Look at me, please

Look at me, please
#37 - NGAMBEK



Sebelum baca, like dulu boleh kan? 😘


* *


* *


Happy reading..


* **


Nadine melangkah masuk kekamar mandi, sementara Gaga menyapu pandangannya di kamar Nadine yang bernuansa purple itu. Ia melihat foto-foto Nadine yang masih terpajang di dinding dan diatas meja riasnya.


Foto bersama ayahnya saat di Eropa, dirinya berdiri di paris bersama Zahwa, foto di dapur belepotan cream bersama Luna dan Zahwa dan beberapa foto lainnya saat ia kecil atau manggung. Gaga tersenyum dan terfokus pada foto Nadine kecil dengan seorang pria yang dipeluk wanita sekitar 28tahunan, dan ia sadar bahwa wanita yang memeluk kedua anak kecil itu adalah Faranisa. Dan lelaki disamping Nadine adalah dirinya, Gaga Axelle.


Gaga menggapai bingkai foto tersebut, tak henti ia melukiskan senyum nya. Ia mengusap permukaan kaca menatap nanar bahagia. "Aku sudah menjaga malaikat kecilmu.. tanteu" gumam Gaga.


Gaga langsung meletakkan kembali bingkai tersebut di atas meja dan mencoba mengetuk pintu kamar mandi Nadine. Didalam sana Nadine sedang menangis dan tak ingin menggubris ketukan yang ntah dari siapa. Gaga hanya mendesah kasar mencoba mengalah dan langsung keluar kamar.


^^


Nadine turun dari kamar, ia mengenakkan pakaian berwarna biru bermotif bunga itu. Ia temukkan di dalam plastik paket yang belum sempat ia unboxing. Ternyata itu baju yang ia pesan sebelum menikah.



Nadine turun dari tangga, melihat langsung ke arah meja makan. Disana ada Gaga yang sedang memakan nasi goreng buatan bi ani.


Gaga menoleh ke arah suara kaki, ia melihat Nadine yang sudah cantik dengan auranya yang fresh dan manis. Nadine hanya menatap Gaga dingin, seolah dirinya tak minat untuk menghampiri Gaga. Dengan refleks Gaga berdiri dan menghampiri Nadine.


"Mau kemana?" Ucap Gaga.


"Homecare" ucap Nadine tanpa melihat mata Gaga dan tanpa menghentikkan langkahnya.


"Aku anter.." ucap Gaga memegang tangan Nadine.


"Aku pake mobil aku aja.. oh iya kalo kamu mau pulang duluan, pulang aja.. aku nanti pulang pake mobilku yang disini" ucap Nadine berbalik lalu berbalik lagi meninggalkan Gaga.


Namun tetap saja, dengan wajah kesal Nadine ntah bagaimana dirinya bisa satu mobil dengan Gaga disampingnya. Tak bisa ia lepas dari keposesifan Gaga hari ini.


Dengan keheningan karena Nadine tidak mau menjawab semua pertanyaan Gaga diperjalanan, mobil Gaga terparkir di suatu tempat. Iya ini adalah usaha Nadine yang sudah ia bangun sejak lulus SMA.


Nadine keluar dari mobil dan masuk kedalamnya. Disambut oleh pegawai dan bertemu dengan Chika, yang menjadi manager disini.


"Hallo mbak... apa kabar" ucap Chika pada Nadine. Nadine membalas sapaan itu dengan cipika cipikinya. Tanpa basa basi, Nadine langsung bekerja dan mengecek segala urusan pekerjaannya.


Gaga terlihat bingung saat masuk kedalam klinik kecantikan tersebut. Ia mengekori Nadine dan tersenyum pada setiap pegawai disana. Kini Gaga menonton Nadine yang sedang bekerja, berkutik dengan kertas-kertas dan satu komputer. Nadine melihat Gaga yang sedikit kebingungan dan menyuruh Chika untuk membawa Gaga perawatan. Gaga hanya menurut dan disuruh berbaring.


Mukanya di facial dan kaki tangannya di lulur oleh begawai disana. Gaga semakin yakin dan mendapat pengetahuan baru. Ia menyimpulkan bahwa mengapa wanita sangat betah di salon-salon dan ini adalah jawabannya.


πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹


Gaga dan Nadine memutuskan untuk pulang ke Jakarta sore ini. Karena tuntutan pekerjaan yang menekan Gaga untuk kembali. Namun alasan tersebut malah menjadi seolah alibi saja bagi seorang Nadine. Ia menganggap bahwa Gaga sudah tidak sabar bertemu Elsa besok. Gaga hanya bersabar menghadapi sikap Nadine hari ini, karena memang benar dirinya akan menemui mantan kekasihnya itu. Bukan karena kangen atau apa tapi untuk meluruskan masalah-masalah yang sedang terjadi diluar sana.


Mereka tiba dirumah sekitar pukul 02.00 malam. Jalanan yang begitu macet sangat menghambat perjalanan mereka. Hingga pasutri tersebut masih mengenakkan baju yang sama dan tidur di ranjang berdua dengan nyenyak karena letih.


Jam 07.00 Nadine terbangun. Ia melihat ke sisi samping kasurnya, sudah tidak ada Gaga disana. Nadine menghela nafas panjang dan beranjak dari tidurnya. Ia minum air putih terlebih dahulu dan langsung melangkahkan kaki ke kamar mandi.


Sekitar setengah jam Nadine bersiap untuk harinya, ia turun ke dapur dan melihat bi Surti sudah menyiapkan sarapan untuknya.


"Bi.. liat mas pas berangkat enggak?" Ucap Nadine sambil memakan nasi goreng buatan Surti.


"Liat nyonya.. sekitar jam 05.00 waktu saya mau sholat ke mushola eh tuan negur saya waktu dia beres sholat. Katanya dia mau ke pelabuhan Tanjung Priok pagi ini dan suruh saya buatin sarapan buat nyonya " ucap Surti sembari mengelap meja. Nadine mengangguk paham dan meneruskan menghabiskan makanannya. Ia merasa dilupakkan, Gaga pergi ke Banten dan tidak memberitahunya sama sekali. Semakin sebal Nadine pada suaminya itu.


πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹


Hari ini Nadine berencana untuk ke club taekwondonya namun masih satu jam lagi jadwa latihannya berlangsung dan ia mengajak kedua temannya untuk vc grup. Luna yang mengangkat duluan dan Zahwa terlihat baru bangun tidur.


Luna yang sedang menyirami tanaman terlihat sangat tenang. Nadine heran, Luna kan akan menikah Sabtu ini? Tapi mengapa dia terlihat sangat santai.


"Heh Lun.. kok lu nyantei begitu si?!" Ucap Nadine.


"Yaemang kenapa? Emang hari Kamis jadwal gue ngurus anak anak gue " ucap Luna heran. Sedangkan Zahwa hanya menyimak sambil melihat dengan mata yang terkatup-katup.


"Harusnya lo istirahat tauu.. " ucap Nadine memberi tahu


"Heh.. bukannya lo bilang dulu, lo pengen nikahan bak seorang putri raja yak?? " ucap Zahwa


"Iya sih tapi kayanya nikahan sederhana udah cukup bagi gue.. apalagi kan lo tau gue nikahannya kek gimana dan karena apa dan posisi gue nanti jadi apa?" ucap Luna dengan nada pelan. Zahwa dan Nadine mengangguk paham.


"Ehhh Nad.. ternyata si Jo itu orang Jakarta ya?" Ucap Zahwa.


"Iya sama kaya lo.. tapi kalo gasalah ibunya itu orang Bandung kok" ucap Nadine mengira-ngira


"Hmm pantes aja dia pinter banget buat usaha se unik itu dan rasanya se khas itu" ucap Zahwa.


"Jo siapa? " ucap Luna bingung. Zahwa menceritakkan semuanya dan ia ber'oh' ria.


Setelah bercerita-cerita, mereka menutup telfonnya dan melanjutkan kegiatan hidup masing-masing. Tak lama, ponsel Nadine berdering kembali saat Nadine baru masuk kebelakang kemudi mobil kuningnya.


"Hallo.. kamu tadi telfonan sama siapaa?" Ucap Gaga dengan nada gangalem. Nadine menghela nafas sebal. Ia menahan kejengkelannya pada sang suami


"Temen temen, biasa" ucap santai Nadine sembari menghidupkan mesin mobil.


