
Happy reading🦋
***
Nadine dan Gaga sudah berada di Jakarta senin pagi. Gaga langsung pergi kekantor, walaupun sudah jam 09.00. Nadine akhirnya memutuskan untuk meregangkan tubuhnya. Acara kemarin saat sahabatnya menikah membuatnya merasa khawatir pada Luna. Namun bagaimana lagi, ia tak bisa membantu atau mencampuri urusan pribadinya.
Gaga prov
Sesuai janji, setelah dari Bandung aku akan menemui mantan kekasihku. Setelah selesai rapat, Aku langsung ke apartemen pribadi mantanku itu. Aku sudah mengetuk beberapa kali, namun tak ada orang yang bersaut. Akhirnya aku mencoba memasukkan kode pintu dan clek pintu itu yang terbuat dari besi itu terbuka. Namun lagi-lagi aku dibuat terkejut saat melihat ada sepasang sepatu yang menurutku itu ukuran lelaki. Aku masuk dan melihat sekitar, tak ada yang aneh. Hanya saja pandanganku tertuju pada pintu kamar sang mantan kekasih.
Aku mengetuk pintu kamar Elsa dan sedikit menguping, ternyata ada desahan. Hatiku hancur mendengar itu, kali ini aku benar-benar muak. Oke baiklah ku akui aku masih mencintainya, namun walaupun begitu aku tak sudi kembali padanya. Dan kejadian ini membuat hati ku bermantap untuk benar-benar melupakannya.
Aku menjauh dari pintu. Mencoba duduk di sofa yang dulu pernah aku saksikan mantan kekasih ku bercinta dengan orang lain. Sungguh sakit, aku masih ingat rasanya. Bayangkan saja, badanku melemas tapi panas juga hatiku sakit. Aku menghela nafas dan membuangnya kasar. Sekitar 10 menit aku menunggu, Elsa keluar dengan kaos hitam dan celana pendeknya. Mukanya yang agak pucat dan rambutnya sedikit berantakan itu, sangat sexy. Namun dirinya murah, berbagi dengan yang lain. Aku jadi jijik melihatnya. Sekarang ia menatapku seperti terkejut. Ia langsung menghampiriku dan memelukku. Ntah ada apa dengannya, padahal ada lelaki lain yang baru saja ia tiduri. Aku membalas pelukannya. Aku memang sedikit rindu pada wanita ini. Namun sepersikan detik kemudian, aku mendorong bahunya.
"Kamu mau aku kembali?" Ucapku. Elsa mengangguk dan menenggelamkan mukanya didada bidangku. Aku memundurkannya lagi karena aku merasa jijik, terlebih aroma tubuhnya yang menunjukan bau keringat kenikmatan yang dulu pernah aku hirup suka.
"Apa kau tidak malu pada dirimu sendiri?" Ucapku setengah berbisik. Elsa hanya menatapku sembari menampung air matanya. Sepertinya jika ia berkedip, air mata itu akan jatuh.
"Aku tidak akan pernah mau kembali padamu Elsa. Walau kau akan baik atau berubah padaku. " ucapku.
"Tapi aku sayangnya sama kamu, cintanya sama kamu. Aku cuma tidur aja sama dia, gaada ikatan apa apa Gaga. Sungguh" ucap Elsa dengan suara yang gemetar. Aku menarik sudut bibirku.
Shit mengapa Gaga datang disaat yang tidak tepat. Gumam Elsa dalam hati.
"Ohiya? " aku berdiri. "Kamu kasian banget El. "
"Gaga.." ucapnya sembari memegang tanganku namun ku tepis sesegera mungkin.
"Jangan sentuh aku. Aku sudah mempunyai istri dan tanganku termasuk kepemilikannya" ucap ku dingin.
"Hapus postingan itu dan jangan sekali kali menggangu dan mengusik kehidupanku beserta yang ada didalamnya. Kalau kamu berani lagi, aku tidak akan segan menyebarkan segala kejadian yang sudah aku lihat" ucapku lalu pergi meninggalkan apartemen yang tak akan pernah aku kunjungi lagi.
