Look at me, please

Look at me, please
#26



Happy reading good people😘


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *


Hari sudah pagi, nadine yang sudah mandi seperti biasa melilitkan handuknya di rambut yang masih basah. Ia terlihat sedang berkecamuk dengan alat dapur, memotong-motong bahan masakan dan memasukannya disatu wadah yang sudah ada air mendidih didalamnya. Membumbuinya tanpa kaku memasukkan garam dan bumbu penyedap lainnya. Masakan sayur sop itu membuat aroma yang khas juga mengundang perut siapapun akan keroncongan. Nadine makan dengan lahap meninggalkan suaminya sarapan karena ia masih sebal akan kejadian kemarin sore. Membuat Nadine malu dan sedikit canggung. Setelah makan ia teringat akan ucapan Gaga kemarin yang memberi tahu bahwa ayahnya membelikannya mobil baru.


Nadine kegirangan saat berada di garasi rumah Gaga. Disebut rumah Gaga karena ya, Gaga tak ada pengakuan bahwa itu adalah rumah Nadine juga. Nadine melihat mobil minicooper berwarna kuning dari yang Graha berikan untuknya.



Nadine tak percaya ayahnya membelikan mobil impiannya sejak SMA. Nadine mengumpulkan uang hingga saat ini untuk membeli mobil jenis ini namun ayahnya duluan yang memberikannya. Di sentuh permukaan bagian depan mobil tersebut dan Nadine membuka pintu mobil bagian depan. Ia menemukan beberapa surat dan kotak kecil dari ayahnya. Surat itu berisikan foto-foto mereka saat liburan. Ayahnya berpesan untuk disimpan di album lalu ada surat lagi.


------------------------------------------


Dear aya..


Aya adalah putri ayah yang paling cantik, wanita yang paling ayah cintai. Maafkan ayah ya sayang, bukan ayah tak peduli dengan dirimu namun ini demi dirimu dan semuanya. Ayah mempunyai tanggung jawab tersendiri. Beruntungnya ayah sudah mendapatkan bantuan dari kakekmu yang asalnya tak memperdulikan ayah sekarang ia mau membantu ayah. Ayah akan pulang cepat karena bantuan ini! Jadi ayah mohon tetaplah tersenyum dan bahagia.


Aya anak yang baik dan cantik, tidak boleh sedih ya? Ayah akan selalu menyayangimu. Kabarilah ayah kapanpun kau mau. Bila terjadi apa-apa bilang terlebih dahulu pada suamimu. Dan jangan gegabah ya aya! Kau harus menurut padanya. Ayah yakin kau dan Gaga akan bahagia. Dia sangat menyayangimu sejak kecil maka dari itu, jadilah istri yang baik. Jangan mempermalukkan ayahmu yang jomblo ini ya sayang...


Sekali lagi ayah ingatkan. Ayah akan selalu menyayangimu dimanapun ayah berada. Jangan merasa sendirian sayang dan tetap semangat! Semua aset yang ayah perjuangkan juga yang ayah miliki adalah milikmu. Ayah akan berikan apapun yang ayah punya bahkan nyawa ayah sekalipun. Namun saat ini maafkan ayah harus meninggalkanmu untuk sementara. Kau sudah dewasa bukan? Maka dari itu, ayah yakin pasti kau akan mengerti. 🖤


Daddy.


------------------------------------------


Nadine menangis sejadi-jadinya namun tak mengeluarkan suara. Sungguh Nadine merasa beruntung mempunyai ayah sepertinya. Iya benar! Ayahnya memang benar! Iya mempunyai tanggung jawab besar dalam berbisnis. Nadine tak bisa mengelak bahkan dirinya sudah dewasa, bukan anak kecil yang kemana-mana harus didampingi. Sekarang Nadine mengerti mengapa dirinya dinikahkan terlebih Gaga yang menyayanginya sewaktu kecil. Dan keluarga mereka yang sangat dekat, pasti ayahnya sangat tidak sungkan untuk menitipkan bisnisnya disini.


