Look at me, please

Look at me, please
#47



Nadine sudah sampai dikediaman mertuanya dengan sang suami dan adik ipar. Karena luka yang belum sepenuhnya sembuh, Gaga memerhatikan segala hal yang Nadine lakukan di rumah ini. Sudah seharian Nadine diam tak banyak tingkah, ia tak bisa lepas dari tatapan suami.


"Ayah belum ngabarin?" ucap Nadine sembari membereskan tempat tidur yang akan mereka tiduri malam ini.


"Belum. Dari sana kan sekitar 8 jam, sabar ya" ucap Anggara yang baru saja keluar dari kamar mandi. Ia menoleh sebentar ke arah jam dinding, sudah jam setengah sepuluh malam. "Sebentar lagi juga sampe kayaknya" kini Gaga memakai pakaian yang sudah Nadine siapkan satu per satu.


"Akhirnya bisa tidur dikasur yang empuk juga" ucap Gaga terbaring diatas kasur. Nadine yang sedang memakai skincare rutinnya. Ia menatap Gaga yang ada dibalik kaca dan tersenyum. "Kamu gak pusing atau lukanya gak sakitkan?" tanya Gaga.


"Enggak kok. Aku udah ngerasa sehat. " ucap Nadine berdiri dan berbalik lalu melangkahkan kaki menghampiri suaminya.


"Kakak sakit badan gak? Aku pijitin sini, tiap hari harus tidur di sofa" ucap Nadine mengambil posisi. Gaga mendengus kesal. "Hem? Kenapa?" ucap Nadine heran karena Gaga seperti malas bersamanya.


"Sampe kapan kamu mau panggil suami kamu itu kakak? Kamu memang adik aku?" ucap Gaga ketus. Nadine menelan salivanya susah payah. Bukan masalah jika Gaga memang tak nyaman dengan panggilannya selama ini, Nadine hanya belum memikirkan panggilan lain.


"Yaudah deh, mau aku panggil apa kalau gitu?" ucap Nadine lembut sambari memijat lengan Gaga.


"Terserah kamu, asal jangan kakak. Memangnya kita adek kakak-an apa?" Nadine berfikir dan muncul satu kata di benaknya.


"Mas?" ucap Nadine dengan lembut. Gaga menjadi kikuk. Ia merasa jantungnya berdetak tak karuan dan mukanya memanas. "Mas? Kayaknya bagus tuh" ucap Nadine sekali lagi. Kini Gaga memandangi Nadine yang terduduk.


"Kalo mas, kayak orang jawa aja mas." ucap Gaga.


"Mamah kan panggil kamu juga kadang mas. Gania juga kadang panggil kamu mas. Gak aneh kok" ucap Nadine lalu kata lain terlintas lagi dibenaknya.


"Ahh kalau gitu akang? Atau aa?"


"Itu.. aku pernah denger"


"Itu panggilan buat laki-laki. Akang dan teteh, aa dan neng."


"Aa boleh tuh, unik. Dari pada mas, kayak panggilan ke gadun" ucap Gaga sembari mengulum senyum. Kini Nadine memecahkan tawanya.


"Gak juga ah. Yang ada kalau ke gadun tuh om, bukan mas. Gimana enaknya panggil orang sayang.." ucap Nadine.


"Yaudah, neng bobo yuk!" ucap Gaga dengan lembut. Kini giliran Nadine yang dibuat malu dan memerah.


"Aku pijitin dulu sini duduk"


"Gak usah. Kamu gak ada tenaganya sekarang, nanti yang ada kayak di gelitikin bukan dipijit" canda Gaga. Nadine mengerucutkan bibirnya dan Gaga tertawa melihat tingkah istrinya.


"Sini tidur, istirahat" ucap Gaga menuduhkan lengannya agar Nadine berbaring di atas legannya. Nadine mengikuti saja apa perintah suaminya itu.


***


Bandara Soekarno Hatta. Penumpang pesawat Garuda Indonesia baru saja turun dan bergegas mengambil kopernya masing-masing. Elsa Gayatri bersama asistennya Rina, berjalan menuju mobil yang sudah menunggunya di depan bandara. Ia masuk kedalam mobil sedan hitam itu, dan mobil tersebut membawa mereka ke suatu tempat.


Ditempat yang sama, Graha menenteng koper besarnya dan kedatangannya disambut oleh sekertarisnya, Rudy. Graha langsung mengabari menantunya dan mengabari bahwa Graha akan menginap di hotel dan berangkat ke Bekasi esok pagi.


Elsa memasuki salah satu cafe di Jakarta. Disana terlihat lelaki berjas hitam sedang menyeruput kopinya. Elsa beradu pandang dengan lelaki misterius itu lalu lelaki tersebut tersenyum padanya seolah memberi kode bahwa ia orang yang Elsa harus temui di cafe ini.


Elsa duduk di meja yang sama dihadapan lelaki tersebut. Ia meletakan tas tangannya dan membuka kaca mata hitamnya. Ia menatap lelaki tersebut dengan tatapan dingin.


"Jadi ada apa pak tua itu datang jauh-jauh ke Thailand hanya untuk mengganggu fikiranku hingga sekarang? Dan sampai harus aku menghampiri dan duduk semeja denganmu?" ucap Elsa dingin. Lelaki tersebut menyunggingkan bibirnya.


