Look at me, please

Look at me, please
#10 H-1



Hai teman-teman!!


**Jangan lupa klik like nya yah! Dan maaf bila ada salah kata, karena ini pengalaman pertamaku menulis!**🥰


**Happy reading guys!**🖤


************************


Semua manusia pasti mempunyai masalalu. Tentu saja! Semua hal yang telah terjadi, akan berpengaruh pada masa depan kelak. Entah itu tragis atau manis, semua kenangan itu pasti akan selalu terkenang dan takan bisa hilang. Hanya saja, kita sebagai manusia harus bijak untuk menyikapi segala hal. Jadikanlah beban masalalu menjadi pengalaman dan pembelajaran.


Nadine tertegun menundukkan kepalanya duduk diatas ranjang. Suasana sore, cahaya matahari dari luar jendela yang mungkin orang jaman sekarang suka menyebutnya golden hour. Nadine masih ragu akan pernikahannya, ia membayangkan bagaimana reaksi sosok lelaki yang akan menikah dengannya ketika tahu bahwa Nadine sudah pernah disentuh oleh pria lain! Nadine masih menunduk dan merenung sembari menatap kosong ubin kayu kamarnya itu. Sepertinya Nadine harus membicarakan masalah ini kepada Gaga. Agar tidak ada masalah dikemudian hari.


Nadine dibangunkan oleh suara alarm yang ia set jam 05.00 pagi itu. Ia bangun dan langsung mengambil wudhu dan melaksanakan kewajibannya. Nadine berdoa dan meminta ampun yang sebesar-besarnya, tak lupa mendoakan kebahagiaan pada orang tuanya dan mendoakan alm ibunya disana. Nadine selalu mengulangi doa itu setiap ia sembahyang. "Aamiin" ucap Nadine.


Nadine mencoba menggapai Al-Quran, membuka halaman yang sudah ia letakan pembatas agar Nadine bisa melanjutkan bacaan sebelumnya dan membaca satu persatu ayat yang ada disana. Nadine merasa damai, saat selesai membaca beberapa ayat itu. Nadine menutup kembali Kitab tersebut tak lupa ia mencium dan memeluknya sebelum meletakannya di rak pinggir meja riasnya itu. Ia melepas mukena warna putihnya itu dan melipatnya dengan rapi.


Tak terasa waktu menunjukan pukul 8 pagi, Nadine sudah membersihkan kamarnya dan ia pergi kemeja makan karena sarapan yang dibuat bi Ani sudah siap. Terlihat dimeja makan pak Graha sedang menyantap sarapannya sambil melihat ke arah Nadine.


"Pagi ayah.." ucap nadine sambil tersenyum tipis dan menarik kursi yang akan ia duduki


"Pagi putriku.. kamu terlihat bahagia sayang.. ayah jadi ikutan bahagia. Natap kamu ayah jadi merasa liat view yang membuat ayah good vibes " ucap pak Graha merayu putri kesayangannya itu.


"Ayahku yang tampan dan rupawan.. Nadine selalu bahagia kok." Dengan pujian Nadine dan senyuman yang manis menatap ayahnya dengan penuh kehangatan.


"Gimana persiapan kamu buat lusa? Sudah aman?.." tanya Graha sambil menyuapi mulutnya


"Aman kok yah! Ayah gausah mikirin apa-apa. Aku percayain semua sama amel" ucap Nadine sambil melahap nasi gorengnya.


"Sayang.. ibumu pasti bangga melihatmu sudah sedewasa ini" Graha menghirup nafas dalam-dalam dan menghembuskannya sambil meneguk air putih


"Ayah berpesan, tetap jadilah wanita yang bijak dalam menyikapi keadaan dan masalah apapun. Siapapun kamu dan bagaimanapun kamu, kamu berharga bagi ayah. kamu harus tetap hargai diri kamu! " ucap Graha sambil menatap wajah Nadine. Nadine menghentikan suapannya dan mellihat ayahnya, pagi ini nadine merasa mendapati pencerahan atas masalah dirinya.


