
Pagi itu jalanan cukup sepi, matahari pagi menyoroti jalan tol purbaleunyi itu. Dengan lantunan musik pop membuat membuat Nadine menggerakkan kepalanya menikmati perjalanan. Namun Gaga hanya mematung memperhatikan jalan, dia seperti memikirkan sesuatu.
"Kita tuh mau apa kak ke Jakarta?" ucap Nadine menoleh Gaga yang masih terfokus ke jalanan.
"Aku ada rapat penting. " ucap Gaga singkat menoleh sebentar ke arah Nadine lalu sepersikan detik ia langsung kembali fokus pada kemudinya.
"Lalu? Kenapa aku harus ikut ? " tanya Nadine bingung. Seolah diperjalanan ini dia tak ada fungsi.
"Diam aja. Ikut saja jangan banyak ngomel" Ucap Gaga tegas.
Tentu saja Nadine kaget, selama ini Gaga bersikap baik padanya namun dipagi yang cerah ini Gaga sangat dingin. Matanya yang seperti mata elang itu terfokus kedepan membuat Nadine semakin membuat kesimpulan positif bahwa tunangannya itu sedang dalam mood yang tidak baik. Nadine hanya diam lalu ia tertidur hingga ia terbangunkan oleh sentuhan tangan kekar yang menggoyangkan bahunya. Nadine membuka mata dan melihat sekeliling, ternyata ia sedang di rest area.
"Aku akan ke toilet sebentar, jangan kemana-mana. " ucap Gaga, tanpa jawaban Nadine dia langsung berlalu keluar mobil. Nadine hanya menatap punggung lelaki maskulin itu hingga ia hilang dari pandangannya.
Gedung-gedung pencakar langit sudah nampak di depan mobil Gaga yang super mewah ini, gedung-gedung itu memantulkan cahaya matahari sehingga terlihat berbinar-binar.
"Turun. " ucap gaga. Nadine pun turun dari mobil tunangannya itu. Gaga menelfon sekertarisnya bahwa ia sudah berada didepan gedung cabang perusahaannya itu. Gaga mempunyai bisnis di Indonesia dan beberapa diluar negeri. Dari jasa pembuatan konstruksi, proyek pembangunan besar hingga kapal laut pun Gaga atau lebih tepatnya perusahaan keluarga Axelle yang ia pegang hampir semuanya. Nadine tengadah melihat betapa tingginya kantor Gaga itu.
Mereka masuk ke gedung itu, sapaan dari para karyawan terlontarkan kepada kedua sejoli itu. Tentu saja owner mereka sudah bertunangan dan mereka tahu kabar tersebut!
Gaga menyuruh Nadine untuk mengikuti sekertaris dua yang bernama Keisha karena Gaga akan langsung masuk kedalam ruang rapat. Nadine menuruti apa yang diperintahnya dan Nadine mengikuti Keisha hingga ia naik ke lift lantai 20 dan memasuki ruangan kerja putra dari keluarga Axelle itu.
"Nona, bila anda membutuhkan sesuatu saya ada dikursi depan ruangan ini " ucap Keisha dan Nadine mengangguk lalu wanita berdandan formal itu keluar dari ruangan.
Nadine berkeliling melihat sekitar dari mulai cat dinding yang berwarna coklat tua dan dipadukan dengan warna cream, juga iMac tiga buah diatas meja satu dan dua lagi menempel di dinding, sofa penerima tamu dan tak tertinggal kursi besar singgahsana Gaga. Nadine menuju balkon dan ia melihat begitu indahnya kota Jakarta dari atas sana. Walaupun ia sering ke Jakarta karena bisnis nya yang mempunyai homecare disini, tetapi ia baru melihat kota Jakarta ini dari atas bangunan, bukan dari pesawat.
Ia melihat ada foto-foto terbingkai yang Gaga pajang disana. ada foto orang tua Gaga yang sedang bermain salju, Gania dengan gaun indahnya sedang merayakan ulang tahun, foto masa kecil Gaga dan dibawahnya ada laci. Nadine membuka laci itu dan melihat ada dua album foto. Ia membuka album yang bertuliskan "Memories" , ia membuka dan mendapati Gaga yang masih kecil, sedang main perosotan dan lain sebagainya. Ia juga mendapati foto Gaga bersama perempuan kecil dengan bando lilit bunga juga ibunya Nadine. Nadine terkejut dan bertanya tanya apakah itu ibunya? Lalu nadine menutup album itu dan membuka album yang satunya bertulisan "love forever". Disana terpampang jelas foto Gaga saat lulus SMA dengan coretan dikemeja putihnya dan ia dipeluk oleh wanita yang tak lain dan tak bukan adalah Elsa. Nadine membukanya lagi dan melihat foto mereka sangat mesra, dari mulai acara ulang tahun, liburan keluar negeri, pantai hingga gunung juga foto mereka yang berciuman. Terhentak nadine langsung menutup album itu. Ia terkejut melihatnya dan nafasnya menjadi sesak.