Author prov
Gaga mengendarai mobil dengan pelan. Berniat untuk cepat sampai ke rumah, namun apa daya jalanan di Jakarta sedang macet. Hingga akhirnya Gaga sampai setelah mengendarai mobil selama satu jam.
Begitu Gaga memasukkan mobil ke garasi dan turun dari mobil SUVnya, Gaga mendapati Nadine di garasi yang sedang memperhatikan motor motor yang ada disana.
"Kamu lagi apa?" Ucap Gaga menghampiri Nadine
"Eh udah pulang? " ucap Nadine mendongak menatap wajah Gaga yang sedikit pucat. Sepertinya Gaga sedang demam. Muka Nadine yang asalnya tersenyum, menjadi khawatir dan menangkup wajah sang suami.
"Kamu kenapaa?" Ucap Nadine dengan nada khawatir.
"Emangnya aku kenapa?" Ucap Gaga. Nadine meraba-raba dahi dan leher Gaga. Ia merasakan panas dan langsung melebarkan matanya pada Gaga.
"Kamu panas" ucap Nadine. "Pusing gak?" Sambungnya.
"Sedikit.." ucap Gaga. Nadine langsung menuntun Gaga kekamar dan menyuruh berbaring disana. Disaat ia melangkahkan kaki ia memanggil Surti untuk segera membawakan kompresan beserta baskom berisi air.
"Aku gak papa Nad" ucap Gaga pada Nadine saat ia berbaring. Nadine membukakan kancing kemeja biru yang Gaga pakai.
"Gapapa gimana? Ini kamu panas banget tau gak? " ucap Nadine. Gaga hanya menghela nafas panjang dan memejamkan matanya seperti terkesiap mendengar omelan sang istri.
"Udah makan?" Ucap Nadine.
"Udah dikantor"
"Emang kamu pulang langsung dari kantor?" Ucap Nadine yang sedikit menyelidiki. Wow memang wanita kalau sudah penasaran, melebihi FBI. Gaga membuka matanya dan mengarahkan pandangan pada istrinya yang sedang duduk sembari menatapnya.
"Enggak. Saya dari suatu tempat" ucap Gaga.
"Dari mana?" Tanyanya lagi.
"Gausah tau Nad. Gada hubungannya sama kamu" ucap Gaga. Ia berbalik memunggungi Nadine yang masih memasang muka penasaran. Bukan Gaga ingin menutupi segalanya yang telah terjadi hari ini, tapi dirinya sedang tidak ingin membahas apapun.
Tok tok
Ketukan pintu terdengar. Nadine membuka pintu dan melihat surti membawa baskom dan kompresan.
"Bi.. Gaga punya dokter pribadi enggak?" Ucap Nadine. Surti menggeleng.
"Di Bekasi ada, tapi kalau di Jakarta kayanya enggak non" ucap Surti. Nadine mengangguk paham.
Mood Nadine menurun untuk mengompres tubuh Gaga. Ia sebal pada Gaga yang tiba-tiba berbalik. Baiklah, Nadine pun sepertinya akan bersikap seperti itu bila ditanya olehnya.
Nadine terlihat sedang menelfon seseorang sekarang.
"Hallo.. dokter Fahmi ini Nadine" ucap Nadine
"Iya dek, apa kabar?" Ucap Fahmi.
"Baik dok, saya lagi di Jakarta.. dokter bisa datang sekarang?" Ucap Nadine.
"Siapa yang sakit?" Ucap Fahmi.
"Tuan Gaga Axelle" ucap Nadine. Ia tidak bilang bahwa suaminya yang sedang sakit. Membuat Gaga sedikit kesal karena istrinya sendiri menyebutnya tuan.
"Baiklah.. kirim lokasi ya dek, saya akan disana secepat mungkin" ucap Fahmi dan Nadine mengiyakan.
"Siapa itu?" Ujar Gaga yang masih memunggungi Nadine.
"Ganti baju dulu yu" ucap Nadine menghampiri Gaga tak menjawab pertanyaan sang suami. Walaupun Nadine sedang kesal padanya, tapi ia tetap melaksanakan tugasnya untuk mengurus Gaga.
