
Nadine baru saja dapat telepon dari ayahnya, bahwa pak Graha sang pebisnis yang sedang berada di Kalimantan itu tidak akan pulang malam ini dan baru akan pulang satu minggu lagi. Ayahnya juga berpesan agar Nadine tidak banyak bermain. Mau bagaimana lagi Nadine hanya bisa mengiyakannya. Bi ani asisten rumah tangga Nadine dari kecil juga sedang izin pulang untuk beberapa hari karena anaknya sedang sakit.
Nadine menelfon Luna untuk menginap dirumahnya, namun Luna tidak bisa. Akhirnya Nadine memutuskan untuk menonton film semalaman. Ia duduk di sofa mengenakan piama hitam didepan televisi di ruang keluarga bernuansa hijau itu. Ia menonton film "after", ntah lah film yang ia temukan dari segi covernya nadine tertarik untuk menonton film tersebut.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu rumah nadine, Nadine sedikit terkejut akan ketukan itu. Ia bergumam siapa sih hampir tengah malem gini.
Nadine membuka pintu dan itu adalah Gaga. Gaga dengan rambut kelimis dan kaos yang digunakannya basah karena terkena air hujan saat melangkahkan kakinya saat keluar mobil menuju pintu rumah nadine. Ternyata diluar sedang hujan lumayan deras.
"Ngapain kamu disini?" Ucap nadine datar.
"Ayahmu memberitahuku kamu sendirian dirumah" ucap Gaga
"Lalu?" Ucap Nadine sembari mengangkatkan halisnya
"Aku akan menemanimu. Takut terjadi yang.. " ucap gaga dipotong oleh nadine
"Aku bukan anak kecil! " ucap nadine lalu suara gemuruh dan patahan petir membuat nadine terkejut dan menutup telinganya, gaga tersenyum kecil
"Boleh masuk? " ucap gaga. Nadine hanya berlalu dan gaga masih terkekeh tersenyum geli melihat sikap nadine. Nadine memberikan handuk kecil kepada gaga agar dia mengeringkan rambutnya.
Nadine pergi kedapur membuatkan teh hangat untuk tunangannya itu. Ia meletakkannya diatas meja ruang tamu lalu ia berlalu kembali menonton filmnya yang belum selesai. Gaga melihat Nadine seperti sedang menghindarinya, ia mengikuti Nadine dan duduk disebelahnya. Nadine benar-benar cuek malam ini, ia merasa tak mau dirinya berada disamping Gaga sekarang. Ya mau bagaimana lagi, dia juga takut akan gemuruh dan hujan mulai lebat.
"Kamu sedang menonton film ini? " tanya gaga
"Ya. " jawab nadine singkat, matanya terfokus pada layar televisi
"Aku sudah pernah menonton, perempuannya merasa dipermainkan tetapi lelakinya tidak ada niatan untuk menyakitinya " ucap gaga datar. Nadine menoleh kepada Gaga, sebenarnya Gaga sedang meledek pada dirinya atau apa.
"Tetap saja, niat pertama dia hanya melakukan 'permainan' " ucap Nadine
"Enjoy the show.. " ucap Gaga.
Mereka menonton film bersama, ini pertama kalinya nadine menonton film bersama lelaki lain selain mantannya dahulu.
Nadine risih dengan baju Gaga yang basah, lalu ia beranjak kekamar ayahnya untuk membawa baju ayahnya. Nadine melemparkan kaos berwarna putih itu tepat pada muka gaga yang sedang menikmati film.
"Nih pake!" Gaga terkejut saat mendapati mukanya terkena lemparan baju itu. Tanpa berfikir Gaga langsung hendak membuka baju tetapi Nadine berteriak.
"Heh! Gantinya jangan disini dong!!!!" Ucap nadine sambil meletakan kedua tangannya di pinggang.
"Yaudah mana dimana kamarmu?" Ucap Gaga
"Dikamar ayah aja."
"Kalo gitu aku buka disini aja.." ucap gaga terkekeh dan mengangkat kaosnya tetapi lagi-lagi di hentikan oleh Nadine
"Ohiya baju kamu yang basah simpan saja di sana, jangan sentuh apapun. " ucap nadine sambil mengerutkan halisnya.
"Iya ibu kos! " ucap Gaga. Gaga melihat sekeliling dan tersenyum ternyata dia serapih ini. Gagapun turun sudah mengganti bajunya. Ia kembali duduk dan film sudah the end. Lalu gaga melihat ke arah nadine yang masih melihat televisi, mengotak atik remot memilih kembali film.
"Nad.." ucap gaga
"Hm"
"Kita ngobrol yuk. " ajak gaga dengan hangat.
"Ini kan kita lagi ngobrol" ucap nadine sambil menoleh ke gaga sepersikan detik ia kembali lagi ke arah televisi. Gaga bergeser dari tempat duduknya mendekati nadine.
"Im sorry nad. Harusnya aku bilang dari awal .. " ucap gaga. Nadine menoleh kepada Gaga yang sedari tadi menatapnya dengan tatapan menyesal.
"Maaf, dimasa lalu aku begitu brengsek hingga .. " ucap gaga dipotong nadine.
"Brengsek?" Potong nadine, lalu gaga mengangguk.
"Kakak brengsek kalau ninggalin Elsa. " ucap Nadine membuang muka. Ya menurut nadine sama brengseknya seperti mantannya yang meninggalkannya.
"Nad! Elsa khianatin aku! Kamu tahu? Aku kecewa sama dia nad! " ucap Gaga. Nadine hanya diam tertegun dan menghela nafas yang dalam dan membuangnya dengan sedikit kasar.
"Tbh, i don't care about your past! Aku juga punya masa lalu kak! " ucap Nadine
"Aku serius, aku memang sudah tidak perawan!" Ucap Nadine menatap Gaga dengan mata berkaca-kaca. Gaga diam mematung dan memundurkan dadanya yang sedari tadi seperti terdorong untuk mendekati tubuh nadine.
"Jangan buat orang lain jadi seperti aku kak. " sambung Nadine lagi dengan suara yang menahan isak tangis, lalu air mata dia mengalir bebas di pipinya yang chuby itu.
Lalu gaga merengkuh dan menopang dagunya di kedua tangannya yang disatukan. Nadine juga hanya bisa menunduk dan merenung.
"Kamu tidur gih, aku akan tidur di sofa ini. " ucap Gaga
"Kamu tidur saja di kamar tamu bila ingin bermalam disini. " ucap Nadine lalu ia berlalu melangkahkan kaki jenjangnya ke kamarnya. Nadine menutup pintu lalu terjatuh dan menangis. Isakan tangisnya berisi penyesalam yang mendalam, luka hati yang belum sembuh juga kesedihan yang ia hadapi tak kunjung pergi.
Mengapa karena cinta, aku jadi bodoh saat itu. Karena cinta juga aku menjadi tak mempedulikan hidupku. Batin nadine.
Gaga masih termenung diruang keluarga, lalu ia menuju kekamar tamu. Ia juga merasa telah gagal menjadi lelaki. Ia merasa dirinya tak pantas untuk disebut lelaki, ia tidak menjaga Nadine dengan baik! Apa kata tanteu nisa disana? Harusnya aku datang dari dulu kesini. Batin gaga sambil melangkahkan kakinya ke kamar tamu.
^^^
**Jangan lupa klik likenya ya guys!**😍
**I love you!!**🖤🖤