
Mau tanya bentar..
Aku keseringan apdet gak si? Hihi
Disini ada yg nunggu cerita ini?
Atau cuma aku yg terlalu semangatโน๏ธ
Tapi aku udh sadar aku salah punya fikiran gitu ternyata..
yang udah like dan komen, aku sayang kaliaaaan makasih banyak dan semoga kalian suka dengan cerita aku sampe tamat nanti..
Mau minta pendapat deh, happy ending atau sad ending?
Jgn lupa komen dibawah yaโค๏ธ
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
Pagi ini Gaga dengan sedikit berat hati membangunkan istrinya, karena Nadine terlihat sangat lelah dan nyenyak. Namun bagaimana lagi, Gaga kekeh ingin membawa Nadine bersamanya hari ini.
"Nad.." Gaga membangunkan Nadine dengan menepuk lengan atas Nadine yang memeluk badannya.
"Nad..." ucap Gaga lagi ia sedikit menggoyangkan tubuh istrinya. Gaga hanya mengulum senyum karena wajah Nadine terlihat lucu.
"Sayang..." ucap Gaga yang kini memanggilnya sayang. Gaga masih tersenyum sayu karena tingkahnya yang membuat dirinya sendiri geli.
"Sayangku... " ucap Gaga lembut menepuk lembut pipi Nadine. Mata Nadine kini mencoba membuka, ia langsung mendongak sayu ke arah muka Gaga yang sudah tersenyum menonton betapa begitu lucunya muka Nadine ketika baru bangun.
"Kamu.." ucap Nadine serak.
"Yuk bangun, udah pagi ini" ucap Gaga lembut. Nadine malah mengeratkan badannya kepelukan Gaga, menenggelamkan mukanya ke dada bidang suaminya itu. Gaga hanya bergidik geli melihat tingkah istrinya yang sedang manja ini.
"Sayaaang .... " ucap Gaga
"Lima menit yah.. " ucap Nadine
"Gabisa.. tidur dimobil aja ntar, kan mau ke Bandung kita" ucap Gaga mencoba mendudukkan diri. Nadine mengusap matanya mencoba beradaptasi dengan cahaya.
"Yu mandi " ucap Gaga yang mencoba menggapai tubuh Nadine. Kini Nadine sudah dipangkuannya dan ia menggendongnya ke kamar mandi. Mereka mandi bersama, karena akan sedikit menghemat waktu.
๐ฆ๐ฆ๐ฆ๐ฆ
Tak seperti perjalanan biasa, Nadine dan Gaga tak berdiam diri lagi sekarang. Mereka mendengarkan musik, bernyanyi bersama dan share cerita lucu masing-masing.
"Gimana ya.. emang Zahwa, Luna sama Mela tuh terbaik deh pokonya, sampe mereka selalu belain aku walaupun salah" ucap Nadine saat menceritakan masa SMA nya saat dirinya dan kedua temannya itu disegani di sekolah itu. Gaga hanya tertawa geli mendengar cerita Nadine.
"Kamu emang preman dari sananya ya Nad haha.." ucap Gaga tertawa semakin keras, namun Nadine hanya mengerucutkan bibirnya karena dibilang preman. Gaga yang melihat ekspresi Nadine langsung mencubit pipi kanan Nadine dengan lembut. "Becanda sayang ..." ucap Gaga lembut
Deg
Apa? Sayang? Batin Nadine. Sudah jelas dadanya deg-degan tak karuan.
Gaga masih menyisakkan tawanya sedikit untuk meredakkan rkspresinya. Namun Nadine malah speechles dan overthinking. Ia kembali teringat akan postingan mantan kekasih suaminya itu. Dengan pengaruh panggilan 'sayang' yang menurut Nadine sangat berarti namun jadi tak berarti atau ungkapan biasa saja setelah dirinya mengingat kembali postingan itu.
Nadine mencoba menanyakan kepada Gaga, memberanikan diri dan berfikir merangkai kata yang pas untuk disampaikan.
"Kak Gaga.. " ucap Nadine dibalas dehaman dari Gaga "kita lagi rame dibicarain di berita_slbgram, kakak tau?" Ucap Nadine menatap suaminya. Suaminya hanya mengangguk.
"Lalu?" Ucap Nadine mencari kejelasan pendapat suaminya. Sedangkan Gaga menghela nafas panjang.
"Sebenernya saya gaterlalu peduli sama hal kaya gitu dan sikap psikopat mantan saya itu. Tapi kamu terpengaruhi sama itu Nad?" Ucap Gaga. Nadine tak menyangka dirinya akan dibalas seperti itu. Bagaimana bisa Gaga tidak prduli sedangkan Nadine sekarang banyak dikasihani karena dianggap cintanya tak terbalaskan atau menjadi pelarian semata. Nadine berdiam diri tak membalas pertanyaan Gaga.
"Nad?" Ucap Gaga membagi pandangannya pada perjalanan dan wajah Nadine.
"Ah iya.. saya cuma tanya aja kak" ucap Nadine tersenyum palsu. Ia sedikit menyimpulkan bahwa Gaga tak sama sekali memperdulikan perasaannya sekarang.
"Saya udah gada apa apa lagi sama Elsa Nad. Lagipula saya udah nikah, udah jadi suami kamu. Oke? Saya tau kamu risih dengan itu apalagi berita yang ngebuat rame di sini" ucap Gaga menjeda ucapannya dengan menarik nafas "saya yakin, gimanapun mereka anggap kamu sebagai apapun, yang tahu perasaan saya dan keadaan saya sekarang cuma saya sendiri. Saya gapernah main-main Nad. Kalau ada yang ingin kamu ungkapin, bilang aja. Saya juga gamau egois sama kamu. Ok?" Ucap Gaga panjang lebar. Nadine masih menyimak dan mengangguk paham mulai tersenyum. Gaga yang melihatnya kini mengacak rambut Nadine dan mencubit pipi Nadine berkali kali karena gemas padanya.
