Look at me, please

Look at me, please
#38



Selamat membaca..




Gaga tak menyangka ia bisa memikirkan Nadine dan mencemaskannya diwaktu kerja. Dan Nadine bisa-bisanya tidak menuruti perintah Gaga sendiri. Bahkan Gaga seringkali meluapkan amarahnya pada pekerja, walaupun Gaga sadar akan tindakannya yang tidak benar tapi memang keadaan di pelabuhan sedang sulit. Bahkan ia harus tidak pulang malam tadi, padahal ia tahu Nadine sedang marah padanya.


Akhirnya pekerjaan selesai tepat diwaktu jam 00.20 tengah malam. Ia langsung bergegas menuju Bandung menemui istrinya. Beruntung Gaga selamat sampai tujuan pukul 6 pagi, padahal fisiknya sudah lelah karena panas-panasan sepanjang hari, makan hanya sekali dan baju pun belum ganti. Ditambah dengan kekhawatirannya pada sang istri, sudahlah Gaga hanya ingin bertemu dengan istrinya sekarang.


Gaga masuk kerumah Nadine disambut Bi Ani, bi Ani terkejut melihat keadaan tuannya yang kacau. Bi Ani bilang, nona sudah pergi ke kediaman keluarga Gibson dari kemarin malam untuk menemani temannya dan menyaksikan pernikahan. Gaga sedikit terkejut bahwa Nadine berteman dengan pengusaha rempah-rempah juga. Tanpa berfikir panjang, Gaga langsung menelfon sang istri untuk menanyakan alamat dan untungnya Nadine mengangkat telefon itu.


"Nad.. kamu dimana? Saya dirumah kamu, di Bandung" ucap Gaga


"Aku lagi nemenin Luna, semalem juga aku tidur disini " ucap Nadine


"Yaudah sendloc sekarang.. saya akan kesana" ucap Gaga


"Ohh mau kesini? " ucap Nadine, terdengar suara bisik bisik disana sepertinya Nadine meminta izin terlebih dahulu kepada sang punya hajat. "Yaudah nanti aku sendloc, kamu pake pakaian ayah aja ya.. minta bi ani cariin" ucap Nadine.


"Hmm nanti samperin saya depan gerbang, saya gamungkin masuk sendiri" ucap Gaga final dan menutup telfonnya. Ia langsung bergegas mandi dan meminta bi ani menyiapkan beberapa baju sang mertua untuk ia pilih.


🦋🦋🦋


Gaga sudah berada di depan rumah besar itu. Terlihat halamannya yang luas juga tanaman-tanaman yang terawat. Nadine menghampirinya, entah mengapa melihat Nadine sangat cantik dan damai membuat rasa lelah dan khawatir menjadi hilang apalagi saat sang istri melontarkan senyuman manisnya. Nadine juga sudah dinasihati oleh Zahwa dan Luna semalam untuk tidak terlalu marah pada Gaga, maka dari itu Nadine akan bersikap seolah tak terjadi apa-apa karena ia juga berfikir bahwa suaminya sedang sibuk dan ia tak mau suaminya banyak fikiran.


"Kak.. parkir disana aja" ucap Nadine memperlihatkan Garasi diujung rumah. Gaga mengiyakan dan memajukan mobilnya disana.


Gaga turun dari mobil dan Nadine sedikit terkejut melihat mata Gaga yang terlihat lelah. Nadine merasa bersalah sendiri karena membuat suaminya harus langsung datang kesini.


"Kak? Kamu gak tidur semaleman?"


"Kamu kenapa gak nurut sih? Saya bilang bareng saya, ini malah pergi sendiri."


"Ya mau gimana, Luna kan temen aku. Dia mau nikah dan kamu lagi keluar kota. Masa aku harus ngeribetin kamu ninggalin kerjaan demi aku? Aku juga tau diri" ucap Nadine membela diri. Gaga hanya berdecak kesal dan langsung menggandeng tangan Nadine.


Kini mereka bergandengan masuk ke rumah tersebut. Sebenarnya Gaga cukup mengenal keluarga Gibson. Karena ikatan bisnisnya yang saling menguntungkan. Perusahaan mereka sering menggunakan jasa transportasi kapal untuk mengangkut rempah-rempah ke penjuru asia. Tentu saja saat masuk dan melihat pak Richard, dirinya langsung bercengkrama. Ternyata acara ini diprivate tapi tetap rekan bisnis paling dekat mereka undang. Namun Gaga tidak diundang, melainkan istrinya yang diundang.


