Look at me, please

Look at me, please
#21



Nadine sudah mencoba pakaian pernikahan yang akan ia kenakan tentunya pada hari pernikahannya yang akan berlangsung tiga hari lagi, tak menyangka pada temannya menyiapkan gaun pernikahan dan mahkota yang indah sebagai hiasan kepala. Amel memotret Nadine untuk dikirimkan kepada Gaga.



[Nadine sudah mencoba. Dia suka, terimakasih sudah percaya pada eo kami. - Amel ]


Pesan terkirim kepada gaga dan gaga takjub dengan kecantikan calon istrinya, seolah ia terhipnotis untuk menatap foto itu.


🦋🦋🦋


"Waktu akad, kamu bakal pake kebaya gaun putih nad, kata pak Gaga gaunnya dateng dari Bekasi. Ibunya yang buat Nad. Nanti keluarga Gaga kerumah entah besok entah lusa sebelum pernikahan kamu berlangsung." Ucap Amel


"Lalu undangan? Tempat dan segala macem? Ketring sudah?" Ucap Nadine


"Sudah dong, pak Gaga antusias banget tahu! Kita hampir chat tiap hari Nad buat persiapan ini. " ucap Amel yang juga terlihat begitu antusias.


"Ohiya bridesmaid sama groomsmen nya temen-temen sama anak-anak band yah!" Ucap nadine


"Oh boleh nad, aku juga mau bahas itu. Tulis aja nama-namanya disini dan konfirmasi lagi untuk gladi yah! H-1. " ucap Amel sembari memberikan memo dan pulpen.


"Terimakasih Amel, bakat mu memang luar biasa " ucap nadine sembari menatap amel dan tersenyum.


"Terimakasih Nad, dari awal perjuangan membangun eo ini aku berhutang banyak padamu! Dan yang pasti aku doakan semoga kamu bahagia setelah menikah dan menjadi istri dan ibu yang baik , cerdas, dan amanah dan shalehah dimata tuhan dan suami. " ucap amel lalu mereka berpelukkan.


Drrt drrt


Ponsel nadine berbunyi menandakkan ada telepon masuk, Nadine langsung melepaskan pelukannya. Dilihat dari layar ponsel ternyata ayahnya menelfon.


"Hallo ayah" ucap nadine


"Hallo darling, bagaimana persiapan pernikahan kamu?" Ucap pak Graha dari seberang sana


"Lancar, ayah dimana? Ayah baik-baik saja?" tanya nadine. Asalnya nadine tampak ingin bertanya perihal pernikahan yang dimajukan. Tetapi kabar ayahnya lebih baik daripada itu.


"Ini ayah masih di kalimantan, besok ayah akan usahakan pulang karena kakek nenekmu akan datang ke Indonesia. Mereka ingin melihat cucunya menikah dan ya ayah baik-baik saja sayang" ucap Graha


"Seriously? " ucap nadine tak percaya


"Serius sayang, maafkan ayah yang baru bisa mempertemukan kamu dengan keluarga yang lain. "


"Tak apa ayah. Cepat lah pulang. Apa kau tidak akan merindukanku saat nanti kau pergi ? " ucap nadine yang suaranya sedikit bergetar. Graha menghela nafas dalam seolah tak tega ia meninggalkan nadine namun demi kebaikan dirinya dan bisnisnya, ia harus melakukan ini.


"Maafkan ayah aya, ayah akan kembali dengan cepat! Ayah tidak akan berlama-lama di German. Bila ayah bisa pulang dengan sering, ayah akan sering mengunjungimu. Maafkan ayah!" Ucap pak Graha dengan sedih


"Tak apa ayah, aku sudah besar. Aku akan mengerti walaupun aku masih tidak paham situasi apa yang sedang menimpaku. Tapi percayalah, demi menjadi anak yang berbakti aku akan selalu menuruti dan patuh padamu. Harta satu-satunya dalam hidupku, hanya ayah! " ucap nadine yang pipinya sudah dibanjiri dengan air mata.


"Terimakasih sayang, ayah sayang padamu lebih dari apapun. " ucap ayahnya. Sepertinya pak Graha juga menangis setelah mendengar ucapan anak satu-satunya tadi.


"Terimakasih juga ayah, sudah memberikan aku hidup yang layak dan perlakuan baik juga fasilitas rumah, mobil, sekolah. Maaf aku belum bisa membalasnya. Aku tunggu ayah pulang sebelum perpisahan panjang kita ayah. " ucap nadine yang tangisnya semakin menjadi. Amel yang mengerti perasaannya ikut bersedih dan memeluk mengusap punggung temannya itu


"Yasudah kau lanjutkan lah kegiatanmu sekarang. Ayah akan bereskan pekerjaan ayah dulu disini. See you soon. " tutup pak Graha.


🦋🦋🦋


Nadine menelfon satu persatu teman-teman dan anggota bandnya. Untuk bridesmaid yang bisa menyanggupi hanya Luna dan Zahwa sayangnya Mela masih berada di luar negeri, sedangkan di groomsmen semua anggota bandnya menyanggupi diantaranya ada Cheko, Fajri, Julian dan Baskara. Tetapi Nadine merasa tidak akan sempurna bila masing-masing pengantar pengantin itu tidak sama jumlahnya. Karena pernikahan menyatukan dua orang, nadine memutuskan untuk meminta kandidat pada Gaga.