Ia memutuskan untuk memanggil Keisha agar menemaninya didalam ruangan. Mereka berbincang kecil membicarakan masalah makeup dan lain sebagainya.
"Emm Mbak, apa anda kenal Elsa?" ucap Nadine dengan sedikit penasaran. Keisha menganggukkan kepalanya.
"Dari kapan mereka berpacaran? dari SMA ya? " ucap nadine lagi
"Iya nona, anda tahu?" Ucap keisha
"Saya tahu, tadi gak sengaja melihat album foto mereka" Nadine pun tersenyum tipis.
"Tapi nona Elsa tidak menyukaiku, dia tidak suka bila ada sosok wanita di ruang kerja pak Gaga. "
"Hm Gaga sudah bercerita padaku perihal pemilihan sekertaris itu. " ucap Nadine. Lalu Gaga masuk keruangan itu. Menyuruh Keisha untuk membereskan file yang ada di flashdisk yang Gaga sodorkan. Gaga terlihat gembira dari pada pagi tadi.
Gaga melihat kearah Nadine dan ia menoleh laci yang sudah dalam keadaan terbuka itu.
"Apa kamu membukanya?" ucap Gaga sambil menunjuk kearah laci itu. Nadine melihat laci itu mengangguk dan menutup kembali.
"Kamu melihat semuanya? " ucap Gaga
"Sepertinya iya" ucap Nadine tapi Nadine tidak terlalu memasalahkannya karena ia takut mood Gaga berubah lagi.
"Maafkan aku seharusnya aku membuang ini dari jauh hari" gaga mengambil album foto bertuliskan "love forever" itu dan membuangnya ke tempat sampah.
"Ayo kita makan siang, lalu temui Elsa. " ucap Gaga singkat dan membereskan sesuatu di atas mejanya.
"Elsa? Untuk apa? " ucap Nadine terkejut sehingga bersidekap dada dari senderannya itu.
"Ikut saja. Agar dia tidak menggangguku lagi. " ucap Gaga dan langsung beranjak ke arah pintu keluar ruangan. Nadine hanya mengekorinya dengan sedikit kesal.
Mereka berlalu Nadine pun berpamitan kepada Keisha. Mereka masuk ke lift dan turun lantai demi lantai.
"Rapatnya cepet banget kak " ucap nadine sembari menyilangkan tangannya
"Ya. Bisa cepat kenapa enggak? " ucap Gaga dingin yang tidak berpaling dari layar ponselnya.
Ting
Pintu lift terbuka, mereka keluar dan berada di lantai dasar. "Apa boleh antar aku ke homecare ku yang ada di jakarta? Kebetulan aku belum sempat kesana sebulan ini" Ucap Nadine sembari melangkahkan kakinya.
Karyawan disana memusatkan perhatiannya pada owner mereka, sikapnya terlihat sangat dingin saat bersama Nadine tetapi bila Elsa datang dia sangat hangat pada perempuan tersebut terlebih sikap Elsa memang manja, ia tidak segan dimanapun ia berada pasti akan bergelayut manja pada Gaga. Tapi tetap saja sikap Gaga yang dingin selalu ia lontarkan pada karyawan. Dia tidak narsis, hanya saja bersama nadine seolah tak ada kebahagiaan di muka ownernya itu. Tatapan sinis pun terlontarkan dari beberapa wanita, salah satunya adalah temannya Elsa dan ia buru-buru mengambil ponselnya.
"Homecare itu apa?" Ucap Gaga
"Usaha ku. Salah satu cabang di Jakarta. " ucap Nadine sembari nafasnya sedikit tersengal karena memaksakan badannya untuk sejajar dengan Gaga yang jalannya cepat seperti buru-buru.
"Oh ada cabangnya disini? " ucap Gaga menoleh ke arah Nadine. Nadine mengangguk lalu mereka masuk kedalam mobil mewahnya.
"Sehabis dari Elsa, kita kesana. " ucap Gaga sembari membuka rem tangan lalu mengemudikan mobilnya.
Tbc-