
HALLO GUYS!😍
Jangan Lupa klik like dan jadikan novel ini favorite mu! 🖤
HAPPY READING
Nadine menyantap steak ayamnya potongan demi potongan. Ketika Gaga sudah menyelesaikan makanannya hingga bersih, Nadine baru makan setengah dari porsi yang ia pesan. Gaga menunggu makanan Nadine habis, sepertinya Nadine menyadari bahwa Gaga sedang sedikit gelisah membuat Nadine risih mendapati tatapan yang dingin padanya seolah menyuruhnya cepat-cepat menghabiskan sisa makanan di piringnya itu. Jujur dalam hati nadine, ia jadi tidak nafsu.
"Aku udah selesai.." ucap Nadine menyilangkan pisau dan garpu diatas piring. Gaga melihat makanan nadine masih tersisa banyak tapi Gaga tidak peduli itu bahkan sepertinya Gaga melihat Nadine yang sedari tadi memendam kekesalan karena sikapnya juga Gaga tidak memikirkan itu. Gaga langsung berdiri dan mengajak Nadine bergegas masuk kedalam mobilnya. Sungguh Nadine mulai kesal dengan sikapnya yang mood swing itu.
Mereka masuk kedalam sebuah gedung apartement mewah, yap tak lain dan tak bukan itu adalah apartement pribadi Elsa. Elsa mengirim pesan singkat sebelumnya pada Gaga bahwa bila Gaga ingin menemuinya, temuilah di apartementnya. Gaga mengetuk pintu apartement yang terbuat dari sejenis besi licin itu. Elsa membukakan pintu dan menyuruh mereka masuk dan duduk di sofa. Nuansa megah menerapkan warna purple itu dan lampu gantung di tengan ruangan membuat apartemen ini terlihat sangan berkelas. Nadine yang hanya kebingungan juga berfikir sangat keras maksud mereka berdua membawa Nadine kesini. Mungkin pergantian mood Gaga hari ini ada hubungannya.
"Jadi Gaga, kamu udah memutuskan? " ucap Elsa sembari tumpang kaki. Elsa juga tak kalah cantiknya dengan Nadine. Mukanya yang baby face juga perawakannya yang tinggi kurus dibaluti dress hitam yang menampilkan kaki jenjangnya dan lengannya yang indah.
Maksudnya memilih? Oh jadi aku pilihan begitu? Batin Nadine sedikit tak terima.
"Elsa. Dengan rasa hormat, aku kesini hanya tidak ingin ada masalah lagi denganmu. Aku kesini untuk memperlihatkan padamu tunanganku. Jadi bisakah kau mengakhiri semuanya? " ucap Gaga lantang.
"Begitukah?.." ucap Elsa sembari memutar-mutar ujung rambutnya yang panjang. "Aku akan berbicara sesuatu pada tunanganmu ini" disambung lagi oleh Elsa. Elsa menatap Nadine dengan tatapan ya tahu lah sangat sinis! Elsa berdiri dan mengisyaratkan juga lewat jarinya kepada Nadine untuk ikut berdiri. Mereka berhadapan seolah petir akan menyambar Nadine dengan amarah seorang Elsa.
plakkk
Elsa menampar Nadine lalu Gaga berdiri seolah kaget dan tidak percaya akan tndakan mantannya itu.
"Apa maksudmu? " ucap Nadine sembari memegangi pipinya yang terasa perih dan mulai memerah.
"Dasar kamu wanita penggoda! " teriak Elsa dengan mengepal tangannya seolah akan meninju muka Nadine tetapi pukulan itu dihentikan oleh Gaga yang memegangi tangan Elsa.
"Hentikan Elsa.." bentak Gaga
Dengan amarahnya Nadine melihat Elsa dengan tatapan kejam, ia menampar wanita itu dihadapan Gaga.
Plakkk
"Apa yang kamu lakukan Nadine! " ucap Gaga berteriak lebih keras. Lalu Gaga memeluk Elsa dan mengusap pipi Elsa padahal Nadine juga butuh elusan dan pelukannya.
"AKU SUDAH TIDAK PERAWAN OLEH GAGA! " ucap Elsa murka. Nadine terkejut dan membeku. Ia tak percaya dengan apa yang sedang menimpanya saat ini. Juga melihat Gaga yang mematung tetapi tetap memegangi badan Elsa yang mulai menangis. Nadine merasa dirinya tak dipedulikan oleh tunangannya itu, terlihat jelas matanya yang menatap Elsa khawatir juga tindakannya yang seolah lebih mementingkan mantannya ketimbang Nadine.
Tanpa berfikir panjang, Nadine langsung keluar dari apartemen itu dan pipinya sudah di banjiri dengan air mata. Ia berjalan cepat dan mulai berlari ke arah lift saat Gaga mencoba memanggilnya. Ia mengusap air matanya dan membenarkan rambut juga baju di lift. Mencoba mencari taxi online di ponselnya. Nadine kaluar kedepan gerbang apartemen itu, menunggu taxi online tiba, sedangkan Gaga tidak mengejar Nadine selangkahpun.