Gaga memperkenalkan Nadine kepada semua kerabat bisnis yang ia kenal disana termasuk pak Richard. Karena takut Richard merasa tak mengundangnya, jadi ia bisa tahu bahwa disini Gaga mendampingi sang istri.


Akad sudah dilaksanakan. Luna sekarang sudah sah menjadi istri dari Anggara Putra Gibson. Putra pertama dari Richard Gibson. Terlihat air mata Nadine karena melihat Luna yang menjadi istri kedua, seolah tak tega temannya yang sangat baik itu bernasib seperti ini.


🦋🦋🦋


Nadine menghela nafas panjang melihat sikap suaminya. Memang terlihat muka lelahnya Gaga. Nadine membiarkan Gaga istirahat dan Nadine memutuskan untuk melepas aksesorisnya dan mengganti dengan baju yang ia bawa didalam tas sebagai salin di rumah Luna. Nadine juga sama lelahnya dan ikut berbaring disamping Gaga. Ia memandang wajah Gaga yang sudah tertidur pulas. Ia semakin menyadari kelelahan suaminya itu. Dibelainya muka Gaga yang sudah tiga hari tidak shaving sehingga bulu-bulu halus sudah bertumbuhan di rahangnya yang tegas.


Entah mengapa, sensor kulit Gaga sangat aktif sehingga sentuhan Nadine membangunkan dirinya padahal ia sangat lelah. Ia membuka matanya sedikit dan menoleh ke arah istrinya yang terpejam itu. Melihat wajah yang membuatnya sempat marah dan memikirkannya. Namun dengan wajah istrinya juga ia menjadi damai dan tenang.


Nadine mendongak membuka mata karena merasakan pergerakan Gaga. Ia bertatapan dengan lelaki tampan itu dan tersenyum. Gaga menggerakkan badannya memiring ke arah Nadine dan membalas senyumannya namun hanya sebentar mukanya kembali datar bahkan sangat seram.


Nadine menyadari sesuatu, mungkin Gaga masih marah akan kejadian kemarin sore saat dirinya tak mematuhi suaminya itu. Dengan mengenyampingkan rasa gengsi, Nadine meminta maaf pada Gaga dengan tulus.


"Maaf.. udah bikin kamu khawatir" ucap Nadine "kamu khawatir kan??" Sambungnya dengan lembut. Lengannya masih menyentuh pipi suaminya itu sambil mengelus-elus dengan jempolnya yang mungil.


"Hmm" ucap Gaga dengan tatapan masih sedikit seram. Nadine tersenyum geli melihat tingkah suaminya yang menggemaskan itu. Ia dengan cepat mengecup bibir suaminya. Ekspresi Gaga masih sama. Padahal ia menahan diri.


Cup.


"Jangan marah.."


Cup.


"Nanti"


Cup


"Cepet tu-"


Gaga menghentikkan serangan Nadine dan menarik tengkuk Nadine. Ia melumat dengan lembut bibir Nadine membuat Nadine speechless.


"Janji gak akan kaya gitu lagi?" Ucap Gaga menyatukan keningnya dengan kening istrinya. Nadine mengangguk dan melukiskan senyuman manisnya. Lalu mereka terhanyut dalam suasana dan merasakan nikmat bersama. Walaupun Gaga lelah tetapi ia tak tahan dengan godaan istrinya.


🦋🦋🦋


Seorang wanita sedang berada di ruang ganti dengan beberapa orang penting seperti MUA dan tim dari desainer baju-baju yang akan dikenakannya. Terlihat dengan ketidak antusiasnya di acara fashion show ini. Ia sedang marah karena mantan kekasihnya tak kunjung tiba menemuinya. Semakin marah ia dan semakin pula mood nya down. Ia memanggil seseorang yang ia anggap sebagai asistennya.


"Gue gamau tau.. pokoknya cari tahu tentang kelemahan cewek gatel itu" bisik Elsa marah. Rina hanya mengangguk dan keluar dari ruangan untuk menelfon seseorang.


***


Maaf ya teman-teman aku up lama, karena ada kerjaan event nih dan ada tugas numpuk dari kampus😭😭


Makasih yang udah komen dan like di episode sebelumnya🖤


Like nya ya guys biar aku tahu diri dan makin niat nerusin kisah si Nadine ini🖤🖤