Lama kelamaan Nadine tertidur dengan satu bungkus makanan keripik singkong favoritnya. Gaga hanya tersenyum melihat wajah lelahnya Nadine karena ia kerjai semalam.
๐ฆ๐ฆ๐ฆ
Gedung ditengah kota dekat dengan balai kota ini adalah perusahaan cabang keluarga Axelle. Asalnya Gaga akan dipindahkan tapi Gaga bersikeras ingin menetap di Jakarta. Entah bagaimana caranya, Gaga menghandle semua perusahaan ayahnya yang sudah berdiri tegak sebagai perusahaan ekspedisi itu menjadi lebih maju.
Mereka jalan berdampingan, banyak karyawan yang sempat bertegur sapa juga menatap dengan sorot iri pada Nadine yang sekarang adalah istri dari bos nya itu.
Nadine dan Gaga memasuki lift ke lantai 7. Iya memang bangunan ini tak banyak mempunyai lantai, namun sudah pasti ini hanya perusahaan cabang. Axelle Interior ini mempunyai cabang terbesar itu di Surabaya dan Jakarta.
Mereka tiba di ruangan Gaga dengan satu orang CEO. Ruangan yang minimalis dan modern ini membuat Nadine kagum dan tersanjung.
"Kamu duduk dulu disini ya Nad. Kalo butuh sesuatu, tinggal bilang aja ntar aku suruh OB buat beli makanan" ucap Gaga. Nadine mengangguk.
"Eh btw, Keisha mana?" Ucap Nadine menanyakan sekertaris Gaga.
"Dia lagi aku suruh ke Surabaya. Males aku pergi jauh-jauh haha " ucap Gaga langsung dia duduk dan sebentar menyapa ceo yang bernama Bayu Satria itu.
Gaga menerima telfon dan dapat penberitahuan bahwa ruang meeting dan klient sudah siap disana. Gaga berjalan keluar dan melihat Nadine sudah tertidur pulas saja di sofa. Gaga hanya tersenyum, dan menyuruh salah satu OB mengawasinya disana.
๐ฆ๐ฆ๐ฆ๐ฆ
"Kok lo tau si Nadine itu si?" Ucap Elsa dengan muka gak ngalemnya kepada sepupunya yang sudah duduk berhadapan dengannya bernama Fajri.
"Eh dia temen SMA gue, adek kelas gue dan gue juga seband sama dia gimana si" ucap Julian dengan nada yang sedikit datar namun berirama.
"Wow, sempit banget coy!" Ucap Elsa memundurkan bahunya. "Gue udah ngerjain dia dong ya haha" ucap Elsa.
"Tapi yang gue liat, si suaminya itu ga terlalu bahagia tuh di hari pernikahannya" ucap Fajri.
"Yaiyalah orang dia cintanya sama gue!!" Ucap Elsa sewot
"Aneh juga sih gue waktu itu, liat si Gaga ternyata mau nikah aja sama temen gue. Terlalu baik temen gue buat dia" ucap Fajri "tapi lo jahat juga sih El!! Pake posting begituan" sambung Julian menatap Elsa dingin.
"Ya namanya cinta, gue perjuangin sampe manapun!Gaga milik gue tau!" Ucap Elsa menyeruput kopi starbuck nya.
"Emang kenapa si sampe lo kelepasan pacar lo sendiri? " ucap Julian sedikit mencondongkan badannya kedepan. Elsa berfikir, karena dirinya selingkuh jadi Gaga mau menikah dengan wanita itu. Tapi Elsa tak mau bercerita kenyataan pada Julian.
"Emm gatau deh mungkin paksaan dari Papa Mama nya" ucap Elsa dengan matanya yang tak menatap Fajri.
"Tapi kan lo tuh cantik, model pula dan gue liat si Gaga tuh bucin parah sama lo tapi ck! Ninggalin lo" ucap Fajri. Elsa sedikit ingin mengelak dan ntah kenapa tak ada perkataan lain lagi yang bisa ia ungkapkan.
"I iya ya.. gue juga gatau " ucap Elsa gelagapan bingung
"Mending saran gue, udah aja lo lepasin suami orang itu. Lo cantik El! Mau cowo kaya gmn si lo? Banyak temen gue yang lebih hebat dari dia" ucap Fajri.
"No! Sekali Gaga ya Gaga. Hubungan gue udah lama juga, sayang kan" kekeh Elsa
"Hubungan lama ga matok coy! Banyak tuh temen gue pacaran lima enam tahun, tapi nikahnya sama batur" ucap Fajri.
"Aa udah ahh gue mau cabut duluan! Ketemu gasengaja sama lo dari sekian lama malah bikin gue pusing" ucap Elsa yang berdiri hendak meninggalkan kursi. Fajri tersenyum sinis.
"Inget El. Jodoh ditangan tuhan. Lo harus tabah ! " ucap Fajri menghentikkan langkah Elsa. Fajri membawa kopinya dan mendahului Elsa ke parkiran.
Elsa berdecak sebal menatap pungung temannya itu dengan tatapan marah. Ia sama sekali tak peduli apapun. Yang penting harapan satu-satunya adalah cinta Gaga yang sekarang masih ada untuknya. Egois memang, tapi bagi Elsa dia takan melepaskan Gaga begitu saja. Semuanya karena cinta, yap cinta.
** * * * * *
ใ
Promosi ah baca novel aku juga yang berjudul "Istri Kedua" yah...