Look at me, please

Look at me, please
#12 - MANTAN



Hallo readers!! thx u sudah membaca novel pertamaku ini!! Jangan lupa klik likenya yaa dan komentar dari kalian akan aku terima dan akan aku balas


Maaf bila ada salah kata dan peletakkan kata yang salah, aku masih belajar hehe!


Semoga ceritaku ini menghibur!


Love u all......


Happy reading


***


Gaga menggeser layar ponselnya ke atas dan kebawah, mengetik balasan satu persatu pada teman-temannya dan melihat komentar-komentar para 'fans' nya itu. Ya Gaga adalah mantan kekasih Elsa, siapa yang tidak tahu Elsa? dia selebgram sekaligus model terpopuler di Indonesia. Wajahnya yang blasteran menjadi sorotan publik akan kecantikkannya. Ayahnya juga seorang pejabat dan ibunya seorang pengusaha kosmetik yang brand-nya sudah terkenal. Banyak pertanyaan dan hujatan yang Gaga terima, hey gaga!elsa kemana?, kau tega sekali gaga meninggalkan elsa yang begitu sempurna demi perempuan yang kau saja baru bertemu kemarin sore!, Seriously? aku masih gak percaya kamu tunangan bukan sama Elsa!, dan lain-lain. Gaga membuang nafasnya dengan kasar. Dengan mata Gaga yang masih menatap layar ponselnya, ponselnya berdering.


drrt drrt


"Apa?" ucap Gaga datar.


"Aku ingin bertemu" ya siapa lagi kalau bukan Elsa, perempuan yang mengaku cinta mati pada pria tampan ini.


"..." Hanya keheningan yang Gaga berikan, lalu Elsa mulai menangis.


"Kamu tega! hiks hiks.." ucap wanita itu sembari menangis sejadi-jadinya


Mulai lagi drama perempuan. Batin Gaga


"Gaga apa kamu beneran cinta sama Nadine perempuan murahan itu? atau kamu lebih mencintai aku? " ucap Elsa sembari mengontrol tangisan histerisnya


"Jangan berani-beraninya kamu nyebut dia wanita murahan! " ucap Gaga sekaligus dengan tegas.


"Just answer babe! Aku atau dia yang kamu cintai?? " tanya Elsa dengan sangat-sangat marah. Gaga tertegun, ia bingung. Ia berfikir apa yang sedang ia lakukan? dan cinta? apakah Gaga mencintai Nadine? sungguh pertanyaan yang membuat Gaga pusing memikirkannya.


"Gaga.. kamu masih mencintaiku kan?" ucap Elsa yang memulai nada lembut.


"Ya. tapi rasa kecewaku lebih besar dari rasa cintaku padamu Elsa. Kendalikanlah dirimu dan lakukan aktivitas yang membuat kamu sibuk sehingga tak ada waktu untuk menggagguku lagi!" ucap Gaga


"Aku akan dijodohkan" ucap Elsa lirih. Seketika Gaga merasakan rasa sakit didalam hatinya. mungkin dia memang mempunyai rasa kekecewaan, tapi rasa cinta takan bisa menghilang begitu saja. Gaga merasa sakit hati mendengarnya.


"Kamu gakk akan membiarkan itu terjadikan ..? " ucap Elsa lagi. Gaga dengan susah payah menelan salivanya.


"Baguslah. Semoga kamu bahagia Elsa. " ucap Gaga dengan nada samar-samar tetapi terdengar jelas di telinga Elsa.


"Baiklah! Bila kamu memang memilihnya, datanglah besok ke Jakarta bersamanya! maka dari itu aku akan merelakanmu! .. " ucap Elsa lalu ia menutup telfonnya.


Gaga tertegun, ia berfikir menggerakan jarinya diatas meja. Menopangkan dagunya pada punggung tangan sebelahnya. Apa yang harus dilakukan? Elsa yang dicintainya akan bertunangan juga dan Nadine? Apa benar Gaga mencintai Nadine?


Drrt drrt


Ponsel Gaga bergetar menandakan bahwa ada pesan baru masuk.


[besok pergilah kekantor yang di Jakarta Selatan, gantikan ayah meeting. ayah akan berangkat ke Jepang nanti dini hari untuk menemani ibumu. Ajak Nadine bersamamu, dari kabar terakhir pak Graha dia juga akan pergi keluar kota. Hati-hati. - Papah ]


[ Ya. - gaga ]


Gaga langsung menelfon sekertarisnya untuk menyiapkan semua dokumen dan informasi bisnisnya. Sekertaris itu lelaki, karena mantan kekasihnya Elsa saat dulu tak memperbolehkan Gaga mempunyai sekertaris perempuan.


"Hallo.." ucap wanita disebrang sana


"Nad besok pagi antar aku.." ucap Gaga


"Kemana? "


"Jakarta."


