
Pagi hari itu dengan suasana udara dingin bekas hujan deras yang mengguyur kota Bandung membuat siapapun enggan untuk bangkit dari lengket dan hangatnya kasur.
Nadine membuka matanya mencoba beradaptasi dengan sedikit cahaya di kamarnya. Jam menunjukan pukul 06.25 dan Nadine terkejut ia telat menunaikan kewajibannya. Tanpa berfikir panjang Nadine langsung mengambil air wudhu.
Gaga yang masih dialam mimpi dengan selimut dan guling yang dipeluknya seakan menjadi kenyamanan tersendiri baginya. Gaga memang begitu, setiap tidur pasti wajib kudu harus ada guling.
Nadine teringat dirumahnya ada Gaga tadi malam, ia memastikan apakah Gaga masih dirumah atau sudah pergi, Nadine mengecek mobil Gaga dan mobil mewah dengan kaca yang berembun itu masih terparkir di halaman rumahnya. Nadine melangkahkan kakinya menuju kamar tamu dan mengetuknya beberapa kali namun Gaga tak kunjung membukakan pintu. Nadine mencoba membuka pintu ternyata tak terkunci. Nadine menjembulkan mukanya ke balik pintu untuk melihat Gaga, ternyata Gaga masih tidur juga Nadine mendengar dengkurannya yang nyaring membuaat nadine tertawa kecil seraya menertawakan tunangannya itu. Nadine melangkah pelan menghampiri ranjang. Ia merengkuh dan menepuk lengan atas Gaga.
"Kak bangun! Udah pagi." Ucap nadine dengan pelan.
Gaga yang merasa ada sentuhan, membuka mata pelan-pelan dan melihat wajah nadine yang masih polos natural tanpa make up. Gaga berdeham seraya memberi tahu nadine bahwa dia sudah bangun. Nadine berlalu keluar kamar "bangun, nanti kamu telat kerja! Nanti teh nya dingin" ucap nadine berlalu. Sebelum nadine kekamar tamu, ia memang sudah inisatif membuatkan teh manis untuk Gaga. Nadine kembali kekamarnya untuk membersihkan diri.
Gaga terlihat sedang menikmati teh hangat itu di meja makan, Nadine turun ke dapur.
"Maaf kak, aku gak pandai masak jadi aku buatin nasi goreng aja yah. " ucap Nadine padahal Gaga selalu sarapan dirumahnya hanya saja tak tega melihat muka nadine yang sedikit pucat.
"Aku gabiasa sarapan Nad. Gausah siapin apa-apa, gapapa kok." Ucap Gaga. Hanya anggukkan yang Nadine lakukan dan berlalu ke ruang keluarga menyalakan televisi, ia menonton kartun dengan mangkuk sereal yang ia bawa dari dapur.
Gaga menghampiri Nadine, dan mereka saling tatap. "Kamu gakan kerja? Udah mau siang ini! " ucap Nadine
"Aku masih libur" ucap Gaga mendaratkan pantatnya di sofa empuk itu.
"Kenapa?" Ucap nadine terkekeh
"Nadine. Bisa minta waktu sebentar? Lima belas menit saja pagi ini. " ucap Gaga.
"Untuk?" Ucap nadine yang kebingungan.
"Keruang tamu. " ucap Gaga berlalu dan diikuti Nadine. Lalu mereka duduk di sofa yang berbeda.
"Nad pernikahan kita dipercepat. " ucap Gaga
"Hah? Maksudnya?! " ucap nadine meletakan mangkuk serealnya seolah lebih tertarik pada obrolan ini dibanding sarapan paginya.
"Malam tadi ayahmu menelfon pada ayahku, dan yah ia meminta untuk pernikahan kita dipercepat. Lalu ayahku menyuruhku kesini, kamu tahu bila aku tak kesini kamu akan mati tadi. " ucap Gaga
Graha sedang melihat cctv rumahnya dan ternyata ada seorang lelaki memakai celana, jaket, topi dan sepatu serba hitam. Siapalagi kalau bukan seseorang yang akan berbuat jahat. Graha menelfon Nadine tetapi sang empu ponsel tak mengangkatnya. Akhirnya Graha memutuskan untuk menelfon Gaga dan menyuruhnya untuk bergegas ke kediamannya.
Nadine merasa bingung ini Gaga bercanda tentang kematian Nadine tapi mukanya serius banget. Padahal semalam Gaga mendapati orang mencurigakan dan dirinya berkelahi di halaman rumah Nadine.
"Kenapa ayah ngomong gitu? Terus aku mati maksudnya apa?! " ucap Nadine.
"Ok kita terbuka aja sekarang. Ayahmu itu banyak musuhnya dan aku atau ayahmu selalu khawatir tentangmu karena takut ada manusia manusia jahat yang menculik atau bahkan sampai tak segan membunuh mu. " ucap Gaga dengan muka khawatir.