Nadine membuka kotak kecil yang berisi sebuah ikat rambut berhias mawar. Didalamnya ada secarik kertas bertulisan "gunakan ini saat kau latihan taekwondo. Atlet ayah pasti akan sangat cantik🖤"



Nadine mulai mengikat rambutnya dengan ikatan itu. Dan ia menggerakkan badannya untuk diposisi ternyaman. Memegang kemudi dan mengecek yang lainnya. Sungguh dirinya sangat menyukai mobil ini dari setiap serpihan kecilnya. Ponsel disaku celana Nadine berbunyi. Terlihat dilayar nama "Mela Bestie"


"Hmm gimana?" Ucap Nadine


"Dimana? Langsung apart gue ya si Luna ini udah di parkiran katanya" ucap Mela dari seberang sana


"Oh oke gue kesana ... eh gue minta izin suami dulu ya .." ucap Nadine teringat dirinya sudah bersuami.


"Ohh iya ya gue lupa lu kan baru kawin. Yaudah gausah dipaksain kan masih pengantin baru. Lu gak kesini gapapa, nanti gue bilang sama Luna dan Zahwa " ucap Mela yang mengerti.


"Lu emang gak kangen sama gue? Lo ke Swis dan gak hadir di pernikahan gue! Lu pada mau party tanpa gue?"


"eh i-iya beb.. oke gue tunggu lo yah di apart!" ucap Mela


"Gue usahain kesana pokonya" ucap Nadine terkekeh


"Yaudah kalo kesini kabarin otw nya kalo gajadi juga bilang ya " ucap Mela.


"Ok beb" ucap Nadine sembari menutup telfonnya. Ia langsung beranjak keluar mobil menuju kamarnya Gaga namun ia bingung Gaga sedang ada dikamar mana karena ada beberapa kamar diatas dan kamar dibawah. Akhirnya nadine bertanya pada pembantu disana.


"Maaf mbak, Gaga dimana ya?" Ucap Nadine dengan pelan


"Ohh terakhir saya lihat tuan lagi gym nyonya.." ucap Fitri salah satu pembantu disana terlihat masih muda sekitar 18 tahunan.


"Ohh panggil aku mbak aja yah.. aku belum setua itu hehe" ucap Nadine. Fitri mengangguk ramah mengiyakan majikannya itu.


Nadine pergi ke ruang gym Intuk menemui suaminya Gaga. Terlihat ia sedang melakukkan treadmil dipagi hari ini. Nadine menghampiri Gaga yang berkucuran keringat. Sangat cool dan aroma maskulinnya terhirup di ruangan itu namun Nadine tak memperdulikannya karena ia benar-benar tak ingin tertarik dengan suaminya itu


"Kak " ucap Nadine pada Gaga. Gaga yang menoleh pada Nadine dan terus menatapnya membayangkan kembali tubuh Nadine yang naked kemarin sore. Entah mengapa penampilan Nadine yang hanya memakain lagging hitam dan kaos putih bermotif mawar kecil di sebelah kanan dadanya itu terlihat sexy menurutnya karena kaosnya yang ketat membuat aset Nadine bagian dada terlihat jelas bentuknya


"Kakkk? " tegas Nadine karena Gaga hanya menatapnya tidak menjawabnya.


"I iya apa?" Ucap Gaga yang mengalihkan pandangannya.


"Kemana?" Ucap Gaga yang memberhentikkan langkah kakinya.


"Ke apart Mela. Boleh ya? Kasian Luna" ucap Nadine


"Gak boleh. " ucap Gaga menghiraukan nadine dan duduk dikursi sambil meminum jus jambunya.


"Kenapa? " ucap Nadine sambil menghampiri Gaga dan duduk disebelahnya


"Karena .. gak boleh aja " ucap Gaga menatap Nadine. Ia masih menahan hasratnya "kenapa sih harus pake baju gitu nad! Tergoda deh gue" gumam Gaga dalam hati


"Kok gitu sih? Lagian apart nya gak jauh kak. Aku gakkan lama. Sekalian mau ke homecare pulangnya" ucap Nadine terkekeh ingin pergi


"Yaudah terserah.. tapi bikinin dulu aku sarapan " ucap Gaga meminum kembali jus nya.


