Look at me, please

Look at me, please
#19 - OBROLAN SENJA



Happy Reading


***


Hari menjelang sore, keduanya masih ditempat yang sama. Perut Gaga rasanya minta diisi. Gaga tidak akan kenyang bila hanya memakan cilok buatan calon istrinya itu. Bukan berarti tidak enak, tapi Gaga memang harus makan besar.


Nadine datang dari kamar dengan dahi dan sedikit rambut yang masih basah karena air wudhu.


"Kamu gak sholat ashar?" Ucap Nadine seraya mendaratkan pantatnya di sofa yang tadi ia duduki.


"Mau, Dimana?" Ucap Gaga.


"Ok follow me" jawab nadine. Nadine pun beranjak lagi menuju kamarnya di ikuti Gaga, menggelarkan sajadah yang tadi sempat ia lipat.


"Disini di mushola, kamar mandi disana. Kalau udah selesai langsung keluar aja ini sarung ayah kiblatnya kesana" ucap Nadine sambil memberi isyarat pada jemarinya yang mungil. Gaga melukiskan senyumannya, baru pertama kali ia mendapati wanita yang begitu perhatian padanya tentang kewajibannya ini. Nadine pun berlalu ke ruang keluarga untuk menonton televisi. Tak lupa ia juga membuatkan teh manis karena lemonade tadi sudah habis pindah keperut masing-masing.


Gaga menghampirinya setelah melaksanakan kewajibannya kepada sang pencipta. Ia duduk di samping Nadine dan perutnya kembali memberi notifikasi untuk diisi.


"Nad keluar yuk, aku laper. Kita makan diluar aja " ucap Gaga. Nadine pun mengiyakannya dan kembali kekamarnya untuk mengambil jaket. Ia tampak cantik hanya dengan ditambahkan jaket berwarna biru itu.



Gaga terfokus pada jalanan dan Nadine terfokus juga pada ponselnya yang mempunyai trial kamera itu. Nadine senyam-senyum sendiri melihat para netizen yang antusias memuji dia karena bakatnya yang terpendam selama ini. Gaga yang sedikit memperhatikannya mempunyai niat untuk sedikit menjahilinya, Gaga memainkan remnya agar badan nadine terdorong maju mundur. Merasa gerakan mobil itu agak janggal Nadine langsung memegang lengan kekar gaga sembari melotot padanya.


"Nyetir yang bener! Sini biar aku aja yang nyetir!" Ucap nadine galak


"Lagian main hp mulu mbak. Saya disini kaya supir taksi onlen " rajuk Gaga. Nadine hanya menonjolkan bibir sexy nya kedepan karena kesal.


"Kita bakal dipisahin selama satu minggu Nad. Sebelum nikah kan gitu " ucap Gaga sambil fokus pada kemudinya.


"Emang acara nikahan satu minggu lagi?" Ucap nadine. Gaga mengangguk dengan mantap.


"Maka dari itu, ada yang mau kamu sampein? Sebelum kita gabisa ngobrol empat mata selama satu minggu " ucap Gaga


"Kamu aja deh. Aku kan udah tadi dirumah" ucap Nadine


"Yaudah, apa yang pengen kamu tahu?" Ucap gaga


"Apa ya, kalau kuliah aku udah tahu jurusannya juga, mantan deh" ucap nadine dengan polos. Gaga hanya mendengus malas mendengarnya.


"Yang mana?" Balas Gaga.


"Yang paling lama deh" pinta nadine yang masih benar-benar polos.


"Ok. Elsa. Mantan saya selama 5 tahun terakhir. Nama aslinya Elsa Gayatri. Sudah?" Ucap Gaga. Nadine berdecak kesal.


"Ih segitu doang! Eh kamu kan pernah tidur sama dia? Gimana ceritanya?" Ucap Nadine terkekeh. Gaga hanya heran kenapa wanita ini kelewat polos padahal Gaga menanyainya dulu tentang ini dengan hati-hati atau memang sengaja menanyakan ini dengan nada yang benar benar chill seolah dia tidak akan kecewa padanya bila bercerita.


"Ya, itu... Karena setan nafsu. Juga Elsa yang nyosor-nyosor. Gimana aku gak tahan!" Ucap gaga menegaskan kalimat terakhir. Nadine mengangguk-angguk mengerti dan hendak menanyakan sesuatu lagi, saat Nadine baru saja membuka mulutnya sedikit Gaga sudah duluan berbicara.


"Udahlah lagian kita udah saling tahu. Intinya gini nad, aku sama kamu udah pernah tidur sama orang lain. Jadi gausah di masalahin lagi ya..." ucap Gaga yang mencoba menyelesaikan pembicaraannya tentang ini. Namun Nadine masih terkekeh.


"Ko gitu sih! Aku tadi cerita detail banget tapi kamu malah gitu. " ucap Nadine kesal.


"Nad. Masalalu biar masalalu ya, aku dan Elsa udah berpisah jadi saya mohon kamu jangan ungkit hubungan yang udah berakhir. " ucap gaga. Nadine ingin protes lagi karena Gaga juga menanyakan masa lalunya tapi niatnya terurungkan karena melihat wajah Gaga yang unmood seperti saat mereka berangkat ke Jakarta tempo hari.


Mobil Gaga menepi di depan tukang baso, yaitu baso samar kesukaan Nadine karena Nadine ingin makan baso. Mereka turun dan memesan menu yang ada.