"Nah ayahmu akan pergi keluar negeri satu hari setelah kita menikah. " ucap Gaga lagi
"Dan kita gaakan tinggal disini. Kita tinggal di jakarta. Ayahmu sebagai owner beberapa perusahaan mebel juga lain-lain di Bandung ia akan percayakan pada ceo masing-masing dan yang dijakarta, aku yang urus. " ucap Gaga menghela nafas dan membuangnya seolah tak ingin melanjutkan kenyataan ini pada Nadine namun Nadine harus tahu. "Tujuan ayahmu keluar negeri adalah untuk sedikit meninggalkan jejak. Dan mengapa kamu dinikahkan denganku? Karena ayahmu tak mau kamu ikut juga ia sekaligus tak terlalu khawatir saat meninggalkanmu disini untuk waktu yang tak tentu. " ucap Gaga
Nadine hanya bisa terkaku dan mukanya menatap tajam Gaga. Ia tak percaya ayahnya akan meninggalkannya bersama lelaki yang sudah mempunyai kekasih ini. Tapi apadaya, Nadine yang ingin berprasangka buruk pada ayahnya seolah meninggalkannya tapi nadine mencerna kembali. Nadine membayangkan lagi kejadian ayahnya beberapa kali ada orang yang ingin menerkamnya.
"Ayahmu sekarang di Kalimantan. Dia dengan rekan bisnisnya Nad. Ia menitipkan juga cabang yang baru nanti kepadaku untuk ... " Gaga terhenti sejenak dan batuk kecil "untuk cucunya" ucap Gaga.
Bahkan ayah sudah menyiapkan untuk calon cucunya? Bagaimana aku bisa berprasangka buruk padanya. Batin nadine lalu ia menangis.
"Apa aku tidak bisa ikut saja bersama ayahku? " ucap Nadine dengan suara lirih
"Kamu tetap bersamaku Nadine. Kalo kamu bersamanya aset ayahmu yang di Indonesia mau dikasih kesiapa? Ke musuhnya begitu saja? Kamu juga disini harus berjuang memperjuangkan bisnis kamu dan ayahmu. " ucap Gaga. Nadine mengerti perkataan Gaga memang benar. "Persaingan dunia properti memang mengerikan" gumam Gaga menggelengkan kepalanya dan memijat hidungnya.
"Lalu, mengapa aku harus menikah? Kamu bisa menjagaku kan bila aku tidak jadi istrimu sekalipun. " ucap Nadine.
"Apalagi dengan masalah kita yang kemarin, kamu tahu aku dan aku tahu kamu walaupun kita udah lama berpisah tapi kita udah melakukan hal yang membuat kita tidak bisa bersama. Terlebih kamu masih mencintai Elsa. " ucap Nadine menundukan kepala
"Persetan semua itu Nad. " ucap gaga seolah malas membalas.
"Kamu meninggalkan perempuan itu demi aku? Aku hanya teman masa kecilmu kak! Elsa lebih berhak atas dirimu!" Ucap nadine
"Aku tidak memikirkan orang yang berkhianat padaku. Mengapa kamu bilang hak diatasku adalah Elsa? Hak diatasku adalah orang tua! " ucap Gaga dengan sedikit bentakannya.
"Lalu? Kita akan menikah tanpa rasa cinta?" Ucap Nadine dengan melihat Gaga yang memendam amarah. Bagi Nadine pernikahan bukanlah hal yang bisa dipermainkan. Terlebih Gaga menjelaskan pada Elsa bahwa pernikahan dirinya dengan Nadine adalah hal yang sementara. Bagi Nadine itu sudah menjawab bahwa Gaga tidak menginginkannya sedikitpun.
Gaga menghirup nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya dengan kasar, memijit kedua pelipisnya.
"Nad. Bagaimanapun juga kita pasti akan menikah! Almarhum ibumu yang menyuruhku menjagamu! Hanya saja aku datang baru sekarang! Jadi aku mohon tak ada lagi penolakan atau negosiasi bersamaku. Masalah pernikahan biar aku yang urus!! Aku akan menggunakan jasa amel eo temanmu kok jadi jangan khawatir. Kamu tidak boleh kemana-mana! " ucap Gaga. Gaga langsung berdiri dan berlalu. "Jangan lupa, kunci pintu " ucap Gaga teriak sedikit menoleh ke arah nadine sepersikan detik dia langsung kembali ke arah pintu.
Nadine menangis sejadi-jadinya. Takdir apa yang telah menimpa dirinya ini! Terlebih nadine tak punya keluarga yang dekat dengan dirinya. Dia hanya mempunyai kakek nenek dan adik ayahnya om Abraham di Dubai dan sibuk dengan bisnis minyaknya. Sedangkan keluarga dari ibunya hanya bibi Fahrani yang sekarang sering bolak balik keluar negeri karena penyakitnya.
Nadine mengangkat telepon dari Cheko yang sudah mencoba menghubungi Nadine berkali-kali
"Nad? Baru bangun? Udah liat updatean cover kita belum? Responnya baik dan banyak yang memuji kamu!" Ucap Cheko dari seberang sana. Nadine lupa akan unggahan video cover bandnya malam tadi karena kurang fokus.
"Ohya maaf aku ada sedikit masalah keluarga kak! Aku akan lihat sekarang. Terimakasih infonya" Nadine menutup telepon dan mencek utube dan stagram miliknya ternyata respon dari pendengar sangat baik juga followers nadine bertambah banyak dalam waktu satu malam hingga mencapai 100k!!! Kini kepopulerannya semakin luas, nadine tersenyum gembira melihatnya.
^^^
Jangan lupa like nya ya guys!😍🖤