"Ayah.. aku beruntung mempunyai ayah seperti ayah.. terimakasih atas segala bimbingan dan dukungan ayah kepadaku. Maafkan aku bila aku mengecewakan ayah dahulu, sekarang dan dimasa depan nanti.." ucap Nadine dengan lembut seraya menampilkan senyumannya yang tipis. Graha hanya membalasnya dengan senyuman.


Maafkan ayah juga Nadine.. Bila bukan karena demi keamananmu, ayah tidak akan memerintahmu sejauh ini . Batin Graha dengan mata yang masih menatap putrinya yang sedang melahap sarapan itu. Graha berpamitan dan beranjak pergi dari tempat duduknya dan menitipkan pesan pada Nadine untuk selalu berhati-hati bila akan bepergian.


Jam menunjukan pukul 10 pagi, nadine saat itu yang baru keluar dari kamar mandi terlihat sangat segar dan bersemangat. Kata-kata ayahnya membuat nadine menjadi percaya diri bahwa dirinya berharga! Saat Nadine sudah memakai semua make up dan baju, tak lama ponselnya berbunyi.


[ 10 menit sampe - Gaga ]


Nadine hanya membaca pesan itu, lalu dia mengeringkan rambutnya dengan usapan tangannya karena ia malas untuk mengotak-atik rambutnya.


Gaga sudah menunggu didepan rumah Nadine dengan mobil mewahnya yang sudah berganti lagi. Nadine keluar rumah dengan mengenakan dress berwarna biru tua diatas lutut juga cardigan yang menutupi kulit tangannya, rambut terurai dan sneakers putih juga tak lupa ia menggantungkan tasnya di bahunya.


Benar-benar sudah berubah.. batin Gaga yang sedaritadi memandang Nadine dari dalam. Memakai kaos hijau tua dan celana hitam juga sepatu adds berpolet tiga itu membuat Gaga terlihat lelaki yang stylish juga tak lupa rambutnya yang sengaja ia biarkan berantakan membuat nilai ketampanannya menaik.


Nadine pun masuk kedalam mobil.


"Kamu pamer ya..? Hampir tiap hari ganti mobil.." ucap nadine sambil mengatur posisi dan mengenakan safetybelt nya. Gaga hanya tertawa geli.


"Jadi kita kemana? " ucap gaga


"Ke jl. R " mendengar perkataan Nadine, gaga langsung tancap gas.


Sesampainya disana Nadine bersalaman dengan Amel, juga tak lupa Nadine memperkenalkan Gaga pada Amel. Mereka melakukan fiting baju dan amel memperlihatkan katalog design pesta kecilnya mereka berdua. Gaga terkagum ternyata Nadine memilih eo yang bagus dan profesional.


🦋🦋🦋


Sepagi ini Nadine masih bermanja-manja di kasurnya, seolah malas membalas. Ada pesan dari Gema, teman band dan lain-lain! Arghh sungguh malas bila harus menceritakan semuanya satu persatu!


"Hai Luna.." ucap Nadine pada Luna yang ada di layar ponselnya.


"Nadine!!! Lo emang jahat! Mau tunangan gak bilang-bilang sama gue ha?!?!"


"Hahaha sorry bu.. lo sibuk skripsi dan gue gamau bikin lo bantuin persiapan gue dan banyak ngomong haahaha" ucap Nadine sambil tertawa. Luna hanya mendorong bibirnya kedepan, cemberut pada Nadine seolah ini masalah yang tidak besar. Tetapi Luna kembali tersenyum.


"Baiklah.. setidaknya gue tahu lo sudah baik-baik saja Nad!.."


