Look at me, please

Look at me, please
#25 - RUMAH BARU



***Happy reading good people***😍


\= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =


Jalan tol Purbaleunyi sangat cerah dengan pemandangan awan putih lekat dari luar mobil, Nadine dan Gaga berada dimobil yang sama. Seperti biasa, hanya keheningan didalam mobil selain suara mobil Gaga samar-samar. Nadine seolah tak mengerti nasib apa yang sedang ia derita. Seharusnya saat itu Nadine tidak menerima Gaga sebagai suaminya, ia bisa saja kabur menghindar agar ayahnya tak menikahkannya. Namun apa daya, sudah terlanjur ia dipinang oleh lelaki gagal move on ini.


Setelah beberapa jam menyusuri jalan tol, tibalah Nadine dan Gaga di J akarta. Ciri khas daerah ini yang berserakan gedung-gedung pencakar langit. Juga padatnya penduduk dari mulai kalangan paling rendah hingga paling tinggi. Begitulah kehidupan di ibu kota, sangat ramai walaupun Bandung juga tak kalah ramai namun hawa di Jakarta lebih panas.


Mobil Gaga masuk kedalam rumah yang gerbangnya sangat tinggi dan menutupi sosok bangunan rumah mewah dibaliknya. Setelah masuk kini mereka melihat indahnya rumah yang lebih besar dari rumahnya Nadine. Nuansa cat putih elegan dan kaca yang membuat rumah ini terlihat megah padahal hanya dua lantai tapi rumah ini sangat indah.


"Ini? " ucap Nadine


"Iya ini rumahku. Selamat datang " ucap Gaga tersenyum pada Nadine. Nadine menoleh pada Gaga dan tersenyum. Tapi didalam hati Nadine kecewa karena Gaga menyebut ini rumahnya bukan rumah mereka berdua.


Saat mereka turun, sambutan hangat dari kelima pembantu yang memang menjaga dirumah Gaga. Gaga membangun rumah ini tiga tahun yang lalu dan selesai beberapa bulan lalu saat dirinya hendak memberikan kejutan pada Elsa saat mereka sudah menikah, namun sayang Gaga menyimpan ragu dan ternyata Elsa benar mengkhianatinya.


Gaga masuk dan diikuti Nadine di belakangnya dan sampailah mereka di inti rumah yaitu ruang tamu. Keduanya duduk di sofa berwarna hitam elegan.


"Dapur sebelah sana, kamar disana, ruang tv disitu, mau berenang disana, mau pake alat gym aku disana, mau ... " ucap Gaga sembari menunjukkan arahan lokasi dengan tangannya namun di potong oleh nadine


"Iya iya nanti juga aku tahu. Mending kakak istirahat aja dulu. Aku mau beresin barang-barang. " ucap Nadine beranjak dari duduknya.


"Nad ..." ucap Gaga yang menghentikkan langkah kaki nadine. "Kesini sebentar " ucap Gaga yang terlihat tak bersahabat lalu nadinepun menghampirinya lagi dan berdiri didepannya


"Kita ... gak sekamar dulu ya" ucap Gaga yang sangat ragu namun ternyata diangguki Nadine dengan semangat.


"Baik... " ucap Nadine yang berjalan dengan semangat. Gaga terongoh aneh saat melihat begitu gembira ekspresi istrinya saat ia meminta pisah kamar. Disisi lain Nadine setuju karena ia tidak harus susah-susah menjaga perasaannya untuk tidak mencintainya karena ia tak harus berada disamping Gaga melulu dari bangun hingga tidur lagi.


Nadine menyuruh beberapa pembantu menata kamarnya. Dari mulai lampu kelap kelip hingga foto-foto ia dan teman-temannya ia jejerkan diatas kayu panjang yang menempel di tembok. Ranjang Nadine lebih besar dari yang biasanya ia tiduri juga kamarnya lebih luas apalagi dia mempunyai walk in closet. Sungguh sangat bersemangat menata pakaiannya disana. Namun ia melihat ada beberapa baju Gaga disana. Dalam hatinya ia bergumam ck! Katanya ga sekamar! Gimana si!


Nadine memutuskan untuk protes pada Gaga karena baju-bajunya ada disana.


"Kak! Kok baju kamu ada dikamarku sih" ucap Nadine dengan nada sedikit kesal. Gaga yang sedang mengamati layar ponselnya itu menoleh pada istrinya.


"Oh iya, takutnya ada keluargaku main kesini. Nanti mereka malah curiga. " ucap Gaga santuy. Nadine berfikir dalam hatinya 'iya juga kalo mamer atau pamer kesini bisa-bisa kita dimarahin dong kalo ketahuan'


Nadine kembali ke kamarnya tanpa sepatah kata pun. Lalu setelah semuanya beres ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sedangkan Gaga pergi beristirahat ke kamar lain. Gaga terlupa akan sesuatu untuk memberi tahu Nadine bahwa ayahnya membelikan mobil baru untuknya sebagai hadiah pernikahan. Gagapun melangkahkan kaki ke kamar Nadine.


Nadine sudah beres mandi hanya saja ia lupa tidak membawa handuk karena handuknya masih ada di dalam kopernya. Ia keluar dengan tubuh yang masih basah dan tanpa sehelai kain. Nadine sangat terkejut saat melihat Gaga yang baru masuk kamarnya dan Gaga juga melotot melihat tubuh Nadine yang benar-benar naked.


