Look at me, please

Look at me, please
#41 - KABUR



Happy Reading🔥


***


Now playing - Faded - Alan Walker


**


Langit sore sangat indah di Burj Khalifa. Namun ntah kenapa perasaan Graha sangat gelisah. Dan ntah kenapa ia mencemaskan Nadine di Indonesia. Anak tunggalnya yang akan ia bahagiakan selamanya. Yang selalu ia fikirkan dan wanita yang ia cintai, sangat.


Bukan maksud Graha menelantarkan Nadine, dari awal Graha memikirkan wasiat ibu kandung Nadine di detik terakhirnya. Menginginkan Nadine yang kelak menikah dengan Gaga, anak laki-laki yang sering ia asuh dan lama kelamaan sudah dianggap anak sendiri oleh Faranisa. Dan sekarang, Graha sudah mewujudkannya. Menjadikan Nadine sebagai istri dari Gaga Axelle yang menurut Graha adalah lelaki yang bijaksana.


Sebenarnya Graha juga ingin membawa Nadine kemanapun ia pergi. tetapi walaupun wanita, sudah berumur 22 tahun kan harus mandiri? Juga terlebih Nadine sudah menikah sekarang. Memang tak rela, tetapi ini sudah takdirnya.


Graha menatap keluar kaca besar langit senja itu dari lantai teratas salah satu gedung yang ada disana. Memang bukan yang paling tinggi. tetapi walaupun begitu, gedung ini juga menghasilkan uang yang melebihi dari kata lumayan.


Graha memutuskan menelfon anaknya itu untuk memastikan bahwa dirinya baik-baik saja. Graha juga tahu bahwa Gaga sedang di China sekarang. Maka dari itu, Graha sangat mencemaskan anaknya.


Graha mencoba menelfon Nadine tetapi tidak ada jawaban. Mungkin ia sudah tidur, fikirnya. Tetapi melihat jam masih menunjukkan pukul 17.22. Dan Dubai dengan Indonesia hanya berbeda tiga jam, jadi di Indonesia sekarang sudah jam 20.22. Apakah benar Nadine sudah tertidur?


Graha mendengus sebal. Ia mencoba menelfon Gaga dan jawabannya sama, ia tidak menjawab. Bahkan dirinya tak tahu jamberapa sekarang di China. Sedangkan Bobi Axelle, kabar terakhir dia sedang sakit jadi Graha tak mau merepotkan.


Graha menghubungi kepercayaannya di Indonesia, yaitu sekertaris keduanya, Rudy. Ia menyuruh Rudy untuk mencari tahu dan memastikan anak perempuannya itu baik-baik saja.


Gaga baru saja selesai dari pertemuannya dengan beberapa pengusaha disana. Ia baru sampai di hotel tempatnya menginap. Gaga merebahkan badannya di atas ranjang queen size. Sembari merogoh saku dan mendapatkan ponselnya. Sedikit sedih karena Nadine tidak menghubunginya, namun ia sedikit bingung ada telefon dari sang ayah mertua. Gaga memutuskan untuk menelfon Graha yang sedang berada jauh di Uni Emirat Arab itu.


"Hallo Gaga" ucap Graha dari seberang sana


"Hallo ayah.. ada apa tadi menelfon? Gaga baru sampai hotel" ujarnya.


"Tidak apa-apa. Ayah hanya khawatir pada Nadine disana. Ia tak menjawab telefon ayah satu jam yang lalu dan saat ayah menelfon lagi sekarang ponselnya sudah tidak aktif. Maaf ayah mengganggumu tapi Rudy sedang mencari kabar disana" ucap Graha.


"Ohiya? Nadine lupa mencharger ponsel sepertinya ayah. Dia ada dirumahku hari ini. Aku menyuruhnya untuk diam disana selama aku berada di China" jelas Gaga.


"Iya namun perasaanku gelisah Gaga. " ucap Graha frustasi


"Kalau begitu, aku akan bertanya pada mama. Ayah tenang saja, Nadine pasti baik-baik saja " ucap Gaga. Merekapun mengakhiri percakapan.


Gaga dengan heran yang mempunyai perasaan sama seperti ayah mertuanya. Ia memikirkan Nadine, dan keberadaannya sekarang. Gaga memutuskan untuk menelfon rumah yang ada di Bekasi. Diangkat oleh Ira salahsatu pekerja dirumahnya.


"Hallo ra? Ada Nadine gak?" Ucap Gaga pada Ira gadis belia anak pekerja lain disana.


