Look at me, please

Look at me, please
#15 - UNGKAP NADINE



Nadine membuka matanya saat ia merasa ada yang menggoyang-goyangkan badannya.


"Nad bangun, ikut gue yuk ngegym. " ucap Mela yang sudah memakai baju senamnya dan melilitkan handuk di rambutnya. Mata Nadine yang masih berkedip-kedip beradaptasi dengan cahaya, ia mengusap-usap matanya.


"Hm" Nadine berdeham mengiyakan lalu ia sambil sempoyongan yang nyawanya belum terkumpul, melangkah kekamar mandi.


Nadine pergi berolah raga di tempat gym apartemen temannya itu, dengan kaos dan lagging yang ia pinjam kepada Mela.


Nadine melakukan treadmill sembari mendengarkan lagu lewat airpod nya.


Setelah sekitar beberapa jam, Nadine dan Mela sudah selesai berolah raga.


"Nad, gue tadi ada panggilan katanya gue harus kekantor papah gue. Kakek nenek gue dateng ke Indonesia. Lu gapapa ke homecare sendiri? Dan kayaknya gue bakalan keluar negeri lagi deh" Ucap mela seraya meneguk minumannya.


"Ohh yaudah nope, aku kesana sendiri saja." Ucap nadine


"Lu ajak Baskara aja, dia ada di Jakarta sekarang" ucap Mela


"Ah kagak, lagipula dia pasti sibuk. "


"No. Dia lagi libur disini. Kan emang kantor cabang ayahnya dia di Jakarta"


"Yaudah gue telfon dia.."


Nadine menelfon Gema dan Gema mengiyakan ajakan Nadine menyuruh Nadine menunggu di apart saat Baskara sudah selesai bekerja.


Gaga mencoba menghubungi Nadine pagi itu, tapi Nadine tetap terkekeh tidak ingin mengangkat telfonnya. Sebenenarnya Gaga khawatir padahal disisi lain Nadine sangat tidak ingin menemui Gaga. Gaga teringat homecare yang pernah Nadine ceritakan, tanpa basa-basi dari hotel tempat Gaga menginap dia langsung pergi ke alamat itu.


Nadine dijemput oleh Baskara, dia tampan sekali sekarang.


Lalu Baskara meminta untuk makan siang terlebih dahulu. Diperjalanan mereka hanya bernyanyi terlebih Nadine saat itu terlihat mood nya sedang tidak gembira.


"Ada masalah?" Tanya Baskara. Nadine menggeleng kepalanya seolah berkata tidak ada.


"Tunanganmu kemana?" Ucap Baskara.


"Ada. " ucap Nadine lagi


"Lalu mengapa kamu di Jakarta? Biasanya ditemani supir ayahmu atau kau membawa mobil sendiri.." ucap Baskara semakin bingung menafsirkan keadaan mantan gebetannya itu.


" Kak, apapun yang membawa aku kesini aku fine! " ucap Nadine seolah ia malas membahas ini.


"Oke tapi ingat, aku disini Nad. Dan kalau kamu butuh sesuatu tinggal hubungi aku ya" ucap Baskara yang diangguki oleh Nadine.


Mobil Gema menepi di salah satu restoran di Jakarta, mereka makan siang disana. Sedangkan di sisi lain Gaga menunggu Nadine di homecare tapi Nadine tak kunjung datang. Akhirnya dia memutuskan untuk keluar makan siang.


🦋🦋🦋


Saat Gaga akan masuk ke homecare Nadine, ia melihat Nadine turun dari mobil BMW dan disusul oleh lelaki yang ia tak tahu dia adalah siapa. Gaga hanya terdiam dan merasa kesal bahwa Nadine bersama pria lain. Ntah mengapa Gaga emosinya melunjak naik. Mobil itu lalu berlalu meninggalkan homecare. Gaga langsung masuk ke homecare tersebut dan menarik Nadine yang begitu cantik saat itu. Nadine terkejut saat melihat Gaga yang menariknya.



"Aku dari apart temanku. "


"Cowok yang tadi anter kamu kesini?" ucap Gaga


"Hah? No. Mela! Lagian dia temen band aku juga, kenapa sih " ucap Nadine membenarkan.


"Yasudah ayo kita pulang sekarang, aku ada urusan mendadak diBandung." Ucap Gaga


"Aku baru sampai kak, aku bahkan belum bertemu ceonya." Ucap Nadine melepaskan genggaman tangan lelaki kekar itu.


"Nanti akan aku antar kesini lagi! Sekarang ikut aku!" Ucal Gaga dan menarik paksa Nadine. Nadine hanya pasrah dan ia masuk kedalam mobil Gaga.


Diperjalanan Nadine hanya memasang muka kesal, tak mau sedikitpun menoleh kearah Gaga. Hening dan jalanan sangat padat.


"Bagaimana muka mu?" Ucap Gaga menoleh kearah Nadine.


"Baik. Bagaimana keadaan Elsa?" Ucap Nadine. Gaga terkejut, bukannya mengkhawatirkan diri sendiri, nadine malah mengkhawatirkan Elsa.


"Baik. Dia mengancam bila aku menikah denganmu, dia akan bicara pada orang tua dan keluargaku. " ucap Gaga


"Lalu? Kamu akan membatalkan pernikahan ini?" Ucap Nadine menoleh ke arah Gaga.


"Tidak. Aku bilang padanya bahwa pernikahan ini hanya sementara. " ucap Gaga datar tanpa dosa


Deg. Deg.


Hati nadine terasa sakit, ia merasa jatuh sejatuh jatuhnya mendengar perkataan itu yang keluar dari mulut tunangannya itu.


"Kak Gaga. Pernikahan bukan mainan, aku juga." Ucap nadine


"Aku hanya membuat ia tenang Nad, aku mencoba berbohong padanya." Ucap Gaga terkekeh. Setelah menjadi pilihan, Nadine merasa tak ada harganya dimata lelaki ini. Bahkan ia mengaku pernikahannya adalah sementara pada mantan yang Nadine tahu telah berselingkuh darinya.


"Baiklah, jika aku udah tidak perawan juga apa kamu tetap mau nikah sama aku?!" Ucap Nadine menaikan suaranya. Gaga terpaku lalu ia sadar bahwa mobil didepan sudah mulai maju. Keheningan kembali terjadi diperjalanan itu. Nadine hanya melihat kearah jendela dan menangis.


Setibanya di depan rumah Nadine, Nadine bergegas membuka safetybelt untuk keluar namun tangan Gaga menarik ia sehingga Nadine tak bisa keluar


"Besok kita obrolkan tentang ini." Ucap Gaga


"Sudahlah kak, kamu juga masih mencintainya kan? Jadilah lelaki yang bertanggung jawab! " ucap Nadine mencoba melepas cengkraman Gaga


"Nad kita harus.." ucap gaga dipotong nadine


"Menikahlah dengannya. Jangan fikirkan tentangku. " ucap nadine lalu Gaga melepaskan cengkramannya. Nadine masuk kerumah buru-buru kekamar dan langsung menangis dikasurnya yang sudah tidak ia tiduri selama semalam.


Tbc-