"Aaaaaaaaa"" nadine berteriak dan Gaga langsung lari ke arah luar kamar. Nadine langsung memakai handuk yang ada dikoper, ia sangat kesal dan malu. Sungguh memalukan sekali dirinya bertemu dengan Gaga seperti ini. Nadine pun kembali ke lemarinya dan memakai pakaian.


"Udah pake baju belum?" Ucap Gaga diluar pintu kamar


"Kamu kenapa bisa punya kebiasaan kaya gitu?" Ucap Gaga basa basi


"Hah?! Engga kok! Aku cuma lupa bawa handuk aja! " ucap Nadine sedikit sewot karena seolah ia tertangkap basah mempunyai kebiasaan buruk seperti anak kecil. Gaga yang canggung karena telah melihat seluruh tubuh Nadine, kini di otaknya membayangkan yang tidak-tidak.


"Ya yaudah. Aku cuma mau bilang kamu dikasih mobil baru sama ayah Graha. Ada di garasi. " ucap Gaga dengan tidak menatap Nadine karena takut ia semakin liar.


"Kenapa harus masuk kamar aku? Kan bisa chat aja atau ketuk dulu atau apa kek!" Ucap Nadine kesal


"Iya lagian kamu dipanggil dari tadi ga ada sautan yaudah aku liat gada siapa-siapa eh kamu keluar dari kamar mandi ... kaya gitu" ucap Gaga membela diri.


"Udah ah lupain! Lagian kan tetep aja ini kamar aku! Harusnya kakak ada sopan dong" ucap Nadine yang mulai merendahkan nada bicaranya


"Tetap saja ini rumahku Nad! Dan kamu istriku! Lagipula gaada dosa kok aku lihat kamu kaya gitu!" Ucap Gaga yang merasa keceplosan. Nadine hanya menatap Gaga dengan sedikit kebingungan. Ia mulai berfikir apa harus dirinya pindah ke apartemen saja dan tak harus serumah dengan Gaga. Terlebih Gaga menegaskan lagi bahwa ini rumahnya bukan rumah bersama.


"Yaudah kalau gitu aku pindah aja ya kak? Jadi aman kan. " ucap Nadine seraya membawa koper ke lemari. Gaga yang terkejut seakan Nadine akan pergi dari sini. Ia langsung melangkah ke arah nadine yang hendak membereskan pakaiannya lagi.


"Kamu gabisa kemana mana Nad! " ucap Gaga mendesak Nadine ke tembok. Kini wajah keduanya sangat dekat.


"Ke kenapa? Kan kamu bisa telfon aku kalau ada mama dan yang lain?" Ucap Nadine merasa tak nyaman dengan posisinya dan mencoba keluar dari kuncian tangan gaga


"Bukan gitu!" Gaga menekan nadine lagi "Tujuan kita ke Jakarta itu ya ini! Kita harus serumah biar aku jagain kamunya gampang!" Ucap Gaga yang menatap Nadine. Namun hasratnya sebagai lelaki tak bisa berbohong. Ia tergoda oleh wajahnya Nadine yang cemberut lugu dan natural. Namun Nadine tak merasakan itu ia hanya terus berfikir bagaimana caranya untuk bisa menjauh dari suaminya itu


"Bisa sewa bodyguard kan? Lebih gampang biar kamu ga capek jagain aku! Lagipula kalau aku matipun, apasih yang kamu rugikan dari aku?" Ucap Nadine serius. Gaga terkejut akan perkataan Nadine. Gaga menatap Nadine dan kini memegang bahunya, menekannya ke tembok. Mereka berhadapan dan tubuh mereka sangat dekat. Jantung mereka berdebar dan Nadine juga sedikit takut pada suaminya ini.


"Kamu istri saya! Jangan membantah! " ucap Gaga langsung melepaskan tekanannya.


"Jangan berani kemana-mana tanpa seizin saya! Kalau kamu berani, kamu akan tau konsekuensinya!" Ucap Gaga mengancam dan pergi dari kamar Nadine.


Nadine hanya bisa menyaksikan punggung suaminya itu hingga hilang keluar kamar. Mengapa bisa hidupnya seperti tawanan ini? Seolah berkedok suami untuk menjaga tapi tak mau bersama. Ini tidak benar menurutnya, pernikahan tetaplah pernikahan. Tak bisa dipermainkan! Nadine mulai berias untuk memakai skincare routin nya, ia menatap diri dalam-dalam. Menangis tak bisa ia tahan karena ia sedih seakan ia tak ada yang mencintainya selain dirinya sendiri. Namun ia berusaha kuat akan segalanya dan apapun permainan yang sedang Gaga mainkan, ia harus tetap menjadi istri yang baik dimata tuhan.


🦋🦋🦋


Gaga kembali ke kamarnya dengan nafas yang berat. Nafsunya sedang diuji namun ia tak memikirkan perkataan Nadine yang membawa kematian itu. Kini ia mencoba membaringkan dirinya di kasur namun ia terus berfikir dan kembali memorynya merekam kejadian tadi saat dia melihat istrinya telanjang bulat. Kini dia menjenggut rambutnya dan bergumam


'kenapa sih gue minta pisah kamar segala? Bego banget kan udah nikah? Gapapa kali lakuin ini itu?' Ucapnya namun ia menyadarkan lagi fikirannya.


'Engga gak! Gabisa kaya gitu kan gue gasuka sama dia! Apaan si gaga sadar' gumamnya kembali mengalihkan fikirannya.


\================================


Tbc-