"Udah ada kok sarapan. Aku udah masak " ucap Nadine. Karena benar dirinya sudah memasak setelah waktu subuh.


"Yaudah aku makan dulu. " ucap Gaga berlalu


"Eh jadi boleh apa enggak?" Ucap Nadine menggapai lengan Gaga. Lalu Gaga menarik lengannya dari sentuhan nadine karena ia terkejut seolah hasratnya naik akan sentuhan kecil istrinya itu. Namun Nadine menganggapnya bahwa Gaga tidak mau disentuh olehnya, padahal Nadine sendiri adalah istri sahnya.


"Pergi aja" ucap gaga sambil berlalu meninggalkan Nadine di tempat gym itu.


Nadine sangat kesal, bahkan Gaga seolah mempermainkannya. Terlebih Gaga seperti terganggu oleh kehadiran Nadine disana juga tak mau disentuh bahkan tak sengaja sekalipun. Nadine membuat keputusan untuk tidak ada kontak fisik apapun pada Gaga walaupun kadang refleks tapi Nadine akan coba tahan.


Nadine terlebih dahulu mengganti pakaiannya dan langsung pergi memakai mobil barunya. Dengan kecepatan sedang Nadine membelah kota Jakarta. Sampailah ia di apart mewah milik keluarga Mela, tentunya Mela yang tinggal disana menempati apartemen type semi penthouse disana. Paling atas dan paling mewah. Nadine menelfon Mela dan Mela menyuruh pada resepsionis untuk mengantar Nadine kekamarnya.


🦋🦋🦋


Terlihat Luna, Zahwa dan Mela sedang duduk di sofa.


"Hallo girls" sapa Nadine pada keduanya. Mereka berdua menoleh.


"Nadinee..." ucap Luna lirih.


"Hi Luna, aku disini" ucap nadine memeluk badan rampingnya Luna.


"Kenapa nih? Kok pada diem dan mesem gini?" Ucap Nadine yang bingung atas atmosfer dingin dan serius yang ada di ruangan itu


"Tuh si Luna mau nikah, jadi madu" Ucap Mela dengan nada.


"What??" Nadine melotot pada Luna dan mencengkram kedua bahu Luna. Luna akhirnya menceritakan semuanya. Ketiga temannya seolah tak percaya apa yang sedang menimpa nasib temannya ini.


"Luna, gue gak setuju!" Ucap Nadine yang menatap Luna tajam.


"Iya lah Lun! Kita bisa kok bantu lo buat pengobatan bokap lo. Bokap lo bisa dirawat dirumah sakit papi gue dan pacar gue kan dokter. Lo lupa?" ucap Mela sama kekehnya dengan Nadine. Sedangkan Zahwa hanya menatap Luna dengan bersedih.


Luna hanya menunduk dan memejamkan matanya. Ia tak sanggup menerima penolakan dari teman-temannya ini.


"Kenapa sih Lun kalo ada masalah gak pernah cerita sama kita? Kita pasti bantu lo!" Ucap Nadine mengelus punggung Luna. Mereka akhirnya saling berpelukan satu sama lain. Menenangkan sahabatnya yang menurut Nadine, Luna salah mengambil keputusan. Namun bagaimana lagi, Luna menolak segala hal yang Nadine tawarkan.


"Yaudah mending jalan-jalan yuk. Tuh Nadine ada mobil baru, bisa kali di tes tes dikit ke mall" ucap Zahwa mengalihkan topik.


"Boleh.. yuk!" ucap Nadine sang empunya mobil.


Mereka berempat memutuskan untuk berjalan-jalan ke mall. Mereka berbelanja dengan riang gembira. Suasana ini sudah langka sekarang, keempatnya sudah sibuk dengan urusan hidup masing-masing dan juga aktivitas hidup mereka yang menuntut untuk tinggal tak berdekatan lagi.


***


Thank for reading!!


Jangan lupa like dan komen ya 😍