"Eh ini siapa?" Ucap ira


"Ini saya.. Gaga" ucap Gaga


"Oh.. tadi saat saya ke mall bersama nyonya, nona Nadine berpisah dengan kami. Ira dan nyonya pulang duluan dan Nadine memilih untuk menemui temannya disana. " ucap Ira


"Begitukah? Lalu sekarang Nadine sudah pulang kan?" Tanya Gaga sedikit cemas.


"Setahu saya, belum tuan. Tapi saya coba cek kembali ke kamar tuan. " ucap Ira


"Baik jangan di tutup telefonnya " ucap Gaga. Ira mengiyakan dan mencari tahu keberadaan menantu majikannya itu. Dan ternyata Nadine tidak ada di kamar dan dimanapun.


"Sepertinya nona Nadine belum ada dirumah tuan. " ucap Ira. Hati dan fikiran Gaga seperti ada yang menghantam. Ntah mengapa tapi hatinya berkata bahwa istrinya yang sedang ia bangun perasaan padanya itu sedang tidak baik-baik saja.


"Bisa panggilkan papah?" Ucap Gaga. Ira mnegiyakan dan melangkahkan kaki ke kamar utama. Ia mengetuk dan untungnya majikannya belum tidur. Bobi keluar di ikuti oleh Riana, keduanya juga sedang mencemaskan keberadaan menantunya.


"Hallo" ucap Bobi.


"Pah.. bisa carikan Nadine?" Ucap Gaga


"Sedang diusahakan. Kamu tenang saja, Nadine akan baik-baik saja " ucap Bobi.


"Bagaimana bisa? Ponselnya tidak aktif, mengapa mama meninggalkannya disana?" Ucap Gaga.


"Tenangkan dirimu. Papa sedang berusaha disini, papa yakin semua akan baik-baik saja " ucap Bobi. Sedangkan Riana sudah menangis dan sedikit panik. Riana menyalahkan diri sendiri sekarang.


Gaga tidak diam saja, selain memberi tahu Riko untuk mencari tahu keberaadaan istrinya, ia juga menyuruh beberapa orang kepercayaan untuk mencari tahu.


"Nyonya Nadine hilang di mal Pesona Park. Terlihat dari cctv di parkiran B16, Nadine sedang tidak sadarkan diri dan digendong oleh seseorang mengenakan setelan hitam-hitam. " ucap Riko


"What?!" Ucap Gaga spontan.


"Coba kau cari tahu tentang mall itu. Dan juga selidiki lebih detail mobil yang membwa Nadine " ucap Gaga sembari menegakkan badannya dan tangannya mengepal geram.


"Sudah.. adik pemilik mall tersebut adalah salah satu personil Red Rope. Band yang vocalisnya sendiri adalah Nadine" ucap Riko.


"Apakah mungkin Nadine menemuinya?" Ucap Gaga.


"Mungkin.. tapi pemilik mall ini mempunyai ikatan keluarga dengan keluarga mantan anda tuan " ucap Riko.


"Fajri, adik dari Fajar yang mempunyai mall tersebut. Fajri cukup akrab dengan sepupunya yaitu Elsa Gayatri. " ucap Riko menjelaskan.


"**1*" umpat Gaga "Menurutmu, apa ini ulahnya?" Ucap Gaga menatap tajam pada sekertarisnya.


"Menurutku, kita bisa mencurigainya. Tetapi didalam cctv, saudara Fajri memang sedang menunggu Nadine disana di Wakacao. Dan saat ini orang kita menemukan recent call di ponsel Fajri, ia sedang menghubungi Nadine berkali-kali dan mencemaskannya juga. " ucap Riko


"Mengapa kau tidak bilang bahwa kita bisa meretas ponsel mereka?" Ucap Gaga geram. Riko menunduk dan meminta maaf.


"Coba kau retas keberadaan dan recent call juga chat ponsel istriku. Retas juga ponsel mantanku, Elsa " ucap Gaga "Dan apa kita bisa pulang sekarang juga?" Sambung Gaga.


"Kau ada janji besok pagi mengunjungi tuan Chen Jili. Setelah itu siangnya kita baru bisa pulang " ucap Riko.


"Batalkan saja, kita pulang malam ini " ucap Gaga beranjak dari tempat berdirinya.


Sembari memasukan baju-bajunya kedalam koper, Gaga menelfon Graha.