"Itu suara mobil nyala kan? Kamu mau kemana?" Ucap Gaga lagi.


"Ke club mau latihan" ucap Nadine yang masih bernada datar.


"Kamu ga capek?" Ucap Gaga


"Enggak."


"Kamu udah makan?"


"Udah" ucap nadine. Gaga hanya menghela nafas dan membuangnya kasar. Sikap Nadine yang sangat irit bicara membuat hatinya tak tenang. Biasanya bila istrinya ngambek, ia akan gemas padanya. Namun karena mereka sedikit jauh sekarang, ia jadi mencemaskannya.


"Aku lagi ngurusin kapal kapal yang disini. Ada mesin yang rusak dan barang-barang yang ga keterima ke Indonesia masih didalam bagasinya. Aku lagi ngurus itu sama tim ku. Maaf ga kasih tau kamu ya sayang" ucap Gaga. Nadine sedikit berkaca-kaca mendengarnya, ntah kenapa ia menjadi semakin sedih.


"Sayang? Saya tahu kamu marah, nanti kita ngobrol lagi ya.. kamu hati2 dijalan" ucap Gaga. Nadine yang menutup telfonnya kali ini, ia tidak kuat ingin mengeluarkan isak tangisnya. Sedangkan di seberang sana, Gaga hanya menghela nafas sambil menatap layar ponselnya.


***


Hari ini terasa melelahkan bagi Nadine. Ia harus memaksakan diri untuk bersemangat saat latihan, namun konsentrasinya hilang dan ia berkali-kali kena hukuman karena gerakan tendangan yang gurunya perintahkan salah.


Jam menunjukkan pukul 20.00 malam. Nadine bergegas mandi dan mengambil wudhu untuk sholat isya. Sudah dua minggu perjalanan pernikahannya dengan Gaga, namun hari ini baru pertama kali ia tidak melihat Gaga dengan waktu yang lama. Bahkan bangun tidur saja dirinya tidak mendapati suaminya itu. Terlebih moodnya semakin turun lagi saat ia mendapat pesan dari Gaga bahwa suaminya tidak akan pulang malam ini. Yasudah terserah lah pikirnya ia lelah dan ingin istirahat.


Hingga pada Sabtu siang, dirinya pergi ke Bandung seorang diri. Karena harus fiting baju bridesmaid untuk acara pernikahan sahabatnya besok, juga ingin membantu dan menemani Luna dimalam terakhirnya seperti yang teman-temannya lakukan padanya. Ia sudah mengirim pesan pada Gaga namun Gaga tidak mengizinkannya dan menyuruh Nadine untuk pergi setelah Gaga sampai rumah. Namun larangan itu tidak Nadine hiraukan karena dirinya keras kepala ingin kekeuh pergi ke Bandung. Alhasil Gaga hanya pasrah dan membiarkan saja, ia pikir nanti Gaga akan memperingati Nadine untuk tetap patuh pada suaminya walaupun saat Nadine sedang ngambek.


Sedangkan Gaga, ia pusing dengan terror mantan pacarnya yang ingin bertemu dengannya. Berkali-kali ia memblokir nomor yang Elsa gunakan untuk menghubungi Gaga. Sudah pusing dengan sikap istrinya, ini lagi medusa kekeuh ingin bertemu. Dan ia juga kesal dengan tuntutan pekerjaannya yang mengharuskan ia sibuk diwaktu yang salah.


***


Untuk saudaraku yang hari ini merayakan natal..


Izinkan saya untuk menjagamu, menyayangimu, memberimu ruang dan waktu untuk engkau menjalankan ibadahmu.


Bagiku agamaku, bagimu agamamu.


Saya tidak mengucapkan selamat bukan berarti saya memusuhimu..


Tapi, itulah akidahku..


Urusan agama kita masing-masing sesuai keyakinan kita. Tapi persaudaraan kita tetap terbina. Karena bera agama bukan berarti kita harus bermusuhan.


Yang kita lawan bukan agama, tetapi kedzoliman..


β˜ΊοΈπŸ™


-status kontak wa author


***


Mau buat aturan ah..


Saya bakal up kalau like udah 20 yaa hihi..


Makasih yang udah baca.. have a nice day😘