine tergagap. Gaga tersenyum geli melihat sikap Nadine yang pemalu ini. Ia mencium bibir nadine yang sedari tadi menggodanya.


"Jadi ... tidak apa apa kan saya tidur seperti ini?" Ucap Gaga. Lagi-lagi Nadine hanya membalasnya dengan anggukan pelan.


Gaga kembali mencium bibir nadine, ia melumatnya dengan hangat. Nadine tak mempunyai alasan untuk menolak, karena dirinya tahu pasti Gaga melakukan ini kepadanya yang notabenenya adalah suami sah Nadine.


Lama-kelamaan ciuman itu turun ke leher, meninggalkan jejak merah dekat dadanya Nadine. Nadine tak kuasa menahan gelinya sentuhan bibir Gaga.


"Boleh saya lanjutin?" Ucap Gaga mendongak pada Nadine. Nadine menggeleng pelan. "Kenapa?" Ucap Gaga dengan nafas yang memburu.


"Aku takut .. " ucap Nadine. Gaga kembali pada posisi semula, menatap Nadine lurus.


"Takut apa?.." ucap Gaga.


"Aku.. takut kalo kamu bakal ninggalin aku, dan buang aku seperti sampah" ucap Nadine. Gaga tertawa kecil mendengar ucapan istrinya yang konyol ini.


"Nadine.. jangan takut apa-apa. Saya disini, sebagai suamimu. " ucap Gaga membelai rambut nadine


"Aku juga takut ... sakit " ucap Nadine


"Sakit? " ucap Gaga heran dan kembali ke fakta bahwa Nadine sudah tidak perawan. Nadine mengangguk pelan. Gaga sebenarnya kesal karena Nadine masih munafik, dia sudah pengalaman namun masih saja mengelak dengan kata 'sakit'. Namun Gaga tidak mau kejadian malam itu terjadi lagi. Gaga hanya yakin dan akan membuktikan, apa benar Nadine baru sekali melakukan ini.


Tanpa ragu, tangan Gaga dengan lihai membuka kancing piama nadine, terlihat aset nadine menyembul yang sempat membuat Gaga pusing bukan kepayang pernah membayangkan tubuh Nadine. Dengan nafas berat menahan nafsu, Gaga langsung menciumi Nadine dari leher ke dada.


Nadine hanya bisa mengeluarkan erangan dan tubuhnya menggeliat merasakan sentuhan yang sangat lembut itu. Gaga tahu, Nadine sangat sensitif, dan ia semakin ragu bila Nadine sering melakukan ini.


"Arghhhh kahhhk " ucap Nadine memegang kepala Gaga sedikit menjenggut rambutnya. Hal itu tak dihiraukan Gaga, malah Gaga makin yakin akan tujuannya malam ini.


Akhirnya malam ini Nadine menjadi istri seutuhnya. Memberikan tubuh dan sepenuh hatinya pada suaminya Gaga Axelle.


Sampai pukul 02.30, kegiatan malam keduanya baru selesai. Gaga membiarkan Nadine tidur dipelukannya. Menatap wajah Nadine yang kala itu terlihat damai.


Tak menyangka ternyata Nadine benar adanya. Ia baru melakukan itu sekali saja. Bahkan Gaga merasa nadine masih perawan, dengan kepunyaannya yang masih sempit. Gaga membelai muka Nadine dan memeluknya. Mereka jatuh tidur bersama dengan perasaan Gaga yang lega.


***********************************


 


Good people, intip novelku yang berjudul "Istri Kedua" yaa.....