"Maksud lo..?" Ucap Nadine bingung


"Ya! Lo sudah move on dari si brengsek itu!! " ucap Luna. Nadine pun terdiam mencoba berdikir


"Luna.. gue udah move on dari waktu waktu waktu itu! Don't worry!!! Gue selalu baik-baik saja. Terlebih gue temen teman seperti lo.. Walaupun kamu oon, ceroboh, menyebalkan haha tapi lo sangat bantu gue untuk bangkit.." ucap Nadine sambil tersenyum. Luna juga tersenyum.


"Ohiya Nad, diundangan lo itu gue tidak kenal nama lelaki nya? Dia siapa dan lo bertemu dimana..? "


"Dia.. teman masa kecil gue katanya.. dan kami bertemu kembali saat yaa saat gue baru pulang ke Indonesia dan waktu dia ngajak gue nikah sekitar dua minggu yang lalu.."


"Hmmm baiklah.. tetapi lo harus selidiki juga Nad! Takutnya dia udah menikah dan mempunnyai istri " ucap luna. Nadine pun berfikir lagi dan terbayang perkataan ayahnnya bahwa Gaga pria baik-baik.


"Tidak kok. Dia pria yang baik!.."


🦋🦋🦋


Gaga terlihat fokus kepada laptopnya, setiap hari dia menerima pesan singkat dan telfon dari perempuan yang bernama Elsa itu. Perempuan yang sudah membuat ia jatuh cinta sekaligus menjatuhkannya sejatuh-jatuhnya. Gaga sudah hilang kepercayaan, didalam hatinya hanya ada rasa kecewa.


Gaga sedang melihat data-data perusahaan transportasi lautnya, perusahaan konstruksi milik ayahnya, beberapa pabrik tekstil dan saham-saham yang ia tanam di perusahaan-perusahaan besar yang ada didunia ini. Ya karena Gaga harus kembali bekerja dan ia mulai sibuk juga menghibungi teman dekatnya untuk menghadiri acara pertunangannya besok.


Ponsel Gaga berbunyi, kali ini Elsa menelfon. Beberapa kali ia menelfon, akhirnya Gaga mengangkat telfonnya


"Gaga.. hiks" ucap Elsa yang terisak tangis disana tetapi gaga hanya diam.


"Gaga.. mengapa kamu tega meninggalkanku?.. hiks hiks.."


"Apa kamu sudah sembuh?.." ucap gaga dengan Nada rendahnya


"Tidak! Aku sakit Gaga! Aku tidak baik-baik saja!!! Kembalilah dan tinggalkan wanita penggoda itu!.." ucap Elsa berteriak sehingga Gaga sedikit menjauhkan ponselnya dari telinganya.


"Datanglah besok. Aku akan sangat senang bila kamu datang. Buktikan padaku bahwa kau bukan wanita lemah.." ucap Gaga dengan lembut


"No.. Gaga!! Ingat janjimu!!" Ucap Els merendahkan suaranya, Gaga hanya tersenyum picik


"Haha.. apa kamu ingat perbuatan apa yang kamu sudah lakukan padaku?.. aku melihatmu jelas sekali sedang bercumbu dengan lelaki itu! Bahkan kamu yang mengendalikannya! Dengan kamu diatasnya!!.. siapa yang pantas disebut wanita penggoda?huh..?" Ucap gaga sambil mencengkram ponselnya dengan keras.


"Gaga.. im so sorry about that! Aku nyesel sayang.. ku mohon !! Aku gakan kaya gitu lagi!!.." ucap Elsa memohon tetapi amarah Gaga sudah tak tertahan. Ia menutup telfon dan melemparkan ponsel tersebut sekeras-kerasnya kelantai dan *bruk* layar kaca ponsel mahal itu pecah.


Gaga memijit dahinya dengan tangannya. Mencoba menenangkan diri, ia teringat kembali kejadian itu! Wanitanya yang sengaja berhubungan intim dengan lelaki lain! Sungguh menyakitkan!


Jangan pernah merusak kepercayaan orang lain. maka bila sampai kau mengecewakannya, tak akan ada lagi kepercayaan yang akan tumbuh.