Gaga yang sedang mengamati rincian keuangan di kursi singgahsananya terlihat sangat gagah dan berwibawa dengan kemeja hitam balutan jas maroon juga dengan celana bahan yang senada membuat siapapun mengagumi ketampanannya.


"Hallo kak!" Ucap Nadine


"Mmm sibuk?" Ucap Nadine


"Kenapa? Ada apa?" Ucap gaga yang tatapannya masih terpusat pada tulisan-tulisan di monitornya itu.


"Begini, aku membutuhkan bantuan untuk bridesmaid juga groomsmen. Apa kau punya teman yang ingin senantiasa untuk membantu?" Ucap Nadine dengan nada lembut


"Apa itu? " ucap gaga sembari mengerutkan dahi dan menghentikan pergerakan matanya


"Itu loh yang suka ada di wedding wedding perempuan dan laki-laki yang dampingin pengantin. " ucap nadine


"Ohh, butuh berapa orang? " ucap Gaga


"Untuk perempuan aku butuh tiga dan laki-laki satu. " ucap nadine


"Ko laki-lakinya cuma satu?"


"Udah penuh sama temen band aku. Temen perempuanku banyak acara jadi gabisa jadi bridesmaid, mereka cuma akan datang waktu resepsi. "


"Yaudah. Ajak Yulia untuk gabung, aku akan mengajak adikku, riska dan Jo. Cukup?" Ucap Gaga


"Okay, suruh kemari H-1 yah untuk gladi. "


"Ya. " ucap gaga singkat dan menutup telfonnya. Untungnya Riska, Jo dan adiknya bersedia. Kebetulan gania dan ibunya akan menemui nadine hari itu untuk mengantarkan baju pernikahan.


🦋🦋🦋


Ayah nadine tiba di Bandung langsung disambut dibandara oleh nadine, yulia dan dinar. Ayah nadine memeluk putrinya tersebut menumpahkan rindu yang telah ditampung juga sekaligus tak lama lagi ia akan merajut rindu kembali. Nadine sangat senang ayahnya datang walaupun dua hari lagi dirinya akan menikah dan hari itu juga ayahnya akan meninggalkan nadine untuk waktu yang tak tentu. Setidaknya mereka masih sempat bertemu dan ayah nadine masih ada waktu untuk menjadi wali yang sah.


Mereka duduk di sofa ruang tamu dan juga segelas kopi hitam hangat yang nadine suguhkan. Nadine tampak bersandar di bahu ayahnya dan pak graha mengelus lembut rambut putrinya itu.


"Nadine, kakek dan nenekmu akan kesini mereka sedang mau take off dari dubai. Juga bibi fahrani dan keluarganya akan kesini malam ini. Keluargamu akan berkumpul untuk acara siraman besok. Anak ayah yang cantik akan menjadi istri sholehah yang dicintai semua orang. " ucap pak Graha


"Ayah.. aku belum siap untuk ini " ucap nadine lirih


"Sayang! Percayalah pada ayah, kau akan bahagia! Dan akan lebih aman bila berada di Indonesia dan lebih aman lagi kau menikah dengan Gaga. Siap tidak siap, kau harus siap. " ucap Graha


"Tapi mengapa ayah?! Aku kan bisa tinggal bersama kakek dan nenek di dubai! Atau .." ucap nadine tetapi dipotong oleh ayahnya


"Aya! Aset yang di Indonesia apa kita akan terlantarkan begitu saja? Ayah akan kembali sayang, dan kita akan bersatu lagi. Ayah janji! " ucap Graha. Nadine mulai menangis tak kuasa. Merasa dirinya sendirian, ayahnya yang begitu kekeh ingin menikahkan dan meninggalkan putrinya membuat nadine menjadi sedih.


"Ayah.. aku takut disini " ucap nadine menenggelamkan mukanya kedalam dada ayahnya yang tegap. Menumpahkan kesedihan lewat derai air mata yang tak bisa ia tahan.


"Maafkan ayah, semua ini demi kamu sayang. Ayah akan kembali dengan cepat, percaya lah" ucap Graha dengan lembut. Perasaaan Graha yang juga seolah tak tega, tetapi mau bagaimana lagi. Demi kehidupan putrinya dirinya mempunyai banyak alasan untuk tidak membawanya keluar dari Indonesia. Bahkaan lagi lawan bisnisnya gila wanita, ayahnya tak mau anaknya menjadi sasaran nanti saat bernegosiasi.


"Aya cuma pengen sama ayah! " ucap nadine diiringi isaak tangis.


"Percaya sama ayah. Ayah akan kembali sayang, janji. " ucap graha mengendorkan pelukannya


"Jadilah istri yang baik, berbakti pada suami, dengarkan apa kata Gaga. Tunjukkan pada dunia bahwa didikan ayah berhasil kepada putri ayah satu-satunya ini" ucap graha


"Ayah, maafkan aya. Ayah jaga diri baik-baik disana ya. Kabara aku setiap hari! Jangan lupa makan dan tidur yang cukup! Semua didunia ini bukan hanya tentang bisnis ayah!" Ucap nadine


"Iya sayang, ayah hanya melaksanakan kewajiban dan tanggung jawab ayah sebagai pebisnis. Bila ayah bangkrut, pegawai ayah akan dikemanakan? Dan mereka akan bekerja dimana? Jaman sekarang cari kerja itu susah sayang. Lihatlah pada mereka, ayah percaya anak ayah sudah tumbuh dewasa dan perlahan akan mengerti nanti" ucap Graha dan langsung mencium pucuk kepala putrinya


**********


Tbc-