"Udah?" Ucap Nadine


"Daritadi " ucap Gaga sembari tersenyum joker


"Abis ini? Mau kemana?" Ucap Nadine


"Pengen ke taman gitu yang adem.. " ucap gaga sambil mengibas-ngibaskan tangannya. Nadine berfikir dan melintas ide bagusnya untuk pergi ke Babakan Siliwangi.


"Boleh tuh. Saya pernah kesana tempatnya enak" ucap gaga


Merekapun berangkat dengan mobil BMW Gaga yang berwarna biru itu. Sesampai mereka disana nadine mendahului gaga dan berjalan untuk satu putaran di taman skyline itu.



"Eh Nad disini aja mau kemana?" Ucap Gaga menunjukan tempat duduk yang terbuat dari kayu.


"Ih ayo muter dulu, mumpung belum malem." Ucap Nadine.


Gaga hanya bisa mengikuti wanita itu. Diperjalanan Gaga takjub akan pepohonan yang rindang dengan suasana hangat namun tidak panas, atmosfer kesejukan yang ia rasakan sambil melangkahkan kaki panjangnya itu dan tak sadar sudah melangkah jauh meninggalkan Nadine. Nadine lari tergopoh-gopoh, matanya menajam saat ia mendapati Gaga yang sudah lebih dulu berjalan.


"Kamu bisa pelan dikit gak sih! ". Ucap nadine, Gaga hanya tersenyum geli dan meminta maaf kepada Nadine. Mereka berhenti sejenak, duduk berdua dan bersandar di pinggiran.


Gaga terlihat menikmati pemandangan disana, ia terus mendongak melihat rindangnya pepohonan. Sedangkan Nadine terus memperhatikan paras tampan calon suaminya itu yang terlihat berpeluh.


"Kak sebelum kita benar-benar menikah.." ucap nadine terjeda dengan tarikan nafas yang dalam dan melengeluarkannya, Gaga pun memperhatikan muka cantik yang sekarang sedang dicahayai oleh cahaya matahari lewat sela-sela daun pepohonan. "Apa kamu yakin dengan pernikahan ini?"


Gaga menatap Nadine semakin dalam. Nadine memendam rasa ketakutan akan dirinya yang akan salah langkah, sebab suatu pernikahan itu bukan hanya asal ijab kobul dan resepsi yang megah, tapi bagaimana dia memulai hidup baru menikmati indahnya sisa hidup.


"Aku yakin " ucap Gaga dengan serius.


"Tapi.. bukan berarti aku sebagai pelarian dari patahati mu yang telah dikhianati bukan?" Ucap nadine dengan mutiara hitam yang membulat menatap Gaga. Gaga merasa tak karuan, perasaan ini sama sekali tak bisa Gaga jabarkan dalam kata-kata.


Nadine mengerti sepertinya Nadine tak bisa bertanya apa-apa lagi. Sekarang Nadine hanya bisa pasrah pada sang kuasa tentang nasibnya kedepan sembari menatap langit senja itu ia membisu bersama calon suaminya yang Nadine tak tahu menahu tentang ketulusan hatinya ingin meminang dirinya yang sudah tidak utuh dan pantas bagi seorang Gaga.


Nadine berdiri dan mengajak Gaga untuk beranjak karena langit sudah mulai gelap. Gaga melihat raut wajah Nadine yang sedang menyimpan tanya pada dirinya. Gaga tahu, kebisuan darinya membuat Nadine berfikir yang tidak-tidak tapi ia juga tak bisa berkata apapun.


🦋🦋🦋


Langit mulai semakin gelap tetapi Bandung tetap pada pendiriannya yang kini dinyatakan sebagai kota termacet di negara ini. Sedari tadi Nadine hanya terdiam membeku begitu juga Gaga. Tetapi Nadine mengingat sesuatu bahwa dirumahnya tidak ada persediaan makanan. Nadine meminta Gaga berhenti di supermarket untuk berbelanja.


Dari mulai susu, sayur, telur hingga mie instan dimasukan trolley satu persatu. Gaga hanya mengekori calon istrinya itu sembari menatap punggungnya yang mungil. Mengingat pertanyaan Nadine yang membuat fikirannya membeku beberapa jam ini. Setelah beberapa putaran lorong demi lorong, Nadine menuju kasir dan Gaga langsung mengasongkan kartu debit miliknya. Awalnya Nadine membantah namun Gaga memaksa untuk membayar.


Mereka kembali kedalam mobil tanpa banyak bicara, hingga tiba didepan halaman rumah Nadine. Gaga mengantar barang belanjaan Nadine kedalam.


"Saya akan kirimkan assisten rumah tangga yang akan menemani kamu sekaligus menjagamu. Dan supir pribadi bila ada keperluan mendesak. Ingat, bila mendesak! Jangan kemana-mana jika alasan itu tidak terlalu penting sampai hari pernikahan. H-3 kamu akan keluar untuk fiting baju pernikahan juga mengobrol dengan eo amel. Supir akan membantumu beserta assisten mu." Ucap Gaga sambil memasuki kedua tangannya di ujung saku celana. Nadine hanya mengangguk menuruti apa yang Gaga titip. Gagapun berpamit pulang sambil mengingatkan terus tentang kunci pintu, kompor, dan lain-lain.


Nadine memandangi dari awal Gaga masuk ke mobil dan melajukannya hingga menghilang dari pandangan wanita berumur 22 tahun itu. Ia menghela nafas dan bergumam "Aku suka sama kamu, tapi aku ragu."


***


 


Tbc-