"Bagaimana?" Ucap Graha


"Nadine diculik. Bisa ayah membantuku sedikit?" Ucap Gaga


🌻🌻🌻


Nadine pov


Aku mengerjapkan mataku. Cahaya lampu yang tidak begitu terang mampu menembus retinaku yang mulai melebar. Aku mengitari pandangan di ruangan ini. Kamar hotel yang mewah bernuansa coklat cream. Aku sedang terbaring lemah di kasur sekarang. Aku mengingat-ngingat kejadian terakhir, dan sadar bahwa aku sedang diculik sekarang.


Aku langsung terperanjat dari posisi tidurku. Mencari seseorang yang bisaku temukan diruangan itu. Namun tak ada siapapun dan saat aku ingin membuka pintu, pintunya terkunci.


Aku melihat tasku diatas nakas, mencari ponselku dan ternyata ponselnya ada dilantai. Sudah retak dan tak bisa dihidupkan. Aku panik sekarang dan air mataku menggenang di mata bulatku. Aku mencari celah untuk kabur, melihat jendela kamar dan membuka pintu kaca menuju balkon. Kamar ini cukup tinggi dari permukaan tanah, Sekitar di lantai 10. Mencoba menggedor pintu keluar lagi dan pintu itu terbuka. Masuk seorang wanita cantik berambut pendek menatapnya tajam.


"Kau sudah bangun? " ucapnya.


"Dimana aku? Siapa kau?" Ucapku berteriak.


"Tenanglah manis. Kau aman disini, namun ayahmu tidak sedang aman disana " ucapnya.


"Apa yang kau lakukan?" Ucapku saat dia mendorongku mesuk kedalam ruangan ini. Dia tertawa ria didepanku dan menodongkan pisau kearahku. Kesadaranku sudah terkumpul sekarang. Namun mungkin untuk mengancamku saja, tetapi aku harus berusaha keluar dari sini.


Aku bisa menepis segala serangan yang wanita berdandan bodyguard ini. Namun pisaunya menggores pahaku yang mulus ini yang aku lulur hampir satu hari sekali. Aku sempat membuatnya jatuh dan terlihat dia sedikit pusing karena benturan kepalanya ke tembok.


Ia bergerak berdiri dan aku mencoba mengambil weistbagku. Menenggerkannya di badanku dan srak, pisau itu menusuk perut bagian kiriku dan sekarang sudah tertancap disana. Aku berteriak kesakitan dan dengan kesetananku, aku mencabutnya tanpa rasa sakit dan menusukkannya pada dada wanita yang sedang menertawaiku.


Setelah ia terjatuh, aku menyaksikannya. Sepersikan detik kemudian dengan nafasku yang tak beraturan, aku berlari keluar dan mencari lift. Lama lift itu berhenti dan aku memutuskan untuk menuruni tangga darurat. Wanita tadi yang menerkamku sepertinya sudah menghubungi komplotannya. Karena saat aku sampai loby, lelaki memakai setelan hitam-hitam memandangku bersamaan karena suaraku yang membuka pintu darurat.


Aku berlari dan mereka mengejarku seperti singa yang melihat rusanya kabur. Aku dengan sekeras tenaga berlari dari sana walaupun perutku mengeluarkan banyak darah, aku menekannya dengan tanganku. Untungnya ada beberapa pot hiasan yang bisa aku jatuhkan untuk menghentikan pengejaran mereka, saat pintu keluar aku menggulingkan segalanya termasuk tempat sampah. Aku bisa keluar dari sana dan masuk kedalam taxi biru.


"Antar aku ke rumah sakit pak, sekarang dengan cepat" ujarku dengan nafas terengah.


Supir taxi itu terkejut melihat keadaanku sekarang. Ia dengan sigap menghidupkan mesin dan menjalankan taxinya ke rumah sakit. Terlihat orang-orang yang mengejarku menyerah karena sudah kehilangan jejak.


"Maaf pak, hotel yang tadi kita tinggalkan itu hotel apa?" Ucapku sembari menyandarkan punggungku dan mencoba mengatur nafasku.


"Hotel Bima Shakti " ucapnya.


***


Hebat kan Nadineku?



Buat apa latihan bela diriku selama ini dong? Akhirnya aku gunakan Hahaha



Istriku memang hebat!!


06-01-2020 (09.49)


-salam dari rambutku yang belum aku cuci selama dua hari😜✌🏼


Like dan komen ya😘


Sorry for typo.


Tallent Gaganya ku ganti, semoga bisa mewakili segala imajinasi kita.


Tbc-