"Ngapain?.."


"Kepo. Ikut aja dandan yang cantik. Aku jemput jam 6 pagi bye.." ucap Gaga lalu menutup telfonnya.


🦋🦋🦋🦋


Gaga sudah terlihat rapi, memakai kemeja hitam yang ia gulung hingga ujung sikutnya, mengenakan celana formal, sepatu hitam dan rambut yang rapi yang menambah nilai ketampanan dan aura maskulinnya itu. Sungguh wanita manapun akan terlena melihat sosok lelaki tinggi dan kekar ini! Gaga membawa jas nya dan memasuki mobil mewahnya itu. iya! mobil yang paling mewah yang ia bawa untuk ia gunakan hari ini. Sebenarnya ia mempunyai beberapa bosyguard hanya saja ia tak butuh itu, karena ia dibekali ilmu bela diri untuk menjaga dirinya sendiri. Sesekali memang dia membutuhkannya, tapi hanya waktu tertentu bila ada urusan bisnis. Karena musuh bisnis ia bukan hanya dendam akan saingannya, tetapi mereka tidak ragu untuk membunuh satu sama lain karena ambisi.


Gaga memarkirkan mobilnya didepan rumah Nadine yang besar itu. Ia masuk dan disambut oleh bi Ani yang sudah stand by dari subuh dan bergegas membuatkan teh. Gaga dipersilahkan masuk dan ia bertemu ayahnya Nadine. Mereka saling berjabat tangan.


"Nadine masih diatas, duduklah dulu.." ucap Graha. merekapun duduk bersama di sofa.


"Om mau kemana? "


"Saya mau ke Kalimantan, menyurvei tanah yang akan saya bangun untuk cabang baru. Dan melihat saham yang saya tanam di perusahaan batubara disana. " ucap pak Graha


"Baiklah, hati-hati om." Ucap Gaga tersenyum tipis


"Gaga.. Aku sangat berterimakasih padamu. Aku harap kau bisa menjaga baik perusahaanku dan juga putriku satu-satunya.."


"Om.. Aku akan lakukan apapun yang aku bisa! Aku akan usahakan sebisa mungkin. Dan Walaupun nanti anda di luar negri, tetap waspada lah.. " ucap Gaga sembari menyeruput teh hijau


"Iya Gaga.. Kau seperti ayahmu. Melakukan semuanya dengan tuntas dan selalu ada cadangan rencana dalam menyikapinya. Aku menikahkan anakku bukan dengan orang yang salah" ucap Graha sembari tersenyum pada calon menantunya itu.


"Semua ini berkat istrimu om. Tanteu Nisa. Aku akan selalu menjaga semua orang yang dicintainya. Aku sangat menyayanginya om... Aku merindukannya" ucap Gaga


"Saya juga rindu padanya Gaga. Tuhan menciptakan Nadine sebagai anugrah yang pernah saya miliki. Aku tidak bisa membawa dia ikut bersamaku kesana, teringat kesibukannya dan sedikit kepopulerannya di Indonesia, aku takut akan ada kecurigaan dari para musuh kita. "


Yap. Para musuh berkeliaran di Indonesia, demi ambisinya yang gila uang. Pak Graha selalu mendapati kecurangan, terror bahkan musuhnya itu tak segan untuk menghabisi nyawa pak Graha. Alasan ia pergi keluar negeri adalah untuk menstabilkan bisnisnya disana, karena di Indonesia ia sudah tak aman. Ingat kan kata Nadine hampir setiap ayahnya di rumah selalu membawa teman-temannya ikut? Karena teman-teman pak Graha sangat mengkhawatirkannya juga selalu menyarankan untuk pergi keluar negeri. Untuk singkatnya bisnis pak Graha sekarang terlihat mengalami sedikit penurunan dan pak Graha tidak mau hal-hal yang tak diinginkan terjadi. Maka dari itu ia pergi keluar negeri dan menikahkan anaknya dengan keluarga pebisnis yang sedang berkuasa ini. Keluarga Axelle ini sangat di segani di Indonesia, kedekatannya dengan pak Graha membuat pebisnis lain cemburu.


Nadine turun dengan balutan dress merah muda atas lutut, heals hitam juga tas yang ia tenggerkan dibahunya. Rambut yang terurai curly juga polesan make up natural membuat ia seperti tuan putri.



"Ayah.. nanti hati-hati ya! Aya pergi duluan " ucap Nadine yang sambil berpamitan di susul oleh Gaga. Merekapun melangkah keluar dari rumah Nadine.


"Maaf kak, aku telat bangun. Semalaman aku susah tidur.." ucap Nadine


"Ya gak apa-apa. Masuklah "


Nadine masuk dan Gaga sudah berada di kemudi. Mereka berangkat menuju ibu kota negara yang sangat padat penduduk itu.


***


Tbc-