"Ada hal yang harus kamu ketahui gadis. Ini tentang mantan tunanganmu, tuan Gaga Axelle"


"Jangan mengelabuiku dengan mantan kekasihku itu, sebenarnya aku sudah tidak berharap apa-apa lagi padanya." kini lelaki tersebut lagi-lagi tertawa. Pelayan datang dan meletakan pesanan Elsa di atas meja.


"Kamu tahu anak tuan Winara itu hampir mati? Dan harusnya ia mati" ucap lelaki tersebut. Hampir sisi gelas menyentuh bibirnya namun Elsa menahannya dan menyerngirtkan dahinya. Ia tidak mengerti apa yang sebenarnya lelaki matang ini ucapkan.


"Dia bukan berasal dari warga lokal. Saya sangat kecewa bila dunia bisnis di Indonesia harus dikuasai oleh warga asing. Dengan keberuntungan, mertua mantan kekasihmu itu mengembangkan usahanya dengan sukses. Bahkan anaknya sampai membuka salon terkenal walaupun baru dua cabang. Tetapi produknya terpercaya dan sudah banyak yang berlangganan padanya"


"Jelaskan intinya! Saya masih banyak urusan!" ucap Elsa tak sabar. Lelaki tersebut menghela nafas dan membuangnya kasar.


"Aku ingin mengalahkan Graha. Sepertinya umpanku sudah ia temukan dan aku tidak akan kuat bila sendirian"


***


Sudah satu minggu Nadine beristirahat di rumah mertuanya. Graha pun sudah bertemu dengannya. Walaupun saat ia datang dan hanya sehari menginap, Nadine sudah bersyukur ia bisa melihat ayahnya sehat. Graha dan Gaga sedang berangkat pulang dari Kalimantan ke Bekasi. Sudah tiga hari mereka berangkat meninggalkan Nadine.


Nadine sudah bisa beraktivitas dengan normal. Guru taekwondonya sempat menghubunginya dan menyesali bahwa tidak tahu lebih awal kondisi Nadine. Teman-temannya pun sama. Mereka berkali-kali mengirim pesan singkat hanya untuk tahu keadaan Nadine dari hari ke hari.


Dua hari lagi akan ada malam pergantian tahun. Biasanya Nadine merayakannya bersama ayahnya atau hangout menyewa vila bersama teman-temannya. Atau pergi keluar negeri hanya untuk menikmati musim dingin. Tetapi tahun ini berbeda, ia sudah bersuami. Rasanya, dimanapun dan kapanpun itu, Nadine lebih bahagia bila hari-harinya ia lalui bersama orang yang dicintainya.


Nadine memutuskan untuk berbelanja untuk persiap tahun baru-an bersama semua penghuni rumah kecuali sang papah mertua. Mereka tak ingin kejadian pahit terulang kembali. Nadine juga dikawal oleh Erik selaku supir dan satu penjaga.


Sempat tak percaya, mereka bisa bertemu dengan seorang wanita yang kemarin-kemarin membuat Nadine menjadi tranding topic di akun gosip. Mantan kekasih suaminya itu terlihat sedang mendorong trolley berisikan belanjaanya yang hampir memenuhi trolley tersebut.


"Hallo tanteu, Gania dan----Nadine" ucapnya yang langsung berdiri tegak dihadapan keluarga tersebut. Air muka penghuni rumah Axelle itu seketika menunjukkan rasa tak nyaman. Riana dan Gania berbagi pandang ke arah Nadine yang terlihat sedikit sebal melihat Elsa.


"Hallo Elsa, apa kabar?" ucap Riana mencoba menetralkan wajahnya. Gania sudah memutar bola matanya jengah. Ia memang benar-benar tidak suka dengan wanita ini dan sikap tak sukanya selalu ia tunjukkan secara terang-terangan.


"Baik tanteu, kalian gimana? Baikkan?" ucap Elsa menstabilkan nada dan air mukanya agar terlihat menyenangkan, namun yang Nadine lihat hanyalah wajah menyedihkan. Riana mengangguk.


"Ohya.. Selamat untuk pernikahan kau dengan Gaga. Maaf aku tidak hadir karena harus bekerja ke-"


"Tidak apa-apa, terimakasih sudah mengingatnya." ucap Nadine yang malas mengobrol bersama wanita yang pernah menamparnya dua bulan lalu.


Bagaimana aku tidak ingat bodoh? Batin Elsa


"Yasudah, kalau begitu lanjutkan belanjanya. Saya permisi" ucap Elsa dan berlalu meninggalkan keluarga Axelle tersebut karena tidak tahan dengan ketidak nyamanan dan rasa canggung diantaranya. Ia sempat menyunggingkan senyumnya kala melangkahkan kaki menjauh dari keluarga itu.


Gania mendengus sebal. "Gak pernah berubah tuh si medusa. Kulitnya emang tebel! Gak sadar sama apa yang udah dia lakuin ke-"


"Gania." ucap Nadine. Gania menoleh "Udah biarin. Silaturhami itu baik. Yuk kita cari ikan segar, keburu malam" sambungnya.


***


Jangan lupa like okaaay!!


Tbc-