Nadine masuk kedalam mobil hitam dengan plat nomor yang sama seperti yang tertera di aplikasi.
"Sesuai aplikasi ya pak!" ucap Nadine lirih seraya menunjukan tujuannya.
Diperjalanan Nadine membisu, yang menjadi fikirannya pusing itu bukan masalah Gaga pernah memerawani Elsa, tetapi Gaga seperti sama sekali tidak akan pernah berkata apapun seolah ingin menutup kebenaran itu dan Nadine merasa pernikahan yang ia anggap suci, hanya dipermainkan oleh Gaga karena ia sedang patah hati.
Nadine turun di depan apartemen yang tak kalah mewahnya dari apartemen Elsa, ia menelfon seseorang.
"Gue depan apart lo. " ucap Nadine
"Hah? Seriously? " ucap wanita disebrang sana.
"Cepatlah ke lobi, aku gak bawa kartu jadi gak punya hak untuk menggunakan lift. " ucap Nadine lalu masuk ke apartemen mewah itu.
Nadine duduk di sofa dan tak lama wanita yang ia kenal menghampirinya dan Nadine berdiri lalu memeluk teman dekatnya itu.
"Me too.." ucap nadine yang membalas erat pelukan teman dekatnya.
Mereka masuk ke lift dan lift ini mengantar mereka ke lantai 27.
🦋🦋🦋
"Nad. Tunggu, are you okay?" Ucap Meli sembari melihat wajah Nadine yang hanya sebelah kiri yang merah. Nadine tersenyum, Mella membungkan mulutnya karena terkejut.
"Lo menjadi preman lagi Nad? " ucap Mella yang masih terlihat shock
"Ada orang yang nampar gue "
"Siapa? "
"Mantan pacar tunangan gue. " ucap Nadine secara terbuka. Nadine selalu open pada teman-teman dekatnya itu. hanya Luna, Zahwa dan Mela yang tahu semua masalalu Nadine.
"Hah kok bisa? "
"Gatau deh. Gue males bahas. Gue nginep sini yak besok sore gue pulang. Besok pagi anterin gue juga ke homecare." Ucap Nadine. Mella mengangguk seolah mengiyakan permintaan temannya itu.
🦋🦋🦋
Elsa terus menangis dan menangis, memeluk Gaga yang sedari tari mengelus-elus pipinya. Elsa merasa bahwa dirinya tidak akan dilawan oleh Nadine, tetapi Elsa salah! Nadine wanita yang lumayan berani.
Gaga menggiring Elsa untuk duduk lagi di sofa, Gaga masih dengan lekatan tubuh Elsa dan ia kini mengelus rambut wanitanya itu.
"Tenanglah Elsa.." ucap Gaga
"Bagaimana aku bisa tenang, orang yang aku cintai akan menikah dengan wanita lain! " ucap Elsa disertai isak tangis.
Gaga hanya diam dan lama kelamaan Elsa berhenti menangis dan ternyata ia tertidur. Gaga membaringkan badan seorang model itu di sofa dengan hati-hati. Lalu Gaga teringat Nadine, ia langsung mengodoh saku nya dan mengambil ponsel. Mencoba menelfon Nadine tapi Nadine tidak mengangkat. Akhirnya Gaga mengirim pesan.
[kamu dimana? Bila dalam 24 jam dari sekarang kamu tidak balas, aku akan lapor polisi. - Gaga ]
[tenang saja kak, aku aman dan baik-baik saja. Bila kamu ingin kembali ke Bandung, kembalilah. Aku akan disini. - Nadine ]
[kamu dimana? - Gaga ]
[aku sudah kabari ayah, aku akan di Jakarta. Tenang saja aku tidak akan mengadu apapun tentang kejadian ini ☺️ - Nadine ]
Gaga membaca pesan itu seolah Nadine sekarang mencoba sedang mengerti keadaannya. Yap Nadine memang selalu positif thinking, apalagi itu berkaitan dengan masalalu nya Gaga ia tidak mau terlalu peduli. Ia hanya ingin Gaga menyelesaikan langsung dengan cepat masalahnya. Dan bila memang semakin tidak memungkinkan untuk mereka menikah, Nadine berniat untuk membatalkan pernikahannya.
"Nad lo gakan mandi?" Ucap Mela.
"Iya mau, pinjem baju yah. "
"Iye, maskeran yuk."
"Gue mandi dulu" ucap nadine lalu berlalu kekamar mandi.
Merekapun menghabiskan sore hingga malam dengan we time karena kalau me time, nadine tidak sendirian. Bercerita juga minum dan makan makanan ringan hingga berat yang mereka pesan.