Nadine mulai membuka kemeja Gaga dan celananya. Entah kenapa Nadine masih merasakan debaran yang hebat ketika melihat dada Gaga yang bidang dalam keadaan shirtless ini. Nadine memakaikan piyama biru untuk sang suami. Saat Gaga mengangkat badannya ingin duduk, ia benar-benar lemas dan lesu. Kali ini Gaga merasakan memang benar bahwa dirinya sedang sakit.
"Aku ke dapur dulu. " ucap Nadine dingin. Ia langsung melangkahkan kaki ke luar kamar. Gaga hanya menonton punggung mungil Nadine yang pergi. Gaga fikir, enak juga mempunyai istri.
🌻🌻🌻
Nadine sukses membuat bubur polos yang tidak memakai toping. Bubur itu masih panas dan Nadine sudah meletakannya diatas mangkok untuk diantar kekamarnya.
"Makan dulu.." ucap Nadine.
"Aku masih kenyang Nad" ucap Gaga memandang Nadine yang meletakkan nampannya diatas Nakas dan memejamkan matanya lagi.
"Aku fikir kamu gatau kamu belum makan?" Ucap Nadine lagi. Gaga hanya diam tak bersuara. Nadine mendengus kesal. Oh yatuhan, Gaga sangat ngeyel.
Terlihat kesal, Gaga menarik Nadine kekasur. Nadine setengah kaget saat badannya mendarat di dada bidang suaminya. Gaga memeluk badan istrinya, bersembunyi di tengkuknya dan menghirup aroma tubuh wanita itu yang membuat Gaga nyaman.
Maafkan aku Nadine.. tubuhmu sekarang yang aku suka. Bukan wanita jahat yang aku temui tadi. Batin Gaga
"Kak?" Ucap Nadine menyentuh pipi suaminya yang bertengger di bahu mulusnya. "Kalo kamu sakit, nanti tanggung jawab kamu gimana?" Ucap Nadine.
"Udah kaya gini aja. Temenin aku istirahat" ucap Gaga
"Enggak mau ah.. kamu makan dulu sebelum dokter Fahmi dateng" ucap Nadine membujuk. Sebenarnya ia sedikit sebal karena Nadine sedang marah tetapi sikap Gaga malah menarik ulurnya.
Dengan susah payah Nadine melepaskan tubuhnya dari pelukan Gaga, namun dirinya tak bisa. Tenaga Gaga saat sakit memang kuat. Terlebih Nadine memang sedang lelah karena perjalanannya yang baru sampai tadi malam dan aktivitas hari ini.
"Kak" ucap Nadine pelan
"Saya bukan kakak kamu Nadine. " ucap Gaga dingin. Nadine sedikit bingung dan takut dengan jawaban suaminya itu
"I-itu kan panggilan aku dari dulu ke kamu" ucap Nadine.
"Saya suami kamu.. memangnya kita lagi mainan adek kakak an huh? " ucap Gaga yang sekarang menatap Nadine dingin.
Nadine membeku. Jelas menurutnya tidak karena mereka suami istri. Namun Gaga dari awal menikah tak pernah protes dengan panggilannya ini.
"Yaudah, kamu mau aku panggil apa?" Ucap Nadine.
"Terserah.. tapi jangan kakak!" Ucap Gaga sebal. Nadine hanya tersenyum, ternyata Gaga sangat menggemaskan.
Tok tok tok
Keduanya tersadar akan ketukan pintu kamar yang Nadine belum sempat kunci.
"Nyonya, tuan.. ada tamu diluar, sepertinya itu dokter" ucap Fitri salah satu pembantu di rumah ini.
"Wait yaa " ucap Nadine melepaskan pelukannya dan Gaga melepaskannya walau tak ingin. Nadine dengan sempat mengecup dahi suaminya itu.
✨✨✨✨✨
Likenya dongg🖤
Alhamdulillah tugas dunia perkuliahan udah selesai.. tinggal ppt sih tapi santai hehehe...
Lagi santai nih, mau up lagi ah tapi tunggu sampe yang likenya 30 hihi
Makasih yang udah baca😘😘
Jangan lupa tengok novelku yang satu "istri ke dua" udah up juga kok🖤